Nikah Muda | Self Reflection

Pergaulan Pasca Menikah

August 8, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

credit photo by pixabay.com

Hola Halo keinatralala readers,

Judul nya agak gimana gitu ya, gaul, pergaulan, digauli.. *loh loh loh… hehehe… Sebenernya ini pengen membahas tentang menjalin relasi atau pertemanan atau bahasa kerennya pergaulan. so gak ada yang aneh-aneh ko insya Allah bermanfaat malah ^_^

Menurutku, aku termasuk orang yang termasuk extrovert. Suka membuka diri untuk berteman dengan banyak orang, aku suka bercerita, ngomongin banyak hal meskipun itu pada orang yang baru dikenal. Bahagia bisa mengenal banyak orang, dari situ aku bisa mendapatkan hal-hal baru karena tiap orang memiliki cerita dan karkteristik yang berbeda. Meskipun sudah menikah, aku masih senang wira wiri main bersama teman-teman.

Tapi, kalau sudah menikah gimana cara bertemannya ?

Ya tetap berteman lah dengan siapa saja, perempuan maupun laki-laki, beda suku, budaya, bahkan agama. Haruslah menjalin relasi, toh silaturahim bisa mendatangkan rejeki, ya kan ya kan…. Eits tapi ada batasannya loh, terutama dengan lawan jenis.

Dalam Islam, sebelum menikah pun ada batasan untuk berteman dengan lawan jenis, apalagi sesudah menikah. Bukan hanya Agama yang harus di jaga dan memang harus dilaksanakan, tapi ada perasaan dan kepercayaan pasangan yang harus dijaga, agar tidak menimbulkan fitnah dan perselisihan dalam rumah tangga.

Aku sendiri masih bekerja dan berada di lingkungan kantor yang campur bahkan job desk ku lebih banyak bikin project yang seringnya jadi the one and only girl hehehe, selain itu aku juga masih sering datang ke acara-acara dimana juga lebih banyak campur ketimbang khusus perempuan saja. sehingga banyak teman lawan jenis alias laki-laki dalam lingkar pertemananku.

Lalu bagaimana mengatasinya ?

Sebagai perempuan sebenernya kita punya insting loh kalau ada orang yang dekat dengan kita, tuh orang niatnya apa, just friend, want to close friend, interest with us or mau nawarin MLM wkwkwk.. So yang pertama kali diperhatikan adalah Kenali Gelagat, bagaimana dia bersikap dengan kita, bahasa yang di pakai, dan bagaimana dia memperhatikan kita. Jika terkesan lebay, dekat bin intim. Oke ambil jarak dengan orang yang seperti itu. Ingat sekali kita membuka diri untuk orang seperti itu, dia akan merasa mendapat kesempatan jadi sebaiknya jangan. Tapi kalau sikapnya wajar, bahasanya sopan tetap dalam pembahasan yang wajar misal pekerjaan atau hobi tidak ke masalah pribadi. Kamu bisa lanjutkan.

Ngobrol Bersama bukan Ngobrol Berdua , Jalan Bersama bukan Jalan Berdua sebisa mungkin jika ingin berdiskusi atau mengobrol. lakukanlah bersama teman lainnya juga, paling gak ada temen kamu yang nemenin walau cuma nungguin kamu ngobrol dengan dia. Dan kalau bepergian pun usahakann bersama-sama jangan sampai kamu hanya jalan berdua. Tapi kalaupun kepepet, kamu harus izin pasangan bahwa kamu pergi bersama dia berdua. Di izinkan atau tidak, itu konsekuensi. Jika diizinkan maka jagalah kepercayaan pasangan, jika tidak diizinkan minta solusi terbaik seperti pasangan mau menemani agar saling mengenal teman satu dengan yang lain. Itu lebih baik.

Lalu sebagai mahluk kekinian di era digital tentu aplikasi messager sangat membantu dalam memperlancar komunikasi. Nah ini dia, Hindari Chat Pribadi atau Personal Message kecuali Urgent. Mungkin kita jarang ngobrol langsung dengan dia, namun sering bercanda melalui Whats App. Nah yang perlu di perhatikan, kalau bisa gunakan group WA agar percakapan tidak hanya berdua sehingga bisa membatasi diri untuk mengobrol sesuai pada batasannya. Namun jika memang hanya berdua, sebaiknya konsen ke pekerjaan atau hal-hal yang memang penting untuk dibicarakan. no gossip no curhat.

Dan sebagai orang kekinian yang juga suka selfie atau foto bareng harus hati-hati.. Jangan foto berdua duan saja dengan lawan jenis,,, se femes nya dia usahakan kamu jangan foto bareng berdua doang.. Lalu kalau foto bareng hindari bersebelahan.. sebisa mungkin deket ke sesama perempuan.. Lagi-lagi ini demi menjaga perasaan suami atau istri..

Tapi apakah gak boleh punya sahabat dekat lawan jenis walaupun sudah menikah? Nah ini pertanyaan susah ya, Em kalau udah terlanjur akrab dari sebelum menikah gak apa-apa kali ya, Tapi… Dikenalin sama pasanganbiar bisa main barengan.. kan enak teman kita juga teman pasangan kita juga.. Begitu.

Sebenernya kenapa sih mirna nulis beginian ?

Gak tau kenapa ya aku mulai risih mengenai orang yang suka PM cuma nyapa Hi dan pas ditanya siapa jawabnya “aku mau kenal kamu” eeerrrrr… daripada kenapa-kenapa aku gak ngelanjutin chat seperti itu. Aku tahu bahwa aku orang yang bisa emotional, jadi kalau ada oarang yang say Hi dan ditanya jawabnya aneh-aneh, maaf ya ga dibales takut ngomongku kasar.

Lalu beberapa temen perempuan yang dekat denganku curhat masalah mereka didekati oleh rekan kerja yang sudah menikah. Berawal dari chat kerjaan, mulai curhat, lalu malah ngajak maksiat.. eeeerrr Astaghfirullah.. Makanya ini juga harus diperhatikan oleh laki-laki.. Mas, Pak, jangan macem-macem ya dalam bercakap ria lewat chat.. berteman sih boleh, nakal mah jangan, kalau gak puas sama istri jangan di lampiaskan atau curhat dengan perempuan lain menggunakan asas pertemanan. Mending di bicarakan dengan pasangan ya mas, pak.!

Okeh, itu aja curhat colongan ditengah tips bergaul pasca menikah… Intinya sih jaga perasaan dan kepercayaan pasangan.. Itu demi menjaga kehormatanmu juga…

Selamat bersahabat ! Semoga bermanfaat !

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

kei tral

 

 

 

 

 

  1. betul mbak, kita sebetulnay diberi insting ya, kalau ada pria yang perhatian dan naksir, sebetulnya kita sendiri merasakan seperti ada alarm yang memperingati, hanya saja ada yang langsung ngeh, ada yang tahu taoi pura2 gak tahu dana da yang bener2 gak peka banget

  2. setuju mba, intinya harus terbuka juga dengan pasangan yah, kan enak kalau sahabat kita atau sahabat suami kita jadi teman dan sahabat kita juga.. tapi untuk sekarang sahabat saya ya suami saya sendiri hehe

  3. Setuju banget mbak kei, kalau ada lawan jenis yang tiba2 ngajakin kenalanapalagi lewat medsos aku sering dicuekin atau minta suami yang balas

  4. Setuju banget mbak. Memang rasanya risih, gimana ya..

    Setelah menikah aku memberi jarak dengan teman2 sekolah, kuliah. Nggak ada urusan pribadi dengan mereka. Untuk masalah spt ini saya dan suami terbuka, agar tidak ada prasangka.

  5. semua berawal dari pandangan mendasar dan menyeluruh tentang hidup ya mbak. yaitu akidah. saat seorang muslim meyakini betul Islam sebagai pandangan hidupnya, insya allah interaksi aman 🙂

Let's write your opinion

%d bloggers like this: