Give Away | Jalan-jalan

Agustus, Berkahnya Tuh Disini

By on August 31, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah diberi oleh Allah swt… Karena ini tulisan tentang kebahagiaanku, semoga apa yang kutulis ini tidak menimbulkan ri’a, sombong atau pamer.. I just want to sharing Happiness ^_^

Bismillahirrahmanirrahim…

Tak terasa sudah hampir di penghujung bulan Agustus yah… Bagiku bulan dengan simbol angka yang tak ada putusnya ini, berlalu dengan membawa keberkahan dan kebahagiaan. Perlahan namun pasti satu persatu keinginan dan doaku dikabulkan oleh Allah. Memang sebuah keinginan manusia tak lantas langsung diberi oleh Allah, harus ada usaha dari manusia itu sendiri dan pemilihan waktu yang tepat oleh Allah. Hal itu semata-mata adalah yang tebaik bagi kita, yang terpenting selalu berdoa untuk memohon ridha Nya dan beriman kepada Nya.

Berhubung kemarin sudah posting tentang salah satu berkah di 8-8-2015 tentang proses lamaranku yang bisa dibaca disini dan disini. Jadi aku akan sharing tentang berkah di tanggal 18-8-2015 …. It’s the great “Eight”...

Tanggal 18 kemarin alhamdulillah akhirnya aku menjadi karyawan tetap dari perusahaan tempatku bekerja selama setahun ini. Rasanya bahagia dan bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan kepadaku. Nyangka gak nyangka sih… Nyangka karena aku merasa sudah memberikan performa maksimal. Gak nyangka karena selama 8 bulan bekerja dari status temporary menjadi karyawan kontrak pekerjaanku ‘rada’ gak jelas. Job desk untukku belum begitu jelas yang membuatku harus mengerjakan ini itu atau kadang tidak ada pekerjaan sama sekali… Yaudahlah will see.

Daaan… For the first time in my live…. Sorenya ditanggal yang sama aku berangkat untuk menjalankan dinas luar alias job site. Sebelumnya atasan memang memintaku untuk ikut pada perjalanan dinas kali ini dimana akan dilaksanakan customer visit dan customer gathering dengan harapan aku bisa belajar dan bertemu langsung dengan customer. Karena selama ini aku hanya melakukan kalkulasi demand dan suggest problem solve untuk beberapa issue customer yang gak aku tahu bagaimana kondisi aslinya di lapangan. So perjalanan ini begitu berarti… Apalagi aku akan terbang ke Palu lalu berganti pesawat kecil (baling-baling) untuk menuju ke Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Aku berangkat dari jam 17.50 dari Bandara Soekarno Hatta, sedikit ada permasalahan ketika akan naik pesawat, Gate untuk menunggu pesawat ternyata dipindah tidak sesuai dengan yang tertulis di Boarding Pass. Tidak ada pengumuman tidak ada apa. Pas ditanya pertama katanya benar menunggunya di Gate F6 gak taunya pas jam 17.50 ko masih adem ayem lalu aku bertanya lagi ternyata pindah ke F3.. Untung kekejar, statusnya sudah Final Calling…  Yah walaupun seneng untuk pertama kalinya naik Garuda Airlines tapi jadi langsung dapet pengalaman buruk juga untuk pertama kalinya dengan maskapai ini -_- #NapasGede …. Karena perjalanan malem dan tempat dudukku yang seharusnya dipinggir jendela ditempatin orang jadi gak sempet foto-foto lumayan bagus view nya dari atas.

Aku sampai di Palu puku 22.00 setempat tepat waktu sih… Aku tak langsung ke Tolitoli namun sempat bermalam disana tepatnya di Swiss Bell Hotel Palu. Hotel yang terletak menghadap pantai ini cukup nyaman dan termasuk murah dikelasnya. Kekurangannya adalah menu sarapan yang kurang komplit atau gimana ya… pas sarapan ngelihat menunya kurang bergairah menurutku, rasanya standar dan kurang hangat menurutku penyajiannya.. cuma unggul dipemandangan yang disuguhkan…

IMG_20150819_054528
View dari dalam kamar
IMG_20150819_073932
Pemandangan Restaurant Swiss Bell Hotel Palu

Ke esokan harinya aku menumpangi pesawat baling-baling Wings Air menuju Tolitoli.Beruntung kali ini ada mendapat tempat duduk di jendela sehingga bisa melihat pemandangan tanah Sulawesi dari atas. Subhanallah Sungguh Allah Maha Pencipta yang luar biasa sempurna, sungguh hamparan penampakan bumi yang indah ditambah awan-awan. Masya Allah apalah kita manusia kalau masih sombong karena diatas langit masih ada langit.

Dan Taraaaaa alhamdulillah… Assalamualaikum Tolitoli Kota Cengkeh… izinkan aku sedikit mencari ilmu, teman, pengalaman dan tentunya menjelajahi bumi Indonesia.

IMG_20150819_104503

 

IMG_20150819_104244

Sebagian besar masyarakat Tolitoli bermata pencaharian sebagai petani cengkeh dan sebagian lagi nelayan. Dari 1 pohon cengkeh, akan menghasilkan 20 kg cengkeh kering yang harga per kilonya saat musim panen berkisar antara 80.000-100.000 rupiah sedangkan di musim tidak panen mencapai 100.000-150.000.

mi
Mencoba mencium aroma cengkeh yang terasa wangi tapi sedikit pedas
IMG_20150821_100925
Perahu nelayan dan keramba terlihat di tepi jalan kota

Karena ke Tolitoli niatnya bekerja mengadakan visit dan customer gathering jadi hari ke 3 acara gathering pun digelar tapi sebelumnya memang sudah be-‘gerilya’ mencari potensial customer dengan visit ^_^

IMG_20150820_231145
PTUT Palu, KMSI, KUI, KPA bersatu untuk support bisnis Contraction and Agro di Tolitoli

Alhamdulillah acara trip kali ini berjalan lancar… Walaupun hasil sales-nya belum terlihat tapi setidaknya kami sudah berusaha, toh ini pelajaran pertamaku yang selama ini hanya di depan laptop jadi langsung bertemu dengan customer dan partner kerja di cabang…  21 Agustus aku balik ke jakarta… di perjalanan menuju bandara Tolitoli aku baru sadar kalau ada markas Pengawal Gerbang Nusantara… “Selamat menjaga NKRI ya pak !” ^_^

IMG_20150821_101016

Dan ini dia foto perjalanan kembali Jakarta dengan peswat garuda terlihat jelas garis jingga di perbatasan senja…

IMG_20150821_183412

Memang Agustus tahun ini sungguh berkesan, penuh kebahagiaan dan keberkahan. Lamaran, Diangkat Karyawan, dan Berkunjung ke Tolitoli merupakan rizky yang luar biasa dari dari Allah. Semua ini bagiku adalah hasil dari doa yang dikabulkan Allah swt… seperti janjinya “Berdoalah Maka Akan Ku Kabulkan” ^_^.. Daaan sekali lagi tulisan ini bukan bermaksud untuk ri’a… tapi hanya ingin berbagi bahagia ^_^

Wassalamualaikum ^_^

 

Tulisan ini diikutsertakan Blessful August Giveaways by indahnuria.com

Blessful August

Continue Reading

Jalan-jalan

Berasa Beli 2 Tiket

By on July 23, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Mudik memang menjadi budaya masyarakat urban yang mencari nafkah di ibukota untuk kembali ke kampung halaman masing-masing saat musim Lebaran tiba. Karena berkumpul dengan keluarga di saat Hari Raya Idhul Fitri menjadi momen yang membahagikan dan dinantikan setahun sekali. Nah sebagai antau (anak rantau) aku pun juga melakukan hal yang sama, meskipun beberapa bulan terakhir aku sudah ditemani Eyang putri dari Surabaya untuk tinggal bersamaku di Jakarta. Tapi kembali ke kota kelahiran bagiku seperti mencari ketenangan, istirahat dan melepas penat.

Untuk itu aku pun menyiapkan tiket kereta api sebagai sarana transportasi mudik kali ini, biasanya sih juga kereta cuma selama merantau di jakarta baru kali ini aku pulang pergi menggunakan kereta eksekutif. Ikhlas gak ikhlas sih kayaknya karena harganya naik hampir 2 kali lipat untuk keberangkatan H-7 lebaran. Bukan hanya masalah harga namun juga ketersediaannya yang seakan-akan terbatas. Tiket mudik dijual secara online 90 hari sebelum keberangkatan. Semua orang berlomba – lomba untuk mendapatkan tiket yang paling murah, secara sekarang di kereta ekonomi pun sudah cukup nyaman dengan adanya AC.

So aku hunting tiket untuk eyang ku yang berangkat tgl 3 Juli dan aku yang rencanya berangkat tgl 14 Juli malam. Untuk yang tanggal 3 cukup mudah mendapatkannya karena belum memasuki musim libur lebaran. Untuk tiket kereta api argo anggrek malam jurusan JKT Gambir – SBY Pasar Turi dibandrol 360.000 rupiah. Sebenarnya bisa lebih murah lagi jika membeli langsung ke stasiun dengan membawa KTP eyang uti karena akan mendapat potongan lansia yang berumur diatas 60 tahun. Tapi ya karena alasan lebih praktis jadi aku membeli secara online di tiket.com

Untuk yang 14 Juli ternyata susah sekali mendapatkannya. Tiket yang ditunggu dari jam 00.00 ludes habis tak terkira dalam waktu 10 menit. WOW banget deh pokoknya. Tapi aku sih ga seberapa kaget karena tahun lalu juga mengalami hal yang sama namun alhamdulillah tahun lalu terselamatkan dengan tiket kereta api tambahan. Aku pun juga tidak sendiri dalam mencari tiket ini. Aku dibantu oleh temanku yang biasa membeli tiket online. Namun apadaya setelah begadang tetap saja tidak mendapatkan tiket untuk tanggal itu. Padahal harga tiket yang tersisa di terakhir kereta api argo anggrek malam jurusan JKT Gambir – SBY Pasar Turi  dibandrol 630.000 skali perjalanan.

Berdasarkan pengalaman, tiket kereta itu update jumlahnya 1 jam sekali. Mungkin ini dikarenakan limit waktu transfer yang diberikan hanya  1 jam. Jadi untuk penumpang yang sudah berhasil booking namun gagal transfer maka tiketnya dianggap cancel dan muncul sebagai tiket yang tersedia. perjam aku cek ketersediaannya, akhirnya sampai dikantor tetiba ada tiket untuk tgl 14 dengan harga 630.000 itu tapi pagi. Kemudian ya sudahlah kau berangkat pagi artinya harus hutang cuti 1 hari (fyi, sebelum jadi karyawan tetap tidak boleh cuti kecuali sakit). Langsunglah aku booking.

Tapi iseng-iseng aku mencari ketersediaan tiket untuk tanggal 13 Juli, eh ternyata ada tiket untuk 13 juli jam 21.30 … Kalau dipikir-pikir tanggal 14 kan mau ga mau pasti cuti. jadi ketimbang aku berangkat tanggal 14 pagi mending aku berangkat tanggal 13 malam, toh tetep harus cuti dan jam keberangkatan malam membuat aku tetap bisa kerja paginya. So aku langsung booking lah dan transfer untuk tiket tanggal 13.

Tapi, rejeki memang gak kemana ya… pas nyari tiket balik dari Surabaya ke Jakarta temenku ilham membantuku untuk mengurusi bookingnya. Namun skali lagi tanggal arus balik memang ramai dan cepat habis. Dia memberi  saran agar aku berangkat tanggal 20 saja dari surabaya agar tanggal 21 nya bisa istirahat sehingga tanggal 22 bisa langsung kerja dalam keadaan yang fresh tidak kecapean perjalanan. Aku pun meminta tolong untuk diuruskan saja semuanya. Nah dia memberi kabar yang membahagiakan…. tiket kereta api eksekutif gumarang yang harganya 465.000 rupiah menjadi 150.000 saja.  Alhamdulillah… Ilham menceritakan bahwa dia mencoba menggunakan kode voucher atau promo yang tiba-tiba masuk ke emailnya. pas dicoba ternyata benar tiket tersebut mendapat potongan… rejeki anak sholeha ^_^

Lalu berkahnya tidak hanya sampai disitu. Sewaktu aku naik kereta api argo anggrek malam jurusan JKT Gambir – SBY Pasar Turi itu sebelahku kosong. Aku tunggu hingga cirebon tetap saja tidak ada yang mendudukinya. Aku pakai tidur dan bangun di stasiun semarang karena takutnya dia akan naik dari stasiun ini, ternyata tidak juga. Ya sudah aku melanjutkan tidurku dengan menggunakan 2 bangku, 2 bantal tapi 1 selimut ko hehhehe… Keretanya bagus, selimut dan bantailnya wangi, space antar kursinya juga tidak terlalu dekat jadi enak untuk istirahat… Sangking enaknya kali yah sampe pada ngorok tidurnya… Untung aku tidak terlalu terganggu dengan hal itu karena terlanjur nyaman.

Lalu pulangnya juga… setelah hampir ketinggalan kereta karena baru naik 5 menit sebelum berangkat. Aku segera bergegas naik ke gerbong tanpa berfikir itu gerbongku atau tidak, yang penting aku sudah naik kereta karena memang kereta itu sudah siap berangkat. Huft rejeki banget Ya Allah… dan kejadian bangku kosong pun terulang kembali. Aku yang menunggu nunggu penumpang yang duduk di sebelahku akhirnya harus belapang dada atau malah bahagia yah hehhe menggunakan 2 bangku lagi sehingga aku kembali nyaman beristirahat selama perjalanan… Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah…

Sudah dapet potongan harga dan berasa beli 2 tiket pula… “Maka Nikmat Mana Lagi Yang Akan Kamu Dustakan?”

Wassalam..

Continue Reading

Jalan-jalan

Pengalaman Pertama Ikut Takbir Keliling

By on July 22, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar… suara takbir menggema di seluruh penjur negeri tanggal 16 Juli kemarin. Meskipun belum ada pengumumang hilal tentang jatuhnya 1 Syawal di tanggal berapa, namun sepertinya tahun ini seluruh masyarakat Indonesia terutama organisasi Islam banyak yang sepakat bahwa 1 Syawal jatuh tanggal 17 Juli 2015. Yah sebagai antau (anak rantau) aku pun pulang ke kota kelahiran tercinta, Surabaya untuk merayakan Idhul Fitri. Dan tahun ini untuk pertama kalinya aku merayakan malam takbiran di rumah Om ku yang ada di ds Petiken – Gresik, sebenernya dekat dengan rumahku yang ada di Perumnas Kota Baru Driyorejo namun suasana disini jauuuuuh berbeda *alay deh.

Biasanya tiap sore anak-anak maupun orang tua sibuk menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Namun khusus di hari terakhir puasa itu, bukannya menyiapkan hidangan buka puasa yang paling special, mereka malah sibuk menggunting, menempel, dan mewarnai seperti membuat prakarya di mushalah masing-masing. Hal ini lantaran malam harinya akan dilakukan lomba kirab takbir keliling antar mushalah. Bisa dibanyangkan bagaimana antusiasnya semua warga terutama Remus (Remaja Mushalah) dalam menyiapkan berbagai perlengkapan kirab.

Adzan maghrib pun tiba, semua anak bergembira karena puasa Ramadhan tlah selesai dilakukan dengan baik, apalagi perlengkapan pawai pun telah selesai disiapkan. Namun ada sedikit rasa was-was karena panitia mengumumkan bahwa pelaksanaan pawai menunggu keputusan sidang Isbat dalam menentukan tanggal 1 Syawal. Namun sekitar pukul 19.00 Bapak Lukman Hakim sebagai Menteri Agama mengumumkan bahwa 1 Syawal 1436 jatuh pada 17 Juli 2015. Dari situ panitia mengumumkan bahwa kirab takbir keliling akan dilaksanakan pada ba’da shalat isya’.

Kirab Takbir pun berjalan lancar dan meriah. Banyak kreasi yang ditampilkan dalam kirab kali ini. Mulai yang sederhana dengan membawa obor dan bedug yang didorong, hingga membuat masjid dari kertas semen dengan ukuran besar dan diarak menggunakan pickup. Dandanan peserta pun beragam ada yang menggunakan sorban hingga menjadi unta. Dan yang tak ketinggalan adalah deretan peserta sepeda hias dengan yang dimeriahkan oleh adik-adik kecil yang berusia sekitar 5-10 tahun.

Ternyata bukan hanya kirab takbir keliling namun ditengah perjalanan kami dihentikan panitia untuk dibagikan kupon. Kupon ini diundi di Masjid Nurul Huda yang merupakan finish dari takbir keliling kali ini. Satu per satu nomor undian dibacakan. Semua berharap mendapatkan hadiah yang disediakan Panitia. Alhamdulillah berkat swadaya jamaah mushalah sekitar dan donatur terkumpul beberapa hadiah yang mampu memeriahkan acara ini, mulai dari sembako, panci, setrika, sepeda, handphone, hingga kulkas atau lemari es sebagai hadiah utamanya.

Tak lupa gema takbir dan suara petasan yang menghasilkan pemandangan yang indah dilangit menghiasi acara tersebut. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagiku yang tidak pernah ikut dalam acara takbir keliling seperti ini. Rasa kekeluargaan pun sangat terasa, kemeriahan sederhana berbalut ibadah dan silahturahmi membuat acara ini benar-benar mengesankan bagiku, apalagi ini pengalaman pertamaku. Tapi sayang pada saat jalannya acara, handphoneku sedang mati jadi aku menggunakan handphone Paman untuk mengabadikan moment ini namun aku lupa belum memindahkannya ke handphone ku jadi aku tidak bisa memberikan ilustrasi kemeriahannya secara gambar di tulisan ini. Tapi insya Allah akan tergambar jelas di memoriku ^_^

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu

Continue Reading

Jalan-jalan

Bertadzabur Alam ke Wisata Dieng

By on April 2, 2015

Assalamualaikum semua…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang telah diberi. Nikmat sehat, nikmat rejeki, nikmat ilmu, dan nikmatnya alam ciptaan Allah SWT. Ngomong-ngomong masalah alam, aku kemarin berkesempatan melakukan tadzabur alam alias jalan-jalan ke Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Sebenarnya perjalanan kali ini merupakan ajakan dari sahabat tercinta, Agnes Nastiti yang pengen banget traveling. Jadi dia mencari open trip yang murah tapi tetap menyenangkan. Akhirnya dia memilih paket open trip Dieng Part 1 yang diadakan oleh MyPermata Wisata pada tanggal 27-29 Maret 2015. Pendaftaran dan lainnya disiapkan oleh agnes, udah aku cuma ngikut aja hehehe… cuma buka web travelnya sekali buat liat ittenerary dan biaya yang di hari H pelunasan biaya dan jadwal keberangkatan ga paham hehehe… skali lagi ngikut agnes… 🙂

Yah kita berangkat tanggal 27 Maret dari stasiun Jakarta Kota. Aku izin kantor pulang cepet jam 4 sore takut kena macet, karena hari jumat biasanya lalu lintas lebih crowded daripada biasanya, maklum weekend jadi orang buru-buru pulang. Pulang jam 4 itu bukannya langsung ke stasiun tapi pulang dulu ke rumah karena belum packing sama sekali hehehe… maklum rumahnya deket dari kantor jadi gampangin… Sesampainya dirumah, aku packing, nyiapin bekel di kereta, mandi dan bla bla bla dulu. Alhasil aku baru berangkat dari rumah sekitar jam setengah 6. Saat itu aku udah takut aja bakal macet dan ketinggalan kereta. eh waktu dijalan, alhamdulillah lancar, bisa dibilang ga macet malah. Ya rejeki anak sholeha…

Sampai stasiun sekitar jam setengah 7 malem. setelah pamit, aku pun masuk ke stasiun dan menelfon agnes. Eh dia ternyata masih di KRL dari bekasi. Ya sudah aku sholat dulu di masjid belakang stasiun sambi menunggu dia. Agnes dateng sekitar jam setengah 8, dia langsung mengambil tiket dari koordinator terus kita makan bekel yang aku bawa. Setelah makan kita kenalan dengan peserta trip lainnya, sebenernya sih udah kenalan waktu di masjid, tapi agnes kan belum yah…. kira-kira beginilah suasanya. Maaf kalo fotonya ngeblur soalnya ini pertama kali kita foto pake tongsis. itu tongsisnya juga bari beli hehehhe *katrok banget deh 😀 *

Kereta berangkat jam 9 malam dengan KA Serayu Malam jurusan Jakarta – Purwokerto. Setelah melalui perjalann yang panjang akhirnya sampai juga disana keesokan harinya, yaitu 28 Maret jam 7.35 pagi. Cukup lama sih perjalanannya hampir sama kayak jakarta – surabaya.

Sampai Purwokerto kita disambut tim MyPermata Wisata untuk segera masuk ke Bis untuk menlanjutkan perjalan dari Purwokerto ke Wonosobo. Aku sama agnes ada di bis 1 dengan Tim Leader ka Ali. Perjalanan kurang lebih akan menghabiskan waktu 3 jam. Sehingga ditengah perjalanan kami sempat istirahat sekitar 30 menit untuk ke kamar mandi dan sarapan di RM Sari Rahayu II, daerah Banjarnegara Purwokerto. Makananya enak dan jawa banget, karena sistemnya prasmanan jadi aku memutuskan untuk mengambil sayur bening, lalapan daun pepaya, pepes tahu, dan sambel terasi yang pedes banget, hem manteb banget deh.

Setekah itu kami menuju dieng. selama perjalan aku sama agnes berbagi cerita sambil nanyi-nyayi abis lagu yang diputer pak sopir, lagu-lagu jawa jadul hahhaa.. jadi kita nyanyi deh… tapi kasian peserta lain yang aslinya emang orang jakarta jadi gak ngerti sama lagu ini… hehhe.. Kita sampai di dieng jam 11.30. Saat registrasi masuk, kita ketambahan anggota bis, Pak Yohannes guide dieng ikut dalam rombongan bis 1. menceritakan tentang wisata dieng

Destinasi pertama adalah telaga warna.

Jujur waktu kesini aku belum puas banget gegara waktunya kebuan untuk sholat dhuhur. Tapi ya sudahlah ibadah emang harus yang utama hehehhe… tapi kita masih sempet-sempet poto, bahkan ada tragedi segala. Namanya orang petakilan, tingkahku selalu ada aja. Ya aku hampir jatoh gegara gak bisa balik dari ranting pohon, jadi ceritanya ada batang pohon gitu yang menjulur di telaga, aku pikir bisa kali ya aku foto disitu, ga taunya aku ga bisa jaga keseimbangan trus pas balik hampir jatoh untung ditololngin orang… Agnes bukannya nolong malah ngetawain… hem…

Setelah pengalaman kita ga bisa foto-foto banyak waktu di telaga warna, kita siapin semua peralatan foto sedari dini. Kameran di mode on semua. trus hendphoneku disetting di tongsis. Oh ya seperti yang udah dibilang kita baru pertama kali pake tongsis jadi ya gitu masih suka kagok kalo foto, apalagi aku bingung ngeliat fokus kameranya yang mana… haduuuuh ndeso banget gue hehhehe. Destinasi selanjutnya. Dieang Plateu Theater

Disini kita nonton video dokumenter tentang Dieng, mulai dari awal terbentuknya dataran tinggi ini akibat letusan gunung. Terus fenomena alam yang ada disini, tragedi apa saja yang pernah terjadi, pemantauan dieng, flora dan fauna nya, dan budaya masyarakat dieng. Masya Allah banget deh…

Setelah itu kita langsung lanjut ke Batu Ratapan Angin. saat itu cuaca sudah mulai berkabut bahkan sempat gerimis tapi alhamdulillah kita sampai di atas. Walaupun awalnya berkabut namun akhirnya pemandangan yang dinantipun terlihat. Yah dari sini kita bisa melihat telaga warna dan telaga  lainnya dari atas bukit batuan

Alhamdulillah pas turun dari situ baru hujan. eh dibawah kita udah disambut dengan deretan pedagang kentang goreng. Heeeem mantab. kentang dieng emang bener-bener enak euy…..   destinasi selanjutnya kita ke kawah dieng…. disini bau belerangnya menyengat sekaliiiii… tapi pemandangannya… Ya Allah bagus bangeeeeet… paling suka disini. Trus kita jua ketemu bule jerman namanya christina..

 

Destinasi terakhir hari itu kita ke candi arjuno

Nah setelah disitu kami langsung ke home stay untuk istirahat. enaknya home stay kita deket masjid jadi bisa sholat jamaahan disana. kita dapet temen kamar yang baik banget. ada salas dan mae… aduh sayang ga sempet foto bareng mereka dikamar adanya nanti pas mau pulang hehe… ya kamarnya lumayan nyaman, ada air panasnya pula… huuu bisa ngangetin badan… pagi-pagi kita dibangunin jam 3an untuk siap-siap “mengejar matahari” alias sunrise di gunung sikunir. jalan dari parkir bisa sampe puncak lumayan nanjak cuma tidak terlalu tinggi kok.. aman buat anak kecil sampe nenek, serius deh. dan kami pun menunggu matahari terbit.

Setelah nunggu sekitar 1 jam, akhirnya mataharinya mulai muncul. kabutnya mulai menghilang dan semburat jingga pun menampakkan keindahannya. Masya Allah, sungguh engkau Maha Pencipta yang sempurna.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imron : 190-191)

Kami pun tidak menyiakan moment ini untuk diabadikan



“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al-Anbiyâ´:30)

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yasin : 38)

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. ” (QS Al Luqman: 10)

Setelah itu lengkaplah perjalan kami. kami turun dari sikunir lalu ke home stay untuk berkemas pulang. Sebelumnya kita sempatkan dulu foto di depan tulisan Wisata Dieng

Salas, Agnes, Mae

Alhamdulillah rangkaian perjalanan ke Dieng selesai, kami sempat mampir ke tempat oleh-oleh khas Dieng dan Purwokerto. Aku membeli carica di Dieng dan gethuk goreng di Purwokerto. Dan kereta serayu malam mengantarkan kami kembali ke Jakarta.

Sepanjang mengikuti open trip ini, aku merasa semua sudah pas, ittenerary dan rundown yang pas, lalu homestay yang lumayan, TL yang baik, dan transportasi yang nyaman cuma kereta nya aja yang bikin agak gimanaaa gitu soalnya lumayan lama 12 jam berasa jakarta surabaya hehe… overall seneng banget ikutan open trip my permata wisata yang direkomendasiin agnes…. makasi sayoooong…

Yup, perjalanan atau tadzabur alam kali ini benar-benar aku maknai sebagai moment untuk me-refresh pikiran dan badan yang selama ini terlalu disibukkan oleh pekerjaan, mungkin yang suka baca blogku tau gimana postingan aku yang melulu tentang pekerjaan hehhe. Dengan tadzabur alam di Dieng ini khususnya, aku bisa lebih mengamati dan memaknai tanda-tanda alam semesta ciptaan Sang Al-Khaliq.

Wassalam… salam lestari…

Continue Reading

Jalan-jalan

Event : Kompas Gramedia Fair 2014

By on March 30, 2014

Assalamualaikum,,,,
Ada event buat kalian yang termasuk “Kalap Buku” seperti aku 😀

Yuk cek ini …

kompas-gramedia-fair-2014

Kompas Gramedia Fair 2014 – acara ini merupakan pameran buku sekaligus festival pembaca-penulis. Buat Updaters yang suka baca buku, jangan kelewat dengan acara yang satu ini. Berikut informasinya:

  • Kompas Gramedia Fair 2014
  • berlangsung pada 2-6 April 2014 di
  • at Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Pada Kompas Gramedia Fair 2014 akan ada harga istimewa dan diskon besar-besaran.Dapatkan pula tambahan diskon sebesar 10% setiap bertransaksi menggunakan kartu  kredit tertentu untuk buku-bukunya.  Rangkaian acara Kompas Gramedia Fair 2014 antara lain:

  1. Knowledge Sharing: Menjadi Penerobos,
  2. Festival Penulis,
  3. Festival Pembaca,
  4. Launching Buku,
  5. Book Challenge,
  6. Lomba “Ayo Menyanyi”,
  7. Miiko Corner,
  8. Area Si Kecil,
  9. Spelling Bee,
  10. News Anchor,
  11. Kompetisi “Sang Juara”,
  12. Cosplay, Stand Up Comedy,
  13. Layar Tancep,
  14. Seminar & Talkshow Kesehatan,
  15. dan lainnya.

Untuk info lebih lanjut tentang Kompas Gramedia Fair 2014, hubungi  pihak kompas di  (021) 500548 atau klik di http://www.kompasgramedia.com/events

 

Reference : http://www.acara-acara.com/events/6610#.UzfOHfl_t1Y

 

Continue Reading

Give Away | Jalan-jalan

2 Hobby Menjadi 1 di Pulau Lombok

By on March 5, 2014

Susah juga yah ternyata punya pacar yang hobby nya berbeda dan bertolak belakang. Sampai- sampai aku tidak pernah liburan bareng dia, karena salah satu diantara kita ga mau ngalah dan ga suka malah sama hobby pasangan masing-masing. Aku suka sekali berpetualang menjelajahi hutan di pegunungan, karena aku senang menikmati keindahan alam yang hijau dengan udara yang sejuk bahkan cenderung dingin. Ya hobby ku adalah naik gunung.

Berbeda dengan dia, dia sangat menyukai pantai, betah banget buat berendem dia air asin itu. Tepatnya sih bukan berendem tapi diving dan snorkling. Dia juga suka ke Pulau Tidung buat loncat dari “Jembatan Cinta” dari titik yang paling tinggi katanya biar nguji adrenalin gitu sih… Hobby banget main begituan lah pokoknya. Bagi dia pelesiran dipantai menikmati suara deburan ombak serta melihat panorama matahari terbit dan tenggelam dari tepi pantai itu suatu hal yang menenangkan.

Nah, ko ga bisa ngalah buat liburan bareng gitu ya? Masalahnya aku anti panas-panasan, okelah kalo ke pantainya sore buat lihat matahari terbenam tapi kalo disuruh nemenin dia diving di siang bolong, Aduh makasi deh ya, pasti panas banget udaranya dan efeknya adalah kulitku ntar jadi merah terus muncul bintik-bintik item gitu kayak kebakar, badanku juga jadi anget,  belum lagi keringetan dan lainnya. So gak bisa dong aku ke pulau. Dia juga sama, mungkin dia kuat buat diajak jalan naik gunung, tapi dia gak betah dingin, dulu dia pernah naik gunung gede sama temen-temen kuliahnya tapi pas nyampe Surya Kencana, badan dia jadi pucet banget, kedingingan, dan gak keluar tenda sama sekali. Kalo difikir-fikir iya juga sih, wong dalam ruangan AC aja dia kedinginan gak karuan apalagi di gunung…

So, aku punya mimpi bisa liburan bareng tepatnya menghabiskan honeymoon nanti ke Pulau Lombok.. 🙂

Yup kenapa kesanaa? Karena ada 2 tempat sekligus yang bisa kita kunjungi dan merupakan tempat favorit kita masing-masing. Apalagi kalau bukan Gunung Rinjani dan Panta Gili Trawangan.

Gunung Rinjani

gunungrinjani
Taman Nasional Gunung Rinjani
Gambar dari sini

Banyak hal menarik yang ada di Gunung Rinjani. Merupakan mimpi dari SMA untuk bisa mendaki gunung ini. Kalau boleh curcol emang dari SMA itu aku punya ke inginan untuk bisa mendaki gunung ini untuk pertama kali bersama pasangan (baca : suami). Keindahan segara anakan, trek yang menantang terutama pas menuju puncak yang harus melewati bebatuan, cuaca yang extrem karena dingin campur panas saat di padang rumput, dan keindahan pemandangan sepanjang perjalanan hingga puncak yang Subhanallah banget….

puncak-gunung-rinjani-3726-
Sore Hari di Puncak Gunung Rinjani
Gambar dari sini

Melihat awan yang menggumpal rasanya seperti dalam dunia kapuk yang empuk tapi menyegarkan *halah… Siapa yang gak speechless kalo ngeliat pemandangan seindah ini, kawah Rinjani dilihat dari Plawang Sembalun di sore hari sungguh luar biasa indahnya. Nyeruput coklat panas disini enak banget kali ya.. 🙂
Syukur – syukur kalo bisa ngerasain sunset pas di puncak…
Wah semburat jingga saat senja dari puncak Rinjani memiliki eksotika tersendiri seperti gambar di bawah ini…

alip eko
Lebaran ala Ka Alif (Marley) dan
Ka Eko (Sidtong) di Puncak Rinjani
Gambar dari sini

Apalagi kaka senior mapatra pas lebaran tahun lalu bisa sowan kesana dan sampai puncak… foto-fotonya malah bikin ngiri… hehehe… Dan dari foto mereka lah aku tahu kalo Rinjani cuacana masih bersahabat bagi mas pacar, setidaknya disana masih memiliki panas, tidak terlalu tertutup dengan pepohonan hutan…. Semoga saja memang begitu..

Tapi kalo nantinya aku dan dia belum bisa sampai puncak, setidkanya aku bisa menikmati keindahan segara anakan dengan mendirikan tenda disana… Aku bisa menghabiskan waktu sambil memancing dan menikmati keindahan alam sekitar… Ada juga sumber air panas di pinggir Segara Anakan, namanya Aik Kalak.

AHMEDRINJANI
Danau Segara Anakan
Gambar dari sini
kolam-aik-kalak-sumber-air-
Kolam Air Kalak
Gambar dari sini

Nah sete;ah berjibaku mendaki Gunung Rinjani, so petualangan berikutnya di Pulau Lombok adalah ke Pantai Gili Trawangan. Pasti mas pacar nanti seneng banget kalo beneran bisa kesana. Secara karena pulau terutama pantai itu tempat favorit dia dan ini destinasi impian dia juga, tahun ini rencananya temen-temen dia wkatu kuliah akan kesana, tapi sayang mas pacar tidak bisa cuti panjang so ya harus di pending dulu… nunggu bareng aku kali yah… hehehe *ngarep.com

Pantai Gili Trawangan

Foto-Foto-Keren-Pantai-Gili-Trawangan-41
Pasir Putih Pantai Gili Trawangan
Gambar dari sini

Pantai ini tepatnya bukan di Pulau Lombok melainkan bagian kepulauan yang terpisah, oleh karena itu kalau mau menuju kesana kita harus menyeberang sedikit ke arah Pulau Bali. Disitu ada 3 Pulau kecil namanya Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Karena tempatnya yang cukup terpencil membuat pantai ini cukup sepi. Sepi disini bukan berarti jelek loh, gara-gara sepi membuat tempat ini sangatmenenangkan dan alamnya masih bersih banget broo… coba dilihat gambarnya.. pasti kesemsem *cielah..

Air-jernih-laut-di-gili-trawangan-15
Kejerniahan Air
Gambar dari sini

Bisa dilihatkan keindahan dan kebersihan pantai Gili Trawangan, katanya juga disini udaranya tidak terlalu menyengat karena banyak pepohonan di pinggir pantai yang cukup rindang. So pantai ini masuk kriteriaku, karena berarti kulitku bisa beradaptasi

(semoga saja) tapi demi menikmati keindahan alam pantai ini aku harus bisa melawan rasa gatal dll disini, bisa jadi aku lupa diri kali yah kalo benar2 sudah berada disana. Apalagi airnya yang jernih sangat amat menggiurkan untuk snorkling

Biarpun sepi tapi fasilitasnya cukup lengkap, bisa dilihat adanya resort yang bisa dipakai untuk bermalam disini. Selain itu info dari beberapa website travel kalo disni kita bisa wisata kuliner karena saat malam hari banyak restauran yang menggoda selere, tentu menu utamanya adalah Sea Food namun citarasa masakannya sedikit berbeda karena ada unsur masakan daerah lombok disana.

Bangsal-di-Pantai-Gili-Trawangan-29
Bangsal di Pantai Gili Trawangan
Gambar dari sini

Oh ya yang bikin aku jadi suka sama pantai ini adalah… Dari sini kita bisa melihat Gunung Rinjani… Yeee.. Tuh kan berarti ada tempat yang bisa menyatukan kita berdua. Tergantung kita bisa beradaptasi atau tidak. Tapi di Pulau Lombok-lah rasanya perbedaan itu bisa dilebur menjadi satu. yah semoga #MyDreamyVacation buat honeymoon disana bisa terlakasana. Aamiin.. Dan semoga jodohku memang dengan dia… hehehe…

Senja-di-gili-trawangan-92
Senja di Gili Trawangan
Gambar dari sini

Tulisan ini di ikutsertakan giveaway MyDreamVacation yang diselenggarakan oleh Mbak @IndahNuria yang masih ngebahas tentang #MyItchyFeet ^_^

GA dreamy vacation

Continue Reading