Financial

Merencanakan Masa Depan Pendidikan Anak

By on September 4, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Hola Halo keinatralala readers,

Sebagai anak tunggal yang ditinggal meninggal ayahnya sejak bayi maka peran bunda sangat penting dari segala aspek terhadapku. Bunda membesarkanku, memberikanku pendidikan terbaik, dan tentunya menyayangiku. Apapun dikerjakan bunda demi membayar sekolah yang bisa dibilang tidak murah.

Meski hidup sederhana namun Bunda tahu pendidikan yang terbaik bagiku, sejak taman kanak-kanak aku sudah di masukkan ke sekolah terbaik bahkan teman sepermaianan di rumahku tidak ada yang sekolah disitu. Masuk Sekolah Dasar pun demikian, aku di masukkan sekolah favorit yang terkenal bayarnya mahal meskipun negeri, belum lagi buku bahan pelajarannya  yang harus dibeli dengan kriteria dari penerbit semacam Erlangga, Grafindo dan lainnya, berbeda dengan sekolah lain di kala itu yang masih bisa dipinjamkan dari perpustakaan.

Selain itu, aku adalah anak yang banyak tingkah, dan sekolahku memfasilitasinya dengan mengadakan ekstra kulikuler yang hampir semua aku ikuti mulai dari paduan suara, gamelan, drama, puisi, banyak banget lah kegiatanku dari kecil, emang pada dasarnya aku orang yang gak mau diem. Dan itu perlu biaya karena harus beli perlengkapan, seragam, dan bayar pengajar soalnya aku juga ikut sanggar seni waktu itu.

Gimana Bunda bayar ? Sungguh Bunda pontang-panting waktu itu, mulai kerja di toko, disambi jual makanan, dan bunda juga menerima orderan payet (pasang monte). Capek? iya, pake banget. Karena aku sering butuh pengeluaran yang mendadak dengan jumlah banyak. Untungnya Allah itu Maha Tahu, usaha tidak akan membohongi hasil, aku selalu mendapat beasiswa dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi anugerah lain seperti bakat yang menghasilkan mulai dari dipanggil untuk membaca puisi, menyanyi dan menulis.

Berdasarkan pengalaman seperti itu aku tidak ingin pendidikan anakku kelak tidak terencana dengan baik. Mungkin Bunda sudah tahu sekolah mana yang bagus untukku namun beliau tidak merencanakan dana yang kemungkinan akan dihabiskan untuk itu. Aku pun demikian, saat ini mungkin sudah banyak informasi tersebar di internet tentang sekolah terbaik, tempat les terbaik, dan lainnya. Namun sudahkah aku merencanakan dari segi keuangan? belum, banyak perusahaan yang sudah memberikan tunjangan melahirkan untuk pegawainya namun tidak untuk pendidikan anaknya. Untuk itu aku perlu mempersiapkannya dari sekarang!

Continue Reading

Financial

Manajemen Keuangan Menjelang Lebaran

By on June 25, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin tak ada kaya
Semua sama di depan Tuhan
Yang berbeda cuma amalnya
Semua ingin Lailatul Qadar
Semoga kita mendapatkannya

Lirik terakhir lagu “Lebaran Sebentar Lagi” yang mengisyaratkan sebentar lagi kita akan memasukin 10 malam terakhir Ramadhan yang selanjutnya disambut dengan Lebaran. Semua orang berlomba untuk makin memperbanyak amal dan ibadah untuk mendapat keistimewaan malam yang hanya ada di bulan Ramadhan yaitu Lailatul Qadar.

Namun sebagai warga media sosial yang kekinian *halah.. biasanya sudah banyak bermuculan Meme di FB / Twiter/ Instgram/Path dan temen-temennya itu tentang “Pertanyaaan horor lebaran : Kapan Nikah?” atau Meme “Es Teh apa yang paling enak pas berbuka? Es TeHaEr (Tunjangan Hari Raya) wkwkwk…

Mungkin bahasan THR sudah tidak begitu menggangung mengingat sudah banyak yang dibagikan kalau perusahaannya mengikuti aturan pemerintah mengenai jadwal maksimal oemberian THR yaitu Minggu ke 3 puasa.  Nah kali ini aku ingin membahas hal yang sedikit serius mengenai Manajemen Keuangan Menjelang Lebaran.

 Menjelang lebaran banyak kebutuhan yang diperlukan, semua berbondong-bondong membelajakan uannya karena pada lebaran ada tunjangan hari raya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuha tersebut. Banyak diskon yang sengaja dilakukan oleh berbagai departemen store, super market dan lainnya untuk mendongkrak penjualan di menjelang lebaran.

Karena di Hari raya nan suci itu identik dengan sesuatu hal yang baru, selain hati baru setelah ditempa saat ramadhan, ada yang lain juga seperti baju baru, sendal baru, motor baru, gorden rumah baru dan lainnya. Belom lagi amplop lebaran yang disebar untuk keponakan maupun bocah sekitaran rumah. Bisa jadi gaji bulanan dan tunjangan lebaran tak cukup memenuhi kebutuhan jika diatur sembarangan.

 Jadi bagaimanan menyiasati keuangan menjelang lebaran ?

Continue Reading