Jalan-jalan

Menyambangi Banyumas dalam 2 Hari

February 21, 2017

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Halo keinatralala readers,

Main ke Banyumas memang bukan pertama kali buatku, soalnya tahun lalu aku sudah pernah kesini. Bedanya dulu memang sengaja kesini dalam rangka kenalan sama keluarga suami. Nah kalau kemarin ada teman rohis kampus yang menikah. Pas lihat undangannya di daerah Kemaranjen – Banyumas, suami langsung semangat datang soalnya disana pusat durian yang memang buah kesukaannya. Yawislah kami booking tiket kereta dadakan.

Destinasi di Banyumas

Wedding traveling pun dimulai dari stasiun Pasar Senen dengan sedikit drama yang mirip saat nikahan Agnes dulu, tapi bedanya dulu Galuh bertahan nunggu KRL jalan di Jatinegara sehingga dia ketinggalan kereta ke Nganjuk, sedangkan Mas Danang kemarin pas dibilang di Jatinegara memang lama, dia memutuskan naik ojek ke Senen, alhamdulillah 5 menit sebelum kereta berangkat ka Danang sampai, langsung deh lari-lari ke peron yang berada di lantai atas. Huff rasanya kayak film 5 cm.

Meski niat utamanya adalah menghadiri pernikahan teman, tapi namanya wedding traveling malah banyakan jalan-jalannya soalnya ke pesta nikahannya kan cuma 3-5 jam, sisanya dipakai mengelilingi Banyumas. Apalagi kali ini rame-rame bareng temen yang ikutan nginep di rumah Banyumas. Kami berangkat Jumat malam lalu sampai di stasiun Kroya jam 7 pagi dan pulangnya hari Minggu malam jadi total 2 hari 1 malam di Banyumas. Nah kemana aja kita ???

Belah Duren di Kemranjen

Tujuan pertama tentunya di pernikahan akhi Rohmat dan ukhti Rina, alhamdulillah perjalanan lancar dan acaranya pun lancar. Pernikahannya bener-bener jawa banget, bahkan seserahannya pakai bawa pisang setandan, beras, ayam dan lainnya. Mirip dengan pernikahanku sebagai anak pertama, di nikahan uhtki Rina pun ada tradisi Bubak Kawak istilahnya kalau di Surabaya, nah di Banyumas namanya Gegelutan. Tradisi ini adalah memperebutkan perabotan rumah tangga yang dibawa pikul oleh salah satu anggota keluarga laki-laki. Seru !

Nah setelah acara, kami pun pamit, dan dengan gerombolan 12 orang lainnya meluncur mencari tempat duren. Kata suami, “Ga mau kalah sama Rohmat, kita juga harus belah duren” maksudnya makan duren yang kebetulan dijual di sepanjang jalan Kemranjen. Awalnya kami sudah berhenti dan sudah pesan 1 tapi lah kok disamperin Ibunya Mas Rohmat diminta pulang kerumahnya untuk makan. Alhasil setelah diskusi dan memperhitungkan waktu, durennya dibungkus dan kami melanjutkan perjalanan untuk sholat dhuhur.

Masjid Agung Nur Sulaiman

Karena memasuki waktu dhuhur maka diputuskan untuk sholat dulu di Masjid Agung. Ini adalah pertama kali aku mampir kesini. Pas sampai tempatnya, aku merasa tidak seperti di masjid soalnya pagar temboknya yang di cat putih, lalu atapnya yang begitu njawani, serta pilar dan pintu kayu itu lebih mengesankan sebuah bangunan rumah jawa keraton. Sangat vintage dan keraton banget menurutku.

Masjid Agung Nur Sulaiman ini terletak di sisi barat alun-alun Banyumas, tempatnya tenang dan nyaman, walaupun aku agak kagok sewaktu wudhu sendirian karena bangunan wudhunya bercat putih semua, khas bangunan jawa kuno. Lalu dibagian dalam masjid, bisa dilihat dari foto ada joglo dibagian atap yang terbuat dari kayu jati. It’s so awsome. Jujur aku takjub.

Berburu Oleh-Oleh di Sokaraja

Tak lengkap rasanya kalau lagi traveling gak bawa oleh-oleh makanan khas daerah yang dikunjungi, Nah yang khas dari Banyumas dan Purwokerto itu adalah Getuk Goreng di daerah Soekaraja. Nah saran aku cobain juga kripik talas dan kripik getuk yang ternyata rasanya endues banget. Kebetulan ada kakek tua yang dagang pinggir toko jualan kripik ini, lah kok enak kripiknya. Kami beli oleh-oleh dulu soalnya di rombongan ada yang langsung pulang hari itu juga.

Kulineran Sop Duren Kombinasi dan Bakso Bakar

Siang menjelang sore, perut mulai berdendang tanda lapar, apalagi gerombolannya cowok semua. Nah karena sebelumnya gagal makan duren di Kemranjen, jad penggantinya adalah Sop Duren Kombinasi yang sudah terkenal banget, tepatnya di depan GOR Satria Purwokerto. Emang tempatnya rame banget, selain sop durian tersedia juga es kopyor. Nah sampingnya ada bakwan malang, jadilah aku pesan bakson bakar sama sop duren. Harga sop duren seporsi 14.000. Rasanya legit, campuran duren, santan, susu, gula merah dan es. Nikmat !

Welcome Home at Karang Salam – Baturraden

Hari pertama di Banyumas berakhir di rumah karang salam. Kebetulan ada 2 teman yang ikut menginap bersama kami. Ada juga yang menginap di saudaranya namun keesokan harinya bakal ikut jalan-jalan juga. Sisanya kembali ke Jakarta. Pas sampai rumah rasanya lega, suami langsung ngajain temen-temennya mandi di kali belakang rumah. Tepatnya sih bukan kali atau sungai.. tapi ada kolam yang dialiri air sungai yang selanjutnya mengalir lagi kebawah. Nah itu bebas siapa aja boleh mandi disitu. Sedangkan aku mulai rebahan, mandi dan nyiapin makan.

tapi lah ko njilalah habis mandi, malah suami ngajak lihat kebon Jambu sama Duren yang sudah setahun ini ditanam. Letaknya agak diatas lagi, duh jadi keringetan. Tapi karena memang banyak sudara jadilah kami mampir kesana kesini, sembari menikmati suguhan kopi dan mendoan khas Purwokerto dan Banyumas. Oh ya aku pernah nulis juga tentang cara menanam Jambu di blog ini.

Main ke Curug Telu & Curug Pelangi

Hari ke 2, destinasi pertama tentunya Curug Telu soalnya deket banget dari kebon dan kebetulan sodara juga ikutan mau ke Curug. jadi makin rame, aku, suami, 2 orang temen dan paklik. Paklik inilah yang memandu kami, sebenernya suami udah sering kesini, tapi karena bagiku pertama jadinya seneng dan ngerasa foto-foto keindahan Curug Telu yang sring muncul di blognya Mba Pungky Prayitno itu bener. Bagus banget, airnya jernih, suasanya asri dan ada 3 curug yang saling berdekatan makanya disebut Curug Telu.

Karena Curug telu makin ramai, Paklik mengajak kami ke Curug Pelangi yang katanya lebih bagus. Dan ternyata bener banget, asrinya dan kejernikah airnya Masya Allah banget, perjalanan ke Curug Telu dan Curug Pelangi nantinya akan aku tulis di blog post tersendiri soalnya tempatnya sekomplek jadi banyak yang bisa di ceritakan. Letak curug ini di desa Karang Salam kecamatan Baturraden.

Ada Patung Liberty di Banyumas

Nah yang baru di Banyumas yaitu Small World atau yang dikenal oleh masyarakat sekitar Miniatur. Karena aku dan suami sudah pernah ke Baturraden dan Taman Nasional Baturraden jadilah kami searching apa yang baru di Banyumas soalnya kan ngajak temen jadi harus sesuatu yang beda dan baru. Hafid, saudara sesepupu suami ngasih referensi tempat ini.

Small World terletak di desa Ketenger kecamatan Baturraden. Temat ini menurutku merupakan sebuah theme park yang isinya miniatur ikon negara-negara di dunia. Ada Petronas, Patung Liberty, Taman Sakura, Menara EIfel, Kincir Angin, dan ikon lainnya. Bagus sih tempatnya cuma menurutku terlalu biasa, cuma untuk foto-foto saja. Mugkin dikelola lebih menarik lagi menginat harga tiket yang dibandro untu masuk ke taman ini adalah 15.000 yang katanya masih dalam masa promosi, karena harga aslinya 20.000. Tapi cukup bagus sih, mengundang wisatawan untuk mempopulerkan Banyumas sekaligus berfoto di ikon negara. Sayangnya, pas kesana cuaca gak mendukung, hujan deres banget, sekalinya terang tetep mendung jadinya fotonya kurang bagus, apalagi tempatnya outdoor jadi gak leluasa deh.

Jadi itu cerita liburan singkat di Banyumas mungkin cerita tentang Curug Telu dan Small World akan aku bahas lagi di blog post selanjutnya. Yuk main-main ke Banyumas, dolan-dolan ke Purwokerto, jalan-jalan mengelilingi Indonesia…. Yay

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

  1. Aku waktu itu mau ke small world, mba. Tapi pas lihat aslinya, eh batal deh. Hehhe. Wah aku nggak mampir makan duren, mungkin karena nggak musim yaa πŸ™‚

Let's write your opinion

%d bloggers like this: