Hidup itu “sawang-sinawang”

Assalamulaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

 

happy

Sebelum panjang lebar nulis ini itu, aku mau bilang mungkin ini tulisan isinya benar-benar curhat yang mungkin tidak ada solusi atau ujung pangkalnya…

Oke, kata orang jawa “Orep iku sawang sinawang” alias hidup itu liat melihat.

Dijaman digital seperti ini semua orang “seakan” berlomba-lomba share kegiatan mereka sehari-hari. Beragam social media yang ada membuat kehidupan kita menjadi ter expose secara sengaja maupun tidak disengaja. Kalau sengaja memang kita sendiri yang share, posting, twit, dll tentang apa yang kita lakukan, rasakan, dengarkan, baca, dll… Kalaupun engga selalu ada tag, mention, dll yang gak sengaja akhirnya memunculkan kondisi kita di sosial media. From prive to public.. itulah peran sosial media. Mau digembok pun akunnya tetep aja kan ya share ke teman jadi all your friend will know you.

So dari situ orang jadi ngelihat kehidupan orang lain, si A begitu ya, si B begini ya, si C begono ya… Kalau ada yang share kesusahan… ada yang ngerasa kasihan, tapi ada juga loh yang ngerasa seneng diatas penderitaan kita. Soalnya kan ga semua orang menyukai kita… hehehe … Tapi kalo ada yang share kebahagiaan seolah  “rumput tetangga terlihat lebih hijau” … Wah ngiler, kepingin… hehehe … Semua itu wajar, sangat wajar. Karena kita hidup berdampingan dalam era social media sehingga dengan mudah kita “sawang-sinawang”.

Continue Reading

Self Reflection : Diuji Artinya Disayangi

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Kehidupan manusia ibarat roda yang selalu berputar, terus menerus dari atas kebawah bergulir seiring perjalanan hidup. Dalam perjalanannya pasti ada saja kerikil, batu atau bahkan paku yang bisa saja merusak jalannya roda. Seperti halnya kehidupan yang memiliki ujiannya tersendiri. Setiap orang, selagi dia hidup pasti akan diuji entah dalam bentuk apa pun itu, dinamika kehidupan itu yang harus di hadapi dengan baik. Karena setiap ujian akan memberikan dampak yang akan memebawa kehidupan kita menjadi lebih baik atau tidak, akan ‘naik kelas’ atau ‘tetap tinggal’.

Namun setiap menghadapi ujian-Nya selalu ingat janji -Nya yang tidak akan memberikan ujian melewati kemampuan umat-Nya yang ditunagkan dalam Surat AL- Baqarah ayat 286. Jadi setiap permasalahan seharusnya bisa kita lalui tergantung kita bisa memahami kemampuan untuk menyelesaikan atau tidak karena kadarnya telah sesuai pada kemapuan yang kita miliki. Dan yakinlah bahwa di bersama kesulitan ada kemudahan seperti yang ada di Surat Alam Nasyrah ayat 5 dan 6.

Jadi yakinlah bahwa ujian itu artinya Allah menyayangi kita karena Dia telah memberikan ujian sesuai kemampuan lalu memberi kemudahan setelah menghadapi kesulitan. Moment paling tepat untuk bermuhasabah dan lebih dekat pada-Nya. Allahu Akbar..

Semoga kita bisa ‘naik kelas’ terus ya… Aamiin..

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading

Self Reflection : Bersyukur

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Alhamdulilllah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.

Aku ingin berceloteh ringan tentang indahnya hidup jika kita bersyukur atas segala yang telah kita dapatkan dan kita alami saat ini. Kenapa 2? karena bisa jadi yang kita dapatkan adalah sesuatu yang berwujud dan yang kita alami adalah sebuah peristiwa atau apapun kondisi yang terjadi dalam hidup ini.

Kehidupan itu seperti roda yang berlalu dari atas ke bawah dan seterusnya. Kehidupan juga tak ubahnya seperti pohon, yang semakin keatas semakin kencang pula angin yang menderanya. Seperti itulah kehidupan manusia, mungkin banyak analogi lain tentang kehidupan yang lebih pas untuk masing-masing individu. Salah satu godaannya adalah ambisi yang berlebihan.

