Pendidikan

Impian Menjadi Dokter VS Dokter Gadungan

June 5, 2015

Assalamualaikum Warrahamatullahi Wabarrakatuh

bila-muslimah-menjadi-dokter-atau-perawat
gambar diambil dari sini

Akhir – akhir ini banyak pemberitaan tentang kasus Dokter Gadungan alias dokter tanpa memiliki ijazah kedokteran maupun dokter yang buka praktek tanpa izin. Ya ampun zaman apa ini?? Dokter itu taruhannya nyawa lha kalo salah ngasih tindakan atau obat bagaimana? #ngelusdada

Sebelum itu tepatnya 9 Mei 2015 pas ngeteh cantik di sore hari bareng orang tua eh adek yang awalnya adem ayem gak tau ngapain di kamar atas tetiba turun dengan terburu-buru. Setelah tenang barulah dia menceritakan kalo dia belum berhasil lolos di SNMPTN Undangan. Deg… dalam hati “Adekku udah belajar segitunya buat dapetin nilai bagus ko bisa ga diterima?”. Dia yang awalnya tegang langsung nangis. Dia memilih UNS jurusan FK dan Unpad jurusan FKG.. Aku tau banget adekku belajar mati-matian sampe harus diinget buat makan dan istirahat demi masuk jurusan yang dia cita-citakan “Kedokteran”

Well, aku dan orang tuaku akhirnya memberi motivasi padanya agar tidak gampang putus asa untuk terus memperbaiki diri lagi dengan belajar, berdoa dan meningkatkan rasa percaya diri. Yah kekurangan adekku adalah kurang percaya diri. Jujur ya, berdasarkan tingkat kerajinan belajar #apasih# alias pinter sebenernya pintar adekku, IQ nya aja bagusan dia ketimbang aku, cuma ya itu suka ragu dan gak percaya diri jadi suka gugup pas ujian… masih inget kan ya tulisanku yang “2 Kunci Sukses Hadapi UN”  disitu aku tulis bahwa JUJUR dan PERCAYA DIRI… Percaya atas kemampuan dan kerja keras yang sudah kita lakukan, penting banget kita miliki saat menghadapi ujian, tes dan apalah-apalah itu

Kembali ke perbincangan semula tentang dokter gadungan, yup maraknya kasus dokter gadungan yang terungkap membuat kita semakin was-was. Bermula dengan hebohnya pemberitaan tentang dokter kencantikan yang ternyata hanya lulusan SMA dengan korban sampe harus operasi yang lebih serius lagi. Disusul dengan terungkapanya dokter yang buka praktek di Depok yang ternyata sudah lama membuka klinik bukan hanya di Depok melainkan daerah jakarta dan sekitarnya.

Ada juga dokter gadungan dari Sampang Madura yang ternyata sudah praktek selama 15 tahun, artinya dia sudah menangani ratusan atau bahkan ribuan pasien. Padahal dia hanya lulusan perawat yang kemudian bekerja di RS daerah Malang, berbekal itulah dia berani membuka praktik mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi,  untungnya tidak ada korban dalam praktik ilegalnya. Tapi tetap saja, seseorang yang tidak memiliki background pendidikan kedokteran tentu secara pengetahuaan kurang, salah-salah bukannya menyembukan malah merenggut nyawa seseorang.

Nah aku ingin menyoroti kasus yang di Sampang. Kalau dilihat pasien yang ditangani sudah banyak artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang harus ditolong, maksudnya pasien di Indonesia banyak yang harus ditangani oleh dokter. Nah entah ini karena jumlah dokter dengan pasien tidak sepadan,  sehingga banyak pasien yang tak tertangani sehingga mereka lari ke klinik yang ternyata dikelola oleh dokter gadungan dan tanpa izin praktek atau alasan lainnya.

Namun Dari data http://bppsdmk.kemkes.go.id/infonakes/ inilah jumlah tenaga kesehatan di Indonesia

dokterSecara historical pertambahan tenaga kesehatan Indonesia tiap tahunnya 100.000 sehingga di tahun 2015 kurang lebih jumlah dokter di Indonesia ada 1.100.000 (satu juta seratus). Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia di tahun 2015 yang sudah mencapai 250.000.000 (dua ratus limah puluh juta) sumber dari http://www.indonesia-investments.com. Coba bayangkan apakah sepadan ??? kalau dilihat dari tenaga kesehatannya saja kurang, apalagi dokternya?

Artinya Indonesia membutuhkan banyak sekali tenaga kesehatan terutama dokter. Untuk itu seharusnya Universitas yang memiliki fakultas kedokteran membuka peluang sebanyak-banyaknya untuk putra putri bangsa menjadi mahasiswanya yang kemudian hari bisa lulus dan mengabdikan diri ke masyarakat. Segala macam tes dan prosudur terkait,memang harus tetap menjadi acuan penerimaan, namun untuk kuota, aku pribadi berharap bisa ditambah supaya orang – orang semacem adekku bisa masuk fakultas kedokteran dan menjadi Dokter yang berguna bagi masayarakat Indonesia dan sesuai impiannya.

tulisan ini dedicate for my beloved sister ^_^

Sukses ya Tafiana Khusnul Khatimah

Aku yakin kamu bisa lolos SMBPTN 2015

masuk di fakultas kedokteran sesuai dengan impianmu

Dan masih banyak peluang lainnya nanti seperti SIMAK UI dan tes gelombang selanjutnya

We always support you!!!

You can do the best!!

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Let's write your opinion

%d bloggers like this: