Puisi

Mengenang Puisi Porseni : Ketika Burung Merpati Sore Melayang

By on August 16, 2017

Langit akhlak telah roboh di atas negeri
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini
Negeriku sesak adegan tipu-menipu
Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku
Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku
Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku
Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku

Kapal laut bertenggelaman, kapal udara berjatuhan
Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan orang kelaparan
Kemarau panjang, kebakaran hutan berbulan-bulan
Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Continue Reading

Puisi

Elegi Penantian

By on May 12, 2016

Aku terjerambap dalam malam yang kian kelam

Pikirku melalang buana entah kemana

“Siapa yang tak menginginkannya?”

“Perempuan mana yang menolak kehadirannya?”

Tanyaku menguar di dasar hati

Tersimpan emosi yang terus kututupi setiap hari

 

Muda belia perkasa katanya

Tapi nyatanya belum datang jua

Naif bagiku jika hatiku tak pilu

Bagai golambang yang pasang dan surut

Seperti itu juga aku dan dia terus bertaut

Continue Reading

Hujan | Puisi

Hujan Pembawa Kenangan

By on March 15, 2016

Hujan,

Kapan aku bisa berdamain dengannya ?

Entah sudah berapa rintiknya..

yang telah memberikan ketenangan

tapi juga kenangan..

 

Kenangan yang tak lekang oleh jaman

Kenangan tentang orang yang disayang

Kenangan yang menyenangkan

Selalu muncul ketika hujan datang

Membentuk mozaik kerinduan

 

Bukannya aku tak mau beranjak dari masa lalu

Meski terasa sendu,

Disitulah caraku menikmati hujan

Sebagai pembawa kenangan yang lalu

Yang bisa kujadikan ilmu

kei tral

 

 

Continue Reading

Puisi

Jika dan Seandainya

By on April 29, 2015

Aku bosan dengan kata ‘Jika’

karena itu melukiskan angan belaka

entah sampai kapan kau ucap ‘jika’

‘jika’ mu akan sirna terbuang begitu saja

tanpa ada usaha tak mungkin ‘jika’ akan jadi nyata

 

pun terjadi pada kata ‘Seandainya’

‘Seandainya’ tak ubahnya sebagai noktah lalu

yang sering kau ucap dalam kalimat sesalmu

Dan kini aku tak ingin termangu pada rayumu

aku tak perlu kata ‘Jika’ dan ‘Seandainya’ darimu.

 

Sudah cukup waktu untukmu dan biarkan ku berlalu

Kuharap kau tak lagi mengikuti jejak ku

Light steps
Gambar dari sini

 

Still dedicate for Agnes

 

 

Continue Reading

Puisi

Tunggu

By on April 8, 2015

 

tumblr_lrc1zwngkd1qiaoa3o1_500

Jika menunggu adalah kebaikan,

maka tunggulah aku

simpan semua sendumu

aku belum ingin mendengar rajukmu

karena aku tak mau kau buat pilu

jadi berilah aku waktu

untuk bisa kembali menerimamu

atau membiarkanmu berlalu

 

dedicate for Agnes

Continue Reading