Curhat | Self Reflection

Hello September, I Hope Will be Better

September 7, 2018

Assalamualaikum, apa kabar?

Time flies so fast, perasaan baru kemaren deh tahun 2018 dimulai, eh taunya sudah bulan 9 aja, kalau sudah gini bentar lagi tahun baru lagi, Masya Allah. Sebenarnya bingung juga bulan ini akan seperti apa soalnya aku tidak punya plan khusus yang biasanya sudah terlihat di minggu-minggu akhir bulan sebelumnya. Mungkin ritme bulan ini akan berjalan lebih tenang sepertinya. Untuk itu aku hanya bisa menjalani apa adanya dan sebaik mungkin yang bisa kulakukan. Selebihnya, ku pasrahkan saja mau gimana soalnya aku merasa kemarin aku begitu ngoyo menjalani apapun sampai kadang stress dan sedih kalau gak kesampaian.

Sebenarnya tahun ini memang tahun yang sangat lumayan menguras air mata, karena banyak drama, dan banyak perubahan yang kualami sebagai manusia. Salah satu hal yang paling kentara adalah statusku yang sudah menjadi ibu. Gagap menjadi orang tua atau Post Partum Depression yang gak ketahuan. Ya emosi dan pikiranku gampang banget berubah naik turun, huhuhu.

Tidak Menggantungkan Kebahagiaan Kepada Orang Lain

Mungkin klise sih ya, tapi sebagai orang yang moodie, emosionalku belakangan banyak tergantung pada orang lain. Aku yang sudah biasa hidup sendiri lalu menikah lanjut punya anak dan sekarang tinggal bareng orang tua itu rasanya lumayan adaptasinya. Interaksi yang kadang bisa bikin salah arti lalu kepikiran sendiri. Belum lagi dengan teman di kantor yang memang gak bisa terus stabil pasti ada pasang surut. Tapi semua hubungan pasti engalai pasang surut sih

Untuk itu aku berusaha mengatur kewarasan, mengendalikan perasaan agar tak terlalu bahagia jika ujung-ujungnya kecewa tak terlalu sedih jika ujung-ujungnya juga akan hepi. Mbulet ya jelasinnya er tapi intinya berarti adalah pengendalian terhadap diri sendiri bukan karena orang lain. Aku perlu mengontrol kebahagiaanku sendiri, agar tak mudah jatuh dan terpuruk karena orang lain.

Tentang Penerimaan Terhadap Keadaan

Seiring berubahnya keadaan nyatanya tak semua berdampak baik, kadang ada celah dimana aku merasa kurang, kok aku belum bisa gini kok anakku belum bisa itu kok suamiku kok bundaku terus aja seperti itu. Ya itu tadi, semua berjalan begitu cepat diluar prediksi dan harapan. Kalau sudah seperti itu ya gimana harus menerima, pasrah, tapi tetap berusaha semampu kekuatan tidak dipaksakan. Semoga kedepannya aku lebih baik dalam hal ini.

Belajar dan Menjalani Aktivitas Yang Disenangi

Karena begitu banyak aktivitas dan pergolakan batin, aku perlu stress release dan ini masih kupelajari gimana cara terbaik dan tercepat untuk itu. Tentu berdoa dan mengadu pada Allah merupakan cara cepat untuk memiliki sedikit kelegaan. Selanjutnya ya seperti ini, menulis di blog, melakukan aktivitas apa yang membuatku bahagia, sepertinya sudah lama aku tidak membaca novel yang dulunya ampuh membuatku memiliki dunia sendiri sejenak.

Ah, semoga aku lebih baik lagi.

Maaf ya kalau sudah buang-buang waktu baca tulisan tanpa konklusi seperti ini, mungkin kalau pembaca lama sudah tahu arahnya kemana, ya seperti ini diawal bulan aku nulis tulisan receh tapi yang penting bikin aku lega, bukan begitu kah selayaknya blogger asalnya? menceritakan apa yang dia rasakan dan menulis apa yang dia pikirkan.

  1. Memang blogger begitu kok, menceritakan apa yang dia rasakan dan menulis apa yang dia pikirkan. Malah saya lebih suka tulisan yang seperti ini karena terasa lebih dekat dengan pembaca. 🙂

Let's write your opinion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: