Nikah Muda

Nikah Muda Sempurna

June 16, 2016

Tidak ada pernikahan sempurna

Tidak ada pasangan sempurna

Yang jelas memang tidak ada yang sempurna di dunia

Kamu dan dia adalah orang dengan pemikiran yang berbeda, perasaan yang tak sama, dan kebiasaan yang kadang bertolak belakang. Lalu kamu harus tinggal bersama dengannya dalam tempo yang lama, bahkan seumur hidupmu. dibawah naungan ikatan pernikahan, lantas apa yang akan kamu lakukan?

Sementara gejolak jiwa mudamu seringkali mengitari hati yang terus berontak akan kebebasan. Melakukan apa pun yang kamu mau tanpa harus pedulikan lainnya. Bersenang-senang, berhura-hura menikmati euphoria dunia mudamu yang selalu letupkan asa untuk terus berpetualang menemukan hal yang baru.

Tak jarang letupan emosi juga singgahi hati mu yang mudah sekali dirundung rasa galau khas anak muda. Bully media sosial, lingkaran pertemanan yang kadang keliru, luapan emosi klasik tentang cinta yang membuat hatimu pilu.

Ketika semuanya itu kamu rasakan namun dalam ikatan? apa yang akan kamu lakukan?

Well, bahagia sekali melepas status horor “jomblo” yang seolah sangat viral dijadikan tema tulisan anak muda zaman sekarang. Tanpa galau akan kepastian “gebetan”, tanpa harus bertengkar jikalau si dia tak kunjung datang. Atau begadang demi telfonan berjam-jam di waktu malam pakai pulsa bonusan.

Aku tak perlu. Karena aku sudah menikah.

Yup menikah dengan seseorang yang aku cintai baik itu kekurang dan kelebihan. Bisa dibilang kami menikah atas dasar kesepakatan. Tak ada kata manis nan romantis ala “Katakan Cinta” atau “Melamar” saat memutuskan untuk menikah. Semuanya berjalan begitu saja, sempat terhambat restu karena dianggap masih terlalu muda, namun toh akhirnya kami menikah.

Yey… aku bahagia.

Tapi….. Yup terlalu muda… polemik khas anak muda sering membumbui biduk pernikahan pasangan muda.. Seperti yang sudah kusebutkan diatas mengenai gejolak jiwa yang sering susah terbendung atau kegalauan ala anak muda yang kadang muncul.

Semua terjadi seperti kejutan saat membuka kotak pandora… beraneka macam warna dan rupa.. ada suka, bangga, bahagia, sedih, kecewa, marah, dan lainnya.

Bahagia, lantaran gejolak muda kami menemukan petualangan baru saat mendapat kesempatan family gathering ke Malaysia. Coba kalau kami belum menikah, cuma suami saja yang berangkat menikmati rapihnya kota Kuala Lumpur. sedangkan aku tidak.

Bangga, pasca menikah justru kegilaan kami terpenuhi seperti dia yang banyak job membuat animasi, training, dan mainan barunya 3 D printing. Dan aku dengan blog yang sepertinya lebih baik setelah menjadi dot com. Kami mendukung kegilaan satu sama lain.

Kecewa, Kadang apa yang aku harap kepada dia malah tidak aku dapatkan ataupun sebaliknya. Ke egoisan sebagai anak tunggal versus egonya anak lelaki yang sering mengambil keputusan di keluarganya. Sering menimbulkan keributan kecil yang memberikan rasa kecewa.

Sedih, kita masih semangat semangatnya berkarya dengan kegilaan ini semua tetap saja, setelah menikah banyak yang bertanya “Sudah hamil belum?” yang nyatanya sampai sekarang jawabannya belum. Untungnya kami merasakan galau bergiliran. Ketikku merasa sedih, suami menguatkan. Ketika suami baper, aku mendukungnya.

Tapi “rumah tangga bak pohon yang bertumbuh. Makin banyak cabang makin banyak yang harus di rawat, disiram, diberi pupuk, dan memotong cabang yang jelek. Agar pohon memiliki akar yang kuat dan menghasilkan buah yang bagus “

Yay, beginilah nikah diusia muda, penuh histeria dan cerita khas anak muda dalam biduk rumah tangga.

Aku dan Dia tidak ada yang sama dan sempurna…Apalagi dengan gejolak jiwa muda.. Jadi yang harus dilakukan adalah saling melengkapi untuk menyempurnakan lalu mendewasa bersama hingga tua nantinya ^_^

Tulisan ini aku buat memperingati setengah tahun menjadi istri hihihi…. ga terasa sama sekali… sebenernya sih udah telat 4 hari tapi tak apalah…

 

 

 

  1. Mbaaaa …
    Selamat sudah 6 bln jadi istri!
    Abis baca blog mu yg ini & ttg “nikah muda”, kok ya jadi pengen bahas masalah nikah juga ya?

    Dulu selalu iri & mupeng kalo dtg ke nikahan temen, eh skrg udh mau deket ke pernikahan, jd banyak yg dipikirin! Wkwkwkwk *anak muda*

    Thx mba sharing nya! Kecup dari jauh :*

    1. Iya mba yora ayo bismillah semoga lancar pernikahannya…
      Emang suka banyak pikiran sih.. m
      endekati hari H banyak yang harus di urus dan bikin galau heheh

  2. Aku juga pejuang nikah muda, kakaaak. (((Pejuang))) semoga kita (satu sama lain dg pasangan) bisa slg memahami, mengasihi dan menyayangi sampai tua nanti. Yuk bangun cinta :)))

    1. Iya mba ayi, perjuangan banget.. alhamdulillah prosesnya cepet kayak lari maraton… Aamiin samawa selalu..

  3. *ehm* *ceritanya mau jadi bijak* percayalah Mirna, segala
    Sesuatu yang terjadi di awal-awal pernikahan, kelak akan menguatkan kalian berdua didepan. Dan sesungguhnya 1/2-1tahun pertama adalah masa-masa yang lebih membahagiakan daripada masa-masa yang akan datang. Maksud aku, omongan orang ttg 5 tahun pertama pernikahan adalah masa-masa yang berat, itu bener loh. Dan setelah 5 tahun dikira semua ujian yg akan datang lebih mudah. Nggak, sama aja :’) tapi tapi tapiii, pengalaman kita memecahkan masalah yang sudah-sudah berdua, membuat kita semakin tangguh menghadapi ujian di depan. Oh iyaaa, galau karena belom isi? Santai ajaaaaaahhhh, percayalah masa-masa ini pacaran halal berdua, ga akan pernah terulang lagi setelah kalian punya anak. Aku aja nyesel punya anak buru-buru :p apalagi kalian masih muda, jadi nyantai aja laaaaahhh. Dibawa happy aja dan nggak usah dengerin omongan org yg ga enak. Selama mereka ngga ngebiayain hidup kita, anggep angin lalu aja omongannya. *doh panjang amat ya perasaan. Huahahaha* selamat 6 bulan pernikahan Mirna dan suami. Semoga langgeng selalu hingga maut memisahkan yaaaaa *peluk jauh*

  4. Eh kok aku komennya kebanyakan, kaya nyepam ya :’D maap, gakeliatan kalo udah masuk, jadi aja dipencet berkali-kali. Huahahahaha. Tolong diapus aja yg 3 lainnya sama yang iniii. *doh aku ribet yaaa* maaf ya mak mirnaaa x)

  5. selamat yaaak…semoga langgeng. jalan ke depan masih panjang, keep spirit dan saling mengerti. intinya sih hanya itu. hehe. selama saling memahami saling menerima, Insya Allah lancar. Aamiin.

  6. perjalanan masih panjang. dibanyak2in pengertian, saling memberi kesabaran, dan berjalan beriringan nggak akan jadi beban.
    ditunggu postingan 1 tahunnya, mak!

  7. Selamat yaa udh jd istri 6 bln. Benernya sih nikah muda atau tua, yg penting toleransi dan penyesuaian terus menerus yaaa. Berjuang bareng2 ya se-umur2 deh. Saya ga nikah muda sih. Hmm yaa msh muda waktu itu. Skrng sih udh menikah selama 32 thn. Hehe…ngapain aja coba selama itu?…

    1. iya mba misfah… harus belajar sifat dewasa soalnya aku dan suami kadang bertingkah kayak anak kecil hehehe… makasi sudah mampir

Let's write your opinion

%d bloggers like this: