IT | Kesehatan | Review

Medi-Call Menjawab Keinginanku Saat Butuh Dokter Kapan Saja dan Dimana Saja

By on February 23, 2017

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Suatu siang di bulan Ramadhan, aku pulang sekolah seperti biasanya, namun yang berbeda waktu itu adalah aku begitu letih bahkan jalan pun sempoyongan. Setelah berhasil masuk rumah dan salam, aku pun menjatuhkan diri ke sofa ruang tamu. Diam disitu sampai Eyang Putri datang menghampiri. Eyang kaget melihat kondisiku yang gak karuan dengan keringat yang bercucuran. Karena dirumah cuma ada aku, eyang kong, dan eyang putri yang notabener sudah sepuh jadinya aku disuruh pindah sendiri di kamar. Tapi aku benar-benar lemah, jangankan pindah tempat wong ngomong saja susah, soalnya aku mengalami sesak nafas.

Eyang putri memaksaku membatalkan puasa dengan meminum teh hangat untuk memberi kekuatan.  Sementara nafasku tetap tersengal-sengal dan berbunyi. Belum lagi detak jantung yang berdebar lebih cepat daripada biasanya. Aku pun memaksakan jalan, selangkah demi selangkah sembari mengatur nafas. Perjuangan luar biasa untuk akhirnya bisa naik kendaraan menuju klinik terdekat. Andai saja waktu itu sudah ada aplikasi seperti Medi-Call yang bisa memanggil dokter saat dibutuhkan dimanapun aku berada, aku tidak akan kesusahan ke klinik saat sesak nafas tiba-tiba datang.

Continue Reading

Financial | IT | Review

Aman Belanja di Sosial Media Pakai Uangku

By on November 10, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Hola Halo Keinatralala readers,

Sosial media emang gak ada habisnya untuk diperbincangkan, apalagi ditengah gencarnya kampenye pilkada dan isu panas lainnya, lepas dari itu sosial media memang banyak digandrungi lantaran fungsinya yang beragam mulai dari sekedar posting status apa yang sedang dirasakan atau alami, berbagi foto hasil jalan-jalan atau mencoba resep baru, video tutorial, foto untuk jualan, video testimoni, menulis opini tentang suatu hal, dan lain-lain bisa di lakukan.

Nah ngomong-ngomong masalah jualan di sosial media, kayaknya metode jualan di instagram, facebook, twitter dan berlanjut di messenger semacam Line dan Whats App semakin hari semakin banyak dilakukan. Hayo siapa yang sering belanja lewat media sosial ? Ngaku – ngaku. Sadar gak sih ada perpindahan cara jualan online? Saat ini sudah bukan marketplace yang berbasis di website lagi yang banyak diminati pembeli. Tapi peran media sosial yang lebih sering dibuka untuk update ini itu, memicu penjual untuk membuka lapak disana. Transaksi seperti ini memiliki istilah bernama Social Shopping.

Continue Reading

IT | Review

8 Langkah Mudah Ubah Akun Instagram Menjadi Profil Bisnis

By on August 30, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Hola Halo keinatralala readers,

Kemarin di ranah temen-temen blogger pada ramai gimana mengubah profil instagram menjadi blogger atau personal page sehingga bisa di ketahui grafik statistik pengunjungnya yang bisa dijadikan tools untuk diajukan ke Brand sebagai pertimbangan kerjasama. Untuk lebih lengkap tentang “Manfaat apa sih yang didapat dari Profil Bisnis Instagram” kamu bisa baca postingan Nurul Innnayah dibawah ini.

Baca juga : 9 Hal Penting Tentang Profil Bisnis di Instagram

Nah, hari ini aku mencobanya 10 menit sebelum istirahat kerja eh buka TL Twitter makpuh Indah Juli yang nge retweet akun M ARif Rahman tentang merubah akun instagram menjadi profil bisnis. Langsung lah aku googling.

Setelah buka beberapa web hampir semua top post di si mbah yaitu dengan memasukkan akun instaram di halaman atau fanpage yang sudah kita buat di facebook. Fanpage itu bisa kategori online shope, blogger, artist dan lainnya.

Eng ing eng, aku pun mencoba nya.. Tapi  ada tahap dimana harus memasukkan password instagram tapi aku lupa -_-. Lalu njilalah aku iseng membuka pengaturan instagram.. daaaaan hasilnya bisa, yuk ikuti langkahnya.

Continue Reading

Give Away | IT

Kartini Masa Kini Wajib Melek Teknologi

By on April 21, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu.

Selamat Hari Kartini Perempuan Indonesia !

Yup, Memperingati Hari Kartini selalu identik tentang kesetaraan Perempuan Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang sama dengan laki-laki. Namun era sudah berubah bukan melulu kesetaraan gender seperti itu yang perlu diperhatikan, berkembangnya zaman menggiring perempuan untuk ikut serta dalam menjawab tantangan masa depan yaitu teknologi informasi dan komunikasi.

Bagaimana ceritaku di dunia teknologi ?

Continue Reading

IT

Cara Menambah Font Vintage di Komputer

By on November 24, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Kali ini aku ingin sharing tentang cara menambah font di komputer… Sebenarnya latar belakang aku nambah font lantaran aku ingin membuat ilustrasi blog sendiri, jadi perlu font menarik untuk mempercantik ilustrasi tersebut. Karena yang lagi nge hits adalah huruf vintage dan retro makanya aku tertarik nambah font dengan tipe tersebut. Well, berikut langkah-langkahnya :

  • Buka http://www.1001fonts.com/vintage-fonts.html disana ada banyak pilihan font yang free, Selain vintage juga ada pilihan tema font lainnya, klik download

 

Buka 1001 fonts

Continue Reading

IT

How IT Cand Do to Reduce National Food Import? (Translation)

By on August 25, 2015
Indonesia merupakan negara agraris dengan potensi alam yang cukup besar untuk berkontribusi pada pembangunan nasional dan peningkatan ekonomi negara. Beberapa daerah di Indonesia berada di khatulistiwa, itu membuat iklim negara cukup baik jika dikembangkan sebagai negara pertanian. Penduduk Indonesia juga sebagian besar tergantung pada sektor pertanian. Sektor pertanian dalam hal ini meliputi pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan memiliki potensi untuk menyerap tenaga kerja. Data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Badan Statistik pada Agustus 2012, jumlah tenaga kerja pertanian 38,8 juta orang, atau 32,94% dari total tenaga kerja nasional.
Pada World Food Summit (1996) mendefinisikan, Ketahanan Pangan terjadi ketika semua orang secara terus menerus apakah akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap pangan memiliki makanan yang cukup / memadai, bergizi, dan aman yang memenuhi kebutuhan dan pilihan mereka makanan untuk hidup aktif dan sehat . Sebagai salah satu negara yang menandatangani, pemerintah Indonesia menunjukkan tekad mereka dengan menuangkan ketahanan pangan di sejumlah UU. 7 Tahun 1996 yang mendefinisikan ketahanan pangan sebagai syarat untuk pemenuhan pangan rumah tangga tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik dalam kuantitas dan kualitas, aman, merata dan terjangkau.

Import komoditas pangan telah dilakukan sejak tahun 1998 sampai sekarang, jumlahnya semakin meningkat pada tahun berikutnya. Ironis memang ketika melihat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia yang dikembangkan untuk pertanian dan agribisnis masih mengalami kekurangan. Indonesia pernah disebut sebagai ‘Macan Asia’ yang artinya mampu swasembada pangan sehingga bisa menjadi eksportir pangan negara Asia lainnya, tapi sekarang pada kenyataannya Indonesia menjadi importir.  Ketergantungan impor bahan pangan menempatkan Indonesia sebagai importir kedua untuk komoditas beras dan gandum di dunia. (Sumber : http://www.unisosdem.org yang sudah direvisi pada 12 Juni 2015)


Berdasarkan data BPS tahun 2012, ada beberapa komoditas pangan yang selalu diimpor Indonesia. Komoditas seperti beras, jagung, gandum, kedelai, gandum, gula, ayam, tepung, garam, singkong, dan kentang. Sepanjang tahun 2012, impor beras mencapai 1,8 juta ton dengan nilai US $ 945.600.000. Negara terbesar memasok beras ke negara adalah Vietnam dengan total 1,1 juta ton senilai US $ 564.900.000. Selain itu, Australia adalah pemasok terbesar di negara itu garam sebanyak 1,6 juta ton dengan nilai US $ 80.900.000. Sementara Amerika menduduki peringkat kedua sebagai pemasok kentang adalah sebanyak 8.695 ton dengan nilai US $ 7,5 juta. (Sumber: asiabusinessinfo.com pada 6 Februari 2013)
Dampaknya adalah produk pertanian dalam negeri tergerus aliran dari impor yang ada. Penjualan produk pertanian domestik menurun karena pasar didominasi oleh impor yang harganya lebih murah. Ini adalah kesalahan dalam menetapkan kebijakan impor pangan yang membuat petani dalam negeri tidak bisa menjual barangnya dengan baik. Jika ada masalah kekurangan pangan di beberapa daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia dan daerah sekitarnya seperti Nusa Tenggara, pemerintah dengan mudah menandatangani perjanjian dengan impor asing untuk didistribusikan ke daerah tersebut. Sementara, ada beberapa daerah di Indonesi yang terkenal dengan hasil pertanian mereka  yang baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan di wilayah sendiri tersebut bahkan mungkin lebih dan dapat didistribusikan ke daerah lain.

Memang, tidak semua daerah memiliki tanaman yang termasuk dalam kategori bahan pangan karena kondisi yang daerah Indonesia yang berbeda-beda. Tapi tentu saja ada daerah yang berpotensi untuk dikembangkan dalam sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan bahan pangan lainnya yang mendukung kebutuhan masyarakat seperti buah-buahan, sayuran, ikan, garam, dan lain-lain. Hasil ini dapat didistribusikan dengan baik di seluruh wilayah Indonesia. Namun nyatanya, distribusi barang kurang optimal sehingga masih ada daerah yang mengalami krisis pangan.

to be continue

Continue Reading