Financial

Manajemen Keuangan Menjelang Lebaran

June 25, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin tak ada kaya
Semua sama di depan Tuhan
Yang berbeda cuma amalnya
Semua ingin Lailatul Qadar
Semoga kita mendapatkannya

Lirik terakhir lagu “Lebaran Sebentar Lagi” yang mengisyaratkan sebentar lagi kita akan memasukin 10 malam terakhir Ramadhan yang selanjutnya disambut dengan Lebaran. Semua orang berlomba untuk makin memperbanyak amal dan ibadah untuk mendapat keistimewaan malam yang hanya ada di bulan Ramadhan yaitu Lailatul Qadar.

Namun sebagai warga media sosial yang kekinian *halah.. biasanya sudah banyak bermuculan Meme di FB / Twiter/ Instgram/Path dan temen-temennya itu tentang “Pertanyaaan horor lebaran : Kapan Nikah?” atau Meme “Es Teh apa yang paling enak pas berbuka? Es TeHaEr (Tunjangan Hari Raya) wkwkwk…

Mungkin bahasan THR sudah tidak begitu menggangung mengingat sudah banyak yang dibagikan kalau perusahaannya mengikuti aturan pemerintah mengenai jadwal maksimal oemberian THR yaitu Minggu ke 3 puasa.  Nah kali ini aku ingin membahas hal yang sedikit serius mengenai Manajemen Keuangan Menjelang Lebaran.

 Menjelang lebaran banyak kebutuhan yang diperlukan, semua berbondong-bondong membelajakan uannya karena pada lebaran ada tunjangan hari raya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuha tersebut. Banyak diskon yang sengaja dilakukan oleh berbagai departemen store, super market dan lainnya untuk mendongkrak penjualan di menjelang lebaran.

Karena di Hari raya nan suci itu identik dengan sesuatu hal yang baru, selain hati baru setelah ditempa saat ramadhan, ada yang lain juga seperti baju baru, sendal baru, motor baru, gorden rumah baru dan lainnya. Belom lagi amplop lebaran yang disebar untuk keponakan maupun bocah sekitaran rumah. Bisa jadi gaji bulanan dan tunjangan lebaran tak cukup memenuhi kebutuhan jika diatur sembarangan.

 Jadi bagaimanan menyiasati keuangan menjelang lebaran ?

Pisahkan Gaji dan Tunjangan Hari Raya

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memisahkan pendapatan untuk menghindari kesimpang siuran tujuan penggunaan. Gaji jelas diperoleh tiap bulan sehingga jelas digunakan untuk kebutuhan bulanan, misal listrik, cicilan kendaraan/rumah, biaya bulanan sekolah anak, belanja kebutuhan dapur dan lainnya. Sedangkan Tunjangan Hari Raya digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran yang setahun sekali dirayakan, namun dampaknya besar jika tidak diatur dengan bijak. Pada umumnya pengeluaran menjelang lebaran adalah zakat, mudik / pulang kampung, dan lainnya.

 
Membayar Zakat

Sebagai umat islam, di bulan Ramadhan sebuah zakat yang wajib ditunaikan  yaitu membayar Zakat Fitrah. Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki).  Selain itu ada pula Zakat Mal untuk mensucikan pendapatan dan aset kita.

Anggaran Mudik

Mudik menjadi budaya bagi masyarakan urban, dimana saat ini banyak orang yag lebih menjadi penghasilan di kota dan meninggalkan kampung halamannya. Sehingga tradisi mudik lebaran semakin tahun semakin meningkat , seperti halnya masyarakat kota yang semakin lama semakin banyak didatangi para pendatang (Seperti saya) hehe.

Nah anggara mudik ini jelas menggunakan dana THR ya, jadi kalau bisa dibuat sedemikian rupa sehingga tidak “menyenggol” gaji. Masalahnya kalau memasukkan gaji untuk dipakai di anggaran mudik bisa jadi pengeluarannya mudik semakin banyak. Kecuali dibulan-bulan sebelumnya kamu punya simpanan khusus untuk lebaran yang diambil dari gaji bulanan nah itu bisa digunakanan. Tapi kalau memang tidak ada dan menggunakan gaji di bulan ini + THR alamak… sehabis lebaran lalu kembali ke pekerjaan bisa jadi uangmu tidak ada.

Buat rinciang mudik se efektif dan se efesien mungkin, gunakan yang paling perlu seperti transportasi mudik, bisa tiket ataupun bensi + service kendaraan untuk mudik, lalu amplop lebaran yang bagi sebagian orang menjadi konsen utama juga. Ya meski ada gengsi tapi ingat juga keuangan toh tujuan mudik adalah silaturahmi. Kalau masih ada ya boleh lah kulineran dan beli oleh-oleh untuk tetangga ataupun rekan kerja di tanah perantauan.

Lalu bagaimana yang tidak mudik ???? sama saja tradisi amplop lebaran tetap menjadi Pe Er, dan memanfaatkan kelenggangan kota, memilih untuk jalan-jalan dan jajan -jajan juga lumayan menguras keuangan jika tidak di rem dengan semestinya

Membayar Kewajiban Tahunan

Karena sifatnya THR itu diberikan setahun sekali ga ada salahnya juga digunakan untuk membayar kewajiban yang dilakukan tahunan pula misa Pajak Kendaraan dan Pajak Rumah / Tanah . Meski tidak waktunya membayar namun bisa dianggarkan terlebih dahulu dengan menyimpannya. Jadi ketika kewajiban itu harus dibayar sudah ada dananya.

 Belanja Kebutuhan Bulan dan Lebaran

Belanja kebutuhan bulanan tetap menggunakan gaji, belaja kebutuhan lebaran tetap gunakan THR. Kalau rajin sih bedain keranjang belanjaannya biar jelas itu akan dibayar dengan uang yang mana. Ribet sih tapi apa salahnya

Manfaat momen diskon lebaran untuk membeli hal-hal yang dibulan biasanya tidak dirasa perlu seperti baju, sepatu dan lainnya. Tapi ingat tidak perlu banyak cukup satu saja, kalau aku sendiri biasanya untuk penanda saja kalau barang ini di beli dari pendapatan ini. Itu saja sih ak lebih

 Jika Sisa, Prioritaskan untuk Investasi & Tabungan

Sebenernya ini juga prioritas THR selain pajan, investasi yang bisa dibeli dalam jangka waktu tak terduga atau tahunan bisa diambil dari anggaran THR, ya beli emas 1 atau 2 gram kan lumayan karena harga emas yang terus naik. Atau masukkan ke tabungan, yang biasanya hanya menabung berdasarkan gaji bisa ditambah dengan uang THR yang bisa digunakan untuk simpanan masa depan atapun dana darurat.

Nah, semua pengeluaran ini harus benar-benar diatur dengan bijak dan “kepala dingin”, kenapa agar semuanya tidak keburu nafsu sehingga Gaji+THR habis dengan tujuan tidak jelas dan kurang manfaat. Menyadur iklan e-commers yang dibintangin si cantik Raisa, sebisa mungkin “Hari Raya Tiba, Dompet Tetap Bahagia” hahhaha

 Well, semoga tips ala ala ini bermanfaat ya…

Selamat mempersiapkan lebaran ^_^

Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarrakatu

kei tral
  1. Yops,,anda bener mbak.Jangan sampai setelah lebaran,kita malah “mengali lubang” utk kebutuhan sehari2.Alangkah lebih baik ditabung sebagian&dibudgetin berapa pengeluaran lebarannya.

  2. Aku nyanyi, aku nyanyi hihihiihi. Lebarannya dah lewat, THRnya belum abis jadi masih boleh belanja donggggg hahahhaha, tapi perutnya udh buncit krn aku ikutan makan melulu. Ahhh Milna kamu tanggung jawabbbbbb

    1. wkwkwk iya ka roos… niru gaya ngomongnya bu susi… HABISKAN !!!! ayo THR nya habisin ke keperluan yang penting misal seserahan… eaaaaa

Let's write your opinion

%d bloggers like this: