Bahasa Pemrograman

Notasi Algoritma Pseudocode

November 20, 2013
Pseudocode adalah deskripsi dari algoritma pemrograman computer yang menggunakan struktur sederhana dari beberapa bahasa pemograman tetapi bahasa tersebut hanya ditujukan agar dapat dibaca manusia. Biasanya yang ditulis dari pseudocode adalah variabel dan fungsi.
Tujuan penggunaan utama dari pseudocode adalah untuk memudahkan manusia dalam memahami prinsip-prinsip dari suatu algoritma. Penggunaan pseudocode umumnya banyak kita temukan di buku-buku dan artikel-artikel tentang pemrograman yang membahas tentang algoritma tertentu. Kadang pula pseudocode kita temukan dalam merencanakan pengembangan suatu program komputer. Dalam pseudocode, tidak ada syntax standar yang resmi. Karena itu, pseudocode ini dapat kita terapkan dalam berbagai bahasa pemograman.

Di Notasi Pseudocode ada 2 cara untuk menggambarkan kondisional / decision, yaitu:

  1. Menggunakan if,
  2. Menggunakan depend on.

Contoh:
1. Menggunakan IF

if(Nilai > 80)
Output ‘A’
else if(Nilai > 60)
Output ‘B’
else if(Nilai > 50)
Output ‘C’
else if(Nilai > 30)
Output ‘D’

2. Menggunakan DEPEND ON

Depend on Nilai
Nilai > 80: Output ‘A’
Nilai > 60: Output ‘B’
Nilai > 50: Output ‘C’
Nilai > 30: Output ‘D’

Dalam notasi Pseudocode ada 3 cara untuk menggambarkan pengulangan (loop), yaitu:

  1. Menggunakan repeat,
  2. Menggunakan while,
  3. Menggunakan traversal.

Contohnya:

1. Menggunakan Repeat
Dengan menggunakan repeat…until, maka proses yang ada di dalam looping (perulangan) akan dilakukan minimal sekali hingga menemukan kondisi berhenti pada kondisi until nya.
Contoh:

X = 10
repeat
Output X
X = X – 1
until X = 0

Pseudocode diatas menggambarkan program yang akan menampilkan bilangan dari 10 dan bilangan akan berkurang hingga 0.

2. Menggunakan While
Dengan menggunakan while, proses yang dilakukan pada bagian perulangan akan dilakukan jika kondisi yang berada pada while nya dipenuhi, jadi masih ada kemungkinan proses yang ada pada perulangannya (loopnya) masih tidak dijalankan.
Contoh:

X = 10
while (X >= 0) do
Output X
X = X – 1

3. Menggunakan Traversal
Dengan menggunakan metode traversal, proses yang dilakukan pada bagian perulangan akan dilakukan sebanyak jumlah yang ditentukan pada bagian traversalnya. Jadi, kita dapat menggunakan metode traversal jika kita memang sudah tau benar berapa kali proses yang dilakukan tersebut akan dilakukan.
Contoh:
i traversal (1..10)
Output X

Let's write your opinion

%d bloggers like this: