Bertadzabur Alam ke Wisata Dieng

Assalamualaikum semua…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang telah diberi. Nikmat sehat, nikmat rejeki, nikmat ilmu, dan nikmatnya alam ciptaan Allah SWT. Ngomong-ngomong masalah alam, aku kemarin berkesempatan melakukan tadzabur alam alias jalan-jalan ke Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Sebenarnya perjalanan kali ini merupakan ajakan dari sahabat tercinta, Agnes Nastiti yang pengen banget traveling. Jadi dia mencari open trip yang murah tapi tetap menyenangkan. Akhirnya dia memilih paket open trip Dieng Part 1 yang diadakan oleh MyPermata Wisata pada tanggal 27-29 Maret 2015. Pendaftaran dan lainnya disiapkan oleh agnes, udah aku cuma ngikut aja hehehe… cuma buka web travelnya sekali buat liat ittenerary dan biaya yang di hari H pelunasan biaya dan jadwal keberangkatan ga paham hehehe… skali lagi ngikut agnes… 🙂

Yah kita berangkat tanggal 27 Maret dari stasiun Jakarta Kota. Aku izin kantor pulang cepet jam 4 sore takut kena macet, karena hari jumat biasanya lalu lintas lebih crowded daripada biasanya, maklum weekend jadi orang buru-buru pulang. Pulang jam 4 itu bukannya langsung ke stasiun tapi pulang dulu ke rumah karena belum packing sama sekali hehehe… maklum rumahnya deket dari kantor jadi gampangin… Sesampainya dirumah, aku packing, nyiapin bekel di kereta, mandi dan bla bla bla dulu. Alhasil aku baru berangkat dari rumah sekitar jam setengah 6. Saat itu aku udah takut aja bakal macet dan ketinggalan kereta. eh waktu dijalan, alhamdulillah lancar, bisa dibilang ga macet malah. Ya rejeki anak sholeha…

Sampai stasiun sekitar jam setengah 7 malem. setelah pamit, aku pun masuk ke stasiun dan menelfon agnes. Eh dia ternyata masih di KRL dari bekasi. Ya sudah aku sholat dulu di masjid belakang stasiun sambi menunggu dia. Agnes dateng sekitar jam setengah 8, dia langsung mengambil tiket dari koordinator terus kita makan bekel yang aku bawa. Setelah makan kita kenalan dengan peserta trip lainnya, sebenernya sih udah kenalan waktu di masjid, tapi agnes kan belum yah…. kira-kira beginilah suasanya. Maaf kalo fotonya ngeblur soalnya ini pertama kali kita foto pake tongsis. itu tongsisnya juga bari beli hehehhe *katrok banget deh 😀 *

Kereta berangkat jam 9 malam dengan KA Serayu Malam jurusan Jakarta – Purwokerto. Setelah melalui perjalann yang panjang akhirnya sampai juga disana keesokan harinya, yaitu 28 Maret jam 7.35 pagi. Cukup lama sih perjalanannya hampir sama kayak jakarta – surabaya.

Sampai Purwokerto kita disambut tim MyPermata Wisata untuk segera masuk ke Bis untuk menlanjutkan perjalan dari Purwokerto ke Wonosobo. Aku sama agnes ada di bis 1 dengan Tim Leader ka Ali. Perjalanan kurang lebih akan menghabiskan waktu 3 jam. Sehingga ditengah perjalanan kami sempat istirahat sekitar 30 menit untuk ke kamar mandi dan sarapan di RM Sari Rahayu II, daerah Banjarnegara Purwokerto. Makananya enak dan jawa banget, karena sistemnya prasmanan jadi aku memutuskan untuk mengambil sayur bening, lalapan daun pepaya, pepes tahu, dan sambel terasi yang pedes banget, hem manteb banget deh.

Setekah itu kami menuju dieng. selama perjalan aku sama agnes berbagi cerita sambil nanyi-nyayi abis lagu yang diputer pak sopir, lagu-lagu jawa jadul hahhaa.. jadi kita nyanyi deh… tapi kasian peserta lain yang aslinya emang orang jakarta jadi gak ngerti sama lagu ini… hehhe.. Kita sampai di dieng jam 11.30. Saat registrasi masuk, kita ketambahan anggota bis, Pak Yohannes guide dieng ikut dalam rombongan bis 1. menceritakan tentang wisata dieng

Destinasi pertama adalah telaga warna.

Jujur waktu kesini aku belum puas banget gegara waktunya kebuan untuk sholat dhuhur. Tapi ya sudahlah ibadah emang harus yang utama hehehhe… tapi kita masih sempet-sempet poto, bahkan ada tragedi segala. Namanya orang petakilan, tingkahku selalu ada aja. Ya aku hampir jatoh gegara gak bisa balik dari ranting pohon, jadi ceritanya ada batang pohon gitu yang menjulur di telaga, aku pikir bisa kali ya aku foto disitu, ga taunya aku ga bisa jaga keseimbangan trus pas balik hampir jatoh untung ditololngin orang… Agnes bukannya nolong malah ngetawain… hem…

Setelah pengalaman kita ga bisa foto-foto banyak waktu di telaga warna, kita siapin semua peralatan foto sedari dini. Kameran di mode on semua. trus hendphoneku disetting di tongsis. Oh ya seperti yang udah dibilang kita baru pertama kali pake tongsis jadi ya gitu masih suka kagok kalo foto, apalagi aku bingung ngeliat fokus kameranya yang mana… haduuuuh ndeso banget gue hehhehe. Destinasi selanjutnya. Dieang Plateu Theater

Disini kita nonton video dokumenter tentang Dieng, mulai dari awal terbentuknya dataran tinggi ini akibat letusan gunung. Terus fenomena alam yang ada disini, tragedi apa saja yang pernah terjadi, pemantauan dieng, flora dan fauna nya, dan budaya masyarakat dieng. Masya Allah banget deh…

Setelah itu kita langsung lanjut ke Batu Ratapan Angin. saat itu cuaca sudah mulai berkabut bahkan sempat gerimis tapi alhamdulillah kita sampai di atas. Walaupun awalnya berkabut namun akhirnya pemandangan yang dinantipun terlihat. Yah dari sini kita bisa melihat telaga warna dan telaga  lainnya dari atas bukit batuan

Alhamdulillah pas turun dari situ baru hujan. eh dibawah kita udah disambut dengan deretan pedagang kentang goreng. Heeeem mantab. kentang dieng emang bener-bener enak euy…..   destinasi selanjutnya kita ke kawah dieng…. disini bau belerangnya menyengat sekaliiiii… tapi pemandangannya… Ya Allah bagus bangeeeeet… paling suka disini. Trus kita jua ketemu bule jerman namanya christina..

 

Destinasi terakhir hari itu kita ke candi arjuno

Nah setelah disitu kami langsung ke home stay untuk istirahat. enaknya home stay kita deket masjid jadi bisa sholat jamaahan disana. kita dapet temen kamar yang baik banget. ada salas dan mae… aduh sayang ga sempet foto bareng mereka dikamar adanya nanti pas mau pulang hehe… ya kamarnya lumayan nyaman, ada air panasnya pula… huuu bisa ngangetin badan… pagi-pagi kita dibangunin jam 3an untuk siap-siap “mengejar matahari” alias sunrise di gunung sikunir. jalan dari parkir bisa sampe puncak lumayan nanjak cuma tidak terlalu tinggi kok.. aman buat anak kecil sampe nenek, serius deh. dan kami pun menunggu matahari terbit.

Setelah nunggu sekitar 1 jam, akhirnya mataharinya mulai muncul. kabutnya mulai menghilang dan semburat jingga pun menampakkan keindahannya. Masya Allah, sungguh engkau Maha Pencipta yang sempurna.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imron : 190-191)

Kami pun tidak menyiakan moment ini untuk diabadikan



“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al-Anbiyâ´:30)

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yasin : 38)

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. ” (QS Al Luqman: 10)

Setelah itu lengkaplah perjalan kami. kami turun dari sikunir lalu ke home stay untuk berkemas pulang. Sebelumnya kita sempatkan dulu foto di depan tulisan Wisata Dieng

Salas, Agnes, Mae

Alhamdulillah rangkaian perjalanan ke Dieng selesai, kami sempat mampir ke tempat oleh-oleh khas Dieng dan Purwokerto. Aku membeli carica di Dieng dan gethuk goreng di Purwokerto. Dan kereta serayu malam mengantarkan kami kembali ke Jakarta.

Sepanjang mengikuti open trip ini, aku merasa semua sudah pas, ittenerary dan rundown yang pas, lalu homestay yang lumayan, TL yang baik, dan transportasi yang nyaman cuma kereta nya aja yang bikin agak gimanaaa gitu soalnya lumayan lama 12 jam berasa jakarta surabaya hehe… overall seneng banget ikutan open trip my permata wisata yang direkomendasiin agnes…. makasi sayoooong…

Yup, perjalanan atau tadzabur alam kali ini benar-benar aku maknai sebagai moment untuk me-refresh pikiran dan badan yang selama ini terlalu disibukkan oleh pekerjaan, mungkin yang suka baca blogku tau gimana postingan aku yang melulu tentang pekerjaan hehhe. Dengan tadzabur alam di Dieng ini khususnya, aku bisa lebih mengamati dan memaknai tanda-tanda alam semesta ciptaan Sang Al-Khaliq.

Wassalam… salam lestari…

Continue Reading

Event : Kompas Gramedia Fair 2014

Assalamualaikum,,,,
Ada event buat kalian yang termasuk “Kalap Buku” seperti aku 😀

Yuk cek ini …

kompas-gramedia-fair-2014

Kompas Gramedia Fair 2014 – acara ini merupakan pameran buku sekaligus festival pembaca-penulis. Buat Updaters yang suka baca buku, jangan kelewat dengan acara yang satu ini. Berikut informasinya:

  • Kompas Gramedia Fair 2014
  • berlangsung pada 2-6 April 2014 di
  • at Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Pada Kompas Gramedia Fair 2014 akan ada harga istimewa dan diskon besar-besaran.Dapatkan pula tambahan diskon sebesar 10% setiap bertransaksi menggunakan kartu  kredit tertentu untuk buku-bukunya.  Rangkaian acara Kompas Gramedia Fair 2014 antara lain:

  1. Knowledge Sharing: Menjadi Penerobos,
  2. Festival Penulis,
  3. Festival Pembaca,
  4. Launching Buku,
  5. Book Challenge,
  6. Lomba “Ayo Menyanyi”,
  7. Miiko Corner,
  8. Area Si Kecil,
  9. Spelling Bee,
  10. News Anchor,
  11. Kompetisi “Sang Juara”,
  12. Cosplay, Stand Up Comedy,
  13. Layar Tancep,
  14. Seminar & Talkshow Kesehatan,
  15. dan lainnya.

Untuk info lebih lanjut tentang Kompas Gramedia Fair 2014, hubungi  pihak kompas di  (021) 500548 atau klik di http://www.kompasgramedia.com/events

 

Reference : http://www.acara-acara.com/events/6610#.UzfOHfl_t1Y

 

Continue Reading

2 Hobby Menjadi 1 di Pulau Lombok

Susah juga yah ternyata punya pacar yang hobby nya berbeda dan bertolak belakang. Sampai- sampai aku tidak pernah liburan bareng dia, karena salah satu diantara kita ga mau ngalah dan ga suka malah sama hobby pasangan masing-masing. Aku suka sekali berpetualang menjelajahi hutan di pegunungan, karena aku senang menikmati keindahan alam yang hijau dengan udara yang sejuk bahkan cenderung dingin. Ya hobby ku adalah naik gunung.

Berbeda dengan dia, dia sangat menyukai pantai, betah banget buat berendem dia air asin itu. Tepatnya sih bukan berendem tapi diving dan snorkling. Dia juga suka ke Pulau Tidung buat loncat dari “Jembatan Cinta” dari titik yang paling tinggi katanya biar nguji adrenalin gitu sih… Hobby banget main begituan lah pokoknya. Bagi dia pelesiran dipantai menikmati suara deburan ombak serta melihat panorama matahari terbit dan tenggelam dari tepi pantai itu suatu hal yang menenangkan.

Nah, ko ga bisa ngalah buat liburan bareng gitu ya? Masalahnya aku anti panas-panasan, okelah kalo ke pantainya sore buat lihat matahari terbenam tapi kalo disuruh nemenin dia diving di siang bolong, Aduh makasi deh ya, pasti panas banget udaranya dan efeknya adalah kulitku ntar jadi merah terus muncul bintik-bintik item gitu kayak kebakar, badanku juga jadi anget,  belum lagi keringetan dan lainnya. So gak bisa dong aku ke pulau. Dia juga sama, mungkin dia kuat buat diajak jalan naik gunung, tapi dia gak betah dingin, dulu dia pernah naik gunung gede sama temen-temen kuliahnya tapi pas nyampe Surya Kencana, badan dia jadi pucet banget, kedingingan, dan gak keluar tenda sama sekali. Kalo difikir-fikir iya juga sih, wong dalam ruangan AC aja dia kedinginan gak karuan apalagi di gunung…

So, aku punya mimpi bisa liburan bareng tepatnya menghabiskan honeymoon nanti ke Pulau Lombok.. 🙂

Yup kenapa kesanaa? Karena ada 2 tempat sekligus yang bisa kita kunjungi dan merupakan tempat favorit kita masing-masing. Apalagi kalau bukan Gunung Rinjani dan Panta Gili Trawangan.

Gunung Rinjani

gunungrinjani
Taman Nasional Gunung Rinjani
Gambar dari sini

Banyak hal menarik yang ada di Gunung Rinjani. Merupakan mimpi dari SMA untuk bisa mendaki gunung ini. Kalau boleh curcol emang dari SMA itu aku punya ke inginan untuk bisa mendaki gunung ini untuk pertama kali bersama pasangan (baca : suami). Keindahan segara anakan, trek yang menantang terutama pas menuju puncak yang harus melewati bebatuan, cuaca yang extrem karena dingin campur panas saat di padang rumput, dan keindahan pemandangan sepanjang perjalanan hingga puncak yang Subhanallah banget….

puncak-gunung-rinjani-3726-
Sore Hari di Puncak Gunung Rinjani
Gambar dari sini

Melihat awan yang menggumpal rasanya seperti dalam dunia kapuk yang empuk tapi menyegarkan *halah… Siapa yang gak speechless kalo ngeliat pemandangan seindah ini, kawah Rinjani dilihat dari Plawang Sembalun di sore hari sungguh luar biasa indahnya. Nyeruput coklat panas disini enak banget kali ya.. 🙂
Syukur – syukur kalo bisa ngerasain sunset pas di puncak…
Wah semburat jingga saat senja dari puncak Rinjani memiliki eksotika tersendiri seperti gambar di bawah ini…

alip eko
Lebaran ala Ka Alif (Marley) dan
Ka Eko (Sidtong) di Puncak Rinjani
Gambar dari sini

Apalagi kaka senior mapatra pas lebaran tahun lalu bisa sowan kesana dan sampai puncak… foto-fotonya malah bikin ngiri… hehehe… Dan dari foto mereka lah aku tahu kalo Rinjani cuacana masih bersahabat bagi mas pacar, setidaknya disana masih memiliki panas, tidak terlalu tertutup dengan pepohonan hutan…. Semoga saja memang begitu..

Tapi kalo nantinya aku dan dia belum bisa sampai puncak, setidkanya aku bisa menikmati keindahan segara anakan dengan mendirikan tenda disana… Aku bisa menghabiskan waktu sambil memancing dan menikmati keindahan alam sekitar… Ada juga sumber air panas di pinggir Segara Anakan, namanya Aik Kalak.

AHMEDRINJANI
Danau Segara Anakan
Gambar dari sini
kolam-aik-kalak-sumber-air-
Kolam Air Kalak
Gambar dari sini

Nah sete;ah berjibaku mendaki Gunung Rinjani, so petualangan berikutnya di Pulau Lombok adalah ke Pantai Gili Trawangan. Pasti mas pacar nanti seneng banget kalo beneran bisa kesana. Secara karena pulau terutama pantai itu tempat favorit dia dan ini destinasi impian dia juga, tahun ini rencananya temen-temen dia wkatu kuliah akan kesana, tapi sayang mas pacar tidak bisa cuti panjang so ya harus di pending dulu… nunggu bareng aku kali yah… hehehe *ngarep.com

Pantai Gili Trawangan

Foto-Foto-Keren-Pantai-Gili-Trawangan-41
Pasir Putih Pantai Gili Trawangan
Gambar dari sini

Pantai ini tepatnya bukan di Pulau Lombok melainkan bagian kepulauan yang terpisah, oleh karena itu kalau mau menuju kesana kita harus menyeberang sedikit ke arah Pulau Bali. Disitu ada 3 Pulau kecil namanya Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Karena tempatnya yang cukup terpencil membuat pantai ini cukup sepi. Sepi disini bukan berarti jelek loh, gara-gara sepi membuat tempat ini sangatmenenangkan dan alamnya masih bersih banget broo… coba dilihat gambarnya.. pasti kesemsem *cielah..

Air-jernih-laut-di-gili-trawangan-15
Kejerniahan Air
Gambar dari sini

Bisa dilihatkan keindahan dan kebersihan pantai Gili Trawangan, katanya juga disini udaranya tidak terlalu menyengat karena banyak pepohonan di pinggir pantai yang cukup rindang. So pantai ini masuk kriteriaku, karena berarti kulitku bisa beradaptasi

(semoga saja) tapi demi menikmati keindahan alam pantai ini aku harus bisa melawan rasa gatal dll disini, bisa jadi aku lupa diri kali yah kalo benar2 sudah berada disana. Apalagi airnya yang jernih sangat amat menggiurkan untuk snorkling

Biarpun sepi tapi fasilitasnya cukup lengkap, bisa dilihat adanya resort yang bisa dipakai untuk bermalam disini. Selain itu info dari beberapa website travel kalo disni kita bisa wisata kuliner karena saat malam hari banyak restauran yang menggoda selere, tentu menu utamanya adalah Sea Food namun citarasa masakannya sedikit berbeda karena ada unsur masakan daerah lombok disana.

Bangsal-di-Pantai-Gili-Trawangan-29
Bangsal di Pantai Gili Trawangan
Gambar dari sini

Oh ya yang bikin aku jadi suka sama pantai ini adalah… Dari sini kita bisa melihat Gunung Rinjani… Yeee.. Tuh kan berarti ada tempat yang bisa menyatukan kita berdua. Tergantung kita bisa beradaptasi atau tidak. Tapi di Pulau Lombok-lah rasanya perbedaan itu bisa dilebur menjadi satu. yah semoga #MyDreamyVacation buat honeymoon disana bisa terlakasana. Aamiin.. Dan semoga jodohku memang dengan dia… hehehe…

Senja-di-gili-trawangan-92
Senja di Gili Trawangan
Gambar dari sini

Tulisan ini di ikutsertakan giveaway MyDreamVacation yang diselenggarakan oleh Mbak @IndahNuria yang masih ngebahas tentang #MyItchyFeet ^_^

GA dreamy vacation

Continue Reading

10 : Tempat Impianku

Postingan ini melanjutkan Emotional Flutter 30 Days Blogging Challenge.

Setiap orang tentunya memiliki suatu tempat yang sangat ingin ia kunjungi, baik itu dalam waktu dekat ataupun jangka panjang. Rata-rata dari mereka biasanya telah membuat rencana untuk bepergian ke tempat idaman dalam jangka waktu panjang memngingat biasanya tempat tersebut begitu spesial dalam hidupnya. Berikut ini tempat yang ingin aku kunjungi kelak. Ingat ya kunjungi atau tinggali untuk sementara.

1. Mekkah Madina

Siapa pun umat muslim di dunia ingin pergi ke tempat ini untuk menunaikan rukun islam yang ke 5, yaitu Haji. Menjalankan ibadah yang sangan spesial di rumah Allah ini merupakan impian terbesarku. Dimana tempat berkumpulnya umat untuk bermunajat kepada-Nya. Pengennya 5-7 tahun yang akan datang bisa kesana paling engga umroh bersama bunda dan eyang uti.

2. Belanda

Entah apa yang membuatku ingin sekali ke negara ini. Awalnya aku memang ingin sekali mendapat beasiswa ke Eropa, lalu aku mencari beasiswa Erasmus Mundus, kemudian aku mencari yang sesuai jurusanku yaitu Manajemen Informatika lalu ketemulah ini  Internasional Master in Management of IT (IMMIT) dan semakin kesini makin terobsesi untuk bisa kuliah di negara ini. TU Delft, TU Groningen dll… kampus-kampus keren yang sesuai jurusanku rasany bi9sa menjadi oemuas dahagaku yang ingin terus belajar

3. Cordoba – Spanyol

tempat ini ingin ku kunjungi mungkin karena terinspirasi cerita di novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Aku yang memang ingin sekali keliling eropa makin tertarik setelah mendapat cerita tentang peradaban Islam di benua Eropa yang diawali dari Cordoba Spanyol.

4. Gunung Semeru, Gunung Rinjani dan Pantai Gilitrawangan

Aku memang suka menjelajah terutama ke gunung. Sungguh sebuah perjalanan yang membuatku candu untuk ingin terus bisa menjejakkan kako di puncak-puncak gunung yang ijndah di negeri ini. Semeru dan Rinjani menjadi gunung yang sampai saat ini menjadi impianku untuk kesana. Pemandangan yang ditawarkan serta medan dan tinggi gunung yang cukup menantang membuatku penasaran untuk bisa melihat lebih dekat kedua gunung tersebut. lalu setelah mendaki gunung, mumpung satu lokasi dengan Rinjani yaitu di Lombok, aku ingin mampir ke Pantai Gilitrawangan. Sebuah pantai pasir putih yang bersih membuat orang jatuh cinta dengan kesunyian dan keindahnnya yang luar biasa. Semoga tahun depan atau 2 tahun lagi aku sudah bisa ke tiga  tempat ini. Aamiin ^^

Continue Reading

Libur Lebaran Asik Ke Wisata Gunung Kelud

Lebaran tahun ini (2013) aku pulang ke kampung halaman tercinta, Surabaya. Tapi pas H-2 lebaran aku sama papa dan mama mudik ke kota kelahiran mama, Kediri. Ada alasan yang membuatku memilih sholat Ied bareng mereka yaitu iming-iming liburan ke Wisata Gunung Kelud. Karena rencanaku sebenernya ingin naik gunung semeru mumpung libur lebaran bertepatan di bulan agustus, ingin rasanya bisa mengibarkan merah putih saat 17 agustus di Mahameru, tapi apa daya restu orang tua membuat rencana itu tak bisa aku realisasikan. Dan sebagai gantinya mereka mengajakku ke Wisata Gunung Kelud toh aku juga belum pernah kesana jadi tak apa lah kesepakatan itu aku terima.

Perjalanan dimulai sekitar jam 10 malam dari Surabaya menuju Kediri, arus kendaraan saat itu lumayan banyak, sepertinya banyak pemudik yang memang memilih perjalanan malam untuk menghindari kemacetan dan panasnya siang hari. Jadi kira-kira perjalanan memakan waktu 4 jam. Selama di Kediri, kami tinggal di rumah orang tua mama, tapi karena orang tua mama sudah meninggal dan sodara yang lain pada pulang ke rumah mertuanya sehingga cuma kami ber 3 yang ada dirumah. Lumayan sepi sih tapi seneng aja…

Hari pertama di sana, pagi-pagi aku, mama, dan papa pergi ke salah satu pasar terbesar di Kediri, Pasar Setono Betek, atau biasa orang menyebutnya Pasar “Mbetek“. Aku dan mama belanja kebutuhan makanan sedangkan papa mencari peralatan listrik untuk memperbaiki lampu dan kulkas yang ada di rumah. Pasarnya bisa dibilang lengkap, apapun ada dari mulai bahan makanan, baju, tas, sendal, perabotan plastik, dll. Kami belanja tahu, kecambah (tauge), cabe rawit, penyedap rasa, ayam jawa, dan kerupuk “upil” sebagai oleh-oleh nanti pas pulang ke Surabaya. Sehabis belanja, aku sama mama nonton tv sampe ketiduran, sedangkan papa sibuk memperbaiki lampu dan kulkas, kasian banget gak ada yang bantu heheh…

Sore harinya aku sama mama sibuk mempersiapkan buka puasa, dan tau gak menunya apa? Hanya Tahu Isi hehehe…. Yah memang sengaja masaknya cuma itu doang soalnya aku pengen jalan2 malem di kota Kediri sambil menikmati nasi pecel pincuk lesehan sebagai makanan khas kota ini. Dan benar sekali pecel di sekitaran jalan Doho ini memang sedaaap.. bumbu kacangnya beda sama bumbu pecel daerah lain. Cuma makan sayur, nasi, bumbu pecel ples peyek kacang aja rasanya nikmat banget. Apalagi sambil melihat lalu lalang kendaraan yang melintas. Wisata kuliner ala Mirna banget lah pokoknya…

Allahu Akbar Allahu Akbar..
Laillaha Ilallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillah Ilham…

Pagi itu semua umat muslim sedunia, khususnya Indonesia berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat Idhul Fitri pada 1 Swayal sebagai momentum kembali Suci, setelah 30 hari lamanya menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Aku pun demikian, sedari pagi setelah menunaikan sholat subuh, mama memaksaku sarapan walau hanya dengan tahu isi yang sudah di angetin dan teh. Setelahnya kami pun bersiap menggunakan baju yang sengaja sudah aku siapkan, sehingga kami bertiga memakai baju seragam. Kami sholat di Masjid Agung Kediri.

IMG-20130808-00157

Setelah sholat Ied, kami ke makam orang tua mama, lalu kembali ke rumah untuk sungkeman dan silahturahmi dengan tetangga. Di rumah tidak begitu lama karena setelah sarapan mie instan dan beres-berang barang bawaan. Kita sudah memulai acara jalan-jalan. Yeeee Hiippiii… disaat yang lain masih silahturahmi lebaran, kami bertiga malah liburan ke tempat wisata hehehe :). Tapi aku tidak langsung dibawa ke gunung Kelud tapi berhenti sebentar di sebuah bangunan besar berbentuk gerbang seperti Arc de Triomphe yang ada di Paris.

DSC_1036

Setelah dilihat, bangunan ini memiliki relief yang konon menceritakan tentang sejarah Kota Kediri yang secara kasat mata hampir mirip seperti Arc de Triomphe. Tinggi bangunan ini sekitar 30 meter yang terdiri dari 6 lantai. Kita bisa memasuki bangunan ini karena sebenarnya terdapat museum kota lewat lapangan yang ada diseberangnya. Namun karena hari H lebaran, aku belum bisa masuk ke dalam bangunan Simpang Lima Gumul. Alhasil hanya bisa foto-foto di depannya.

DSC_1035

Selesai foto-foto, kami langsung kembali ke mobil dan langsung tancap gas menuju Wisata Gunung Kelud. Tak perlu waktu yang lama, hanya sekitar 45 menit dari Simpang Lima Gumul, kita sudah sampai di pintu masuk gunung Kelud. Tapi di tengah perjalanan menuju tempat wisata, kami harus berhenti akibat kehabisan bensin. Huuuu papa sih di ingetin buat ngisi bensin gak mau, kan jalannya naik turun belak belok pantes lah bikin boros. Untung ada tukang ojek yang mau nganterin beli bensin. Dan pemandangannya pun cukup bagus, sehingga aku sama mama malah ribut minta di foto hehe… narsis beut dah ah…

IMG-20130808-00166

Lalu sampailah kita di Wisata Gunung Kelud… Huah udaranya dingin banget berr… Dan tempatnya juga ga begitu rame jadi enak banget. Tempat parkir mobilnya seperti dermaga kayaknya, bentuknya bagus. Terus perlahan kita mulai jalan. Melewati terowongan yang lumayan gelap dan konon itu peninggalan Belanda. Dan sampailah di puncak gunung kelud. Sebenarnya dulu tempat ini berupa kawah, namun saat meletus di beberapa tahun lalu, kawah tersebut berubah bentuk menjadi gunung anakan. Bahkan tempat ini sempat di tutup beberapa tahun karena tanah atau lahar panasnya masih menganga. Namun saat ini sudah bisa dinikmati.

IMG-20130808-00194

Ada lagi tempat tertinggi di kawasan gunung ini yang dibangun sebagai tempat ibadah berupa kelenteng. Berhubung mama gak kuat, jadinya kita berjalan ke sisi sebelahnya dimana terdapat tebing yang bentuknya menurutku seperti kayu walaupun itu sebenernya batu.. hehe

IMG-20130808-00199

Setelah itu kami kembali ke terowongan lalu terdapat anak tangga turun menuju pemandian air panas. perjalanan menuju ke tempat itu cukup menguras tenaga padahal cuma turun, gak bayangin gimana nanti baliknya, kan tangga kembalinya berarti naik. Wuih lumayan olahraga *hehehe. Dan setelahnya kita bisa melihat pemandian itu, memang belum terlalu bagus karena masih dalam tahap pembangunan. Namun cukup menarik untuk mencoba merasakan airnya, kepulan asap yang keluar dari air seakan memanggil untuk mencobanya. Setelah aku menceburkan kaki, betapa terkejutnya ketika air menyentuh kulit kakiku, bukannya hangat tapi panas banget *huaaaa…  kayak kebakar rasanya. Udah deh gak mau nyelupin lagijadi mending foto-foto… *hihihi

IMG-20130808-00206

Tapi ternyata di bagian kolam yang sedang dibangun terdapat pertemuan mata air dingin dan panas sehingga suhu airnya tidak terlalu panas seperti yang kucoba sebelumnya.

IMG-20130808-00219

Nah, itulah tempat terakir aku, mama dan papa kunjungi di kawasan wisata gunung kelud. Setelah dari situ kita kembali ke parkiran tapi tidak dengan jalan kaki melainkan naik ojek yang memang ada di dekat pemandian tarifnya 15.000 per orang. Lumayan mahal sih tapi dari pada naik anak tangga, kasian mama yang udah capek, dan memang jalan yang dilalui terjal jadi setimpal lah dengan apa yang sudah dilakukan bang ojeknya heheh… Setelah di parkiran, kami sholat dan makan kemudian langsung pulang, bukan lagi kerumah tapi ke Surabaya. Yah liburan yang singkat namun sangat berkesan. Apalagi dilakukan di hari H lebaran dimana saat orang lain sibuk silahturahmi, tapi justru aku, mama, dan papa asik menikmati keindahan gunung kelud heheh…

Sekian ceritaku yang di ikutsertakan di Mini Kontes Blog Masroqib dengan tema  “Saat Liburan Bersama Ibu”..

Continue Reading

Awal Perjalanan Yang Bikin Candu – Penmas Gn. Gede

Hai teman-teman, kali ini aku mau menulis tentang perjalanan atau travelling yang pernah aku lakukan. Tepatnya ini adalah sebuah perjalanan yang memicu perjalanan-perjalanan selanjutnya. So travelling kali ini sangat amat memorable banget. Yup ini tentang “Pengalaman Pertama Naik Gunung”.

Acara Pendakian Masal merayakan ulang tahun Mahasiswa Pencinta Alam Polman Astra (MAPATRA) yang ke 2 ini merupakan awal mula dari hobiku sekarang yang suka menjajaki belantara alam. Awalnya aku engga dapet ijin dari oomku sebagai orangtuaku selama di jakarta dan lagipula kuota dari pendakiannya sudah abis.

Tapi sih, tekadku untuk mencoba hal baru, mengalahkan rasa takut, dan merasakan perjalanan yang menantang bagiku ternyata mampu mngelahkan itu semua. Akhirnya setelah aku dapet izin dari bunda dan ternyata ada salah satu peserta yang mengundurkan diri, so aku daftar dan ikut acara pendakian ini. Dan perjalanan pun dimulai.

Jumat, 3 november 2012 – sebupang kampus sekitar jam 4 sore aku langsung packing. Semua perlengkapan pribadi aku masukin seperti baju, makanan ringan, jas ujan, sleeping bag, termos kecil, dll Heboh banget gara2 aku pake tas ransel yang gede karena itu tas abis aku pake ke Palembang seminggu sebelumnya, dan tas itu nyatanya cukup untuk bajuku selama seminggu. So bisa dibayangin lah gedenya. Dan itu ransel bukan tas carriel gunung jadi ya gt bahannya tebel dan membuat berat. Untungnya kita peserta dibagi kelompok jadi peralatan seperti tenda, kompor, dan makanan berat untuk kelompok dibawa oleh tim yang kebanyakan cowok. Bahkan aku satu2nya cewek di kelompokku. Jadi aku hanya bertanggung jawab atas bawaan pribadi. Malemnya kita berkumpul di kampus dan berangkat naik truct tronton bersama sekitar 70an orang (sepertinya hehehe) yang menuju ke tempat itu entah apa.

Oke akhirnya nyampe juga, ternyata itu daerah Cipanas atau Cinajur Jawa Barat gitu, ga tau jelasnya dimana pokonya aku cuma taunya kita mau naik Gunung Gede lewat jalur Putri karena sepanjang perjalanan aku cuma tidur soalnya mengusir rasa enek desek2an sama peserta lain. Kita gak langsung naik tapi tidur dulu di rumah-rumah warga yang emang sengaja disewakan gitu berikut ada warungnya jadi kalo makan sekalian di situ. Terus pas pagi, baru tuh kita siap-siap naik. Tak lupa pemanasan, breafing sebentar dan doa… Tapi tentunya gak afdol kalo gak foto2 dulu bareng temen sekelompk dan inilah kita…

IMG_2402
(Dari Kiri) Ka Bangkit, aku, Ka Priangga, Ka Indra, Ka Danang, dan Ka Berry

Perjalanan pun dimulai dengan bahagia. Walaupun seminggu sebelum pendakian aku sudah nurutin panitia buat olah raga ringan seperti naik turun tangga, loncat2 dikosan, sit up, push up, dll biar staminanya baik tapi toh nyatanya aku pemula jadi sebentar-sebentar berenti. Bahkan perjalanan baru dimulai dari pos pendaftaran melewati sawah-sawah penduduk, aku udah kewalahan dan engga tahan untuk minum.

IMG_2415

Sepanjang perjalanan rasanya nafas udah mau putus dan perutku entah kenapa engga enak. Jadi sepanjang perjalanan aku akhirnya di dampingin ka Galih yang ada disebelahku pas difoto atas, dan dia jadi korbanku karena aku gak tau kenapa kentut terus hahaha *jorok ya tapi perutku engga enak. kembung rasanya, mungkin gara2 malemnya kan kebanyakan tidur dibawah jadi ya gini deh. Maaf ya ka Galih heheheh. Terus di tengah perjalanan kita tentunberenti2…

IMG_2420

Dan akhirnya kita sampai di tempat perkemahan dan bertemu teman sekelompok. Udah deh narsisnya foto sana sini. Sioalnya tempatnya keren banget. Alun-alun Surya Kencana itu merupakan padang edelweiss yang sangaaaat luas. engga tau persisnya luasnya berapa. mungkin di mbah google ada kali ya. Yang jelas ada perasaan lega, capek, tapi tentunya bahagiaaaaa….

IMG_2564

Karena laper banget, jadi baru nyampe dan ketemu temen sekelompok yang emang punya tugas sendiri2 termasuk tugas bawa logistik alias makanan berat. So acara selanjutnya buatku adalah masaaaak…. sedangkan yang lain buat tenda. Ohya total aku mengabiskan waktu sekitar 6 jam perjalanan dari bawah hingga Surya Kencana.

DSCN0751
Masak-masak… Makan-makan

Ke-esokan paginya kita siap2 mau naik ke puncak. Wah inilah waktu yang kau tunggu2… yaitu perjalanan menuju puncak yang katanya curam sekali Sampe peserta gak boleh bawa tas. Cuma 1 orang yang bawa perkelompok buat di isi air minum dan selama perjalanan menuju puncak. Aku sempetin foto di ladang edelweis. Yang MasyaAllah indah banget

DSC_0005
Aku di Padang Edelweiss Surya Kencana

Terus gak lama kemudian yah sekitar 1 jam aku nyampe puncak. Tapi bukannya langsung girang aku malah pengen muntah. Ada bau2 aneh gitu untungnya langsung ditutup mulutnya pake sapu tangan yang dibasahin air. Katanya ada bau asap2 yang kecampur belerang. yah aku yang pertama kali mencium baunya jadi engga tahan. Tapi gak lama ko soalnya bisa beradaptasi. Terus foto2 narsis deh heheheh

DSC_0022
Alhamdulillah akhirnya nyampe puncak gede

Rasanya seperti engga percaya pas bisa ngeliat tulisan diatas. Perjalanananku dari hari jumat sampe minggu ini membuahkan hasil. Alhamdulillah juga perjalanannya lancar dan tidak ada hambatan yang terlalu. Aku bersyukur dapet izin dari bunda. Mungkin doa ibu sedang berlaku disaat-saat yang seperti ini. Oleh karena itu aku tak berhenti mengucapkan dalam hati Terima Kasih Bunda dan Subhanallah banget ngelihat pemandangan ciptaan_nya yang seungguh luar biasa indah. Detail… kita manusia harusnya jauh lebih bersyukur lagi karena Allah telah memberikan alam yang bermanfaat dan indah, jangan sampai kita malah merusaknya.

IMG_2609
Foto bareng kelompokku

Dan tentunya setiap perjalanan pastri kita harus kembali ke tempat semula. seperti layaknya perantau yang kembali ke kampung halaman. Namun rasanya perjalanan selama 3 hari ini di tambah turun dari gunung yang di guyur hujan bukannya membuatku kapok malah semakin ingin mencoba lagi, lagi, dan lagi. menikmati setiap pijakan tanah yang ada, hembusan angin yang dingin, hujan kondensasi yang menyegarkan, sorak sorai semangat dari pendaki lain yang tak henti-hentinya berbunya di sepanjang perjalanan, dan rasa kebersamaan atau lebih kekeluargaaan yang terjalin, walaupun kita juga akhirnya tau karakter masing2 teman kita karena karakter seseorang akan keluar disaat yang terdesak. termasuk pada setiap pendakian pasti sifat asli seseorang akan keluar dengan sendirinya. Namun itu bukanlah penghalang melankan opembelajaran bagiku yang mengerti makan dari setiap perjalana dan bertemu dengan orang baru lalu karakter baru.

DSCN0848
Pulang

Yaahh tulisan  perjalanan awal yang sangat mengesankan hingga membuatku kecanduan ini aku ikut sertakan pada My Itchy Feet…Perjalananku yang tak terlupakan” yang diselenggarakan oleh Indah Nuria Savitri. Semoga bermanfaat, menginspirasi dan menambah pertemanan. Aamiin ^_^ SALAM

Continue Reading