Aku pernah menulis sesuatu tentang Ambisi Kehidupan . Nah terkadang ambisi yang berlebihan menyebabkan seseorang kurang bersyukur dengan segala keadaan yang diterimanya. Sampai-sampai banyak mengeluh seolah hidupnya tak mendapatkan apapun. Dia tidak menyadari bahwa udara yang dia hirup adalah nikmat yang luar biasa dalam hidup.

Bersyukur membuat hidup lebih tenang, banyak yang bisa dinikmati dari ke Redhaan Allah SWT. Bahkan Allah tak segan-segan akan menambahkan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Apapun yang terjadi, apapun yang kita dapatkan adalah yang terbaik dari Allah, karena usaha dan doa tidak akan membohongi hasil. Lagi pula setiap cobaan pasti ada hikmahnya dan Allah juga tidak akan mencoba umat-Nya diluar kemampuan umat itu sendiri.

So jalani hari dengan rasa beryukur agar hidup lebih tenang dan bahagia ^_^

Wassalam … #SelfReflection for me

Continue Reading

Ocehanku Untuk Sesama Perempuan Pekerja Muda

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Sumber dari google
Sumber dari google

Kemarin sempet geregetan dengan seorang teman yang mengunggah status di hari minggu kalau dia harus bekerja alias lembur padahal di hari sebelumnya, Sabtu dia juga mengunggah status di facebook bahwa dia juga masuk kerja. Di hari minggu sore dia kembali menggunggah foto status dengan caption “wajah anak pabrik.. wajah lembur, senang-seneng-senep”

Oh My God,,,, Well temenku itu perempuan loh… dia kerja 7 hari dalam seminggu, Dan bukan hanya kali ini beberapa kali dia juga keja setiap hari tanpa jeda sama sekali…  prok prok prok hebat.. tapi dari captionnya dia sebenernya antara bahagia dan susah “senang-seneng-senep”… ya yailah seneng kan artinya gajinya nanti akan lebih besar tapi susah juga.. ya iyalah kerja 7 hari dalam seminggu tentu sangat menguras tenaga dan fikiran…

Bingung, miris, geregetan campur-campur lah yang aku rasain ngeliat dia segitunya dalam bekerja… Tujuannya apa? ingin mendapatkn gaji yang lebih banyak? kenapa ga memulai usaha kecil-kecilan sendiri disamping pekerjaan rutin? ingin naik jenjang karir? kenapa ga berorientasi bahwa ibu rumah tangga adalah karir sesungguhnya bagi perempuan syukur-syukur sembari menjadi pengusaha alias bekerja dari rumah.

Gegara ini aku langsung ke inget share dari group whatsapp dari temen tentan 7 alasan untuk pulang kantor tepat pada waktunya yang ternyata sumbernya dari hipwee.com berikut rinciannya

Pulang kantorlah tepat pada waktunya.

 

Meski teman kerja masih di kantor, pulang saja kalau memang sudah waktunya. Tak perlu tak enak hati karena itu hakmu pribadi

Sejatinya pulang kerja tepat pada waktunya adalah hak pribadi setiap pekerja. Kamu tak perlu sungkan pulang lebih dulu daripada teman kerjamu lainnya. Untuk terbiasa dengan pola kerja yang menyehatkan ini, kamu bisa membiasakannya sedini mungkin. Bahkan, kamu bisa memulainya dari hari pertama bekerja. Hilangkan rasa sungkan dan ragu, yakinilah bahwa hal ini yang akan membuatmu hidupmu memiliki porsi yang seimbang.

Kamu boleh mencintai pekerjaanmu, tapi ingat jangan jatuh cinta pada perusahaan tempatmu bekerja.

Love your job but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you.”

