Puisi

Jika dan Seandainya

April 29, 2015

Aku bosan dengan kata ‘Jika’

karena itu melukiskan angan belaka

entah sampai kapan kau ucap ‘jika’

‘jika’ mu akan sirna terbuang begitu saja

tanpa ada usaha tak mungkin ‘jika’ akan jadi nyata

 

pun terjadi pada kata ‘Seandainya’

‘Seandainya’ tak ubahnya sebagai noktah lalu

yang sering kau ucap dalam kalimat sesalmu

Dan kini aku tak ingin termangu pada rayumu

aku tak perlu kata ‘Jika’ dan ‘Seandainya’ darimu.

 

Sudah cukup waktu untukmu dan biarkan ku berlalu

Kuharap kau tak lagi mengikuti jejak ku

Light steps
Gambar dari sini

 

Still dedicate for Agnes

 

 

Let's write your opinion

%d bloggers like this: