Nikah Muda

Nikah Muda : Ilmu apa sih yang harus dipersiapkan?

June 16, 2015

Assalamaualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Apa kabar semua? Menindak lanjuti postinganku sebelumnya yang membahas, “Nikah Muda : Apa sih yang harus dipersiapkan?”… Dari beberapa poin yang aku bahas di post tersebut. Salah satunya adalah ilmu. So kali ini aku ingin membahas ilmu-ilmu apa saja sih yang harus dipelajari sebelum menikah. Terutama bagi yang ingin menikah di usia muda, yang terkadang masih memiliki emosi yang labil serta mementingkan hawa nafsunya. Soalnya “Menua itu pasti tapi dewasa itu belum tentu” Nah loh…. jangan sampai kita menua tapi tidak dewasa. Dan berikut ulasanku mengenai ilmu apa saja yang harus dipelajari.

Gambaran keluarga sakinah idaman setiap shalih shaliha. Gambar dari sini
Gambaran keluarga sakinah idaman setiap shalih shaliha. Gambar dari sini

1. Agama

Agama memang menjadi dasar setiap manusia untuk menjalani hidup. Termasuk dalam sebuah rumah tangga. Terdapat adab atau aturan yang sudah ditentukan mengenai hak dan kewajiban seorang istri dan suami. Ditambah lagi cerita Nabi dan sahabatnya dalam menjalani mahligai pernikahan bisa dijadikan refernsi, saat ini sudah banyak buku yang secara khusus membahas tentang hal tersebut.

2. Psikologi dan Komunikasi

Menurutku psikologi akan erat hubungannya dengan komunikasi terutama dalam pernikahan. Untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada pasangan, kita harus mengetahui kondisi psikologi mereka. Kita harus mengerti kondisi pasangan, apakah dia sedang marah, sedih, bahagia, kecewa atau lainnya. Sehingga kita bisa menanggapi hal tersebut dengan memilih perkataan yang tepat saat berkomunikasi. Bukan hanya perkataan, melainkan juga moment atau waktu yang tepat. Ada kalanya kita harus diam terlebih dahulu, ada juga waktu dimana kita harus langsung berbicara.

Semua itu bisa dipelajari sejak dini, ketika menyiapkan pernikahan. Bagaimana arah pembicaraan dan kondisi psikologi pasangan jika menghadapi beberapa permasalahan menjelang pernikahan. dan bagiku adanya rasa empati juga sangat berperan sehingga tidak ada salah paham.

3. Kesehatan

Memiliki keluarga yang sehat tentunya sangat membahagiakan karena kesehatan mahal harganya. Menurutku ada beberapa sub ilmu kesehatan dalam pernikahan.

– Kesehatan Umum

Maksud dari kesehatan umum adalah cara menjaga kesehatan dan penanggulangan penyakit yang sering muncul pada umumnya. Contoh menjaga kesehatan yang mudah seperti berolah raga, mengatur pola makanan yang seimbang dan teratur, menjaga kebersihan diri dengan mandi dan gosok gigi 2-3 kali setiap hari, dan lainnya.

Lalu penyakit yang sering muncul seperti pilek/flu, batuk, demam, capek, luka jatuh ringan, luka bakar ringan seperti terkena percikan minyak saat menggoreng. Nah,  kita harus tau cara mengobatinya, bukan hanya tau obatnya namun juga treatment yang tepat untuk menanganinya, seperti membuat obat herbal sendiri atau lainnya. Sehingga keluarga kita tidak ketergantugan obat dengan bahan kimia.

– Kesehatan Reproduksi

Menurut Ida Bagus Gede Manuaba, 1998 kesehatan reproduksi adalah kemampuan seseorang untuk dapat memanfaatkan alat reproduksi dengan mengukur kesuburannya dapat menjalani kehamilannya dan persalinan serta aman mendapatkan bayi tanpa resiko apapun (Well Health Mother Baby) dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal.

Menurut Depkes RI, 2000 kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi yang pemikiran kesehatan reproduksi bukannya kondisi yang bebas dari penyakit melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.

Sebenernya ada banyak pendapat mengenai kesehatan reproduksi, cuma aku mau konsen ke 2 pendapat diatas. Dari situ aku menyimpulkan bahwa kita harus tau langkah-langkah dasar tentang merawat kesehatan reproduksi, kesehatan seksual termasuk aktifitas seksual didalamnya yang harus sesuai syariat Islam, dan tentang kehamilan. Bagaimana mendeteksi gejala awal kehamilan dan perkembangannya hingga melahirkan.

– Kesehatan Anak

Kesehatan anak erat kaitannya juga dengan cara mengasuh anak. Anak terutama yang balita susah diditeksi penyakitnya, karena mereka hanya bisa menangis saat merasakan sakit. Sedangkan tidak semua tangisan menandakan mereka sedang sakit. Untuk itu kenali gejala-gejala awal seorang anak sakit.

Mungkin hampir sama seperti yang sudah dibahas sebelumnya penyakin yang sering datang, Nah ada penanganan berbeda untuk anak seperti pemberian obat dan treatment yang diberikan.

Dan menjadi Ibu Pro ASI (Air Susu Ibu) juga mampu menjadi kesehatan Anak. Karena kandungan ASI yang lengkap membuatnya  mampu menangkal beberapa penyakit dan memberikat nutrisi serta gizi yang cukup bagi anak. Perbanyak membaca artikel baik di website maupun buku kesehatan mengenai Ibu dan Anak akan sangat membatu dalam menambah ilmu ini.

4. Manajemen Keuangan.

Sebenarnya rizky saat menikah akan bertambah. Setiap orang memiliki rizky masing-masing. Nah menurutku pendapatan orang menikah itu seperti 1+1=3 atau 1=2. Maksudnya apa?

Maksudnya jika suami dan istri sama-sama pekerja alias karyawan maka pendapatan mereka adalah 3… Dari mana? 1. Gaji Suami, 2. Gaji Istri, 3. Tunjangan Istri dari kantor suami. Dan untuk yang istrinya tidak bekerja, tetap saja kan ada 2 rizky yaitu gaji suami dan tunjangan untuk Istri.

Lalu bagaimana mengatur pendapatan tersebut supaya semua kebutuhan rumah tangga terpenuhi dan tetap bisa beramal dan investasi masa depan. Banyak cara mengatur keuangan yang baik, banyak artikel yang membahas hal tersebut. Nah itu yang perlu dipelajari agar keuangan rumah tangga tetap terjaga dengan baik.

Kalau dariku cukup simple,

– kompak dalam menjaga keungan dalam rumah tangga, jangan sampai si suami udah mencoba hidup irit hemat namun istri suka belanja

– Membuat prioritas keuangan  dan komitmen untuk hal tersebut.

– Mampu membedakan keinginan dan kebutuhan

– Perbanyak sedekah, semakin banyak sedekah insyaAllah rizky akan barokah dan melimpah.

5. Tata Boga dan Tata Busana

 Untuk poin ke 5, bisa dianggap penting ataupun penyempurna kebahagiaan rumah tangga. Seperti di post “Nikah Muda : Apa sih yang harus dipersiapkan?” disitu aku bercerita tentang cara jitu temen kajianku, Mba Nunik dalam menyambut suaminya ketika pulang yaitu Penampilan yang cantik, masakan yang enak, dan rumah yang bersih. Nah makanya kita harus tau bagaimana berpenampilan yang baik, baik itu cara berpakaian maupun kecantikan dan menyiapkan hidangan masakan yang lezat untuk keluarga.

Namun apakah hanya seorang istri saja yang harus memperhatikan penampilannya. Laki-laki juga harus bisa berpenampilan yang baik, jangan sampai setelah menikah penampilannya sama seperti bujangan yang kadang suka gak keurus cara berpakaiannya. Nah peran istri menurutku harus bisa men”dandani” suami untuk tampil lebih baik. Gak harus macem-macem sih tapi tetep rapih dan modis. kalau ada yang sobek atau kacingnya lepas juga dijahit agar tidak mengurangi kerapihan pakaian yang dipakai.

Dan gak jamannya juga cuma perempuan yang harus pintar di dapur. Laki-laki juga harus tau bagaimana memasak. Setidaknya masakan simple yang resepnya banyak tersedia di website saat ini. Sapa tau nanti berguna, contoh saat istri pasca melahirkan, suami bisa menggantikan peran istri untuk urusan memasak.

Mungkin itu saja yang bisa aku sampaikan. Pada dasarnya ilmu tersebut memang harus dipelajari terus menerus seiring dengan pernikahan itu berlangsung. Tak ada pasangan yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna, yang ada adalah pasangan yang mengerti dan saling melengkapi.

Lagipula tiada pernikahan tanpa adanya konflik, menurutku konflik bukan harus dihindari namun diselesaikan agar tak menjadi bom waktu di kemudian hari. Tapi ingat, terlalu banyak konflik juga tak baik, artinya ada yang salah dengan diri sendiri dan pasangan.

So mari mempelajari pernikahan sejak dini, agar tak salah langkah saat pernikahan nanti. And the last but not least from me is

Indahnya pernikahan bukan hanya karena ilmu pernikahan yang diimplemantasikan dengan baik, tapi jatuh cinta berkali-kali kepada pasangan menjadikan pernikahan lebih bahagia, langgeng, menua dan dewasa bersama dia yang dicinta.

 

NB :

Tulisan ini dibuat oleh seseorang yang belum menikah, tujuannya memotivasi diri sendiri menyiapkan bekal ilmu pernikahan, jadi jika ada yang kurang mohon dimaafkan, dan semoga tulisan ini bermanfaat terutama bagiku dan semua pembaca.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu.

Let's write your opinion

%d bloggers like this: