Gunung | Jalan-jalan

3 Jam Lari ke Kandang Badak

By on October 25, 2016

Assalamualaikum Warrahamtullahi Wabarrakatu

Hola Halo keinatralala readers,

“Mir, kamu jadi tim buka tenda ya?”, ujar Ka Eko, salah satu senior pecinta alam kampus. “Oke”, tukasku. Perjalanan kali ini sedikit berbeda lantaran ada misi yang dilakukan bukan cuma naik gunung dan menikmati matahari terbit semata. Dalam memperingati ulang tahun mapala, aku dan teman-teman akan melakukan kegiatan bersih-bersih gunung Gede dan Pangrango.

Sesungguhnya, aku bukanlah salah satu anggota mapala kampus, aku hanya seorang jurnalis kampus yang sering meliput kegiatan mahasiswa, tapi semenjak ikut liputan pendakian masal dan sukses naik gunung pertama kali yang menghabiskan waktu selama 9 jam untuk sampai ke perkemahan, aku jadi sering diajak teman-teman mapala naik gunung baik itu resmi kegiatan kampus maupun acara hore-hore kepingin menari di atas awan.

Continue Reading

Gunung | umum

Wisata Gunung Kelud Dulu dan Kini

By on April 22, 2016

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Dulu, aku suka mendaki gunung. Namun terhenti semenjak sibuk Tugas Akhir hingga menikah belum sempat hiking sama sekali. Impian bisa berada di puncak Mahameru sebelum menikah pun entah menguap begitu saja. Jujur agak nyesel sih, apalagi suami beda hobi, doi kurang suka naik gunung katanya capek. Jadi belum punya tandem yang pas buat “muncak” lagi..

Well, liburan imlek kemarin… Yah udah lama banget yah 2 bulan yang lalu aku berkesempatan main ke Nganjuk lantaran sahabatku si Agnes menikah. Mumpung lagi di sini aku ngajakin yang lain main ke Gunung Kelud yang berada di Kediri. Ya sekitar 2 jam perjalanan lah ya dari Nganjuk ke Kediri mengingat itu lagi long weekend jadi jalanan agak macet.

Aku pernah ke Gunung Kelud dulu sama mama dan papa. Kalo orang-orang habis sholat Idhul Fitri kan silturahim ya, kami kami engga. Sehabis sholat, nyekar ke makan eyang lalu cus ke Gunung Kelud coba… duh duh.. pake acara kehabisan bensin pula di tanjankan gunung gegara papa ngeyel buat ga ngisi bensin dulu. Cerita lengkapnya ada di “Libur Lebaran Asik Wisata Gunung Kelud

Continue Reading

Give Away | Gunung

Libur Lebaran Asik Ke Wisata Gunung Kelud

By on December 17, 2013

Lebaran tahun ini (2013) aku pulang ke kampung halaman tercinta, Surabaya. Tapi pas H-2 lebaran aku sama papa dan mama mudik ke kota kelahiran mama, Kediri. Ada alasan yang membuatku memilih sholat Ied bareng mereka yaitu iming-iming liburan ke Wisata Gunung Kelud. Karena rencanaku sebenernya ingin naik gunung semeru mumpung libur lebaran bertepatan di bulan agustus, ingin rasanya bisa mengibarkan merah putih saat 17 agustus di Mahameru, tapi apa daya restu orang tua membuat rencana itu tak bisa aku realisasikan. Dan sebagai gantinya mereka mengajakku ke Wisata Gunung Kelud toh aku juga belum pernah kesana jadi tak apa lah kesepakatan itu aku terima.

Perjalanan dimulai sekitar jam 10 malam dari Surabaya menuju Kediri, arus kendaraan saat itu lumayan banyak, sepertinya banyak pemudik yang memang memilih perjalanan malam untuk menghindari kemacetan dan panasnya siang hari. Jadi kira-kira perjalanan memakan waktu 4 jam. Selama di Kediri, kami tinggal di rumah orang tua mama, tapi karena orang tua mama sudah meninggal dan sodara yang lain pada pulang ke rumah mertuanya sehingga cuma kami ber 3 yang ada dirumah. Lumayan sepi sih tapi seneng aja…

Hari pertama di sana, pagi-pagi aku, mama, dan papa pergi ke salah satu pasar terbesar di Kediri, Pasar Setono Betek, atau biasa orang menyebutnya Pasar “Mbetek“. Aku dan mama belanja kebutuhan makanan sedangkan papa mencari peralatan listrik untuk memperbaiki lampu dan kulkas yang ada di rumah. Pasarnya bisa dibilang lengkap, apapun ada dari mulai bahan makanan, baju, tas, sendal, perabotan plastik, dll. Kami belanja tahu, kecambah (tauge), cabe rawit, penyedap rasa, ayam jawa, dan kerupuk “upil” sebagai oleh-oleh nanti pas pulang ke Surabaya. Sehabis belanja, aku sama mama nonton tv sampe ketiduran, sedangkan papa sibuk memperbaiki lampu dan kulkas, kasian banget gak ada yang bantu heheh…

Sore harinya aku sama mama sibuk mempersiapkan buka puasa, dan tau gak menunya apa? Hanya Tahu Isi hehehe…. Yah memang sengaja masaknya cuma itu doang soalnya aku pengen jalan2 malem di kota Kediri sambil menikmati nasi pecel pincuk lesehan sebagai makanan khas kota ini. Dan benar sekali pecel di sekitaran jalan Doho ini memang sedaaap.. bumbu kacangnya beda sama bumbu pecel daerah lain. Cuma makan sayur, nasi, bumbu pecel ples peyek kacang aja rasanya nikmat banget. Apalagi sambil melihat lalu lalang kendaraan yang melintas. Wisata kuliner ala Mirna banget lah pokoknya…

Allahu Akbar Allahu Akbar..
Laillaha Ilallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillah Ilham…

Pagi itu semua umat muslim sedunia, khususnya Indonesia berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat Idhul Fitri pada 1 Swayal sebagai momentum kembali Suci, setelah 30 hari lamanya menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Aku pun demikian, sedari pagi setelah menunaikan sholat subuh, mama memaksaku sarapan walau hanya dengan tahu isi yang sudah di angetin dan teh. Setelahnya kami pun bersiap menggunakan baju yang sengaja sudah aku siapkan, sehingga kami bertiga memakai baju seragam. Kami sholat di Masjid Agung Kediri.

IMG-20130808-00157

Setelah sholat Ied, kami ke makam orang tua mama, lalu kembali ke rumah untuk sungkeman dan silahturahmi dengan tetangga. Di rumah tidak begitu lama karena setelah sarapan mie instan dan beres-berang barang bawaan. Kita sudah memulai acara jalan-jalan. Yeeee Hiippiii… disaat yang lain masih silahturahmi lebaran, kami bertiga malah liburan ke tempat wisata hehehe :). Tapi aku tidak langsung dibawa ke gunung Kelud tapi berhenti sebentar di sebuah bangunan besar berbentuk gerbang seperti Arc de Triomphe yang ada di Paris.

DSC_1036

Setelah dilihat, bangunan ini memiliki relief yang konon menceritakan tentang sejarah Kota Kediri yang secara kasat mata hampir mirip seperti Arc de Triomphe. Tinggi bangunan ini sekitar 30 meter yang terdiri dari 6 lantai. Kita bisa memasuki bangunan ini karena sebenarnya terdapat museum kota lewat lapangan yang ada diseberangnya. Namun karena hari H lebaran, aku belum bisa masuk ke dalam bangunan Simpang Lima Gumul. Alhasil hanya bisa foto-foto di depannya.

DSC_1035

Selesai foto-foto, kami langsung kembali ke mobil dan langsung tancap gas menuju Wisata Gunung Kelud. Tak perlu waktu yang lama, hanya sekitar 45 menit dari Simpang Lima Gumul, kita sudah sampai di pintu masuk gunung Kelud. Tapi di tengah perjalanan menuju tempat wisata, kami harus berhenti akibat kehabisan bensin. Huuuu papa sih di ingetin buat ngisi bensin gak mau, kan jalannya naik turun belak belok pantes lah bikin boros. Untung ada tukang ojek yang mau nganterin beli bensin. Dan pemandangannya pun cukup bagus, sehingga aku sama mama malah ribut minta di foto hehe… narsis beut dah ah…

IMG-20130808-00166

Lalu sampailah kita di Wisata Gunung Kelud… Huah udaranya dingin banget berr… Dan tempatnya juga ga begitu rame jadi enak banget. Tempat parkir mobilnya seperti dermaga kayaknya, bentuknya bagus. Terus perlahan kita mulai jalan. Melewati terowongan yang lumayan gelap dan konon itu peninggalan Belanda. Dan sampailah di puncak gunung kelud. Sebenarnya dulu tempat ini berupa kawah, namun saat meletus di beberapa tahun lalu, kawah tersebut berubah bentuk menjadi gunung anakan. Bahkan tempat ini sempat di tutup beberapa tahun karena tanah atau lahar panasnya masih menganga. Namun saat ini sudah bisa dinikmati.

IMG-20130808-00194

Ada lagi tempat tertinggi di kawasan gunung ini yang dibangun sebagai tempat ibadah berupa kelenteng. Berhubung mama gak kuat, jadinya kita berjalan ke sisi sebelahnya dimana terdapat tebing yang bentuknya menurutku seperti kayu walaupun itu sebenernya batu.. hehe

IMG-20130808-00199

Setelah itu kami kembali ke terowongan lalu terdapat anak tangga turun menuju pemandian air panas. perjalanan menuju ke tempat itu cukup menguras tenaga padahal cuma turun, gak bayangin gimana nanti baliknya, kan tangga kembalinya berarti naik. Wuih lumayan olahraga *hehehe. Dan setelahnya kita bisa melihat pemandian itu, memang belum terlalu bagus karena masih dalam tahap pembangunan. Namun cukup menarik untuk mencoba merasakan airnya, kepulan asap yang keluar dari air seakan memanggil untuk mencobanya. Setelah aku menceburkan kaki, betapa terkejutnya ketika air menyentuh kulit kakiku, bukannya hangat tapi panas banget *huaaaa…  kayak kebakar rasanya. Udah deh gak mau nyelupin lagijadi mending foto-foto… *hihihi

IMG-20130808-00206

Tapi ternyata di bagian kolam yang sedang dibangun terdapat pertemuan mata air dingin dan panas sehingga suhu airnya tidak terlalu panas seperti yang kucoba sebelumnya.

IMG-20130808-00219

Nah, itulah tempat terakir aku, mama dan papa kunjungi di kawasan wisata gunung kelud. Setelah dari situ kita kembali ke parkiran tapi tidak dengan jalan kaki melainkan naik ojek yang memang ada di dekat pemandian tarifnya 15.000 per orang. Lumayan mahal sih tapi dari pada naik anak tangga, kasian mama yang udah capek, dan memang jalan yang dilalui terjal jadi setimpal lah dengan apa yang sudah dilakukan bang ojeknya heheh… Setelah di parkiran, kami sholat dan makan kemudian langsung pulang, bukan lagi kerumah tapi ke Surabaya. Yah liburan yang singkat namun sangat berkesan. Apalagi dilakukan di hari H lebaran dimana saat orang lain sibuk silahturahmi, tapi justru aku, mama, dan papa asik menikmati keindahan gunung kelud heheh…

Sekian ceritaku yang di ikutsertakan di Mini Kontes Blog Masroqib dengan tema  “Saat Liburan Bersama Ibu”..

Continue Reading

Give Away | Gunung

Awal Perjalanan Yang Bikin Candu – Penmas Gn. Gede

By on December 10, 2013

Hai teman-teman, kali ini aku mau menulis tentang perjalanan atau travelling yang pernah aku lakukan. Tepatnya ini adalah sebuah perjalanan yang memicu perjalanan-perjalanan selanjutnya. So travelling kali ini sangat amat memorable banget. Yup ini tentang “Pengalaman Pertama Naik Gunung”.

Acara Pendakian Masal merayakan ulang tahun Mahasiswa Pencinta Alam Polman Astra (MAPATRA) yang ke 2 ini merupakan awal mula dari hobiku sekarang yang suka menjajaki belantara alam. Awalnya aku engga dapet ijin dari oomku sebagai orangtuaku selama di jakarta dan lagipula kuota dari pendakiannya sudah abis.

Tapi sih, tekadku untuk mencoba hal baru, mengalahkan rasa takut, dan merasakan perjalanan yang menantang bagiku ternyata mampu mngelahkan itu semua. Akhirnya setelah aku dapet izin dari bunda dan ternyata ada salah satu peserta yang mengundurkan diri, so aku daftar dan ikut acara pendakian ini. Dan perjalanan pun dimulai.

Jumat, 3 november 2012 – sebupang kampus sekitar jam 4 sore aku langsung packing. Semua perlengkapan pribadi aku masukin seperti baju, makanan ringan, jas ujan, sleeping bag, termos kecil, dll Heboh banget gara2 aku pake tas ransel yang gede karena itu tas abis aku pake ke Palembang seminggu sebelumnya, dan tas itu nyatanya cukup untuk bajuku selama seminggu. So bisa dibayangin lah gedenya. Dan itu ransel bukan tas carriel gunung jadi ya gt bahannya tebel dan membuat berat. Untungnya kita peserta dibagi kelompok jadi peralatan seperti tenda, kompor, dan makanan berat untuk kelompok dibawa oleh tim yang kebanyakan cowok. Bahkan aku satu2nya cewek di kelompokku. Jadi aku hanya bertanggung jawab atas bawaan pribadi. Malemnya kita berkumpul di kampus dan berangkat naik truct tronton bersama sekitar 70an orang (sepertinya hehehe) yang menuju ke tempat itu entah apa.

Oke akhirnya nyampe juga, ternyata itu daerah Cipanas atau Cinajur Jawa Barat gitu, ga tau jelasnya dimana pokonya aku cuma taunya kita mau naik Gunung Gede lewat jalur Putri karena sepanjang perjalanan aku cuma tidur soalnya mengusir rasa enek desek2an sama peserta lain. Kita gak langsung naik tapi tidur dulu di rumah-rumah warga yang emang sengaja disewakan gitu berikut ada warungnya jadi kalo makan sekalian di situ. Terus pas pagi, baru tuh kita siap-siap naik. Tak lupa pemanasan, breafing sebentar dan doa… Tapi tentunya gak afdol kalo gak foto2 dulu bareng temen sekelompk dan inilah kita…

IMG_2402
(Dari Kiri) Ka Bangkit, aku, Ka Priangga, Ka Indra, Ka Danang, dan Ka Berry

Perjalanan pun dimulai dengan bahagia. Walaupun seminggu sebelum pendakian aku sudah nurutin panitia buat olah raga ringan seperti naik turun tangga, loncat2 dikosan, sit up, push up, dll biar staminanya baik tapi toh nyatanya aku pemula jadi sebentar-sebentar berenti. Bahkan perjalanan baru dimulai dari pos pendaftaran melewati sawah-sawah penduduk, aku udah kewalahan dan engga tahan untuk minum.

IMG_2415

Sepanjang perjalanan rasanya nafas udah mau putus dan perutku entah kenapa engga enak. Jadi sepanjang perjalanan aku akhirnya di dampingin ka Galih yang ada disebelahku pas difoto atas, dan dia jadi korbanku karena aku gak tau kenapa kentut terus hahaha *jorok ya tapi perutku engga enak. kembung rasanya, mungkin gara2 malemnya kan kebanyakan tidur dibawah jadi ya gini deh. Maaf ya ka Galih heheheh. Terus di tengah perjalanan kita tentunberenti2…

IMG_2420

Dan akhirnya kita sampai di tempat perkemahan dan bertemu teman sekelompok. Udah deh narsisnya foto sana sini. Sioalnya tempatnya keren banget. Alun-alun Surya Kencana itu merupakan padang edelweiss yang sangaaaat luas. engga tau persisnya luasnya berapa. mungkin di mbah google ada kali ya. Yang jelas ada perasaan lega, capek, tapi tentunya bahagiaaaaa….

IMG_2564

Karena laper banget, jadi baru nyampe dan ketemu temen sekelompok yang emang punya tugas sendiri2 termasuk tugas bawa logistik alias makanan berat. So acara selanjutnya buatku adalah masaaaak…. sedangkan yang lain buat tenda. Ohya total aku mengabiskan waktu sekitar 6 jam perjalanan dari bawah hingga Surya Kencana.

DSCN0751
Masak-masak… Makan-makan

Ke-esokan paginya kita siap2 mau naik ke puncak. Wah inilah waktu yang kau tunggu2… yaitu perjalanan menuju puncak yang katanya curam sekali Sampe peserta gak boleh bawa tas. Cuma 1 orang yang bawa perkelompok buat di isi air minum dan selama perjalanan menuju puncak. Aku sempetin foto di ladang edelweis. Yang MasyaAllah indah banget

DSC_0005
Aku di Padang Edelweiss Surya Kencana

Terus gak lama kemudian yah sekitar 1 jam aku nyampe puncak. Tapi bukannya langsung girang aku malah pengen muntah. Ada bau2 aneh gitu untungnya langsung ditutup mulutnya pake sapu tangan yang dibasahin air. Katanya ada bau asap2 yang kecampur belerang. yah aku yang pertama kali mencium baunya jadi engga tahan. Tapi gak lama ko soalnya bisa beradaptasi. Terus foto2 narsis deh heheheh

DSC_0022
Alhamdulillah akhirnya nyampe puncak gede

Rasanya seperti engga percaya pas bisa ngeliat tulisan diatas. Perjalanananku dari hari jumat sampe minggu ini membuahkan hasil. Alhamdulillah juga perjalanannya lancar dan tidak ada hambatan yang terlalu. Aku bersyukur dapet izin dari bunda. Mungkin doa ibu sedang berlaku disaat-saat yang seperti ini. Oleh karena itu aku tak berhenti mengucapkan dalam hati Terima Kasih Bunda dan Subhanallah banget ngelihat pemandangan ciptaan_nya yang seungguh luar biasa indah. Detail… kita manusia harusnya jauh lebih bersyukur lagi karena Allah telah memberikan alam yang bermanfaat dan indah, jangan sampai kita malah merusaknya.

IMG_2609
Foto bareng kelompokku

Dan tentunya setiap perjalanan pastri kita harus kembali ke tempat semula. seperti layaknya perantau yang kembali ke kampung halaman. Namun rasanya perjalanan selama 3 hari ini di tambah turun dari gunung yang di guyur hujan bukannya membuatku kapok malah semakin ingin mencoba lagi, lagi, dan lagi. menikmati setiap pijakan tanah yang ada, hembusan angin yang dingin, hujan kondensasi yang menyegarkan, sorak sorai semangat dari pendaki lain yang tak henti-hentinya berbunya di sepanjang perjalanan, dan rasa kebersamaan atau lebih kekeluargaaan yang terjalin, walaupun kita juga akhirnya tau karakter masing2 teman kita karena karakter seseorang akan keluar disaat yang terdesak. termasuk pada setiap pendakian pasti sifat asli seseorang akan keluar dengan sendirinya. Namun itu bukanlah penghalang melankan opembelajaran bagiku yang mengerti makan dari setiap perjalana dan bertemu dengan orang baru lalu karakter baru.

DSCN0848
Pulang

Yaahh tulisan  perjalanan awal yang sangat mengesankan hingga membuatku kecanduan ini aku ikut sertakan pada My Itchy Feet…Perjalananku yang tak terlupakan” yang diselenggarakan oleh Indah Nuria Savitri. Semoga bermanfaat, menginspirasi dan menambah pertemanan. Aamiin ^_^ SALAM

Continue Reading