Parenting | Review

Perjalanan Menyusui Nurani Sebagai Ibu Pekerja

By on May 26, 2018

Assalamualaikum semua, hai hai apa kabar ?

Lama ya aku gak sharing tentang motherhood, dan gak kerasa juga Nurani sudah mau 6 bulan, duh aku jadi mulai kebayang gimana hebohnya memasuki waktu makan alias MPASI. Tapi sebelum itu, aku mau cerita dulu gimana perjalananku yang jatuh bangun, jungkir balik, dan terseok – seok ngumpulin ASI demi terwujudnya ASI Eksklusif 6 bulan. Sungguh perjuangan yang menurutku gak mudah, meski banyak omongan yang meragukanku, dengan percaya diri aku selalu jawab. Aku bisa kok !. Yup, afirmasi positif yang selalu aku bangun sejak melahirkan hingga sekarang sedikit banyak membantuku jauh dari stress yang mengakibatku makin terjatuh. Masalah (drama) datang pasca melahirkan itu pasti, tapi tergantung bagaimana cara kita menghadapi, termasuk kondisi dimana aku harus kejar-kejaran stok ASI seperti sekarang ini.

Sebagai ibu pekerja mau gak mau harus pisah sementara waktu dengan anak, meskipun program ASI Ekslusive untuk anak tetap harus berjalan. Jadi yang harus dilakukan adalah memompa ASI saat bekerja. Sebenernya bukan pas kerja juga sih, saat masih cuti melahirkan aku sudah memulai mompa ASI demi mengurangi rasa sakit saat PD penuh tapi bayi masih enak-enaknya tidur waktu itu. Duh kebanyang rasanya ada batu dalam PD waktu itu, perjuangan banget lah mompanya dari dikit-dikit sampai banyak dan akhirnya penuh 1 frezer sebelum masuk bekerja. Tapi drama menyusui Nurani tidak berhenti sampai disitu.

Continue Reading

Parenting | Review

Menyiapkan Nutrisi si Kecil dengan Philips Avent

By on February 18, 2018

Halo Assalamualaikum,

Sejak mengetahui kalau aku hamil, aku berusaha melakukan yang terbaik untuk calon buah hati. Rajin memeriksakan diri ke dokter, makan makanan yang sehat, dan rajin minum vitamin sesuai anjuran dokter. Dan setelah melahirkan, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu seiring keinginan untuk bisa segera mengASIhi. Meski cita-cita untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) saat melahirkan tidak bisa terlaksana namun aku tak patah semangat. Saat pertama kali bayi mungil, Nurani diantar suster ke ruang perawatan, rasanya hatiku langsung meleleh, apalagi saat belajar menyusui. Qodarulllah Nurani sangat pintar menghisap sehingga tak butuh waktu lama air susu pun keluar.

Namun ternyata drama setelah melahirkan itu lumayan menguras tenaga dan sedikit air mata. Termasuk drama menyusui seperti payudara bengkak yang solusinya ternyata dengan memompanya. Sebenarnya aku memang harus rajin memompa ASI sedari awal sebagai usaha pemenuhan nutrisi Nurani saat aku kerja nanti. Karena aku percaya bahwa ASI merupakan sumber nutrisi tebaik. Aku pun bertekad untuk bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan lanjut hingga 2 tahun. Hingga menjelang cuti berakhir alhamdulillah sudah tersedia 1 freezer penuh ASIP (Air Susu Ibu Perah).

Beruntungnya aku masih memiliki Eyang Uti dan Bunda yang mau membantu mengasuh Nurani saat aku bekerja. Memang sih, keluarga intiku ya tinggal mereka, jadi Nurani generasi ke 4 kalau dirunut dari eyang uyutnya. Nah masalahnya, mereka tidak terbiasa dengan memberikan ASI seperti zaman now yang bentuknya beku karena disimpan dalam frezeer. Lalu bagaimana dengan pemberian ASIP ke Nurani saat aku kerja?

Continue Reading

Personal Style | Review | Weekly Diary

Ketika Aku Lebih Bergairah Dalam Berkarya

By on February 17, 2018

Hi readers ! Assalamualaikum,

Akhir-akhir ini, aku sedang dalam mood yang semangat-semangatnya, tapi please don’t judge me sebagai ibu yang tidak sayang ke anaknya ya, soalnya ketika aku mulai berkarya lagi di kantor setelah cuti melahirkan, rasanya hidupku lebih bergairah dan berwarna. Secara dari malam aku sudah mulai berjibaku dengan mencuci botol dan menseteril semuanya, lalu menurunkan ASIP (Air Susu Ibu Perah) dari freezer untuk dicairkan perlahan di kulkas bawah, dan paginya mulai dengan aktivitas memasak, menuangkan ASIP cair ke botol, diteruskan bersiap ke kantor. Untungnya jarak rumah ke kantor cuma 15 menit, jadi aku bisa berangkat di last minute, huhuhu. So busy but I’m happy !

Sesampainya di kantor, aku terbiasa melihat weekly plan lalu mem-breakdown-nya satu per satu sebagai daily activity di hari itu, tak lupa aku highlight beberapa activity yang penting dengan warna yang terang biar semangat mengerjakannya. Bagiku warna orange adalah warna penyemangat, selain memang warnanya yang cerah, ada pesan yang terselip dalam benakku yaitu impianku yang ingin melanjutkan studi ke Belanda, yup “Negeri Van Oranje”, coba dilihat warna-warna nuffic neso, study in Holland dan lainnya menggunakan warna orange. Ah rasanya masih nyes kalau ingat impian itu. Semangat Mirna, one day pasti bisa !!!

Emang bener sih kalau warna yang sesuai karakter itu mampu memicu mood untuk lebih baik sehingga lebih produktif alias makin berkarya. Sudah banyak penelitian mengenai hal itu. Untungnya warna orange memang warna yang “aku” banget. Kok tahu Mir? Ya iya dong, soalnya aku baru aja kepoin blogger kece, Diana Rikasari yang habis posting “Small Things, Colorful Impact”, disitu dia kasih link tentang personality test mengenai warna apa yang sesuai dengan kita. Link tersebut mengarah ke www.knowyourcolor.id yang langsung aku coba dengan hasil yang sesuai warna penyemangatku, yup ORANGE.

Continue Reading

Pregnancy Story | Review

Kontrol Kehamilan & Melahirkan dengan Dokter Yuditiya Purwosunu

By on January 14, 2018

Assalamualaikum semua,,, Finally I’m come back to blogging…

Intermezzo : Mengurus Nurani sebenarnya tidak terlalu sulit karena aku sangat terbantu dengan kehadiran Eyang Uti dan Bunda serta Suami yang lumayan siaga meski jarang ikut begadang. Tapi nyatanya blog ini tak kunjung update setelah postingan “Cerita Melahirkan Nurani”. Disaat blogger lain bikin review 2017 dan resolusi di tahun 2018, aku mikir aja engga apalagi publish tulisan. Semua itu karena aku. M.A.L.E.S keasikan main instastory sambil pumping ato lainnya. Yang jelas tahun 2017 itu sungguh penuh berkah baik dalam kehidupan serta blog dan harapannya tahun 2018 akan lebih baik lagi, aamiin.

Di postingan kali ini aku ingin membuat sebuah tulisan yang membahas tentang obgyn yang menanganiku selama menjalani kehamilan dan membantuku saat melahirkan yaitu dokter Yudit. Soalnya banyak banget keyword yang mencari review tentang beliau sehingga nyasar di tulisanku “Akhirnya Aku Hamil Juga Part 2“. Selain itu, tulisan ini sebagai rasa terima kasih atas segala bantuannya selama ini. 3 kata yang mencerminkan beliau yang bisa disingkat menjadi CHC yaitu Charming, Helpful, and Calm. Nah berikut biografi tentang beliau.

Dr. dr. Yuditiya Purwosunu, Sp.OG-KFM, PhD

Dokter kelahiran Jakarta ini menempuh pendidikan sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1993 -1999 (1993 aku baru lahir, beliau udah jadi anak UI, ck) dan pada tahun 2004 beliau melanjutkan pendidikan sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama. Setelah menyelesaikan S3 di Universitas Indonesia, tidak membuat beliau berhenti sampai disitu, beliau melanjutkan pendidikan hingga ke negeri, Jepang dan London. Beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan baik di dalam maupun luar negeri.

Continue Reading

Pregnancy Story | Review

Jadi Bumil Zaman Now Pakai Aplikasi Teman Bumil

By on December 13, 2017

Hai… Assalamualaikum..

Kehamilanku merupakan momen yang paling ditunggu, setelah penantian yang kurang lebih setahun lebih  2 bulan dan sempat mencicipi program hamil yang pernah ku tulis di postingan sebelumnya. Untuk itu aku begitu berhati-hati untuk menjalani kehamilan ini. Gak bisa dipungkiri kalau rasa khawatir sering menghampiri. Apalagi ditrimester pertama. Bukan cuma mual yang aku rasakan, tapi juga kecemasan yang kadang tiba-tiba membuatku menangis sendiri. Semua ini dikarenakan aku kurang bisa memonitoring kehamilanku dengan baik, jadinya cuma mengira-ngira saja tanpa tahu informasi yang sebenarnya. Sampai akhirnya aku memanfaatkan aplikasi kehamilan.

Kebetulan Selasa mingu lalu saat-saat tergalau lantaran kehamilanku sudah masuk HPL tapi nyatanya aku belum merasakan mules, hanya kontraksi palsu. Sebagai “Bumil Zaman Now” aku pun curhat di instastory dengan capture aplikasi hamil yang menyatakan kehamilanku sudah 40 week. Eh ga lama, banyak yang DM nanya aku pake aplikasi apa, ya aku jawab kalo aku mengandalkan aplikasi “A” saat hamil tapi sayangnya aplikasi terserbut berbayar dan menggunakan Bahasa Inggris yang kadang bikin aku sendiri gak paham. hahaha #KetawaMiris

Tentang Aplikasi Teman Bumil

Beruntung buat “Bumil Zaman Now” yang masih hamil saat ini, terutama temen-temenku yang emang lagi banyak yang hamil, hehehe. Soalnya Kamis minggu lalu (29/11) bertempat di hotel Grand Hyatt ada peluncuran aplikasi kehamilan baru bernama Teman Bumil. Aplikasi persembahan GueSehat ini sangat cocok digunakan selama memantau kehamilan daripada aplikasi sejenisnya sehingga nyaman untuk menggunakannya. Hadir pula Ajeng Raviando, Psi., sebagai Psikolog, dr Ardiansjah Dara Syahruddin (dr Dara), Sp.OG, sebagai kObgyn dan aktris Sandra Dewi sebagai Ambassador. Dokter Dara dan Ajeng ingin memastikan para bumil bahwa dukungan dan support juga bisa didapat dari para ahli seperti mereka. Sedangkan Sandra Dewi yang sedang hamil anak pertama, mengakui bahwa ibu hamil butuh teman untuk membantu menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Continue Reading

Financial | Review

Mau Nabung Tanpa Antri, Tanpa Biaya Administrasi dan Ada Undian Milyaran Rupiah Menanti ?

By on October 17, 2017

Halo semua, Assalamualaikum..

Nabung dimana sih yang gak pakai antri, gak pakai biaya administrasi, dan ada undian milyaran rupiah menanti ?

Nabung dimana yang gak pake ribet kayak main gadget ?

Acungkan tangan ya kalau tahu jawabannya dimana !

Eh tapi kan gak keliatan ya wong ini cuma tulisan di blog, hahaha.

Yup, sebagaimana kita tahu kalau menabung itu sangat penting untuk persiapan masa depan ataupun memenuhi keperluan dadakan. Oleh karena itu kita harus rajin menabung. Saranku sih bawa uang cash secukupnya, jangan sampai ada uang nganggur di dompet yang bisa menggoda kita untuk belanja sembarangan. Tapi nabung ke bank kalau jumlahnya cuma 100 atau 200 ribu kok ya ribet, apalagi nanti pakai antri. Mau dimasukin ke celengan ayam kok ya sayang bukan uang recehan. Duh jadi galau kan ?

Continue Reading