Give Away | Gunung

Libur Lebaran Asik Ke Wisata Gunung Kelud

December 17, 2013

Lebaran tahun ini (2013) aku pulang ke kampung halaman tercinta, Surabaya. Tapi pas H-2 lebaran aku sama papa dan mama mudik ke kota kelahiran mama, Kediri. Ada alasan yang membuatku memilih sholat Ied bareng mereka yaitu iming-iming liburan ke Wisata Gunung Kelud. Karena rencanaku sebenernya ingin naik gunung semeru mumpung libur lebaran bertepatan di bulan agustus, ingin rasanya bisa mengibarkan merah putih saat 17 agustus di Mahameru, tapi apa daya restu orang tua membuat rencana itu tak bisa aku realisasikan. Dan sebagai gantinya mereka mengajakku ke Wisata Gunung Kelud toh aku juga belum pernah kesana jadi tak apa lah kesepakatan itu aku terima.

Perjalanan dimulai sekitar jam 10 malam dari Surabaya menuju Kediri, arus kendaraan saat itu lumayan banyak, sepertinya banyak pemudik yang memang memilih perjalanan malam untuk menghindari kemacetan dan panasnya siang hari. Jadi kira-kira perjalanan memakan waktu 4 jam. Selama di Kediri, kami tinggal di rumah orang tua mama, tapi karena orang tua mama sudah meninggal dan sodara yang lain pada pulang ke rumah mertuanya sehingga cuma kami ber 3 yang ada dirumah. Lumayan sepi sih tapi seneng aja…

Hari pertama di sana, pagi-pagi aku, mama, dan papa pergi ke salah satu pasar terbesar di Kediri, Pasar Setono Betek, atau biasa orang menyebutnya Pasar “Mbetek“. Aku dan mama belanja kebutuhan makanan sedangkan papa mencari peralatan listrik untuk memperbaiki lampu dan kulkas yang ada di rumah. Pasarnya bisa dibilang lengkap, apapun ada dari mulai bahan makanan, baju, tas, sendal, perabotan plastik, dll. Kami belanja tahu, kecambah (tauge), cabe rawit, penyedap rasa, ayam jawa, dan kerupuk “upil” sebagai oleh-oleh nanti pas pulang ke Surabaya. Sehabis belanja, aku sama mama nonton tv sampe ketiduran, sedangkan papa sibuk memperbaiki lampu dan kulkas, kasian banget gak ada yang bantu heheh…

Sore harinya aku sama mama sibuk mempersiapkan buka puasa, dan tau gak menunya apa? Hanya Tahu Isi hehehe…. Yah memang sengaja masaknya cuma itu doang soalnya aku pengen jalan2 malem di kota Kediri sambil menikmati nasi pecel pincuk lesehan sebagai makanan khas kota ini. Dan benar sekali pecel di sekitaran jalan Doho ini memang sedaaap.. bumbu kacangnya beda sama bumbu pecel daerah lain. Cuma makan sayur, nasi, bumbu pecel ples peyek kacang aja rasanya nikmat banget. Apalagi sambil melihat lalu lalang kendaraan yang melintas. Wisata kuliner ala Mirna banget lah pokoknya…

Allahu Akbar Allahu Akbar..
Laillaha Ilallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillah Ilham…

Pagi itu semua umat muslim sedunia, khususnya Indonesia berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat Idhul Fitri pada 1 Swayal sebagai momentum kembali Suci, setelah 30 hari lamanya menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Aku pun demikian, sedari pagi setelah menunaikan sholat subuh, mama memaksaku sarapan walau hanya dengan tahu isi yang sudah di angetin dan teh. Setelahnya kami pun bersiap menggunakan baju yang sengaja sudah aku siapkan, sehingga kami bertiga memakai baju seragam. Kami sholat di Masjid Agung Kediri.

IMG-20130808-00157

Setelah sholat Ied, kami ke makam orang tua mama, lalu kembali ke rumah untuk sungkeman dan silahturahmi dengan tetangga. Di rumah tidak begitu lama karena setelah sarapan mie instan dan beres-berang barang bawaan. Kita sudah memulai acara jalan-jalan. Yeeee Hiippiii… disaat yang lain masih silahturahmi lebaran, kami bertiga malah liburan ke tempat wisata hehehe :). Tapi aku tidak langsung dibawa ke gunung Kelud tapi berhenti sebentar di sebuah bangunan besar berbentuk gerbang seperti Arc de Triomphe yang ada di Paris.

DSC_1036

Setelah dilihat, bangunan ini memiliki relief yang konon menceritakan tentang sejarah Kota Kediri yang secara kasat mata hampir mirip seperti Arc de Triomphe. Tinggi bangunan ini sekitar 30 meter yang terdiri dari 6 lantai. Kita bisa memasuki bangunan ini karena sebenarnya terdapat museum kota lewat lapangan yang ada diseberangnya. Namun karena hari H lebaran, aku belum bisa masuk ke dalam bangunan Simpang Lima Gumul. Alhasil hanya bisa foto-foto di depannya.

DSC_1035

Selesai foto-foto, kami langsung kembali ke mobil dan langsung tancap gas menuju Wisata Gunung Kelud. Tak perlu waktu yang lama, hanya sekitar 45 menit dari Simpang Lima Gumul, kita sudah sampai di pintu masuk gunung Kelud. Tapi di tengah perjalanan menuju tempat wisata, kami harus berhenti akibat kehabisan bensin. Huuuu papa sih di ingetin buat ngisi bensin gak mau, kan jalannya naik turun belak belok pantes lah bikin boros. Untung ada tukang ojek yang mau nganterin beli bensin. Dan pemandangannya pun cukup bagus, sehingga aku sama mama malah ribut minta di foto hehe… narsis beut dah ah…

IMG-20130808-00166

Lalu sampailah kita di Wisata Gunung Kelud… Huah udaranya dingin banget berr… Dan tempatnya juga ga begitu rame jadi enak banget. Tempat parkir mobilnya seperti dermaga kayaknya, bentuknya bagus. Terus perlahan kita mulai jalan. Melewati terowongan yang lumayan gelap dan konon itu peninggalan Belanda. Dan sampailah di puncak gunung kelud. Sebenarnya dulu tempat ini berupa kawah, namun saat meletus di beberapa tahun lalu, kawah tersebut berubah bentuk menjadi gunung anakan. Bahkan tempat ini sempat di tutup beberapa tahun karena tanah atau lahar panasnya masih menganga. Namun saat ini sudah bisa dinikmati.

IMG-20130808-00194

Ada lagi tempat tertinggi di kawasan gunung ini yang dibangun sebagai tempat ibadah berupa kelenteng. Berhubung mama gak kuat, jadinya kita berjalan ke sisi sebelahnya dimana terdapat tebing yang bentuknya menurutku seperti kayu walaupun itu sebenernya batu.. hehe

IMG-20130808-00199

Setelah itu kami kembali ke terowongan lalu terdapat anak tangga turun menuju pemandian air panas. perjalanan menuju ke tempat itu cukup menguras tenaga padahal cuma turun, gak bayangin gimana nanti baliknya, kan tangga kembalinya berarti naik. Wuih lumayan olahraga *hehehe. Dan setelahnya kita bisa melihat pemandian itu, memang belum terlalu bagus karena masih dalam tahap pembangunan. Namun cukup menarik untuk mencoba merasakan airnya, kepulan asap yang keluar dari air seakan memanggil untuk mencobanya. Setelah aku menceburkan kaki, betapa terkejutnya ketika air menyentuh kulit kakiku, bukannya hangat tapi panas banget *huaaaa…  kayak kebakar rasanya. Udah deh gak mau nyelupin lagijadi mending foto-foto… *hihihi

IMG-20130808-00206

Tapi ternyata di bagian kolam yang sedang dibangun terdapat pertemuan mata air dingin dan panas sehingga suhu airnya tidak terlalu panas seperti yang kucoba sebelumnya.

IMG-20130808-00219

Nah, itulah tempat terakir aku, mama dan papa kunjungi di kawasan wisata gunung kelud. Setelah dari situ kita kembali ke parkiran tapi tidak dengan jalan kaki melainkan naik ojek yang memang ada di dekat pemandian tarifnya 15.000 per orang. Lumayan mahal sih tapi dari pada naik anak tangga, kasian mama yang udah capek, dan memang jalan yang dilalui terjal jadi setimpal lah dengan apa yang sudah dilakukan bang ojeknya heheh… Setelah di parkiran, kami sholat dan makan kemudian langsung pulang, bukan lagi kerumah tapi ke Surabaya. Yah liburan yang singkat namun sangat berkesan. Apalagi dilakukan di hari H lebaran dimana saat orang lain sibuk silahturahmi, tapi justru aku, mama, dan papa asik menikmati keindahan gunung kelud heheh…

Sekian ceritaku yang di ikutsertakan di Mini Kontes Blog Masroqib dengan tema  “Saat Liburan Bersama Ibu”..

  1. Artikel yang menarik jadi inget sama ibu, he he he terimakasih yah sudah mengikuti GA ane, salam hangat dan sukses selalu. Terus menulis

Let's write your opinion

%d bloggers like this: