Repost : That’s Love. That’s Choice

Kita memang berbeda
Dari awal sudah terlihat
Namun ku terus menyangkal
Dan waktu terus berjalan
Memaparkan jurang yang memisahkan
Ketika ku coba rentangkan jembatan
Namun susah juga jika dibangun sendirian
Jembatan itu terlalu rapuh
Tak kuat ia menahan beban
Hingga akhirnya teperosok ke dalam

Ya aku dan kamu, sebut saja kita…
bagai kedua kutub magnet yang berbeda. berjauhan. dan bertolak belakang

Putih. Hitam.
Pengecut. Kritis.
Sensitif. Apatis
Introvert. Ekstrovert.
Penyuka implisit. Pengusung logika.
Pengkhayal. Pemapar deskriptif.
Pecinta cahaya. Penyuka gelap.
“Karena kita berbeda, makanya kita saling mengisi,” ujarku dulu.
Karena kutub magnet tak akan tarik menarik bila keduanya memiliki medan yang sama. Mereka saling tertarik dan mengikat, karena perbedaan signifikan di antara keduanya. Positif dan negatif.
Well, that’s life. That’s love. 
 
Tetapi ketika umur magnet usang dimakan zaman
apakah keduanya masih saling bertautan.
mungkinkah keduanya terpisah….
meski berat terasa, akankah bertahan demikian…
mana jalan yang lebih baik….
aku belum bisa menentukan….
perumpamaan tak bisa menjadi acuan….
 
Well, that’s life. That’s Choice
inspired from my story with http://ceritahujancandella.blogspot.com/2013/02/diferensiasi-saya-dan-kamu.html

You may also like

3 Comments

  1. Heya! I’m at work surfing around your blog from
    my new iphone! Just wanted to say I love reading through your blog and look
    forward to all your posts! Keep up the superb work!

Let's write your opinion