Essay | Pendidikan

Beasiswa Bantu Wujudkan “Long Life Education”

June 10, 2014

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh…

Semangat Pagi… Kita Bisa… Luar Biasa….

Kali ini aku ingin share tulisan lama yang sempat aku ikutsertakan lomba namun belum beruntung, tapi enggak apalah, menulis bagiku bukan sebuah kompetisi, dia adalah alat yang tepat untuk membagi pendapat, ilmu, pandangan kita, yup seperti kali ini aku ingin mem publish tulisanku tentang pentingnya beasiswa, Nah semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk terus mengejar impian dan meraih prestasi setinggi mungkin, kalo bisa juga dengan meraih beasiswa… hehehe Happy reading all 🙂

Essay

Beasiswa Bantu Wujudkan Long Life Education

Oleh : Mirna Puji Rahayu

Mahasiswa D3 Menejemen Informatika – Politeknik Manufaktur Astra

Diikutsertakan pada Essay Competition di Pemburu Beasiswa 2013

Pendidikan merupakan sebuah proses yang dialami seseorang untuk membentuk karakternya melalui ilmu yang dimiliki secara berkala. Kenapa seperti itu? Ya karena seseorang sebenarnya telah mengenyam pendidikan dari dalam kandungan yaitu belajar bertahan dalam kondisi rahim sang ibunda sehingga dia bisa lahir dengan selamat dan memulai kehidupannya di dunia. Manusia secara fitrah mendapat pendidikan pertama kali dalam lingkungan keluarga. Seseorang diajarkan bagaimana melakukan sesuatu untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Namun pendidikan tidak berhenti sampai disitu, kita juga harus keluar untuk mencari ilmu yang lebih.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, pendidikan memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan taraf hidup manusia. Bahkan, sebuah penelitian  yang dilakukan mahasiswa fisip UNS bahwa tingkat pendidikan akan mempengaruhi mata pencaharian seseorang yang berhubungan dengan tingkat kesejahteraan mereka. Seseorang dengan pendidikan yang tinggi akan memiliki cenderung mendapat pekerjaan yang baik seperti pegawai kantor, dokter, dan lainnya sehingga tingkat kesejahteraan yang baik, sebaliknya seseorang dengan pendidikan yang rendah akan memiliki pekerjaan kurang baik seperti buruh kasar yang tingkat kesejahteraan yang kurang baik. Namun anggapan tersebut tidak seutuhnya benar karena banyak juga orang di luar sana yang berpendidikan rendah dengan tingkat kesejahteraannya tinggi.

Pendidikan yang tinggi memang bukan satu-satunya kunci untuk mencapai kesuksesan. Tetapi, paling tidak pendidikan dapat memberikan jaminan bagi kehidupan seseorang, seperti yang diungkapkan dalam ajaran Islam, Allah SWT berfirman bahwa “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11) . Hal ini dapat dijadikan suplemen pemacu semangat terhadap betapa pentingnya berjuang untuk mendapatkankan pendidikan setinggi mungkin karena ilmu pengetahuan berpengaruh pada kualitas kehidupan manusia di dunia maupun akhirat kelak.

Semakin ketatnya persaingan yang terjadi membuat peranan pendidikan semakin penting. Tidak dipungkiri bahwa sebagian besar orang yang berpendidikan tinggi lebih cerdas dalam memahami pergerakan situasi yang cepat berubah sehingga mereka mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman dengan baik. Karena pendidikan pun secara tidak langsung dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Namun banyak kendala yang harus dihadapi untuk dapat memperoleh pendidikan yang tinggi. Salah satu dari kendala itu adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pendidikan. Banyak orang yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tetapi mereka terpaksa menyurutkan keinginannya karena kendala biaya. Ditambah himpitan ekonomi yang sangat berdampak pada menurunnya motivasi seseorang untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka yang memilih jalan pintas akan berfikir,  daripada uang dikeluarkan untuk sekolah lebih baik bekerja yang dapat memberikan penghasilan berupa materi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keadaan seperti ini tentunya sangat mengiris hati. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan maka semakin besar pula biaya yang harus di keluarkan. Sehingga muncullah pertanyaan, apakah hanya orang-orang yang berkecukupan yang berhak untuk memperoleh pendidikan yang tinggi?. Lalu bagaimana jika kendala tersebut dialami oleh anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, apakah mereka dibiarkan putus sekolah?? Ini sungguh tidak adil bukan??

Pemberian beasiswa menjadi solusi yang tepat untuk mengentaskan permasalahan pendidikan seperti ini. Beasiswa merupakan bantuan subsidi dari suatu lembaga atau instansi untuk bidang pendidikan. Beasiswa umumnya berupa bantuan biaya pendidikan, namun bisa juga bantuan tersebut berupa fisik seperti bangunan sekolah, buku, dan fasilitas pendidikan lainnya yang menunjang jalannya proses belajar mengajar.

Beasiswa mampu memotivasi seseorang untuk meningkatkan kemampuannya. Mereka bisa lebih fokus belajar dan tidak lagi memikirkan biaya. Bahkan saya memiliki anggapan bahwa beasiswa bagaikan pupuk terbaik untuk setiap bibit. Artinya siapa pun dia dengan segala keterbatasan dan kelebihan dalam bidang pendidikan pasti akan menjadi lebih baik setelah mendapat beasiswa. Walaupun awalnya si penerima termasuk golongan yang kurang bagus di bidang akademik namun ketika orang tersebut telah mendapatkan beasiswa dia akan menjadi orang yang lebih lebih giat belajar. Hal ini dikarenakan mereka akan memiliki ambisi untuk bisa mendapatkan beasiswa secara terus menerus.

Mengingat peran beasiswa yang sangat penting untuk memacu semangat seseorang untuk memperbaiki kualitas dirinya jadi sebaiknya program ini dimulai dari jenjang pendidikan yang paling dasar hingga pendidikan tinggi. Sehingga anak sedari kecil dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin. Bantuan pendidikan pun membantu mewujudkan cita-cita mereka untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan membangun bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik.

Jika pemberian beasiswa diberikan dari pendidikan dasar hingga tinggi, hal ini membantu terciptanya pendidikan berkelanjutan atau Long Life Education. Beasiswa dapat menjadi candu bagi si penerima maupun calon penerima. Kenapa demikian?? Ya karena bagi si penerima, dia akan berusaha untuk terus mendapatkan beasiswa lagi dan lagi sampai pendidikan tertingginya seperti yang dikisahkan Tjio Martin, seorang anak dari Medan yang berhasil mendapatkan beasiswa luar negeri mulai SMP hingga kuliah S3. Sedangkan bagi si calon penerima, dia akan terus “kepo” alias penasaran mengejar cita-cita untuk mendapat beasiswa dalam maupun luar negeri sehingga menuntutnya untuk terus berusaha dan belajar. Dengan kata lain, beasiswa mampu mengobarkan semangat seseorang orang untuk terus menambah ilmu pengetahuan dan memperoleh pendidikan setinggi mungkin selagi dia bisa.

beasiswa
Koleksi Pribadi

Let's write your opinion

%d bloggers like this: