Mengumpulkan Biaya Nikah Muda

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Hola halo keinatralala readers

Happy Monday, Happy Money Day !!!

Kemarin suami hampir diputus projek oleh kliennya lantaran pekerjaan yang tak kunjung kelar. Padahal projek itu sudah melebihi batas waktu yang ditentukan. Penyebabnya adalah salah satu anggota tim projeknya sedang gundah gulana, banyak pikiran katanya, setelah diajak bicara suami akhirnya dia ngaku kalau lagi butuh modal buat nikah.

Agak kesel sih awalnya karena kegalauan seseorang bisa menghambat usaha yang sedang dirintis suami, toh dengan adanya projek ini bisa membantu digunakan sebagai modal nikah. Tapi suami menyadarkanku bahwa setiap orang beda dalam menghadapi tekanan. Suami juga bilang sempet galau dan bingung saat mengumpulkan modal nikah.

Untuk itu aku mau sharing gimana caraku dan suami dulu saat menyiapkan biaya pernikahan.

Cerita dulu ya,,,,

Jadi kami menyiapkan pesta pernikahan selama 12 bulan atau setahun dengan modal 0 (baca: nol) soalnya waktu itu aku baru saja kerja dan gaji pertamaku terpakai untuk wisuda dan sebagainya. Sedangkan tabungan suami habis untuk dipakai DP rumah pasca kenalan pertama dengan wali (ini kenalan loh ya belum izin nikah). kamu bisa baca di sini .

Selain itu aku memiliki konsep pernikahan impian yang ingin kuwujudkan. Apalagi as the one and only daughter di keluarga, aku ingin membuat pesta pernikahan.

So step by stepnya

  • Buat konsep pernikahan

Kamu mau pernikahan yang seperti apa? sehingga kamu tau akan menghabiskan biaya seberapa. Memang sebagai pengantin baiknya mengadakan syukuran pernikahan untuk mengabarkan hal gembira ke sanak saudara. Tapi syukuran yang sebesar apa? tentukan target pesta dan latar belakang keuangan masing-masing pasangan. Sederhana kah? Di gedung kah? Ya step pertama ini adalah mendefinisikan “goal”nya dulu.

  • Pelajari riwayat keuangan masing-masing

Riwayat keuangan disini meliputi sudah ada berapa ditabungan masing-masing yang ingin dipakai untuk pernikahan. Punya hutang atau tidak ? Siapa yang lebih rajin menabung sehingga bisa dipercaya untuk menyimpan biaya pernikahan. Dari situ juga terlihat berapa prosentase yang dapat dilakukan dalam pengumpulan. Ingin melibatkan bantuan biaya dari keuangan keluarga kah ? (Sebaiknya sih JANGAN karena kami pun tidak). Akan dibagi 50:50 atau 40:60 atau terserah bagaimana bisanya. Sebisa mungkin tidak membeban beratkan salah satu. Kalaupun ada yang lebih besar prosentase mengumpulkannya, tapi kalau mampu, So why not?

  • Buat rekening atau tabungan khusus bersama

Jika kamu sudah berniat menikah maka artinya tabungan menikah menjadi prioritas utama. Maka diperlukan wadah khusus alias rekening yang disiapkan untuk pernikahan. Takutnya jika tercampur dengan tabungan pribadi akan membingungkan saat terjadi pengeluaran. Dan dengan pembuatan rekening khusus ini juga ketahuan sudah berapa uang yang ditabungkan oleh pasangan.

  • Survey Vendor

Apa saja sekiranya yang butuh di vendorkan, mulai dari undangan hingga makanan. Rincikan dan cari referensi sekalian harganya. Jangan tergiur paket yang murah atau harga murah tapi belum apa-apa, pastikan apa yang kamu butuhkan, disesuaikan dengan budget, dan harganya ramah dikantongmu.

  • Bayarkan Sedikit demi Sedikit, Pastikan Lunas Sebelum Menikah

Setelah mendapat vendor kamu bayar lah langsung, sedikit demi sedikit. Jangan nunggu nanti-nanti, meski beberapa vendor yang penting sudah di DP dan memberi tenggat waktu lunas sebelum pernikahan atau bahkan setelah pernikahan, usahakan kamu bayarnya nyicil saat sudah ada uang terkumpul, sehingga bisa lunas sebelum acara.

Tipsnya

  • Banyakin Shodaqoh

Mungkin sudah banyak yang tahu lah ya, jika bisa berbagi saat disaat yang sempit maka Tuhan akan membuka jalan untuk kita. Maksudnya meski sebenarnya kita butuh uang tapi infaq, shodaqoh, qurban tetep dilakukan untuk meraih ridho Allah swt. Tangan-tangan Allah akan bekerja memberi kemudahan bagi kita. (ini menurutku loh ya)

  • Jangan Memaksakan

Lalu ketika ditengah jalan kamu mengelami kesulitan, jangan memaksakan diri, makanya punya plan A dan plan B, kebutuhan mendadak saat menikah itu banyak, misal pengurusan KUA yang katanya gratis ternyata tetep bayar sana sini, dan kebutuhan dadakan lainnya. Dan aku sih punya prinsip, lagi-lagi ini aku loh ya…. dulu kalau suami belum beli rumah, aku juga gak berani nikah di gedung.

  • Makin Rajin Bekerja

Yang pasti uang ga ujug-ujug datang dari langit kan ya, jadi harus lebih rajin bekerja. Kalau biasanya sudah cukup dengan gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing ya berarti karena ada projek besar dalam hidup, artinya usahanya ditambah lagi. Sebisa mu… ya kalau dengan lembur kamu bisa menabung banyak, kenapa tidak… Atau kamu punya usaha freelance lainnya. Dulu sih aku belum tahu kalau blogger itu profesi yang menghasilkan makanya aku cuma banyakin lemburan… Kalau suami sih emang punya usaha letscad.com nya.. yauda dia banyakin buka kelas training dan bikin animasi.. (oh ya bisa dibilang 30% duit nikahan sponsored by Unilever soalnya suami dapet orderan animasi banyak dari Unilever.. Makasi Pak Uub ^_^)

  • Makin Rajin Menabung

Seperi yang aku jelasin diatan tentang tabungan bersama, ya artinya benar-benar harus ditabung dan menghemat kebutuhan yang tidak perlu. Tapi gak susah-suah banget sih kalau kamu pintar membagi uang dan disiplin melakukannya. Aku pernah sharing gimana cara mengatur keuangan untuk perempuan pekerja lajang

  • Jangan Kalap Seserahan

Ini nih yang harus diperhatikan terutama untuk para calon pengantin perempuan. Lantaran mumpung gratisan, jadi seserahan menjadi ajang balas dendam karena suadah berhemat untuk menabung pernikahan. Jangan begitu ! kasihan calon suami yang berarti harus memutar otak lagi untuk mengumpulkan biaya pernikahan. Karena sifat seserahan ibarat kado buat kita calon istrinya jadi ya seperlunya kita saja, atau serahkan ke keluarga laki-laki. Ya terserah sih tergantung kesepakatan.

  • Hindari Hutang dan Meminta Orang Tua

Ini nih hindari hutang, soalnya beberapa vendor memberi kelonggaran lunas setelah menikah seperti vendor catering atau gedung. Lalu sebagai pengantin berfikir akan lunas dengan uang “amplopan” segera musnahkan pemikiran itu karena jarang ada pesta pernikahan yang terbayar dari “amplopan” hehehe…

Lalu seminimal mungkin menghindari meminta orang tua. Kalau orang tuaku sih udah terima beres, bener-bener pengen aku bayar sendiri, demi masa depan dan tanggung jawab sendiri katanya (siapa suruuh masih muda kok nikah hahahha). Kalau orang tua suami sih, lebih ke khawatir kita gak punya duit atau hutang jadi sering nawarin ngasih duit, pinter-pinter nolak,, tapi kalo ada inisiatif bayarin sesuatu yang selama nominalnya gak besar banget, gak merepotkan orang tua ya tidak apa-apa karena orang tua juga punya keinginan untuk menikahkan anaknya dengan sebaik mungkin.

 

Semoga bermanfaat ya..

Selamat mempersiapkan pernikahan

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

You may also like

12 Comments

  1. Good poin Mirna,
    Poin terakhir bener banget: Hindari hutang, agar hidup pasca menikah gak tambah beban. Masa nikahan udah kelar bayaran masih ngalir aja. hihi.

    Terus yang bagian sebisa mungkin gak pake uang ortu itu juga bagus banget, hanya saja gak semuanya bisa seperti itu. Karena ada juga ortu yang mmg ingin membiayai nikah anaknya apalagi kalau cewek ya, dg alesan sbg tanggung jawab terakhir membesarkan anak, juga karena kerabat yang diundang mostly dari ortu. Semua sama2 baik asal komunikasi lancar jaya.

  2. nikah… jarang kayanya ngutang.. tapi klo resepsi walimahan… banyak yang ngutang asal keliatan mewah..abis nikah keluarga dikejar hutang…

    sebaiknya walimahan tidak harus mewah…

    1. yang dimaksud nikah disini adalah resepsinya mba nova hehehe… ya baiknya walimah tidak harus mewah sederhana yang penting semua tamu kebagian kebahagiaan hehhe

  3. yoih dek, asal sudah dibicarin kalo ortu mau bantu ya gak apa-apa, asal sama2 nantinya enggak ada hutang baik kitanya maupun ortu kita.
    deuhh ud mewah2tapi habis ngutangnya banyak, malah gabisa tidur setelahnya.

Let's write your opinion