Curhat

Ayah

March 3, 2014

Tulisan pertama setelah rehat sebulan adalah tentang AYAH…

Seseorang yang paling aku sayang, aku cinta, aku rindu, dan yang selalu bikin aku sensitif.

Bisa dibilang hari ini adalah “Ayah Syndrom” dari tadi pagi bahkan kemaren malem pembahasannya tentang ayah… Kebetulan aku menang giveaway yang ketiga kalinya, nah temanya tentang “Seribu Kerinduan” yang diselenggarakan oleh Lucky Si Pustakawin . Kurang lebih tulisan yang kubuat seperti ini :

Jika saat ini aku ditanya sedang merindukan siapa, tentu saja aku akan menjawab dengan tegas bahwa AKU MERINDUKAN AYAH. Tahun ini di saat aku ulang tahun nanti berarti 20 tahun sudah aku tak bisa memeluknya. Walau doaku tetap memeluknya dalam dimensi yang berbeda.
Jujur saat ini aku merindukan sosok ayah… Tiap malam aku selalu berdoa ” Ya Allah aku ingin memiliki seorang ayah sebelum menikah, aku ingin merasakan kasih sayang dari keluarga yang utuh, jadi berikanlah jodoh pada bundaku”.
Jika suatu hari nanti aku bertemu dengan ayah, aku akan memeluknya, aku ingin bertingkah layaknya anak kecil yang masih senang bermain dengan ayahnya. Entah itu suatu hal yang kekanakan atau tidak,,, tapi aku benar-benar menginginkannya….
Walau aku tau, sebenarnya ayahku tetap ada, dia sedang menyipakan istana untukku dan bunda di surga…
Aku hanya bisa berdoa dan berdoa… Karena waktu yang akan menjawab semuanya… Aammin Ya Rabb…

Hari ini juga, aku begitu sensitif lebih dari biasanya tentang ayah, Yah bukan hanya karena aku merindukan ayahku, tetapi aku juga sedang memikirnya kesehatan ayah mas pacar yang memburuk (lagi). Ayah baru jatuh (lagi), ngilu dan miris rasanya mengingat kejadian 2012 lalu saat aku mendapinginya keluar dari ruang operasi ke ruang ICU, aku sungguh berdesir saat meilhat jahitan di kepala bekas operasi dan darah segar dari kepala yang mengalir melalui selang kecil yang terhubung dengan galon plastik kecil disisinya… Sungguh aku baru pertama kali mendampingi masa-masa seperti itu. Mungkin itu dulu yang dirasakan bunda saat mendampingi ayah yang tiba-tiba kena pecah ginjal lantaran overdosis obat sakit kepala, panik, cemas, sedih, dan taku t semuanya berkecamuk dalam hati. Bingung mau melakukan apa… Doa pun kadang tergesa-gesa meskipun aku sudah berusaha untuk tetap tenang mendampingin dia dan keluarga.

Tapi kejadian itu terulang kembali…

Aku paham ketika seseorang yang sudah pernah mengalami operasi dibagian kepala tentunya ada beberapa sensor di otak yang tidak bisa lagi berjalan seperti semula. Namun kita tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik demi kesembuhannya. Doa pun selalu tercurah. Tapi Allah sedang memiliki rencana lain, yah mungkin dari sini dia dan keluarga nantinya bisa lebih menjaga ayah dan menjaga kesehatan tentunya.  Miris rasanya tadi pagi mendenger dia menangis, ingin aku menyeka air matanya, menguatkannya, memberi semangat dan kayakinan bahwa semuanya bisa di jalani karena janji Allah “Dia tidak akan memberi ujian lebih dari kemampuan umatNya”. Semoga ayah cepat sembuh dan dia pun bisa lebih tegar.

Siang ini juga, di kampus, temen sekelasku engga tau kenapa bahasannya tentang ayah, bahkan si Yanes berulang kali memutar lagu “Yang Terbaik Bagimu(Ayah)” by Ada Band dan Gita Gutawa. Mungkin dia saat ini sedang merindukan ayahnya yang berlayar. Nah sebegitu pentingnya ayah bagi setiap kehidupan manusia. Kadang kita terlalu memuja dan menyayangi ibu padahal selalu ada sosok lain yaitu Ayah.

Hai ayah, aku sekarang sudah 20 tahun, kuharap kau selalu bahagia disana, karena doaku selalu memelukmu erat,,,,

This song for you

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff :
Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewat

Let's write your opinion

%d bloggers like this: