Personal Style | Review | Weekly Diary

Ketika Aku Lebih Bergairah Dalam Berkarya

By on February 17, 2018

Hi readers ! Assalamualaikum,

Akhir-akhir ini, aku sedang dalam mood yang semangat-semangatnya, tapi please don’t judge me sebagai ibu yang tidak sayang ke anaknya ya, soalnya ketika aku mulai berkarya lagi di kantor setelah cuti melahirkan, rasanya hidupku lebih bergairah dan berwarna. Secara dari malam aku sudah mulai berjibaku dengan mencuci botol dan menseteril semuanya, lalu menurunkan ASIP (Air Susu Ibu Perah) dari freezer untuk dicairkan perlahan di kulkas bawah, dan paginya mulai dengan aktivitas memasak, menuangkan ASIP cair ke botol, diteruskan bersiap ke kantor. Untungnya jarak rumah ke kantor cuma 15 menit, jadi aku bisa berangkat di last minute, huhuhu. So busy but I’m happy !

Sesampainya di kantor, aku terbiasa melihat weekly plan lalu mem-breakdown-nya satu per satu sebagai daily activity di hari itu, tak lupa aku highlight beberapa activity yang penting dengan warna yang terang biar semangat mengerjakannya. Bagiku warna orange adalah warna penyemangat, selain memang warnanya yang cerah, ada pesan yang terselip dalam benakku yaitu impianku yang ingin melanjutkan studi ke Belanda, yup “Negeri Van Oranje”, coba dilihat warna-warna nuffic neso, study in Holland dan lainnya menggunakan warna orange. Ah rasanya masih nyes kalau ingat impian itu. Semangat Mirna, one day pasti bisa !!!

Emang bener sih kalau warna yang sesuai karakter itu mampu memicu mood untuk lebih baik sehingga lebih produktif alias makin berkarya. Sudah banyak penelitian mengenai hal itu. Untungnya warna orange memang warna yang “aku” banget. Kok tahu Mir? Ya iya dong, soalnya aku baru aja kepoin blogger kece, Diana Rikasari yang habis posting “Small Things, Colorful Impact”, disitu dia kasih link tentang personality test mengenai warna apa yang sesuai dengan kita. Link tersebut mengarah ke www.knowyourcolor.id yang langsung aku coba dengan hasil yang sesuai warna penyemangatku, yup ORANGE.

Continue Reading

Pregnancy Story | Review

Kontrol Kehamilan & Melahirkan dengan Dokter Yuditiya Purwosunu

By on January 14, 2018

Assalamualaikum semua,,, Finally I’m come back to blogging…

Intermezzo : Mengurus Nurani sebenarnya tidak terlalu sulit karena aku sangat terbantu dengan kehadiran Eyang Uti dan Bunda serta Suami yang lumayan siaga meski jarang ikut begadang. Tapi nyatanya blog ini tak kunjung update setelah postingan “Cerita Melahirkan Nurani”. Disaat blogger lain bikin review 2017 dan resolusi di tahun 2018, aku mikir aja engga apalagi publish tulisan. Semua itu karena aku. M.A.L.E.S keasikan main instastory sambil pumping ato lainnya. Yang jelas tahun 2017 itu sungguh penuh berkah baik dalam kehidupan serta blog dan harapannya tahun 2018 akan lebih baik lagi, aamiin.

Di postingan kali ini aku ingin membuat sebuah tulisan yang membahas tentang obgyn yang menanganiku selama menjalani kehamilan dan membantuku saat melahirkan yaitu dokter Yudit. Soalnya banyak banget keyword yang mencari review tentang beliau sehingga nyasar di tulisanku “Akhirnya Aku Hamil Juga Part 2“. Selain itu, tulisan ini sebagai rasa terima kasih atas segala bantuannya selama ini. 3 kata yang mencerminkan beliau yang bisa disingkat menjadi CHC yaitu Charming, Helpful, and Calm. Nah berikut biografi tentang beliau.

Dr. dr. Yuditiya Purwosunu, Sp.OG-KFM, PhD

Dokter kelahiran Jakarta ini menempuh pendidikan sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1993 -1999 (1993 aku baru lahir, beliau udah jadi anak UI, ck) dan pada tahun 2004 beliau melanjutkan pendidikan sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama. Setelah menyelesaikan S3 di Universitas Indonesia, tidak membuat beliau berhenti sampai disitu, beliau melanjutkan pendidikan hingga ke negeri, Jepang dan London. Beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan baik di dalam maupun luar negeri.

Continue Reading

Pregnancy Story | Review

Jadi Bumil Zaman Now Pakai Aplikasi Teman Bumil

By on December 13, 2017

Hai… Assalamualaikum..

Kehamilanku merupakan momen yang paling ditunggu, setelah penantian yang kurang lebih setahun lebih  2 bulan dan sempat mencicipi program hamil yang pernah ku tulis di postingan sebelumnya. Untuk itu aku begitu berhati-hati untuk menjalani kehamilan ini. Gak bisa dipungkiri kalau rasa khawatir sering menghampiri. Apalagi ditrimester pertama. Bukan cuma mual yang aku rasakan, tapi juga kecemasan yang kadang tiba-tiba membuatku menangis sendiri. Semua ini dikarenakan aku kurang bisa memonitoring kehamilanku dengan baik, jadinya cuma mengira-ngira saja tanpa tahu informasi yang sebenarnya. Sampai akhirnya aku memanfaatkan aplikasi kehamilan.

Kebetulan Selasa mingu lalu saat-saat tergalau lantaran kehamilanku sudah masuk HPL tapi nyatanya aku belum merasakan mules, hanya kontraksi palsu. Sebagai “Bumil Zaman Now” aku pun curhat di instastory dengan capture aplikasi hamil yang menyatakan kehamilanku sudah 40 week. Eh ga lama, banyak yang DM nanya aku pake aplikasi apa, ya aku jawab kalo aku mengandalkan aplikasi “A” saat hamil tapi sayangnya aplikasi terserbut berbayar dan menggunakan Bahasa Inggris yang kadang bikin aku sendiri gak paham. hahaha #KetawaMiris

Tentang Aplikasi Teman Bumil

Beruntung buat “Bumil Zaman Now” yang masih hamil saat ini, terutama temen-temenku yang emang lagi banyak yang hamil, hehehe. Soalnya Kamis minggu lalu (29/11) bertempat di hotel Grand Hyatt ada peluncuran aplikasi kehamilan baru bernama Teman Bumil. Aplikasi persembahan GueSehat ini sangat cocok digunakan selama memantau kehamilan daripada aplikasi sejenisnya sehingga nyaman untuk menggunakannya. Hadir pula Ajeng Raviando, Psi., sebagai Psikolog, dr Ardiansjah Dara Syahruddin (dr Dara), Sp.OG, sebagai kObgyn dan aktris Sandra Dewi sebagai Ambassador. Dokter Dara dan Ajeng ingin memastikan para bumil bahwa dukungan dan support juga bisa didapat dari para ahli seperti mereka. Sedangkan Sandra Dewi yang sedang hamil anak pertama, mengakui bahwa ibu hamil butuh teman untuk membantu menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Continue Reading

Financial | Review

Mau Nabung Tanpa Antri, Tanpa Biaya Administrasi dan Ada Undian Milyaran Rupiah Menanti ?

By on October 17, 2017

Halo semua, Assalamualaikum..

Nabung dimana sih yang gak pakai antri, gak pakai biaya administrasi, dan ada undian milyaran rupiah menanti ?

Nabung dimana yang gak pake ribet kayak main gadget ?

Acungkan tangan ya kalau tahu jawabannya dimana !

Eh tapi kan gak keliatan ya wong ini cuma tulisan di blog, hahaha.

Yup, sebagaimana kita tahu kalau menabung itu sangat penting untuk persiapan masa depan ataupun memenuhi keperluan dadakan. Oleh karena itu kita harus rajin menabung. Saranku sih bawa uang cash secukupnya, jangan sampai ada uang nganggur di dompet yang bisa menggoda kita untuk belanja sembarangan. Tapi nabung ke bank kalau jumlahnya cuma 100 atau 200 ribu kok ya ribet, apalagi nanti pakai antri. Mau dimasukin ke celengan ayam kok ya sayang bukan uang recehan. Duh jadi galau kan ?

Continue Reading

Financial | Review

Bahas Keuangan Negara di BincangBKF 2017

By on October 10, 2017

Assalamualaikum semua ? Apa kabar keuangan kalian, hehehe

Kali ini aku mau cerita tentang kegiatanku Jumat (6/10) lalu saat menghadiri acara BincangBKF dalam rangka Fiscal Day 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dari Kementrian Keuangan. Ngomongin uang negara memang hal yang baru buatku. Sebagai karyawan swasta dan ibu rumah tangga rasanya memikirkan keuangan sendiri dan target sales kantor saja sudah pusing apalagi ini diajak sharing tentang pendapatan dan pengeluaran negara yang jumlah triliunan rupiah. Duh nol nya barapa itu yak, hehehe.

Acara berlangsung santai tapi serius dengan menghadirkan Pak Hidayat Amir sebagai pembicara sekaligus narasumber. Berawal dari membahas uang negara dan analogi hutang negara secara sederhana pembicaraan makin serius kala pertanyaan mulai dibuka. Dari situ Aku pun jadi tahu apa saja isu perekonomian Indonesia terkini serta berbagai program pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan rakyatnya. Nah, apa saja yang dibahas saat BincangBKF di Fiscal Day 2017 ?

Continue Reading

Jalan-jalan | Pendidikan | Review

Susah Baca Peta ? Sudah Bukan Zamannya !

By on October 4, 2017

Assalamualaikum. Apa kabar semua ?

Kalian pernah tahu tentang “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps”? Yup, itu merupakan judul sebuah buku karya Barbara Pease yang membahas perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan. Tapi kok yang dijadikan judul buku ini menyoroti tentang kemampuan perempuan yang susah baca peta ? Jangan-jangan salah satunya adalah aku, hahaha. Meski dari sekolah dasar udah diajarin gimana cara baca peta bahkan disuruh bikin gampar peta provinsi hingga negara dengan bergabagai simbol-simbolnya, nyatanya setelah tidak dipelajari lagi malah bingung. Bahkan kadang menjelaskan letak rumah dimana saja susah.

Untung sekarang zamannya sudah serba digital, smartphone merubah gaya hidup kita dengan fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan, termasuk kemampuan kita membaca peta. Melalui informasi geospasial yang ada dalam genggaman, sekarang mau kemana pun jadi gampang ! tinggal ketik tempat tujuan maka dengan mudah kita menemukan arahnya. Atau bingung menjelaskan posisi kita ada dimana ? ya tinggal share location yang memanfaatkan geotagging yang bisa mereferensikan tempat-tempat yang berada disekitar kita.

Memahami Informasi Geospasial

Eh, tapi kalian tahu kan Geospasial itu apa ? Istilah Geospasial memang belum begitu familiar, padahal sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Menurut Rancangan Undang-Undang RI tentang Informasi Geospasial dijelaskan bahwa Geospasial merupakan sifat keruangan yang menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi dengan posisi keberadaannya mengacu pada sistem koordinat nasional. Sedangkan informasi yang mencakup posisi dan sebaran suatu obyek yang ada di seluruh permukaan bumi ini disebut Informasi Geospasial. Intinya apa mir ? ya geospasial itu menjelaskan letak suatu obyek berdasarkan koordinat yang ada di bumi.

Continue Reading