Nikah muda : Apa Sih Yang Harus Dipersiapkan???

 

Assalamualaikum Warrahmatullah…

Menikah… Pernikahan… Sepertinya sudah menjadi topik pembahasan diantara temen-temen nih… Kadang kalau difikir kita masih terlalu muda untuk membicarakan suata hal sakral dan penuh akan komitmen itu. Tapi kada-akadang kalau ngelihat orang sekitar kita misalnya temen SMA dulu yang share foto pernikahan mereka atau temen pengajian yang bagi-bagi undangan nikahan, duh ada perasaan iri yang tiba-tiba muncul. Wih enak banget ya udah nikah, udah gak galau lagi soalnya sudah ada seseorang yang selalu mendampingi. Kayaknya bahagia banget menjadi pasangan muda. Sampai-sampai kakak kelas yang barusan nikah ngomong gini, ” Nikah itu enaknya 10%, tapi sisanya enaaaaaak bangeeet”, duh sebegitu bahagianya kah…

Sekarang mulai lah pembahasannya nikah, ga ngelihat dia cowok atau cewek pasti ada obrolan tentang itu. ga temen kuliah, kajian, dan teman yang lain juga bahsannya udah mengarah kesana. Apa ya emang aku sudah memasuki fase seperti ini yaah… tapi ya memang ditinggal seorang ayah sedari kecil membuatku butuh sosok laki-laki yang bisa di jadikan panutan alias imam dalam sebuah keluarga. Makanya aku memiliki niatan menikah muda untuk menyempurnakan ibadah dan pelengkap kasih sayang.

Tapi sebenernya ngomongin nikah muda, apakah sudah paham hakikatnya seperti apa? jangan sampai menikah muda tapi tidak bahagia atau menikah muda hanya untuk meng-halal-kan sesuatu yang dulu tidak diberbolehkan. Ya itulah hal-hal negatif jika kita hanya mengatas namakan nikah muda saja tanpa tau nilai-nilai dibaliknya. Nah sebenernya apa sih yang harus dipersiapkan untuk menikah muda agar tidak menjadi golongan yang seperti yang disebutin tadi….

1. Niat yang baik

tentunya segala sesuatu memang harus diawali dengan niat, maka niatkan nikah yang akan kamu jalani sebagai pelengkap ibadahmu, karena seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu yang dijalankan dalam pernikahan bernilai berkah (*tapi yang sesuai syariat ya). Seperti kita yang seorang perempuan bisa melayani suami dengan baik misalnya menyiapkan baju ketika akan berngkat kerja dan menyambutnya saat pulang kerja dengan baju yang bagus, penampilan yang canti dan wangi, serta makanan yang enak (*dikutip dari pembicaraan temen kajian AGI, Mba Nunik). Pastilah hal tersebut membawa suatu keberkahan bagi kita dan keluarga.

2. Ilmu

Kemarin waktu ada kajian pas open recruitment rohis kampus, aku ketemu sama kaka kelas yang sekarang kebetulan jadi dosen di kampus dan pengajar BBQ Rohis (Belajar Baca Qur’an). Dia mengatakan bahwa pernikahan dan rumah tanggaada ilmunya dan ilmunya cukup banyak yang harus dipelajari, gitu katanya. Ada hal-hal yang harus kita pelajari seperti adab-adab suami istri dalam rumah tangga, pernikahan yang baik menurut islam, kewajiban dan hak antara pasangan suami istri, mendidik anak yang sholeh dan sholeha, terus ada juga ilmu psikologi dan kesehatan, seperti bagaimana menghadapi perbedaan yang menyulut pertengkaran, bagaimana menghadapi mertua, dan penganana jika suami atau istri atau anak kita sakit. Tuh kan, apa kita sudah punya ilmunya? ya memang sih bisa nanti dipelajari bersama tapi jika kita sudah memiliki dasarnya bukan kah jauh lebih enak… gitu kata dia… dan Alhamdulillah yang ngasih tau ini kemarin sabtu (30/11) telah menjalani akad nikah.

3. Keuangan

Nah ini juga menjadi sebuah persiapan yang penting, tapi ini juga yang biasanya digunakan sebagai alasan untuk menunda pernikahan. Biasanya “Saya belum siap menikah karena belum sukses” tapi itu bisa ditepis dengan “Kenapa nikahnya yang ditunda? kok ga sukses nya aja yang dipercepat”. Nah loh, hayoo mau berkelit apa lagi?. Tapi tanpa adanya kesiapa secara finansial juga kita tidak bisa serta merta menikah terutama bagi yang laki-laki dimana memiliki peran sebagai kepala keluarga yang mampu mencukupi kebutuhan istrinya baik jasmani maupun rohani. Ya mungkin belum bisa membeli rumah, tapi setidaknya ada tempat yang layak digunakan sebagai berteduh berdua, walaupun itu kontrak atau apa, tapi setidaknya ada tanggung jawab yang sudah diperlihatkan. Makanya kalau bisa pesta pernikahan dibuat sederhana agar masih ada dana yang dialokasikan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya.

4. Restu Orang Tua

Ini merupakan faktor penentu, setelah kita mempersiapkan segala hal maka ini lah bagian terpenting karena resttu orang tua seprti restu Allah swt. jika belum diberi dengan berbagai alasan, cobalah berfikir ulang dengan alasan yang diberikan orang tua, mencoba introspeksi diri. Kemudian jika ternyata kita sudah bisa memberikan bukti atau pemahaman tentang alasan yang diberikan orang tua bahwa kita siap namun belum juga mendapat restu maka jalan terakhir adalah berdoa. Karena setelah kita ikhtiar maka berserah dirilah, Allah tau yang waktu yang terbaik untuk kita. Oh ya restu bukan hanya dari orang tua kita loh, tapi juga orang tua dari kedua belah pihak, biasanya yang agak riskan adalah ketika calon laki-laki meminta restu orang tua perempuan, pasti ditanya kesiapannya untuk menikahi anaknya. Dan sebaliknya ketika calon perempuan ke orang tua laki-laki, pasti dilihat gerak geriknya, tutur kata, perangainya, dll yang bisa menarik simpati dan faktor untuk  memberikan restu dari masing-masing orang tua.

Mungkin itu dulu kali ya yang bisa aku sampaikan tentang apa sih yang harus dipersiapkan jika kita ingin menikah muda. Soalnya kadang-kadang temen2 itu bahasnya mesti tentang pestanya bukan pernikahnnya, semisal nanti aku pakai baju apa ya? resepsinya dimana ya? undangannya gimana ya? yang ngisi kajiannya siapa ya? pake adat apa ya, tradisonal, nasional, atau gimana ya? makanannya apa ya?. Aduuuh gengs, ya engga apa2 sih tapi kalo aku sepertinya yang disipain 4 poin yang aku tulis di atas dulu aja deh baru mikirin pesta pernikahan impiannya hehehe. Dan yang jelas saat ini untukku, selesaikan kuliah dulu, bekerja, dan baru menikah hehe…

Semoga tulisan ini bermanfaat dan kurang lebihnya mohon maaf yaaaa… ^_^

Wassalamualaikum Warrahmatullah…..

You may also like

6 Comments

  1. Assalmu’alaikum Mba Mirna, hihi…suka gereget ketawa2 sendiri klo baca2 webnya mba Mirna, hehe…

    Menyoal nikah muda mungkin mindset orang beda2 ya mba, ada yg mngatakan nikah muda itu bahagia krna bsa mngatur usia produktif saat pnya anak sampe anak sudah mulai mngenyam pendidikan. Shngga klo anak udah mulai SMA/kuliah usia masih produktif untuk mmbiayai.

    Tp ga sedikit jg yg mngatakan nikah muda itu trkadang muncul persepsi “warning” yg rentan dg (maaf) perceraian krna dianggap belum bisa mengimplementasi apa yg harus dan wajib dilakukan oleh suami/istri sehingga pertangkaran kerap trjadi di pernikahan muda.

    Dari konteks dua persepsi diatas, gmana tanggapan mba mirna yg mirna udah menjadi pasangan muda, hehe…

    Krna diusia sy yg masih 21 th ini masih ketar ketir mengambil keputusan untuk menuju jenjang pernikahan.

    Terimakasih, wasallam

  2. Pingback: Keina’s Wedding Dream : DIY Javanese Syar’i Shabby | Keina Tralala

Let's write your opinion