IT

Hingar Bingar Bisnis Online

June 22, 2015

Assalmualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Selamat datang di zaman generasi Y….

Ungkapan Generasi Y itu mulai dipakai pada editorial koran besar di Amerika Serikat bulan Agustus tahun 1993. Pada saat itu editor koran tersebut sedang membahas para remaja yang pada saat itu baru berumur 12–13 tahun, namun memiliki perilaku yang berbeda dengan Generasi X alias generasi sebelumnya. Kemudian perusahaan-perusahaan pada saat itu mulai mengelompokan anak-anak yang lahir setelah tahun 1980-an sebagai anak-anak Generasi Y.

Generasi Y memiliki karakteristik sebagai generasi yang “Melek Teknologi” maksudnya Generasi Y tumbuh dengan teknologi dan bergantung padanya untuk melakukan pekerjaan mereka lebih baik. Berbekal komputer, laptop, ponsel dan gadget lainnya. Generasi Y terhubung hampir 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Generasi ini lebih suka berkomunikasi melalui e-mail atau media sosial lainnya daripada kontak tatap muka dan memiliki kecenderungan memilih webinar dan teknologi online untuk presentasi berbasis kuliah.

Apabila kita memperhatikan perilaku atau karakteristik Generasi Y di setiap daerah khususnya di Indonesia, maka kita akan melihat karakteristik yang berbeda-beda, tergantung di mana ia dibesarkan, strata ekonomi dan sosial keluarganya. Namun secara keseluruhan, kita dapat melihat bahwa Generasi Y itu sangat terbuka pola komunikasinya dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Kita juga bisa melihat di setiap provinsi, bahwa mereka lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonominya sehingga mereka terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekelilingnya.

Sehingga tahun ke tahun jumlah pengguna internet semakin meningkat. Baru saja CNN Indonesia merilis data mengenai demografi pengguna internet di Indonesia untuk periode semester pertama tahun 2015. Data ini diperoleh berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dengan PUSKAKOM Universitas Indonesia (UI). Menurut hasil survei menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia untuk saat ini telah mengalami peningkatan sebesar 34,9 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Berikut data statistiknya :

Demografi-Pengguna-Internet-di-Indonesia-Semester-I-Tahun-2015
gambar diambil dari sini

 

Oleh karena itu saat ini sangat banyak ditemui bisnis berbasis online. Mulai dari online shop yang menggunakan website berbayar hingga media sosial yang bersifat gratis bahkan mobile friendly alias bisa dibuka menggunakan handphone. Bahkan media chat pun juga bisa menjadi lapak bagi pengusaha online. Transaksi jual beli begitu beragam dengan adanya online bisnis.

Barang yang dijual pun beragam baik kebutuhan sehari-hari hingga hal-hal yang dipikir itu tidak perlu, termasuk perusahaanku sendiri yang memiliki online shop untuk spare part alat berat. Lalu bukan hanya toko online berbasis web yang menjual barang sejenis saja. Ada juga website trading yang mengumpulkan pedagang online di 1 website yang berisi bermacam-macam barang kebutuhan sehari hari, seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, blibli, bilna, lazada dan lainnya. Mereka tak ubahnya seperti toserba online.

Selain barang sebagai komoditi perdagangan online, ada juga reservasi tiket transportasi, tiket nonton, reservasi hotel bahkan sekarang yang terbaru dan langi hitsnya adalaha layanan reservasi Ojek yang diusung Go-Jek. Sungguh sangat lengkap yang bisa dilakukan saat ini. Technology is the key to quality live, memang menjadi ungkapan yang pas di era generasi Y saat ini.

Namun ditengah hingar bingar manfaat dari adanya bisnis online ini. Tentunya diirining oleh beberapa kedzaliman yang dilakukan oleh oknum oknum nakal. Seperti :

1. Penipuan, kecurangan, dan pemalsuan pedagang yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan kerugian bagi pembeli

2. Penjualan barang yang jelas itu hukumnya haram termasuk didalamnya adalah judi online dan prostitusi online

dan lainnya.

Ya memang disetiap perkembangan teknologi terkini ada saja dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam Islam sendiri, berbisnis mealui online diperbolehkan selagi tidak terdapat unsur-unsur riba, kezaliman, menopoli dan penipuan seperti yang sudah disebutkan diatas. Bahaya riba (usury) terdapat didalam Alquran diantaranya di (QS. Albaqarah[2] : 275, 279 dan 278, QS.Ar Rum[30] : 39, QS. An Nisa[4] : 131).

Oleh karena itu berbisnis online satu sisi dapat memberi kemudahan dan menguntungkan bagi masyarakat. Namun kemudahan dan keuntungan itu jika tidak diiringi dengan etika budaya dan hukum yang tegas akan mudah terjebak dalam tipu muslihat dan saling mendzalimi. Untuk itu diperlukan undang-undang transaksi online yang jelas dan dimengerti oleh para penjual dan pembeli, serta memaksimalkan kinerja polisi dalam hal ini yang menangani cyber crime untuk mengawasi situs-situs atau online shop yang mencurigakan. Agar transaksi bisnis lewat online jika  akan lebih aman, bermanfaat,  membawa kemajuan bagi masyarakat dan negara.

Referensi :

https://manajemenppm.wordpress.com/2013/07/08/mengenal-siapa-itu-generasi-y/

http://kabarwashliyah.com/2013/02/28/belanja-online-menurut-hukum-islam/

  1. Iya betul, peran kepolisian dalam kasus cyber crime ini masih belum memadai. Meskipun sudah banyak grup yg menginformasikan secara luas mana saja online shop yg amanah. Tetap saja korban banyak berjatuhan. Bisa pelaku lama bisa juga pelaku baru.

  2. Pada poin ini maksudnya gimana ya mba mirna ? Penjualan barang yang jelas itu hukumnya haram termasuk didalamnya adalah judi online dan prostitusi online.
    kurang mengerti heheeh

    1. Sebenernya tulisan ini itu ingin menjelaskan bahwa peluang bisnis online itu besar karena sekarang jamannya gen Y yang gadget holic, makanya banyak orang buka bisnis online, tapi peluang dan manfaatnya, bisnis online punya dampak negatif dengan adanya oknum-oknum yang saya sebutkan itu, nah salah satunya penjual barang atau jasa yang sifatnya dilarang, yang jelas dilarang kan ada seperti narkoba, terus penyedia jasa yang jelas itu haram seperti transaksi prostitusi online, judi online. Itu maksudnya…
      makanya butuh antisipasi baik di dalam undang-undang dan juga polisi cyber crime agar oknum-oknum tersebut tidak seenaknya berjualan di dunia maya…

      Seperti itu mas eka wisnu prasetia…. apakah sesuai jawaban saya?

  3. Saya dulu suka pusing liat timeline diseru para toko online di FB yang main tag seenaknya. Bukan ngalangin rejeki, tapi etikanya itu, lho. Dan sisi lain dari generasi Y juga membuka sekat-sekat, ya. Internet bisa menjauhkan tapi juga bisa mendekatkan. Tergantung bagaimana kita menggunakanya.

Let's write your opinion

%d bloggers like this: