Islam | Self Reflection

Islam Mencintai dan Melindungimu Dengan Hijab

March 31, 2014

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum Warrahamatullahi Wabarrakatu

Aduh rasanya deg-degan ketika harus menuliskan bagaimana aku mencintai agamaku, Islam. Mungkin tulisan ini lebih bersifat curhat tentang tahap-tahap ketika aku dibukakan hati oleh-Nya sehingga bisa yakin pada agamaku. Memang aku lahir sebagai seorang muslim namun pada prosesnya aku belum terlalu mengerti apa itu Islam hingga Allah memberi hidayah  padaku lewat perintah-Nya yaitu Hijab. Dan dari situlah proses kecintaanku pada Islam semakin bertambah tiap harinya.

agamaku
Koleksi Pribadi

Aku menggunakan hijab semenjak masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) atas dasar aturan dari sekolah tersebut. Sekolahku bukanlah sekolah muslim melainkan sekolah negeri yang terletak di sebuah Kabupaten yang kental akan agama Islam hingga jargonnya pun “Gresik Berhias Iman” dan “Gresik Kota Santri” , hal ini lantaran terdapat 2 tempat bersejarah islam di kabupaten ini yaitu Makam Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim. Sehingga nafas islam kental di seluruh penjuru kabupaten mulai dari sistem pemerintahan hingga ke sistem pendidikan yang mewajibkan siswanya untuk mengenakan baju serba panjang serta jilbab bagi perempuan muslim.

Jujur awalnya aku enggan sekolah disitu, aku lebh memilih sekolah di SMP negeri Surabaya toh aku juga keterima di sana, salah satu alasannya adalah aku tidak mau memakai kerudung. aku masih ingin bergaya sebagai seorang remaja pada umumnya. Aku merasa dengan berhijab maka kebebasanku akan terhambat, padahal saat itu adalah masa-masa dimana seorang perempuan mengalami perubahan menjadi remaja, andai kata lagi mau mekar-mekarnya. Dari sekolah dasar yang lebih bersifat anak-anak ke jenjang SMP. Namun lagi-lagi, Allah menyelamatkanku melalui restu orang tua dan keluarga lainnya agar aku masuk ke SMPN 1 Driyorejo Gresik. Mayoritas keluargaku melarangku sekolah di Surabaya dengan alasan jarak yang jauh, tidak ada kendaraan, dan karena aku perempuan jadi takut kalau nanti pulangnya sendirian terus diusilin orang, padahal tidak juga karena rumahku perbatasan diantara Gresik dan Surabaya sehingga tidak terlalu jauh, dan ada angkot juga walaupun harus jalan kaki lagi setelah turunnya tapi aku berani. Tapi apa mau dikata akhirnya aku masuk di SMPN 1 Driyorejo Gresik and than i must wear HIJAB.

Panas, gerah, susah gerak, dan perasaan engga enak lainnya lah yang membuatku terus-terusan melepas hijabku ketika ada kesempatan, contohnya pas aku ikut eskul olah raga seperti voli dan pencak silat. Padahal saat aku latihan pencak silat “Perisai Diri” di pusat kabupaten, aku tetap harus menggunakan hijab, karena saat kenaikan tingkat dan pertandingan, hampir semua pesilat perempuan yang muslim menggunakan hijab(tapi itu dulu, engga tau sekarang, semoga aja masih, Aamiin) . Bukan hanya masalah penampilan tapi sekolah ini juga memiliki satu mata pelajaran yang bernama “Pembiasaan”. Nah dalam pelajaran itu diterangkan bagaimana seorang muslim melakukan aktifitasnya sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Terdapat buku absensi aktivitas tersebut yang di kontrol tiap hari oleh orang tua dan guru piket yang kemudian setiap minggunya dicek ulang oleh guru mata pelajaran tersebut. Contohnya salam saat berangkat dan pulang sekolah (ttd orang tua) , sholat dhuha (ttd guru piket kalau di sekolah dan ttd ortu kalau dirumah), mengaji, sholat wajib berjamaah, bahkan mendengarkan khotbah sholat jumat. Sampe segitunya lah pokoknya.

bete
Emosi bete saat itu, gambar dari sini

BETE, awalnya seperti itu, aku seakan TERPAKSA melakukan itu semua. Selain fokus ke mata pelajaran pada umumnya seperti matematika, bahasa inggris, IPA, IPS, aku juga harus disibukkan untuk melakukan aktifitas-aktiftas yang harus dilaporkan tiap minggunya. Tapi toh aku tidak sendiri, ada 600an siswa lain yang melakukan hal yang sama. Sehingga lama-kelamaan aku juga menikmatinya. Aku pun sudah malu menggalkan jilbabku. Rasanya ada rasa keteduhan dalam hatiku. Tapi kebiasaan itu ternyata hanya bertahan hingga aku masuk SMA, sewaktu SMA kelas 1 semester pertama aku menggalkan jilbabku (lagi). Alasannya aneh dan aku juga kurang tau dulu itu kenapa, mungkin lagi-lagi setan menggodaku lewat penampilan. Aku ingin orang lain melihat rambutku terurai, tanganku dll walaupun waktu itu aku memakai rok renda panjang macem rok SD tapi versi panjang. Lalu namanya juga ababil (ABG Labil) . Selang beberapa bulan aku sewaktu bulan ramadhan, aku memakai jilbab (lagi). Tau gak kenapa??? Gegara buku panduan ramadhan yang biasa kita dapet pas puasa di sekolah dulu. Disitu kan ada tentang syariat dan lain sebagainya. Disitulah aku mulai memperbaiki diri melalui JILBAB walaupun belum istiqomah tapi proses sudah dimulai.

Hijab menjadi pelindung bagi perempuan dari yang bukan haknya atau muhrim. Hijab dapat menjadi identitas muslimah dan akan menjaga dirinya dari keburukan, baik dari dirinya sendiri maupun dari luar. Islam begitu peduli pada kemuliaan dan keselamatan seorang perempuan, sehingga membuatku jatuh cinta. Perintah Allah ini pun tertuang di Al-Qur’an yaitu :

Qullilmu’minaati yaghdhudhna min abshaarihinna wa yahpadzna puruujahunna walaa yubdiina ziinatahunna illaa maa dzhara minhaa walyadhribna bikhumurihinna ‘alaa juyuubihinna walaa yubdiina ziinatahunna illaa libu’uulatihinna …”

Artinya : Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)

Islam pun tidak hanya memberikan perintah untuk menggunakan hijab, namun juga memberi tahu cara menggunakannya yang benar, sesuai syariat. Catatan penting dalam poin ini adalah penggunaan khimar yang merupakan bagian dari syari’at penggunaan jilbab sebagaimana terdapat dalam surat An Nuur ayat 31 Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dadanya.”Khumur merupakan jamak dari kata khimar yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menutupi bagian kepala. Dalam hadits dari Sa’id bin Jubair mengenai ayat dalam surat Al Ahzab di atas, ia berkata,“Yakni agar mereka melabuhkan jilbabnya. Sedangkan yang namanya jilbab adalah qina’ (kerudung) di atas khimar. Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, Seorang wanita dalam mengerjakan shalat harus mengenakan tiga pakaian: baju, jilbab dan khimar.”(HR. Ibnu Sa’ad, isnadnya shahih berdasarkan syarat Muslim).

Deskripsi mudahnya ada dalam buku “Yuk Berhijab !” yang ditulis oleh uztad Felix dan Mba Benefico sebagai ilustrator. Kebetulan aku juga dateng pas launchinngnya berbarengan dengan launching bergo dan gamis Alila edisi lebaran terbaru waktu itu di gedung indosat jakarta (*eh curcol lagi 🙂 ). Kurang lebih gambaran hijab yang syar’i adalah sebagai berikut.

hijab syar'i
Hijab Syar’i sumbernya dari sini

Maka jelas sekali bahwa anjuran tersebut semata-mata untuk melindungi sekaligus cara kita bertaqwa kepada Allah sebagai seorang perempuan muslimah yang baik. Coba bayangkan kalau tidak ada perintah ini? Perempuan muslim akan mengenakan pakaian seenaknya, bisa jadi pakaian minim yang akan mengundang syahwat lawan jenisnya, yang kemudian akan membahayakan kehormatannya. Dari perintah ini juga dapat memudahkan kita untuk menunjukkan identitas sebagai perempuan muslim, jadi jangan salahkan siapa-siapa ketika ada lelaki yang kamu suka  meminangmu namun ternyata lelaki itu non muslim. Bisa jadi laki-laki itu tidak mengetahui kamu seorang perempuan muslim karena tidak menggunakan hijab. Nah sebegitu sayangnya Islam pada perempuan melalui perintahn – Nye menggunakan hijab. Dan itulah yang membuatku semakin cinta pada agama ini.

Hijab is not a choice, or even a mode of style. it’s a must. Cause it’s the way Islam protect you, girls ! Barakallah

“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway I Love Islam” by Listeninda & Monilando’s

i love islam2

Referensi :

  1. Assalamu’alaykum.. hay.. hay.. saya baru pertama kali main ke sini… sukses giveawaynya dan istiqomah selalu dengan hijabnyaa 🙂

Let's write your opinion

%d bloggers like this: