Pregnancy Story | Review

Kontrol Kehamilan & Melahirkan dengan Dokter Yuditiya Purwosunu

January 14, 2018

Assalamualaikum semua,,, Finally I’m come back to blogging…

Intermezzo : Mengurus Nurani sebenarnya tidak terlalu sulit karena aku sangat terbantu dengan kehadiran Eyang Uti dan Bunda serta Suami yang lumayan siaga meski jarang ikut begadang. Tapi nyatanya blog ini tak kunjung update setelah postingan “Cerita Melahirkan Nurani”. Disaat blogger lain bikin review 2017 dan resolusi di tahun 2018, aku mikir aja engga apalagi publish tulisan. Semua itu karena aku. M.A.L.E.S keasikan main instastory sambil pumping ato lainnya. Yang jelas tahun 2017 itu sungguh penuh berkah baik dalam kehidupan serta blog dan harapannya tahun 2018 akan lebih baik lagi, aamiin.

Di postingan kali ini aku ingin membuat sebuah tulisan yang membahas tentang obgyn yang menanganiku selama menjalani kehamilan dan membantuku saat melahirkan yaitu dokter Yudit. Soalnya banyak banget keyword yang mencari review tentang beliau sehingga nyasar di tulisanku “Akhirnya Aku Hamil Juga Part 2“. Selain itu, tulisan ini sebagai rasa terima kasih atas segala bantuannya selama ini. 3 kata yang mencerminkan beliau yang bisa disingkat menjadi CHC yaitu Charming, Helpful, and Calm. Nah berikut biografi tentang beliau.

Dr. dr. Yuditiya Purwosunu, Sp.OG-KFM, PhD

Dokter kelahiran Jakarta ini menempuh pendidikan sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1993 -1999 (1993 aku baru lahir, beliau udah jadi anak UI, ck) dan pada tahun 2004 beliau melanjutkan pendidikan sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama. Setelah menyelesaikan S3 di Universitas Indonesia, tidak membuat beliau berhenti sampai disitu, beliau melanjutkan pendidikan hingga ke negeri, Jepang dan London. Beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan baik di dalam maupun luar negeri.

Pendidikan

  • University of Indonesia, Jakarta, Indonesia (Medicine)
  • University of Indonesia, Jakarta, Indonesia (Obgyn)
  • University of Indonesia, Jakarta, Indonesia  (Maternal – Fetal Medicine)
  • Showa Univ. School of Medicine, Tokyo, Japan (Maternal – Fetal  Medicine (Prenatal Diagnosis)
  • University of Indonesia, Jakarta, Indonesia (Biomedicine Science)
  • Kanazawa Univ. Dept. Genetics, Ishikawa, Japan (Prenatal Diagnosis)
  • Fetal Maternal Foundation, Harris Birthright Center of Fetal Research Unit, King’s College Hospital, London  (Maternal – Fetal Medicine (Ultrasound)
  • Dept. Obstetrics Gynecology NCCHD (National Centre for Children Health and Development), Fetal Teraphy and Intervention Division, Tokyo, Japan (Maternal – Fetal Medicine (Invasive Procedure)

Honors

  • Takeda Scientific Foundation Scholarship (2005 – 2007)
  • Showa Univ. Scholarship (2005)
  • Ichiro Kanehara Foundation Scholarship (2007)
  • Symposist Awards at Japan Association of Obstetrics Gynecology (JAOG) Meeting 2007
  • FDD – MB Cluster Scholarship (2009 – 2012)
  • Award at SGI Preeclampsia meeting, Sendai, Japan (2009)
  • Young Investigator Award at ISSHP Meeting in Melbourne, Australia (2010)
  • Travel Grant Award ISSHP Meeting 2011
  • Grant Fetal Maternal Foundation, Harris Birthright Unit, King’s College Hospital, London (2010)
  • Shan S. Ratnam – Young Gynaecologist Award (2011), Taipei, Taiwan at AOCOG meeting
  • Young Scientist Award (2013), Bangkok at AOCOG meeting 2013

Other Experience and Professional Memberships

  • Editorial Board Member of Indonesia Medical Journal (2010 – now)
  • Member of Collegium of Obstetrics Gynecology in Indonesia (2004 – now)
  • Member of Collegium of Obstetrics Gynecology in Indonesia (2011 – now)

Selain itu, beliau juga sering melakukan beberapa penelitian baik di dalam maupun luar negeri yang dipublikasikan menjadi jurnal, antara lain. Quantitative rt PCR gene expression analysis of a laser microdissected placenta: an approach to study preeclampsia, Gene expression in chorionic villous samples at 11 weeks of gestation in women who develop pre-eclampsia later in pregnancy: implications for screening. Selengkapnya bisa dilihat disini, berdasarkan pemaparannya terdapat 50 judul jurnal dengan jurnal yang paling banyak dikutip berjudul Lower rate of preeclampsia after antioxidant supplementation in pregnant women with low antioxidant status. Dan menurutku banyak jurnal beliau yang membahas tentang preeclamsia alias hipertensi (tekanan darah tinggi) pada ibu hamil.

Nah itu biografi formal tentang profesi beliau sebagai dokter kandungan, review sebagai pasiennya adalah sebagai berikut.

 

Plus :

Pinter, enggak usah diragukan lah kalau ini soalnya ada embel-embel PhD yang artinya gelar akademik tertinggi yang bisa dokter Yudit capai. Selain itu bisa dibilang dokter ini rajin, karena ditengah kesibukannya beliau masih sempat melakukan penelitian dan menerbikan jurnal. Kewren !!!

Print hasil USG ada tulisan 4D Real Time

Tidak perlu “sengaja” USG 4D, sebagai dokter fetomaternal peralatan USG beliau sudah teknologi 4D jadi setiap pemeriksaan secara otomatis kita melakukan USG 4D, sedangkan jika dengan dokter lain kita harus dirujuk 4D dulu di usia kehamilan tertentu yang biayanya lumayan W.O.W. Banyak pasien Dokter Yudit yang merupakan pasien “kiriman” untuk periksa fetomaternal alias USG 4D. Kalau kita sebagai pasien yang memang tiap bulan periksa ke beliau tidak perlu, so lebih hemat kan hehehe

Teliti dan Menenangkan, yang dimaksud teliti disini ialah ketika beliau memeriksa janin melalui monitor andalannya serta diagnosa hasil lab, jangan kaget kalau kita sebagai pasiennya punya keluhan tertentu lalu dikit-dikit langsung disuruh cek darah atau urin soalnya itu cara mendeteksi dini kalau terjadi sesuatu. Dan sejelek apapun hasilnya beliau dengan santai memberi penjelasan yang menenangkan, ya ini emang pembawaan beliau yang kalem sih, jadi yang awalnya aku takut berubah menjadi lebih optimis.

Perhatian dan Dekat dengan pasien, Jadi pemeriksaan awal kehamilan beliau akan memberikan nomer handphone yang bisa dihubungi, “Nanti kalau ada apa-apa Whats App aja ya” dan baiknya setiap WA apapun selalu dibalas. Tips dariku sebaiknya selalu mencantumkan nama dan usia ( dalam satuan minggu ) kandungan. Tapi lama-lama kan beliau hafal ya, beliau pernah sengaja WA agar aku banyakin minum air putih padahal aku engga WA duluan. Nanyain sudah mules belom, dan lainnya yang bikin kita sebagai pasien merasa diperhatikan. Nomer ini juga bisa ditelfon kalo urgent, kayak dulu pas aku kena tipes, sangking gak sabar WAnya belum dibales langsung aja aku telfon dan alhamdulillah langsung diangkat.

Pro Normal dan Gak Sakit, aku gak bisa jelasin se pro normal gimana Dokter Yudit karena di kasus kehamilanku alhamdulillah lancar cuma gak mules jadi perlu induksi, sebenarnya beliau ngasih opsi nunggu 1 minggu lagi sapa tau aku bisa mules dan lahiran normal secara alami tapi aku sendiri yang memilih induksi. Dan seperti yang aku ceritakan, melahirkan dibantu beliau itu gak sakit soalnya sebelum ambil tindakan gunting beliau bius dulu, hehehe. Kalau seperti itu kan bikin kita gak takut atau trauma melahirkan normal. Ah jadi kangen momen melahirkan,,, Ooppss..

Unik, dokter Yudit terbilang unik menurutku soalnya beliau hampir tidak pernah menggunakan seragam kebesarannya yaitu Jas Dokter. Beliau lebih memilih tampil casual dengan gaya andalannya yaitu kemeja batik dipadukan dengan jeans dilengkapi dengan ransel yang bikin beliau gak kelihatan sebagai dokter. Sewaktu membantuku melahirkan pun beliau menggunakan batik + jeans, kalo gak ada jadwal praktek ples batiknya gak warna putih mungkin beliau gak perlu pake apron, hehehe. Lalu beliau merupakan “Anker” alias Anak Kereta a.k.a KRL . Sebagai dokter poli eksekutif tentu hal ini mencerminkan kesederhanaan selain memang untuk mengindari resiko macet sih, emang lebih gampang naik KRL ples ojek ketimbang terkungkung macet di dalam mobil.

Minus :

Antriannya panjang dan lama, beradasarkan pengalamanku di RS Hermina Bekasi, pasien beliau sangat banyak sampai rebutan sewaktu daftar ulang karena memang no urut berdasarkan kedatangan terutama hari Sabtu. Selain hari Sabtu tetap lama karena beliau memeriksa pasien USG 4D yang memerlukan waktu lama.

Waktu konsultasi tatap muka yang singkat, ini sih tergantung lagi banyak pasien engganya sih, kalau banyak yang bener-bener singkat, jadi kebiasaanya pas masuk ruangan kita langsung disuruh ke ranjang pemeriksaan sekalian dijelaskan tentang kondisi kehamilan setelah itu baru konsultasi di mejanya. Menurutku lagi, kita harus yang rajinnanya sih gimana ini dok, itu dok.. soalnya kalau emang ga ada apa2 ato normal aja beliau gak banyak ngomong sih pokoknya norma aja bagus aja, tapi kita biar plong kan nanya ya. Tapi kekurangan ini tertutupi dengan WA yang selalu di balas sih.

Em Apalagi ya yang bisa menjelaskan tentang beliau, yang jelas dokter Yudit emang rekomendasi banget terutama sebagai ahli fetomaternal. Banyak sebenarnya review tentang beliau di beberapa forum dan blog yang kebanyakan membahas tentang pemeriksaan USG 4D.

Beberapa QnA :

Mirna kok sama dokter kandungan laki-laki ? apa gak risih ?

Aku hanya bisa menjawab mungkin sudah takdir. Awalnya aku promil sama istri beliau dr Rizki Isnaeni. Dan sewaktu dinyatakan hamil eh dipindah jadi pasien suaminya. Ya ini dr Yudit soalnya waktu itu dr Rizki cuti. Beliau ini ahli fetomaternal (kehamilan beresiko tinggi). Karena aku dan suami engga mau gambling dan diawal ditemukan infeksi yang baru ilang pas usia kehamilan 4 bulan, ya akhirnya sampe melahirkan pun sama beliau. Yup dokter cowok. Yang jelas dokternya jarang banget menyentuh pasiennya, dia serba pake alat dan langsung liat monitor.. Baru pas melahirkan aja..

Berapa biaya konsultasi ke beliau ?

Kalo ini bisa langsung dilihat pas registrasi di RS Hermina Bekasi ya berapa biaya dokter spesialis di Poli Eksekutif.  Untuk biaya “sengaja” USG 4D sekitar 1 juta lebih. Tapi kalo aku kan gak perlu ya.

Dimana saja prakteknya ?

Setahuku saat ini beliau praktek di RS Hermina Bekasi, RS Cipto Mangunkusumo, dan RS SamMarie Basra.

Obat yang dikasih banyak gak, mahal gak ?

Menurutku engga sih, dan obat atau vitamin andalannya adalah Prohelic dan Osfit DHA

Well mungkin itu saja penjelasanku tentang Dokter Yuditia Purwosunu.. Oh ya dokternya punya blog juga loh.. Isinya kutipan dan beberapa opininya, http://theunbornpatient.blogspot.co.id/ . Seperti kutipan about me nya “I am an ordinary person trying saving life of fetal and mothers, one at a time – through maternal fetal medicine. Helping is my passion….” Yup He is very helpful so I enjoyed during pregnancy and happy when maternity. Thank you so much doc, see you on the next preganancy ^_^

Wassalamualaikum

source :

http://www.sammariebasra-hospital.com/dr-dr-yuditiya-purwosunu-spog-kfm-phd.html

http://www.obgynfkuirscm.com/?cmd=web&mod=main&section=doctor&action=ddoctor&id=00053

 

  1. Aku bolak-balik ke Sammarie tapi belum pernah ketemu dokter Yudith. Padahal temenku sering USG 4D sama dia di Sammarie. Dulu sekali pernah periksa di Klinik Anggrek RSCM, dokternya cool banget dan yang ngantri buanyaakk.

Let's write your opinion

%d bloggers like this: