Self Reflection | Weekly Diary

Weekly Diary #2 : Merancang Projek Kehidupan

October 24, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Hola halo keinatralala readers,

Kebetulan minggu ini aku diikutsertakan training oleh kantor di salah satu lembaga training yang bagus bernama PQM Management. Ini bukan training pertama kaliku, pas pertama kali masuk kerja dulu juga sempat ikut training di PPM Management dengan tema marketing reaserch soalnya agak loncat bidang dari kuliahku yang jurusan manajemen informasi yang basisnya IT programming tiba-tiba diceburin ke dunia marketing. Nah ini juga lagi digiring ke bagian baru makanya aku butuh training biar dapet ilmunya, Sucessfull Project Management merupakan tema yang diangkat pada training kali ini. Bertempat di Hotel Harris Kelapa Gading mulai tanggal 18-20 Oktober 2016, aku digeber belajar bagaiamana membuat projek dengan baik.

Jujur, sebelum pulang ke Surabaya aku agak dikagetkan oleh kedatangan member baru dibagianku, Supervisorku mengatakan bahwa aku perlu tenaga tambahan untuk mengerjakan projek-projek ke depan, biar aku bisa menyeimbangkan daily task yang biasa ku kerjakan dan projek yang memang harus aku selesaikan dalam waktu dekat, karena selama ini aku lumayan keteteran a.k.a males ngerjain projek, seperti yang pernah kuceritakan, aku dipasang sendirian bikin sistem, tandemnya supervisor dan orang IT yang bantuin naruh sistemnya, lainnya aku kerjakan sendirian. Makanya kalau ada yang stag, udah aku berhenti dulu dan akibatnya projeknya mundur, heum maafkan aku.

Well, ngomong-ngomong soal project, aku jadi mikir tentang kehidupan kita yang jika dijalankan seperti biasa-biasa bagaikan pekerjaan operational yang dilakukan setiap hari, ya yang didapat juga biasa saja, beda dengan jika ada yang diinginkan lalu kita merubah pola kehidupan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Logikanya, ya kalau kamu ingin meraih sesuatu ya usahanya lebih lagi daripada biasanya bukan cuma menjalani aktifitas yang sama setiap harinya, make some different.

Biar gak bingung membedakan mana aktfitas operasional dan projek kehidupan, untuk itu perlu identifikasi terlebih dahulu.

Projek itu unique, ada pencapaian yang jelas, dan ada jangka waktu untuk menyelesaikannya.

Operasional itu umum, sifatnya untuk mempertahankan yang sudah ada, dan dilakukan setiap hari.

Projek bisa muncul dari 2 hal yaitu karena ada sesuatu yang kurang dari kehidupan kita sehingga perlu improvement alias perubahan dan ada keinginan untuk mencapai sesuatu yang baru.

Contoh sederhana projek berdasarkan asalnya

  • Menurukan Tagihan Listrik & Air

Tagihan listrik & air mungkin bagi sebagian orang sepele, karena sifatnya yang wajib dibayarkan jadi mau gak mau harus diusahakan dibayar, enak bagi orang yang mampu tapi kalau enggak gimana? gak dibayar malah nambah denda, kan jadinya serba salah. Bagi orang yang mampu bayar kadang suka menyepelekan, yauda dibayar aja tanpa meneliti itu tagihan makin naik, bertahan mahal, atau gimana. Nah hal kecil untuk perbaikan kehidupan adalah seperti kasus ini, bagaimana agar penggunaan air dan listrik itu efisien agar yang kita bayarkan itu sesuai dengan yang kita pakai dan bermanfaat. Kan lumayan kalau bisa turun bisa ditabung.

  • Membeli Mobil

Ini adalah salah satu projek kehidupn loh, karena beli mobil selain memang untuk memenuhi kebutuhan transportasi, mobil termasuk barang impian alias sesuatu yang baru. Bisa saja kita naik transportasi umum untuk menuju suatu tempat, tapi tidak ada salahnya kan punya keinginan untuk membeli mobil sendiri sebagai bagian pecapaian kebidupan.

Lalu bagai mana merealiasasikannya ? Bagaimana merancang projek kehidupan?

  • Idetifikasi , seperti yang sudah aku jelasin diatas ya, pilih mana projek yang sesuai dan pilih skala prioritas untuk bisa menjalankannya
  • Scope alias batasan, buat batasan sampai mana projek kamu, ini juga termasuk targetnya apa saja, jangan sampai kamu terlalu muluk-muluk untuk mencapai sesuatu, bikin batasan biar tidak kewalahan.
  • Scheduling, nah bikin jadwal aktifitas untuk melakukannya. Ada 2 cara, kamu membuat jadwal aktifitas mencapai projek dari awal ke akhir atau kamu tentukan dulu target selesainya kapan lalu kamu breakdown hingga saat ini, contohnya “Aku mau umroh 1 tahun lagi “, nah selama 1 tahun itu persiapannya apa saja itu dibikin jadwalnya.
  • Cost , hitung biaya atau budget yang dibutuhkan jika projekmu membutuhkan dana
  • Resiko, nah namanya juga project yang artinya sesuatu yang unique gak biasa dijalankan seperti hari-hari biasanya , tentunya harus ada resiko, itu perlu kamu perhatikan dan cari solusinya.
  • Eksekusi & Evaluasi, nah setelah semua proses yang aku tulis diatas sudah dijalanani maka kerjakan pelan tapi pasti sesuai target yang sudah ditetapkan, sesekali kamu juga evaluasi kan PDCA = Plan-Do-Check-Action bukan Plan-Do-Cancel-Again wkwkwkwk.

Ngomong-ngomong masalah schedulling yang erat kaitannya sama plan, kamu bisa bikin weekly planning sekalian untuk evalusi apa saja yang sudah kamu lakukan. Ada banyak template yang bisa kamu googling, salah satunya bisa kamu download dari alamat dibawah ini soalnya desainnya cantik banget .

Nah kurang lebih itu sedikit ilmu yang aku dapet selama training kemarin yang mungkin bisa diimplementasikan bagi kehidupan bukan hanya di pekerjaan saja.

Ketika training aku masuk dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan termasuk aku, 3 laki-laki ini dari sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang bisa dibilang terbesar ke 2 dan merupakan customerku sendiri karena perusahaan mereka memakai alat berat dari perusahaanku, rekan tim satu lagi dari perusahaan propertu yang projek terbesarnya ada di Tangerang Selatan, bisa jadi dia juga customerku di bidang contractor. Tapi pas disuruh bikin case projek, gak ada satupun yang sesuai dengan bidangnya misal bangun jalan kek atau bikin pojek insfrastruktur yang masih bisa jadi benang merah bagi tim kami, malahan projek yang diangkat adalah sistem kepegawaian alias Human Resourch, bikin web self service karyawan ceritanya hahaha… ambil yang paling general.

Bisa dilihat tampang-tampang menggemaskan timku selama 3 hari itu hehehe, ya semoga bisa dimplementasikan deh biar perusahaan gak sia-sia bayarin training hehehe

Oke itu ceritaku minggu ini, sebenernya pas training itu juga masih sakit, jadi pas pulang training langsung tidur, istirahat, entah kenapa badanku gak fit dalam waktu yang agak lama tapi yaudalah… mungkin minggu depan bisa recovery.

Semoga bermanfaat ya. Tetap jaga kesehatan.

Wassalamualaikum Warrahamtullahi Wabarrakatu

kei tral

  1. Iya, hidup seharusnya memang direncanakan. Tapi, aku itu orangnya susah banget berencana. Semua kebanyakan serba dadakan. Yang direncakan, seringnya malah gak terpenuhi. Kudu banyak belajar. Dan kuat niatnya. Makasih ya sudah diingatkan. 🙂

Let's write your opinion

%d bloggers like this: