Parenting | Pendidikan

Pentingnya Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

By on August 14, 2018

Assalamualaikum semua, apa kabar?

Aku merupakan ibu yang melahirkan generasi Z, generasi setelah milenial yang kehidupannya tidak dapat lepas dari teknologi digital terutama internet. Pasalnya untuk anak sekecil Nurani saja sudah paham ketika dia sedang dimbil foto atau video untuk dimasukkan sebagai “insta story” dengan gawai. Memang anak usia balita itu seperti kaset, semua hal dia rekam dengan baik dan mencobanya. Makanya saat dia melihat orang di sekelilingnya sering menyentuh dan memainkan gawai, hal itu membuatnya penasaran, sehingga ketika lengah dia bisa mengambilnya. Tapi bagi anak seusia Nurani yang masih 8 bulan sih belum terlalu paham ya kegunaan gawai itu untuk apa, paling dia pegang, diperhatikan dengan membolak-baliknya, dan yang sering dilakukan setelahnya yaitu melempar atau memukul-mukulkan gawai ke lantai atau tembok.

Lalu sebagai orang tua bekerja yang tak jarang membawa pekerjaan ke rumah, bahkan meja kerja suami berada di dalam kamar tidur, membuat Nurani sering melihat aktivitas orang tuanya bekerja menggunakan laptop. Sama halnya dengan gawai, ketika lengah dia bisa memencet tombol di laptop sambil berusaha berdiri. Dia merekam dengan baik apa yang kami lakukan, sampai membuka dan menutup laptop pun dia bisa. Oleh karena itu, sebagai orang tua, aku dan suami serta keluarga yang lain sangat sadar bahwa zaman telah berubah, teknologi begitu dekat dengan anak, kami tidak bisa melarang namun yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan dengan baik serta mengatur pola asuh yang sesuai untuknya. Toh nanti di masa depan dia akan menemui hal-hal yang lebih canggih lagi jadi kami perlu mempersiapkan hal itu.

Fenomena dan Tantangan Mendidik Anak di Era Kekinian

Kalau dulu anak bermain dengan leluasa di lapangan seperti petak umpet, masak-masakan, boneka dan aktifitas bermain fisik di luar rumah, namun saat ini sudah bukan zamannya. Dari statistik di atas ada sebagian anak yang sudah menghabiskan waktunya untuk menggunakan internet. Bagiku itu angka yang lumayan ya, mengingat zamanku dulu saat usia segitu kebetulan memang sudah memiliki handphone namun belum menggunakan internet, karena perlunya cuma untuk telfon minta jemput saat pulang sekolah.

Bisa dilihat saat ini banyak anak yang masih usia dini sudah memiliki smartphone sendiri. Hal ini pun memunculkan fenomena lain dimana anak yang dulu kalau ditanya cita-cita seringkali menjawab ingin menjadi dokter, guru, polisi dan lainnya, namun seiring bergesernya perilaku anak membuatnya memiliki minat yang berbeda, sesuai tokoh yang sering mereka lihat di dunia maya seperti youtuber atau vlogger, blogger, influencer, gamers bahkan kemarin sempat heboh Tik Toker.

Namun seiring banyaknya pengguna internet usia anak-anak tentu tantangan dalam mendidiknya pun berubah. Jika dulu anak susah belajar karena kebanyakan main layang-layang misalnya namun saat ini bisa jauh lebih sulit dari itu. Tantangan mendidik anak di era digital meliputi :

Continue Reading

Review

Mengatasi Minggu Terberat dengan Mère Natural Essensial Oil

By on August 11, 2018

Assalamualaikum semua, apa kabar? semoga sehat ya .

Bingung mau cerita dari mana soalnya emang udah jarang banget update blog diantara sederet alasan males tapi memang kesibukan akhir-akhir ini tuh menyita waktu dan tenaga. Sampai akhirnya sekelurga pun babak belur rasanya, padahal sudah 1 bulan ini aku resmi memakai jasa asisten rumah tangga. Tapi Qadarullah kok ya ada aja kerjaan rumah, yup 3 minggu ini rumah direnovasi lebih tepatnya mengganti baja ringan dan cat ulang. Meski bukan rumah sendiri tapi toh kami tinggal disini dan demi kenyamanan sendiri jadilah mau aja direnovasi. Untungnya rumah ini terdiri dari 2 lantai jadi kami tetap bisa tinggal di lantai bawah.

Bulan ini Nurani memasuki usia 8 bulan, bener-bener waktu berjalan begitu cepat, dari bayi merah yang mungil sekarang udah jadi bocah yang alhamdulillah aktif diberbagai sisi. Selalu ada aja tingkah lucu sampai ajaib yang sering dilakukannya. Meski aktif dan ceria tak jarang Nurani juga suka moodie, rewel, apa yang dilakukan rasanya salah. Kalau marah, dia suka teriak lalu gigit gemes tangannya sendiri. Apalagi awal-awal renovasi kan berisik, terus seminggu ditinggal ayahnya dinas luar, udah deh malemnya ngalem sama ibunya, sampai puncaknya hari Jumat tepat 5 hari ayahnya pergi Nurani gak mau tidur malem. Kemana-mana maunya ikut digendong.

Aku pikir setelah ayahnya datang cranky Nurani akan hilang lah kok sama aja. Jadi pas weekend ayahnya datang dia mulai ceria jadi kuajak ke acara pertemuan kampung untuk pemilihan ketua RT yang baru. Di tengah acara Nurani ceria, main dengan kakek nenek tetangga dan bocah sepantarannya. Tapi pas pulang ke rumah lah kok rewel lagi, berbagai cara ngilangin kerewelannya tak kunjung berhasil, pijat, nenen, ganti baju dan lainnya. Rasanya luar biasa. Dan itu berlanjut di hari-hari berikutnya. Sampai akhirnya aku dapat kiriman Mère Natural Essensial Oil.

Continue Reading

Jalan-jalan

Tempat Camping Super Asik untuk Liburan Akhir Pekan Ini

By on August 9, 2018

Assalamualaikum, apa kabar?

Sudah 2 hari aku cuti gak masuk kerja soalnya kondisi kesehatan yang nge drop luar biasa. Sudah lama aku gak pernah setepar ini, mungkin ini akibat terlalu memforsir diri sendiri sehingga kurang istirahat, kurang olahraga dan mungkin kurang piknik juga. Jadi sebenarnya sadar atau engga, kesehatan jiwa tuh ngaruh juga ke kesehatan raga, makanya gini deh jadinya.

Pekerjaan yang terus menumpuk memang harus dikurangi bebannya supaya kita tetap “waras” dan siap menghadapi tantangan di setiap harinya. Daripada menghabiskan akhir pekan dengan kegiatan yang membosankan di rumah, mungkin camping di daerah pegunungan dengan mengajak teman-teman sekantor atau keluarga besar bisa menjadi solusinya. Udara yang segar pegunungan bagus untuk mengusir toxin dari polusi udara yang udah terlanjur masuk ke badan selama ini.

Nah, dulu aku termasuk orang yang rajin camping ke gunung, masih ingat rekor naik gunung tercepat yang pernah aku capai. Tapi rasanya kok sekarang agak susah secara sudah punya anak, tapi aku sebenernya juga pengen ngajak Nurani buat naik gunung suatu saat nanti. Mungkin sebagai pemanasan, Nurani diajak dulu camping ceria. Aku sudah mencari tempat kemah yang dekat dengan ibukota dan punya suasana asik untuk liburan akhir pekan bareng teman atau keluarga, yuk kepon apa aja :

Continue Reading

Review

Faber-Castell Colour To Life : Mewujudkan Tokoh Khayalan Menjadi Kenyataan

By on August 7, 2018

Dari kecil aku tuh paling gak bisa kalau disuruh mewarnai apalagi menggambar. Bisa dibilang aku gak berbakat untuk melakukan hal tersebut. Masih ingat jelas waktu TK pernah ikut lomba mewarnai, tapi karena buntu ide dan nengok kanan kiri akhirnya aku mewarnai roda kereta api dengan warna coklat semua, sudah dipastikan dong ya aku kalah. Pelan tapi pasti kemampuanku dalam hal menggambar dan mewarnai ya gitu-gitu aja gak ada kemajuan.

Tapi aku tetap berusaha mengikuti cara mewarnai teman yang lain, apalagi dulu orangtuaku selalu mendukung dengan membelikan pensil warna dan crayon Faber Castell yang memang sudah terkenal paling bagus, ya walaupun harganya juga lumayan bagi kami waktu itu.  Soalnya, meski kemapuanku menggambar kurang tapi sebenarnya aku suka sekali dengan seni rupa, bunda lah yang selalu membantuku mengerjakan setiap karya. Ya walaupun kaku banget lah hasilnya kurang “nyeni” beda sama teman yang corat-coret aja keliatan artistik. Kalau dipikir sekarang, mungkin dari 8 kecerdasan majemuk ternyata kecerdasan visual – spacialku kurang, makanya mau gimana pun hasilnya gak masimal, toh keliatan juga sekarang udah gede jadinya apa, hehehe.

Continue Reading

Beauty Review

Tips & Tutorial Makeup Untuk Bridesmaid

By on August 2, 2018

Halo beauty, assalamualaikum..

Akhirnya aku nulis lagi tentang makeup karena sudah lama aku gak pernah update lagi tentang makeup ataupun review produk makeup yang aku lagi pakai saat ini. Emang sih, aku kan anaknya makeup amateur, suka main make up tapi sayangnya suka gak telaten alias males, apalagi semenjak jadi ibu, bareface is my favorite, tapi lipstick jadi barang penting biar gak keliatan pucat. Bodo amat deh sama bedak, apalagi foundation, blush dan sekawan lainnya itu. Tapi eh tapi, my beloved friend, Nurul Inayah Ika bulan ini nikah, karena se genk mau gak mau aku jadi bridesmaid untuknya, *Ooppss.

Untuk itu aku mulai bebenah makeup tools yang aku punya biar kata gak terlalu komplit tapi yang basic tetep harus ada. Toh, aku kan jadi bridesmaid kan bukan yang mau nikah jadi tidak serempong itu, tapi tetep sih penampilan harus dijaga mengingat aku akan menjadi pelayan mempelai perempuan selama pernikahan, jangan sampai berantakan yang bisa membuat mood pengantin ikut berantakan, hahaha. Karena percayalah saat nikah itu rasanya dag dig dug, support orang terdekat penting supaya kebahagiaan yang muncul saat pesta pernikahan berlangsung.

Yup, kali ini aku mau sharing tentang tips make up untuk menjadi bridesmaid, kira-kira apa aja sih ?

Continue Reading

Curhat | Self Reflection

Overweight and Overbudget

By on July 7, 2018

Hai hai assalamualaikum…

Everythings gone be over beb haha.. Kalo lihat foto diatas, itu aku lagi buka puasa di Gyukaku, jujur aku syok pas tau difoto keliatan ginuk-ginuk banget yang dengan pedenya makan all you can eat di Japanese restaurant. Yup cerita receh kali ini tentang diriku yang sedang dihadapkan dengan ke-over-an. Overweight for my body and overbudget for my financial condition. Sebenernya bagaikan gunung berapi, semuanya belum sampai waspada sih cuma siaga satu, cuma it’s means aku kudu hati-hati dong ya, aku harus punya alarm pada diri sendiri supaya tidak kebablasan.

Ini tuh berawal dari mudik yang ceritanya belum ketulis sama sekali di blog ini. Pas mudik kemaren rasanya semua jadi over. Pasalnya pas mudik ke Surabaya aku sengaja gak masak biar gak perlu beberes rumah lagi yang nantinya akan ditinggal setahun karena semua penghuninya sudah tinggal di Jakarta saat ini. Jadi pertimbangannya biar praktis dan mikirnya beli makanan di Surabaya itu murah ples aku memang lebih suka jajan, secara aji mumpung gitu makan makanan yang jarang aku temui kalau di Jakarta.

Continue Reading