Beauty Review

Skincare Saat Hamil dan Menyusui

February 13, 2018

Assalamualaikum beauty enthusiast… apa kabar ?

Sebenarnya udah lama sekali pengen posting skincare saat hamil kemaren tapi euh betapa malasnya aku nulis dan pengennya review satu per satu produknya dulu, karena bisa dibilang aku merubah hampir semua skincare routine yang selama ini aku lakukan, tapi apa daya semua hanya wacana, semua status di sosmed yang menyatakan aku mau nulis tentang skincare itu hanya status belaka karena 1 huruf pun gak ada apalagi draft tulisan, hahaha. So ini tulisan anget-anget kuku *halah tetang skincare yang aku pakai selama hamil dan saat ini sedang menyusui.

Awal tahu hamil aku langsung mengobrak abrik skincare yang selama ini aku pakai, soalnya aku termasuk skincare junkie bukan make up junkie kecuali lipstik sih, hehehe. Untuk itu aku mulai cari tahu kandungan apa saja yang gak boleh dipakai, soalnya setahuku ibu hamil gak boleh pakai produk penghilang jerawat dan pemutih sedangkan ada beberapa skincare yang kupakai berfungsi untuk itu. Setelah searching sana sini, aku lebih suka pemaparan ahli per-skincare-an dari Female Daily Network yaitu Mba Affi Assegaf. Berikut videonya :

Jadi yang terpenting dalam memilih skincare saat hamil adalah pelajari kandungan atau komposisi produk tersebut, kandungan yang jelas harus dihindari itu seperti merkuri, hidroquinon, timbal dan kawan-kawannya yang ngeri banget efeknya, jangankan hamil, yang gak lagi hamil pun gak boleh memakai produk kosmetik dengan kandungan tersebut. Tapi seperti yang mba Affi paparkan ada beberapa kandungan yang sedikit ambigu bagi skincare lover yang awam sepertiku, seperti Retinol atau turunan vitamin A yang biasa ditemukan di produk anti aging, Salicyic Acid (BHA) turunannya yang biasa ditemukan di exfoliation, Benzoyl peroxide yang biasa ditemukan di obat jerawat.

Tapi ada penelitian kalau BHA dibawah 2% masih aman, atau kalau mau pakai yang AHA atau PHA yang diklaim lebih aman untuk ibu hamil. Buatku karena ambigu jadi aku lebih memilih untuk dihindari. Lalu ada satu kandungan tambahan dariku untuk dihindari saat hamil yaitu paraben, namun toh banyak produk diluar skincare yang juga pakai seperti shampoo, pasta gigi dan lainnya. Makanya aku mikir selagi bisa dihindari ya why not soalnya sudah banyak kok yang klaim produknya “paraben free”.

Lalu seperti yang Mba Affi bilang kalau ulasannya tidak menggantikan saran dokter, maka aku juga sempat bertanya ke dokter kandunganku. Katanya sih kalau pemakaian di luar a.k.a di kulit doang dan produknya bisa dijual bebas artinya aman. Yang kudu dicermati adalah produk yang masuk ke tubuh langsung seperti makanan dan minum gitu katanya, hahaha. Jadi dari pada pusing takut ini itu, aku terpyncut sama skincare yang dikalim organic atau natural ala ala gitu, hehehe tapi gak semua sih ada beberapa yang memang produk umum.

Sebelum aku sebutin satu persatu produk yang kupakai, aku mau cerita kalau kulitku saat hamil jadi kusam, hitam, kering kerontang, wkwkwwk padahal biasanya bisa berminyak dan kadang normal tapi kali ini jadinya kusam gak karuan, tapi memang sih aku sedikit takut pakai produk skincare dan make up jadi pas 3 bulan pertama aku cuma pakai sabun muka dan bedak tabur, sempet pakai sunscreen Wardah biar agak mois dikit nyatanya malah jerawatan, okelah skip semua, baru mulai merawat diri lagi ya pas masuk 4 bulan. So ini produk yang aku pakai saat hamil dan menyusui saat ini.

Cleansing

Sewaktu hamil skincare yang paling aku rajin pakai ya cleanser, ya mau gimana lagi muka kusem rasanya dekil pengennya bersihin terus. Produk yang aku pakai dari awal itu The Body Shop Tea Tree Skin Clearing Facial Wash menggantikan facial washku sebelumnya yang ada kandungan whitening nya yang aku ragu memakainya. Lalu aku menambahkan Garnier Micellar Water sebagai tambahan step cleansing biar tambah bersih. Awalnya pengen pakai Bioderma seperti biasanya, tapi paaaas banget saat itu budget buat beli Bioderma gak ada jadilah pakai ini. Jujur sih lebih suka Bioderma, lebih “ngangkat” gitu rasanya, pernah aku review disini juga “Bioderma Sensibio H2O”

Dan pendatang baru di cleansing step ku adalah Lush Ultrabland Facial Cleanser, jujur pas pertama kali pakai aku kurang suka, soalnya bentuknya too creamy jadi kayak makin berminyak gitu pas pakai. Tapi setelah dipakai beberapa kali aku mulai suka, soalnya dia sangat “ngangkat” kotoran, apalagi kalau lagi pakai make up yang foundation and temen-temennya banyak bisa langsung kehapus. Cara pakainya tinggal colek lush ultrabland lalu oleskan ke muka, setelah itu usap dengan kapas, taraaa kotoran ples make up terangkat deh. Hasilnya muka jadi bersih dan tetap lembut. Hore !!! Insya Allah bakal aku review  tersendiri nantinya.

Morning Routine

Dipagi hari, aku biasa memakai essense dan moisturizer. Aku memakai FTE SKII yang udah jadi essence sejuta umat, dengan kandungan Pitera yang diklaim bisa melembabkan dan bikin kulit lebih glowing ini tetap aku pakai saat hamil. Aku sempat membaca ulasan dari Andra Alodita tentang SKII sebagai skin care routine dia saat hamil Aura. Kulitku yang kusam jadi lebih “ternutrisi” dan kaleman dengan memakain FTE SKII ini.

Lalu saat hamil aku menggunakan Enzymion Facial Moituriser dari Lush Cosmetic. Pelembab yang ringan dan nyaman dengan aroman yang menenangkan. Efek dikulitku sangat baik, entah kenapa jadi sedikit lebih glowing dan lembut. Aku pernah membuat reviewnya di sini yang bisa kamu baca “Review Enzymion Facial Moituriser”

Nah aku juga mencoba Sesantia Botanicals Daily Essential Facial C-Serum Jasmine Blossom. Aku menggunakan ini saat trimester akhir hingga saat ini. Awalnya aku pakai pas malam hari, soalnya aku mikir ini kan serum ya tapi setelah aku tanya di akun Instagram Sensatia Botanica ternyata paling cocok dipakai saat pagi hari. Lagi pula meski namanya serum tapi bentuknya creamy gitu sih, jadi emang cocok sebagai pelembab juga. Awal pakai ini juga rada hati-hati karena skincare dengan kandungan vitamin C kalau gak cocok bisa breakout, tapi untungnya kulitku aman-aman saja. Kulit jadi lebih halus, cerahan sedikit banget, dan aku paling suka wanginya. Kapan-kapan aku coba review lebih lengkap lagi mengenai produk ini.

Night Routine

Saat hamil aku hanya menggunakan FTE SKII saat malam hari, itupun kalau ingat ya soalnya pulang kerja udah capek cuma bersihin muka, mandi, sholat, langsung tidur aja. Jadi kadang-kadang skip tapi kalau ingat ya pakai.

Nah pasca melahirkan ternyata aku juga kucel, lah wong begadang melulu yak hehehe. Setelah cari sana sini aku perlu night cream biar mukaku bisa lebih kaleman lagi, sebenernya perlu eye cream juga tapi yah belum nemu yang pas. Jadilah aku pakai ini dulu, Sukin Moisture Restoring Night Cream.

Sukin merupakan merk skincare dari Australia yang klaim organik. Dia punya banyak pilihan skincare yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kulit. Night Cream ini berfungsi untuk mengembalikan kondisi wajah menjadi lebih baik. Kesan yang aku dapet selama pakai adalah nyaman, kulit jadi “ternutrisi”, lembab, kadang agak berminyak paginya kalau kebanyakan pakainya, tapi dia lembut banget sih dan cepet menyerap, wanginya juga enak. Cuma kurang suka sama jar nya yang terbuat dari kaca soalnya takut pecah dan gak ada spatulanya.

Mask

Mask of Magnaminty dari Lush Cosmetic ini aku pakai saat hamil, dengan jangka waktu 4 bulan maka kadaluarsanya pas banget pas mau lahiran. Targetnya sih habis ternyata engga, masih nyisa sedikit. Masker ini wananya hijau, baunya mint dan memiliki scrub. Bisa dipakai tiap hari. Tapi aku pakainya ya bisa selan 3 hari baru pakai lagi. Ini untuk mencegah jerawat sih soalnya hormon kan lagi naik turun ya, kadang kusam kadang berminyak takutnya jerawatan. Efek yang paling aku rasakan sih kulit jadi bersih apalagi kalau membersihkannya dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat, rasanya kotoran di wajah jadi terangkat. Sebernya produk ini bisa dipakai untk seluruh badan tapi aku pakainya dimuka dan tangan aja. Di beberapa review blogger lain bilang kalau ini agak anget bahkan ada yang sampai kepanasan karena kandungan mintnya, tapi di aku sih engga, yang tingling biasa, wajar aja.

Missha Pure Source Sell Mask, awalnya aku maju mundur pakai sheetmask soalnya jarang ada review sheetmask boleh atau tidak dipakai saat hamil. Tapi aku kan cinta mati sama Missha Pure Source Sell Mask yang rice soalnya dimukaku bikin lebih cerahan, jadi aku pakainya pas sudah masuk usia kandungan 8 bulan. Bukan apa-apa sih takut ada kandungan alkohol yang ada di essense sheet mask, tapi ini gak ada sih. Jadi pas kemaren ada temen ke Korea aku nitip lagi dan mulai mencoba varian lain seperti lemon dan tea tree. Kamu bisa baca review lengkapnya di “Review Missha Pure Source Sell Mask Rice”

Sensatia Botanica Acne Clarifying Charcoal Mask, aku pakai pasca melahirkan, menggantikan Mask of Magnaminty dari Lush Cosmetic yang udah kadaluarsa, hahaha. Pertama kali aku pakai masker ini langsung nangis, huahaha. Tingling sencation nya minta ampuuuuuun, padahal aku pakainya gak deket-deket mata sewajarnya aja kayak Magnaminty, lah kok aku jadi “terharu”. Sebenarnya ada 2 indikasi sih kalau tingling gitu, antara produk bekerja dengan baik atau ada kandungan yang gak cocok. Tapi setelah pemakaian ke 2 alhamdulillah baikan. Efek setelah pakai masker ini adalah pori-pori mengecil, keliatan sih itu, kulit jadi halus dan kenyal walaupun pas pemakaian muka seolah ketarik gitu tapi masih enak kok dipakainya.

Pas menyusui ini aku maskerannya seminggu sekali, pakainya 2 masker yaitu Sensatia Botanica Acne Clarifying Charcoal Mask setelah kering dan dibilas, aku maskeran lagi pakai Missha Pure Source Sell Mask varian apa saja sesuka hati, dipakai 15 – 45 (tergantung mood) lalu aku lepas dan biarkan essense kering dengan sendirinya gak pakai cuci muka. Alhamdulillah sih, Nurani gak takut kalau aku maskeran sambil nyusuin dia, wkwkwkwk

Lip Care

Selain muka yang jadi kusan dan kering kerontang, bibirku pun gampang banget pecah-pecah, sedikit-sedikit ngelupas dan karena tanganku “kreatif” jadilah itu aku kelopekin. Alhasil berdarah deh. Makanya kudu di exfoliate dulu agar sel-sel kulit yang mati itu bersih sehingga bibir kembali lembab. Dan memang Lush Bubblegum Lip Scrub bagus banget, gulanya bener-bener gula asli pengen jilat rasanya hehehe. Cuma menurutku kurang kasar ya buat bibirku, kudu ekstra pakenya baru deh kerasa lembut. Dan aku juga sering skip makanya gak habis deh produknya, sungguh ini produk mubadzir bagiku. Tapi enak kok, lumayan sih.

Stretch Mark Warrior

Nah untuk produk mengatasi tanda cinta saat kehamilan alias stretch mark, aku menggunakan 2 produk ini. Aku memakai Bio oil sedari hamil 3 bulan di bagian perut dan dada sehabis mandi pagi dan malam sebelum tidur, tapi tetep ya keluar tanda cintanya walaupun sedikit. Tapi aku tetep nerusin pakai sampai setelah melahirkan, ini botol keduaku.

Karena tahu tetep ada stretch mark saat melahirkan, ada produk tambahan yang aku pakai yaitu Mooimom Stretch Mark Cream. Aku suka produk ini meski gak serta merta menghilangkan stretch mark tapi efek setelah pemakaian di kulit langsung moiz alias lembut gitu.

Keduanya pernah aku review di blog ini ya, monggo dibaca “Bio Oil” dan “Mooimom Stretch Mark Cream”

Kalau ditanya kenapa banyak produk Lush, Itu hanya kebetulan belaka, jadi pas kehamilanku masuk 4 bulan itu pas bulan puasa, eh ndilalah ada temen yang kebetulan tinggal di Kanada mau mudik tapi mampir dulu ke Oxford nengokin adeknya atau gimana lah yang jelas dari situ aku nitip, soalnya doi memang woro-woro mau nitip apa, pas temen lain nitip tas dan barang branded lainnya, aku nitip Lush Cosmetic ini, hehehe.

Soalnya dari searching sana sini Lush itu termasuk skincare dan body care organic yang rekomen banget. Sangking organiknya, masa expired produknya sangatlah pendek seperti sugar lip scrub dan magniminty mask yang cuma bertahan 4 bulan, huhuhu. Mahal mir ? tentu tidak menurutku, lah wong langsung dari sononya, gak pakai ongkos kirim, gak pakai ambil untung, huhuhu. Alhamdulillah.

Nah, pas hamil dan menyusui saat ini aku jadi dibikin penasaran dengan produk lokal Indonesia yang diklaim organik seperti sensatia botanica, the bath box, dan lainnya. Soalnya entah kenapa jadi lebih tenang pakainya, dan seneng pakai produk kosmetik olahan dari negeri sendiri. Ya nanti sambil dicoba aku share pengalamannya hehehe. Soalnya aku sepertinya masih perlu skincare lain seperti toner, eye cream, sun screen dan lainnya untuk melengkapi skincare routine-ku selama ini. Terutama eye cream untuk mengatasi mata panda akibat begadang sebagai ibu baru dan mineral sun screen untuk menjaga dari sinar UV.

Em, the last but not least, Ingat ya kalau skincare memang perlu dicermati ketika hamil namun yang terpenting adalah asupan makanan yang harus benar-benar dijaga karena langsung masuk ke tubuh kita. Tapi menyepelekan kandungan skincare saat hamil juga gak boleh soalnya resikonya macem-macem mulai dari keracunan kehamilan hingga dampak buruk pada janin, huhuhu naudzubillah. (ini sih kata obgyn)

Well, semoga bermanfaat ya… dan siapa pun yang nyasar ke tulisan ini saat hamil aku ucapkan selamat ya… dan yang lagi program hamil semoga dilancarkan…Aamiin

Terima kasih sudah baca

Wassalamualaikum

 

 

  1. Aku juga saat hamil tetap perawatan mbak. Malah jadi makin semangat. Kayak ya sih bawaan bayi hehhe. Cuma tetap pilih2 juga produknya. Maklum khawatir klo ada efek samping ya mba. Serem aja

Let's write your opinion

%d bloggers like this: