Give Away | IT | Pendidikan

Meraih Kemerdekaan Belajar di Era Digital Bersama Babastudio

By on August 29, 2017

Tujuh belas agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Mer.. De.. Ka..

Hai hai readers, Assalamualaikum.. MERDEKA !!!

Bertepatan di bulan Agustus ini semangat kemerdekaan banyak digaungkan seantero negeri. Walau kemarin sempat banyak tragedi tapi kita tetap bersatu kembali. Sayang kan perjuangan para pahlawan untuk mendapatkan kemerdekaan harus diisi dengan pertengkaran. Mending buat belajar supaya pintar, hehehe.

Memaknai kemerdekaan dengan belajar tentunya akan bermanfaat bagi Indonesia kedepan. Dinilai sebagai negara berkembang, artinya negara ini masih bisa lebih berkuasa lagi asalkan peningkatan sumber daya manusianya melalui pendidikan lebih diperbaiki. Beruntunglah teman-teman yang tinggal di kota, mau belajar apa aja mudah. Lah bagaimana dengan yang di pedesaan ? Mau kursus ini dan itu belum tersedia, syukur kalau masih ada buku bacaan untuk belajar, nah kalau tidak ada?

Tapi zaman sudah berubah, kemajuan teknologi terutama internet sangat membantu mendobrak keterbatasan seseorang yang memiliki keinginan untuk berkembang. Kita bisa belajar secara online. Jadi belajar bisa dimana saja dan kapan saja tanpa takut kekurangan bahan. Inilah yang disebut sebagai kemerdekaan belajar di era digital. Lagipula sudah banyak jasa penyedia kursus online yang mudah, lengkap, dan dengan harga terjangkau, seperti di Babastudio.com.

Continue Reading

Pendidikan

Mengatur Keuangan Perempuan Pekerja Lajang

By on November 5, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Mengatur keuangan bagi setiap orang memang diberbeda-beda, ada yang sangat detail dengan merencanakan setiap pemasukan dan pengeluarannya, ada pula yang mengalir bagai air alias mengikutin 2 hal yaitu yang diinginkan dan yang butuhkan. Apalagi untuk perempuan yang umumnya doyan belanja *sorry for generalisasi ^_^ tapi ya memang begitu adanya. Jadi dibutuhkan tips and trik gimana cara mengatur gaji bagi perempuan pekerja supaya bisa cukup, bermanfaat  dan bisa menjadi investasi untuk masa depan… Ini dia cara KEINA mengatur keuangannya.

Saya termasuk orang yang mengatur keuangan setelah mendapat gaji

1.Bersedekah

Baju baru aja kalau mau dipakai harus dicuci dulu supaya bersih apalagi gaji yang jelas-jelas ada hak atau rizqi orang lain disana “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19). Jadi sebelum memakai gaji untuk kebutuhan alangkah lebih baiknya untuk bersedekah. Insya Allah gaji menjadi “bersih”… Aamiin.

Continue Reading

Pendidikan

Menuntut Ilmu Seperti Huruf T

By on June 11, 2015

Assalamualaikum  Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Entah apa yang membuatku ingin menulis hal ini, karena saat saya menuliskan status di facebook dan mengupload gambar seperti ini, sepertinya banyak orang yang tidak mengerti maksudku

Mari Menggambar…

Mencari ilmu itu seperti huruf T… Kalau ga luas ya dalam.. Sebaiknya sih yang luas dan dalam tapi kan susah ya… Aku lebih memih mencari ilmu yang luas… Mencoa sesuatu yang baru untuk mengerti ini itu

Aku sudah belajar CAD, kapan kamu belajar ngoding ? 😛

11391701_1009146299103471_6067523462143465103_n

Yah, aku yang background sekolahnya Manajement Informatika alias orang IT eh njilalah dapet kerjaan jadi seorang Promotion lalu dipindah ke bagian Market Research untuk sebuah perusahaaan Alat Berat dari Jepang. It’s mean that… Aku harus belajar hal baru karena secara dasar pengetahuan aku belum mengerti tentang hal itu. Untungnya aku kepoan alias suka belajar yang baru, karena dengan begitu aku mendapat kesempatan untuk menambah ilmu yang banyak banget yang belum tentu aku pelajari jika tidak mendapat amanah seperti ini.

So far aku belajar otodidak, internet sangat amat aku andalkan utuk hal ini terutama untuk download ebook dan jurnal yang berkenaan dengan marketing research. Dan untungnya, MyBabe alias atasanku selalu support dengan semua kebutuhanku, termasuk training… Thanks a lot Sir..

Daaaan Let’s CAD, usaha training mechanical engineering design yang sedang dirintis oleh caim membuatku ikut terjun membatunya. Kalau awalnya aku hanya bagian marketing and promotion buat bikin leaflet, bikin web, dan promotion tools lainnya serta merchandise kebutuhan peserta training. Kali ini aku dituntut untuk mengerti apa itu CAD, karena kalau ada calon peserta training nanya-nanya masalaj teknis aku bisa menjawabnya. Jadi aku pun mulai belajar CAD dengan software Autodesk Inventor.

Nah kebayang kan dari basic programming ke promotion abis gitu ke marketing research lalu ini aku harus bisa engineering design. Tapi aku tetep semangat belajar semuanya biar tau ini itu… Toh gak ada ilmu yang gak bermanfaat kan, apalagi perempuan sebagai madarasah pertama bagi anak-anaknya kelak….

Well, balik ke analogi ku bahwa menuntut ilmu itu seperti huruf T.

huruf-t

Kenapa huruf T ? Apa maksudnya?

Oke akan ku jelaskan maksuku… Ya seperti bentuknya T memiliki 2 komponen mendatar dan tegak lurus yang saling bertemu.. Nah menuntut ilmu alangkah baiknya seluas mungkin seperti bagian mendatar pada huruf T… Sebagai manusia tentunya kita harus mempelajari berbagai hal, semakin luas pengetahuan kita akan semakin baik. Membuat kita mudah untuk berkomunikasi jika memiliki lawan bicara yang berbeda beda bahkan bisa membantu seseorang jika mengalami masalah walaupun kita bukan dibidang permasalahan tersebut, setidaknya kita bisa memberikan suggestion…. Lalu apa hanya seperti itu menuntut ilmu yang baik? Oh tidak. Kita juga harus bisa memiliki fokus bidang keilmuan yang harus kita pelajari secara dalam seperti bagian tegak lurus pada huruf T. Hal ini biasanya dilakukan oleh para ilmuan yang selalu tekun untuk melakukan penelitian. Belakangan ini yang terlihat benar-benar mengimplementasikan ilmunya melalui riset sehingga menghasilkan invoasi adalah para ahli Information Technology, bentuk handphone yang semakin futuristik dengan fitu-fitu yang semakin membantu dalam kehidupan sehari-hari.

So, Yuk menuntut ilmu seperti huruf T… semakin banyak ilmu yang kita pelajari akan semakin membantu kehidupan kita sehari-hari… semakin dalam ilmu yang kita pelajari akan membantu kehidupan orang – orang disekitar kita. Belajar terus menerus dan bersungguh – sungguh karena “Man Jadda wa Jadda” , siapa yang bersungguh – sungguh pasti akan beruntung. Dan Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Bahkan Allah sendiri lewat Al Qur’an meninggikan orang-orang yang berilmu dibanding orang-orang awam beberapa derajad.

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad. (Al Mujadilah: 11)

Cukup sekian penjelasanku tentang analogi huruf T dalam menuntut ilmu, semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading

Pendidikan

Impian Menjadi Dokter VS Dokter Gadungan

By on June 5, 2015

Assalamualaikum Warrahamatullahi Wabarrakatuh

bila-muslimah-menjadi-dokter-atau-perawat
gambar diambil dari sini

Akhir – akhir ini banyak pemberitaan tentang kasus Dokter Gadungan alias dokter tanpa memiliki ijazah kedokteran maupun dokter yang buka praktek tanpa izin. Ya ampun zaman apa ini?? Dokter itu taruhannya nyawa lha kalo salah ngasih tindakan atau obat bagaimana? #ngelusdada

Sebelum itu tepatnya 9 Mei 2015 pas ngeteh cantik di sore hari bareng orang tua eh adek yang awalnya adem ayem gak tau ngapain di kamar atas tetiba turun dengan terburu-buru. Setelah tenang barulah dia menceritakan kalo dia belum berhasil lolos di SNMPTN Undangan. Deg… dalam hati “Adekku udah belajar segitunya buat dapetin nilai bagus ko bisa ga diterima?”. Dia yang awalnya tegang langsung nangis. Dia memilih UNS jurusan FK dan Unpad jurusan FKG.. Aku tau banget adekku belajar mati-matian sampe harus diinget buat makan dan istirahat demi masuk jurusan yang dia cita-citakan “Kedokteran”

Well, aku dan orang tuaku akhirnya memberi motivasi padanya agar tidak gampang putus asa untuk terus memperbaiki diri lagi dengan belajar, berdoa dan meningkatkan rasa percaya diri. Yah kekurangan adekku adalah kurang percaya diri. Jujur ya, berdasarkan tingkat kerajinan belajar #apasih# alias pinter sebenernya pintar adekku, IQ nya aja bagusan dia ketimbang aku, cuma ya itu suka ragu dan gak percaya diri jadi suka gugup pas ujian… masih inget kan ya tulisanku yang “2 Kunci Sukses Hadapi UN”  disitu aku tulis bahwa JUJUR dan PERCAYA DIRI… Percaya atas kemampuan dan kerja keras yang sudah kita lakukan, penting banget kita miliki saat menghadapi ujian, tes dan apalah-apalah itu

Kembali ke perbincangan semula tentang dokter gadungan, yup maraknya kasus dokter gadungan yang terungkap membuat kita semakin was-was. Bermula dengan hebohnya pemberitaan tentang dokter kencantikan yang ternyata hanya lulusan SMA dengan korban sampe harus operasi yang lebih serius lagi. Disusul dengan terungkapanya dokter yang buka praktek di Depok yang ternyata sudah lama membuka klinik bukan hanya di Depok melainkan daerah jakarta dan sekitarnya.

Ada juga dokter gadungan dari Sampang Madura yang ternyata sudah praktek selama 15 tahun, artinya dia sudah menangani ratusan atau bahkan ribuan pasien. Padahal dia hanya lulusan perawat yang kemudian bekerja di RS daerah Malang, berbekal itulah dia berani membuka praktik mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi,  untungnya tidak ada korban dalam praktik ilegalnya. Tapi tetap saja, seseorang yang tidak memiliki background pendidikan kedokteran tentu secara pengetahuaan kurang, salah-salah bukannya menyembukan malah merenggut nyawa seseorang.

Nah aku ingin menyoroti kasus yang di Sampang. Kalau dilihat pasien yang ditangani sudah banyak artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang harus ditolong, maksudnya pasien di Indonesia banyak yang harus ditangani oleh dokter. Nah entah ini karena jumlah dokter dengan pasien tidak sepadan,  sehingga banyak pasien yang tak tertangani sehingga mereka lari ke klinik yang ternyata dikelola oleh dokter gadungan dan tanpa izin praktek atau alasan lainnya.

Namun Dari data http://bppsdmk.kemkes.go.id/infonakes/ inilah jumlah tenaga kesehatan di Indonesia

dokterSecara historical pertambahan tenaga kesehatan Indonesia tiap tahunnya 100.000 sehingga di tahun 2015 kurang lebih jumlah dokter di Indonesia ada 1.100.000 (satu juta seratus). Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia di tahun 2015 yang sudah mencapai 250.000.000 (dua ratus limah puluh juta) sumber dari http://www.indonesia-investments.com. Coba bayangkan apakah sepadan ??? kalau dilihat dari tenaga kesehatannya saja kurang, apalagi dokternya?

Artinya Indonesia membutuhkan banyak sekali tenaga kesehatan terutama dokter. Untuk itu seharusnya Universitas yang memiliki fakultas kedokteran membuka peluang sebanyak-banyaknya untuk putra putri bangsa menjadi mahasiswanya yang kemudian hari bisa lulus dan mengabdikan diri ke masyarakat. Segala macam tes dan prosudur terkait,memang harus tetap menjadi acuan penerimaan, namun untuk kuota, aku pribadi berharap bisa ditambah supaya orang – orang semacem adekku bisa masuk fakultas kedokteran dan menjadi Dokter yang berguna bagi masayarakat Indonesia dan sesuai impiannya.

tulisan ini dedicate for my beloved sister ^_^

Sukses ya Tafiana Khusnul Khatimah

Aku yakin kamu bisa lolos SMBPTN 2015

masuk di fakultas kedokteran sesuai dengan impianmu

Dan masih banyak peluang lainnya nanti seperti SIMAK UI dan tes gelombang selanjutnya

We always support you!!!

You can do the best!!

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading

Essay | Pendidikan

Beasiswa Bantu Wujudkan “Long Life Education”

By on June 10, 2014

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh…

Semangat Pagi… Kita Bisa… Luar Biasa….

Kali ini aku ingin share tulisan lama yang sempat aku ikutsertakan lomba namun belum beruntung, tapi enggak apalah, menulis bagiku bukan sebuah kompetisi, dia adalah alat yang tepat untuk membagi pendapat, ilmu, pandangan kita, yup seperti kali ini aku ingin mem publish tulisanku tentang pentingnya beasiswa, Nah semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk terus mengejar impian dan meraih prestasi setinggi mungkin, kalo bisa juga dengan meraih beasiswa… hehehe Happy reading all 🙂

Essay

Beasiswa Bantu Wujudkan Long Life Education

Oleh : Mirna Puji Rahayu

Mahasiswa D3 Menejemen Informatika – Politeknik Manufaktur Astra

Diikutsertakan pada Essay Competition di Pemburu Beasiswa 2013

Pendidikan merupakan sebuah proses yang dialami seseorang untuk membentuk karakternya melalui ilmu yang dimiliki secara berkala. Kenapa seperti itu? Ya karena seseorang sebenarnya telah mengenyam pendidikan dari dalam kandungan yaitu belajar bertahan dalam kondisi rahim sang ibunda sehingga dia bisa lahir dengan selamat dan memulai kehidupannya di dunia. Manusia secara fitrah mendapat pendidikan pertama kali dalam lingkungan keluarga. Seseorang diajarkan bagaimana melakukan sesuatu untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Namun pendidikan tidak berhenti sampai disitu, kita juga harus keluar untuk mencari ilmu yang lebih.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, pendidikan memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan taraf hidup manusia. Bahkan, sebuah penelitian  yang dilakukan mahasiswa fisip UNS bahwa tingkat pendidikan akan mempengaruhi mata pencaharian seseorang yang berhubungan dengan tingkat kesejahteraan mereka. Seseorang dengan pendidikan yang tinggi akan memiliki cenderung mendapat pekerjaan yang baik seperti pegawai kantor, dokter, dan lainnya sehingga tingkat kesejahteraan yang baik, sebaliknya seseorang dengan pendidikan yang rendah akan memiliki pekerjaan kurang baik seperti buruh kasar yang tingkat kesejahteraan yang kurang baik. Namun anggapan tersebut tidak seutuhnya benar karena banyak juga orang di luar sana yang berpendidikan rendah dengan tingkat kesejahteraannya tinggi.

Pendidikan yang tinggi memang bukan satu-satunya kunci untuk mencapai kesuksesan. Tetapi, paling tidak pendidikan dapat memberikan jaminan bagi kehidupan seseorang, seperti yang diungkapkan dalam ajaran Islam, Allah SWT berfirman bahwa “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11) . Hal ini dapat dijadikan suplemen pemacu semangat terhadap betapa pentingnya berjuang untuk mendapatkankan pendidikan setinggi mungkin karena ilmu pengetahuan berpengaruh pada kualitas kehidupan manusia di dunia maupun akhirat kelak.

Semakin ketatnya persaingan yang terjadi membuat peranan pendidikan semakin penting. Tidak dipungkiri bahwa sebagian besar orang yang berpendidikan tinggi lebih cerdas dalam memahami pergerakan situasi yang cepat berubah sehingga mereka mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman dengan baik. Karena pendidikan pun secara tidak langsung dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Namun banyak kendala yang harus dihadapi untuk dapat memperoleh pendidikan yang tinggi. Salah satu dari kendala itu adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pendidikan. Banyak orang yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tetapi mereka terpaksa menyurutkan keinginannya karena kendala biaya. Ditambah himpitan ekonomi yang sangat berdampak pada menurunnya motivasi seseorang untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka yang memilih jalan pintas akan berfikir,  daripada uang dikeluarkan untuk sekolah lebih baik bekerja yang dapat memberikan penghasilan berupa materi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keadaan seperti ini tentunya sangat mengiris hati. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan maka semakin besar pula biaya yang harus di keluarkan. Sehingga muncullah pertanyaan, apakah hanya orang-orang yang berkecukupan yang berhak untuk memperoleh pendidikan yang tinggi?. Lalu bagaimana jika kendala tersebut dialami oleh anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, apakah mereka dibiarkan putus sekolah?? Ini sungguh tidak adil bukan??

Pemberian beasiswa menjadi solusi yang tepat untuk mengentaskan permasalahan pendidikan seperti ini. Beasiswa merupakan bantuan subsidi dari suatu lembaga atau instansi untuk bidang pendidikan. Beasiswa umumnya berupa bantuan biaya pendidikan, namun bisa juga bantuan tersebut berupa fisik seperti bangunan sekolah, buku, dan fasilitas pendidikan lainnya yang menunjang jalannya proses belajar mengajar.

Beasiswa mampu memotivasi seseorang untuk meningkatkan kemampuannya. Mereka bisa lebih fokus belajar dan tidak lagi memikirkan biaya. Bahkan saya memiliki anggapan bahwa beasiswa bagaikan pupuk terbaik untuk setiap bibit. Artinya siapa pun dia dengan segala keterbatasan dan kelebihan dalam bidang pendidikan pasti akan menjadi lebih baik setelah mendapat beasiswa. Walaupun awalnya si penerima termasuk golongan yang kurang bagus di bidang akademik namun ketika orang tersebut telah mendapatkan beasiswa dia akan menjadi orang yang lebih lebih giat belajar. Hal ini dikarenakan mereka akan memiliki ambisi untuk bisa mendapatkan beasiswa secara terus menerus.

Mengingat peran beasiswa yang sangat penting untuk memacu semangat seseorang untuk memperbaiki kualitas dirinya jadi sebaiknya program ini dimulai dari jenjang pendidikan yang paling dasar hingga pendidikan tinggi. Sehingga anak sedari kecil dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin. Bantuan pendidikan pun membantu mewujudkan cita-cita mereka untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan membangun bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik.

Jika pemberian beasiswa diberikan dari pendidikan dasar hingga tinggi, hal ini membantu terciptanya pendidikan berkelanjutan atau Long Life Education. Beasiswa dapat menjadi candu bagi si penerima maupun calon penerima. Kenapa demikian?? Ya karena bagi si penerima, dia akan berusaha untuk terus mendapatkan beasiswa lagi dan lagi sampai pendidikan tertingginya seperti yang dikisahkan Tjio Martin, seorang anak dari Medan yang berhasil mendapatkan beasiswa luar negeri mulai SMP hingga kuliah S3. Sedangkan bagi si calon penerima, dia akan terus “kepo” alias penasaran mengejar cita-cita untuk mendapat beasiswa dalam maupun luar negeri sehingga menuntutnya untuk terus berusaha dan belajar. Dengan kata lain, beasiswa mampu mengobarkan semangat seseorang orang untuk terus menambah ilmu pengetahuan dan memperoleh pendidikan setinggi mungkin selagi dia bisa.

beasiswa
Koleksi Pribadi

Continue Reading

Curhat | Pendidikan

2 Kunci Sukses Hadapi Ujian Nasional

By on May 20, 2014

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarrakatuh…
Semangat Pagi… Kita Bisa, Luara Biasa!!!

Pagi tadi ada artikel yang begitu menggelitik otakku sehingga membuat tanganku rasanya gatal ingin menuangkan ide melalui tulisan, padahal kemaren sempat berfikir untuk hilang dari blog untuk sementara lantaran harus menulis Tugas Akhir, tapi artikel di kompas.com tadi pagi yang gak sengaja lewat diberanda facebook-ku membuatku ingin mengomentari. Judul artikelnya “Wow, Sebanyak 8.970 Siswa SMA dan SMK Gagal Lulus UN”, Astaghfirullah…. “Sabar ya adek-adek, tetep semangat dan pantang menyerah untuk mencari ilmu”

Yah, Ujian Nasional alias UN benar-benar menjad momok yang ditakuti oleh sebagian besar siswa, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MT, dan SMA/SMK/MA. Menurutku, hal ini makin diperparah dengan pemberitaan yang kadang justru terkesan menakut-nakuti dan menjelek-jelekkan sistem UN yang berlaku. Memang ada benarnya juga, namun itu juga berdampak kepada mental para siswa yang semakin gugup dan takut menjelang UN. Seharusnya media bisa mengemas berita dalam bentuk yang lebih positif dalam rangka memberi semangat kepada siswa dalam menghadapi UN, kalau toh bentuk tulisannya peringatan bahwa UN akan berjalan begini, begitu danhal-hal jelek lainnya, sebisa mungkin berita tersebut disampaikan secara lebih informatif, tidak lebay apalagi dengan prediksi yang buruk-buruk.

6 dan 3 tahun yang lalu, aku juga mengalami Ujian Nasional, dan tahukah pembaca sekalian, UN ditahun tersebut selalu menjadi kelinci percobaan. Contohnya, ketika 6 tahun yang lalu aku menghadapi UN SMP, saat itu mata pelajaran IPA untuk pertama kalinya menjadi mata pelajaran yang diujikan saat UN. Selanjutnya ketika 3 tahun lalu aku menghadapi UN SMA, saat itu untuk pertama kalinya soal UN SMA terdapat 5 jenis yaitu model A,B,C,D,E padahal di tahun sebelumnya cuma ada 4 yaitu sampe D. Tapi eh tapi, menurutku UN terlancarku adalah saat kelas 3 SMP. Well tahukan kalian kenapa? Yah saat itu UN belum menjadi momok yang waw banget, mungkin sebagian ada yang takut, namun lebih banyak yang positif dan semangat menghadapi UN, malah menurutku itu menjadi ajak unjuk gigi sekolah-sekolah, Dan berita-berita tentang kejadian tidak menyenangkan saat UN seperti kecurangan, beredarnya kunci jawaban dan kasus-kasus jarang diberitakan dibanding saat ini. Sehingga aku dan teman-teman atau mungkin siswa tingkat SMP se Indonesia pada saat itu lebih tenang menghadapi UN dibanding saat ini.

Lancarnya UN saat itu juga koordinasi yang baik antara Dinas Pendidikan ke Sekolah dan Sekolah ke muridnya. Dalam kasus ini, aku ingin menceritakan sekolahku sendiri Spendry. Seperti yang sudah aku tulis sebagai judul diatas, terdapat 2 kunci sukses menghadapi UN yang diterapkan oleh sekolahku pada saat itu, yaitu JUJUR dan PERCAYA DIRI. Yup penerapan kedua mental/rasa tersebut sebagai bekal menghadapi UN itu benar-benar masuk kedalam jiwaku. Orang tuaku pun berfikiran sama. Sebenarnya dulu di jaman bunda sama ayah sekolah UN juga sudah ada cuma beda nama aja, kalau dulu namanya Ebtanas yaitu merupakan akronim dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Walaupun ada yang mengatakan beda anatara UN dan Ebtanas, tapi keduanya sama-sama ujian yang diselenggarakan negara untuk siswa tingkat akhir di SMP dan SMA atau sederajat.

Dulu, penerapan JUJUR dan PERCAYA DIRI itu benar-benar dipakai, apalagi di jaman ayah bunda, gurunya itu bisa dibilang “killer” dan pelit nilai. Coba liat raport ayah bunda temen-temen dulu, apakah nilainya setinggi sekarang??? pasti engga, dulu guru itu ngasih nilai 6,7,8 itu udah bagus, terus sistem hukuman berdiri di depan, lari muterin sekolah, atau bahkan di pukul itu menjadi hal biasa, coba sekarang, engga ada kan?? Tapi bagaimana ilmu yang di dapat, apakah sama??? dulu buat dapetin nilai 8 aja itu susahnya bukan main kata bunda, harus belajar terus. Trus belum lagi masalah nyontek, dulu di sekolah bunda kalo ketahuan nyontek, guru gak segan-segan ngasih nilai nol(0) bahkan ples hukuman yang udah aku sebutin. So ilmu yang didapet menurutku beda, siswa jadi benar-benar berusaha mendapatkan nilai bagus dengan rajin belajar sehingga percaya diri dalam mengerjakan setiap soal tanpa menyontek.

Dan tau engga?? sistem beginian berlaku juga di jamanku ketika SD dan SMP, hukuman yang aku sebutin itu pernah aku alami sendiri dan sekolahku pun cukup ketat dalam hal contek-mencontek tapi sebenernya aku dulu juga gak tau loh, nyontek itu apa, entah aku terlalu lugu atau gimana, aku baru tau kalo nyontek itu artinya ngelihat jawaban teman pas ujian itu kalau gak salah pas SMP, jadi dari SD itu udah biasa ngerjain tugas dan ujian (atau biasa disebut ulangan) sendiri. Dan apa yang aku dapet?? aku jadi paham tentang pelajaran tersebut dan tertanam baik. Di SMP, walaupun aku sudah tau nyontek itu apa, tapi itu tidak bisa dilakukan, karena guru dan sekolahnya cukup ketat dalam ujian, nengok dikit langsung dikurangin nilainya, dicatet namanya, ya daripada malu mending ngerjain sendiri.

Sampe di UN juga, guru BK alias Bimbingan Konseling sering ngasih kata-kata motivasi, Kepala Sekolahku juga, Pak Bisri, You are the best Headmaster in my live Sir. Selalu memberikan petuah-petuah yang membangun, saat menjelang UN bukan hanya guru mata pelajaran yang terkait saja yang memberi bimbingan kepada kami, tapi Kepsek dan guru2 BK juga berperan penting untuk penguatan mental. Sebenarnya apa yang di ujikan itu kan merupakan hasil dari apa yang kita pelajari saat ini, kalo kata mereka, ini adalah perang melawan diri sendiri, Percaya Diri, mereka selalu menekankan bahwa kami sudah siap untuk menghadapi UN karena kami sudah mendapat pelajaran tambahan di sekolah serta doa bersama yang seminggu sekali dilakukan saat kelas 3. Jujur, mereka menekankan agar kami sebisa mungkin menjawab pertanyaan itu sendiri, dan sekolah juga bisa dikatakan bersih dari yang namanya praktik peredaran jawaban UN, pak bisri mengatakan “Jujurlah nak, nyontek itu berbohong, membohongi diri sendiri”,,, kata-kata itu selalu ku ingat, the best lah…. Hasilnya apa?? kami selaku muridnya benar-benar belajar, mengadakan diskusi di kelas bahkan sampe dirumah-rumah mebuat kelompok belajar. Dulu belum marak bimbingan belajar atau tempat les seperti saat ini, jadinya kami benar-benar belajar sendiri. Lalu saat kelulusan, alhamdulillah kami lulus 100% dan alhamdulillah juga aku menjadi peringkat ke 2 peraih nilai UN terbaik se kecamatan. Ilmunya pun terserap dengan baik, aku aja masih hafal gimana bentuk soal UN matematika saat itu, karena kami paham, dan menjalankan UN dengan JUJUR dan PERCAYA DIRI.

Lalu, gimana saat SMA mir??? Yah begitulah, saat UN SMA banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga. Menurutku penurunan moral siswa itu pas banget di jamanku, saat aku kelas 2 SMA video mesum seorang vokalis itu beredar. Huaaa astaghfirullah, Nah rusaknya moral ini juga berdampak ke model belajar. Jujur belajar saat SMA itu rada gak fokus apalagi saat UN, rasanya sulit untuk menerapkan JUJUR dan PERCAYA DIRI seperti saat SMP. Kabar – kabar jelek tentang UN udah banyak banget bertebaran, sehingga belum apa-apa udah takut duluan. Apalagi adanya jawaban yang beredar dimana-mana, yang dari guru lah, tempat bimbel lah, dari sekolah lain lah, isu-isu itu mengganggu, bukan hanya ditelinga tapi juga pikiran. kepercayaan diri itu rontok lah satu persatu, gimana tidak, murid yang bener-bener belajar demi mendapat nilai yang baik harus dikalahkan dengan murid yang mendapat bocoran jawaban. Gimana aku gak sebel… padahal itu masih try out loh ya, tapi udah seperti itu… belum lagi jargon dan kata-kata guru yang beredar, “UN itu tenang aja, pokoknya kalian belajar, tapi jangan lupa juga bantu teman”, hem pesennya kayak gt.. Yah bisa kalian artikan sendirilah. Meski aku tahu maksudnya itu baik, tapi itu bikin manja, rasanya aku pengen ngomong seperti itu.

Tapi apa boleh buat, aku sendiri juga takut, jadi nurut-nurut aja sama guru. So UN tahunku jawaban beredar dimana mana, dari berbagai sumber pula, pengawas juga… oalah yo yo… Lah kamu nyontek mir? liat jawaban juga mir?… Oke aku harus ngaku, Iya aku nyontek pas UN, tapi aku gak liat jawaban, aku hanya bertanya nomer-nomer yang engga bisa aku kerjakan… Alasan aku ga mau dikasih jawaban itu, yang pertama aku gak berani, dan yang kedua aku berfikir akan menjadi orang terbodoh jika selama 3 tahun ini nyatanya aku hanya memindahkan jawaban saat UN… Hasilnya??? Oke nilai UN ku gak terlalu bagus ketimbang teman-teman yang lain, tapi jelek-jelek banget sih engga standar lah… Tapi pas masuk tes kuliah… Nah loh… hayoooo pemegang nilai UN yang tinggi-tinggi itu harus keok dengan yang nilai UN nya standar. Ya iyalah kan mereka gak jujur, ilmu yang didapat hanya sehari bukan dipahami.

Coba ya kembali lagi ke jaman dulu, dimana rasa Jujur dan Percaya diri itu diterapkan seperti ketika aku SD dan SMP, pasti siswa bisa dengan tenang mengerjakan UN, dengan catatan bahwa sebelumnya ada tambahan pelajaran di sekolah yah sebagai bekal akademik selain bekal mentar tersebut. Terus media juga jangan gembar-gembor yang jelek-jelek terus tentang UN, bikin murid takut loh gak fokus jadinya. Sekolah-sekolah juga, cobalah bersikap “Bersih”, kalau dulu sekolahku bisa, kenapa sekarang enggak?

Yah memang harus ada perbaikan sistem UN yang baik kali ya, kalo katanya tahun ini solanya sulit banget kebangetan katanya pake standar Internasional, berarti guru-guru harus semangat untuk belajar lagi, sehingga yang di ajarkan ke murid pun sesuai dengan yang di ujikan. Kisi-kisi yang biasa diberi sebagai acuan belajar mempersiapkan UN juga disiapkan dengan baik. Tahun ini juga adekku UN SMP, dan alhamdulillah dia bisa mengerjakan dengan baik, padahal aku mencoba menenangkannya tapi kata Daddy “Kayak gak kenal adekmu aja, dia pengen nilai 10”, Semoga Allah mengabulkan keinginan dia, Semangat Tiara !!!! 🙂

Semangat juga untuk adek-adek yang lain, tetep semangat, jangan takut menghadapi ujian, tapi berusahalah dengan belajar dan berdoa. Ingat ya Jujur dan Percaya Diri 🙂 Oke… 🙂

Nah, sekian ceritaku tentang UN, jika ada pendapat yang salah mohon dimaafkan, aku menulis ini semata-mata hanya ingin berbagi pengalaman dan mengapresiasi usaha Kepala Sekolah ku SMP, semoga beliau dalam keadaan sehat walafiat saat ini dan semoga segala ilmu serta nasehat yang diberikan akan memberikan limpahan pahala untuknya, Aamiin…

Wassalamaualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu 🙂 🙂

Continue Reading