– Dr. APJ Abdul Kalam

Mencintai pekerjaan tentu sah-sah saja, karena dengan begitu beban pekerjaanmu justru makin terasa ringan. Mencintai apa yang kamu kerjakan juga membuatmu merasa lebih dapat menikmati hidup. Namun, tentu saja kamu harus mampu memilah antara cinta dengan pekerjaan dan cinta dengan perusahaan.

Jatuh cinta pada perusahaan tempatmu bekerja membuatmu mau melakukan apapun yang disodorkan oleh atasan. Kamu bersedia menggadaikan waktu berhargamu hanya demi menggeluti beban pekerjaan yang tak masuk akal. Bahkan, kamu juga menelan mentah-mentah kebijakan perusahaan yang sebenarnya merugikan. Ingat bahwa kamu tak harus memanjakan perusahaan meskipun kamu jatuh cinta pada pekerjaanmu. Karena kamu tak akan tahu sampai kapan perusahaan masih membutuhkan tenagamu.

Hidup jadi bermakna karena banyak unsur di dalamnya. Apakah hidupmu akan sama kayanya jika kamu terlalu tenggelam dalam pekerjaan?

Bekerja merupakan bagian dari kehidupan sebagai manusia dewasa. Namun, tentu saja selain bekerja kamu memiliki porsi kehidupan lainnya. Ada waktu untuk menyenangkan dirimu sendiri, waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarga, bercengkerama bersama kawan, hingga menghabiskan waktu bersama kekasih.

Jangan hanya karena menggilai pekerjaanmu yang sekarang kamu justru memangkas waktu untuk kehidupan pribadimu. Kebiasaan pulang terlambat hanya akan membuat kegiatanmu setelah jam kantor terasa tak bermakna. Hal ini karena tenagamu sudah tersedot habis di tempat kerja dan kamu hanya tinggal membawa rasa lelah saat pulang ke rumah.

Selama ini kamu tidak disekolahkan hanya untuk menjadi mesin. Kamu tetaplah manusia yang punya kehidupan di sela-sela kesibukan.

Setelah selesai menyelesaikan pendidikan, kamu memang wajib bekerja demi menyambung hidup. Selain itu, bekerja juga merupakan penanda bahwa kamu memang telah siap memasuki usia dewasa. Namun, kamu tentu harus mengingat bahwa kamu tak dibentuk sebagai robot untuk menjalani rutinitas harian. Jangan jadikan rutinitas bekerja sebagai jebakan yang akan membelenggumu dengan beban kerja yang tak ada habisnya. Di sela-sela kesibukan, kamu masih memiliki waktu berharga yang bisa digunakan untuk menikmati hidup.

Sekian puluh ribu orang terindikasi jadi jomblo karena bekerja >8 jam per hari. Kamu gak mau ‘kan masuk ke dalam golongan ini?

Durasi normal untuk bekerja selama satu hari adalah 8 jam. Selebihnya sisa waktu yang kamu miliki harus digunakan untuk menjalani kehidupan pribadi. Karena terjebak dengan kesibukan kantor lebih dari 8 jam perhari tanpa disadari akan memperlemah kehidupan sosialmu.

Tak hanya kemampuan bersosialisasi yang kemudian tumpul karena jarang bercengkerama bersama kawan, kehidupan asmaramu juga bisa terganggu. Apabila kamu sudah memiliki pasangan, tak jarang kalian akan sering bertengkar karena dia merasa diabaikan. Dan bagi kamu yang masih lajang hingga sekarang, kamu makin tak ada waktu untuk memperhatikan hubungan asmaramu. Bukankah kamu tak mau terjebak dalam pola hidup yang tak sehat ini?

Banyak orang pulang malam bukan karena rajin bekerja, namun tak bisa saja me-manage waktunya.

Perlu dijadikan catatan bahwa mereka yang selalu pulang terlambat dari tempat kerja tak selalu berarti rajin. Bisa saja, mereka hanya gagal mengatur waktunya demi menyelesaikan tugas yang dibebankan pada mereka. Saat harusnya fokus kerja, mereka terlalu banyak bercanda; ketika duduk di laptop, justru Facebookan sampai berjam-jam. Ini pun berimbas pada molornya jam pulang mereka dari kantor.

Tak ada orang yang perlu bangga jika harus menolak ajakan bertemu teman atau keluarga dengan alasan lembur atau pulang malam. Jika ini mencerminkan pribadi yang gagal dalam me-manage waktu, apa yang bisa dibanggakan?

Kamu bekerja keras demi mengulas senyum orangtua. Tapi senyum mereka akan memudar jika kamu sibuk di kantor saja.

Di usia muda ini kamu bekerja masih hanya untuk dirimu sendiri. Selain kebutuhanmu yang harus dipenuhi, kamu juga bekerja demi membanggakan orangtua. Menyisihkan sedikit uang untuk ayah dan ibu sebagai persembahan atas jerih payah mereka membesarkanmu.

Dengan bekerja, kamu juga mengukir senyum di paras orangtua. Karena inilah pembuktian kepada mereka bahwa kamu bisa berdiri di atas kaki sendiri. Namun, tahukah kamu, senyum mereka akan memudar ketika menyadari waktumu tersedot habis pada pekerjaan saja. Usia mereka sudah semakin senja dan waktu luangmu bersama mereka lebih berharga dari apapun juga.

Pekerja yang selalu pulang tepat waktu memiliki sifat yang efisien, memiliki kehidupan sosial yang seimbang, dan memiliki waktu yang berkualitas bersama keluarga. Kini, bersediakah kamu merapikan meja kerja dan beranjak pulang tepat pada waktunya?

Bagiku, Jangan pernah memaksakan diri daripada setengah hati, kita sekolah tingi bukan hanya untuk bekerja dan memperkaya diri, adakalanya ilmu yang kita peroleh diamalkan kepada orang lain atau lebih baik membuat sendiri lapangan pekerjaan yang berguna bagi orang lain. Apalagi untuk kita yang masih muda, hidup bukan hanya sekotak meja kerja. Lebih baik mengembangkan kualitas diri atau cukup isi hari liburmu dengan istirahat demi menjaga kesehatan.. Tanpamu perusahaan tak akan merugi adanya keluarga dan temanmu yang akan bersedih hati. Dan menjadi ibu cerdas dalam rumah tangga yang sakina mawadah warahma adalah sebaik baiknya profesi untukmu ukhti…

Dedicate to my friend… Ratria… I love you…

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading

Jengah Jenuh Jemu

Kehidupan ini berjalan begitu pesat

Ketika senin sampai jumat terasa cepat

Ketika semua orang tergesa-gesa

Berangkat kerja tergesa-gesa

Pulang kerja tergesa-gesa

Melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru dikejar waktu

Semua inginnya cepat mengejar dateline yang cekak

Dan pada satu titik manusia mengalami Triple J : Jengah Jenuh Jemu

Secara emosional orang akan merasakan hal tersebut

Mereka akan jengah terhadap segala tuntutan

Mereka akan jenuh terhadap segala yang dikerjakan

Mereka akan jemu terhadap segala permasalahan

 

Rehatlah kawan…

Mungkin fisikmu tak terlihat sakit..

Tapi belum tentu fikiran dan emosimu tak berpenyakit..

Jangan bebani urusan dunia hingga kau lalai berdoa..

Bagaimana kalau kita mencari ketenangan dari nikmatnya sholat…?

masterz

 

#Selftalk Dedicate for me

 

Continue Reading

From UT to KMSI, Still Syar’i

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

Melanjutkan cerita Berakhirnya Tugas Akhirku maka aku ingin sedikit menceritakan proses aku bisa kerja ditempatku saat ini. Ya alhamdulillah aku diterima kerja di PT Komatsu Marketing and Support Indonesia alias (KMSI). Kalo ditanya ko bisa masuk sini? aku juga gak paham, kalo ditanya berapa lama proses masuk kerjanya? aku jawab cuma 3 hari, yup jumat sabtu minggu dan senin 25 Agustus 2014 langsung tanda tangan kontrak dan langsung kerja…. Yeah Everyone can plan but no one know what happen tomorrow…

Sebenarnya dari bulan juli pas setelah aku sidang demo aplikasi keesokan harinya aku ditelfon sebuah perusahaan IT Consultan untuk melanjutkan proses rekrutmen yaitu interview HRD. Saat ditelfon aku sedang berada di PTUT (tempatku magang) dalam rangka mengumpulkan hasil revisi aplikasi pasca sidang. Jadwal interview awal aku tolak karena aku sudah harus mudik ke surabaya dalam rangka Idhul Fitri so aku minta untuk dijadwalkan ulang. Namun sesampainya di rumah ternyata ada 6 kali panggilan tidak terjawab dan semuanya dari perushaan tersebut. Waduh aku bingung harus gimana? Aku pun mencoba untuk menelfon balik tapi sayangnya namanya juga jam pulang kantor dan kebetulan di bulan ramadhan, so orangnya sudah pulang…..

Aku sih pasrah, kalo memang rizky ga bakal kemana toh aku juga dikasih tau sama kaka kelas yang udah di perusahaan tersebut kalo beneran dipanggil ya bakal di telfon lagi… So besoknya tepatnya sehari sebelum mudik, sekitar jam 8 pagi aku di telfon kembali oleh perusahaan itu. Aku diharapkan bisa hadir di hari itu juga jam 11 di gedung ANZ Tower di Sudirman.. Antara seneng sama gregetan saat mengetahui hal itu… Masalahnya aku engga tau gedung itu ada dimana dan kalo kantornya daerah Sudirman kan pasti macet plus dresscode nya ga bisa sembarangan biar ga ‘saltum’…

Yasudahlah aku berangkat jam 9, pasrah bisa sampai jam 11 beneran atau engga… aku juga gak mau naik ojek soalnya duitnya udah mepet makanya pengen cepet2 mudik aja… So kalo emang rizky pasti Allah memudahkan jalan untuk menuju kesana… Dan ternyata busway yang kutumpangi dari halte Plumpang Pertamina sampai halte Karet hanya memakan waktu 1 setengah jam saja, so aku datang 30 menit sebelum perjanjian..

Proses interview pun berjalan biasa saja, bahkan tidak terlalu banyak pertanyaan malah aku lebih banyak mendengar penjelasan mengenai “kepegawaian” perusahaan tersebut, mulai dari budaya kerja, kontrak kerja, gaji dan tunjangan, dan lain-lainnya..Sebagai seorang fresh graduate aku meng”iya”kan segala macem penjelasan. Baru di akhir bahwa aku akan menjadi karyawan kontrak outsourcing alias dr perusahaan penyalur tenaga kerja yang aku tanyakan… aku ingin dikontrak langsung perusahaan itu tanpa lewat outsource tp kebijakan perusahaannya tidak memperbolehkan. .. Yauda aku pulang dengan perasaan lega namun ada kebimbangan..

Aku tetap mencoba melamar di tempat yang lain, karena aku juga tidak mau kalau outsource apalagi dengan job desk yang kurang ku suka, namun aku juga tidak melepas sebab aku juga belum mendapat tawaran pekerjaan dari yang lain. Ditengah libur lebaran aku juga sempat ditelfon perusahaan tsb meminta aku melengkapi data dan tanda tangan kontrak. Aku memberi janji bahwa aku akan ttd kontrak nanti tgl 25 Agustus 2015 setelah aku sidang TA. Banyak kejanggalan yang membuat aku semakin tidak yakin untuk bergabung di perusahaan tsb.

Lalu aku mencoba untuk tes di PT AKBN sebuah perushaan shock breaker. Kebetulan mereka membutuhkan IT Support untuk perempuan. Wah pas banget apalagi sebelah kamarku Mba Intan juga kerja disana dan katanya enak nyatanya dia betah 2 tahun ini menjadi programmer di perusahaan tersebut. So aku bertekad untuk masuk dan alhamdulillah lolos… Namun saat proses interview HRD permintaanku untuk diizinkan memakai rok tidak diperbolehkan.

Awalnya sih aku oke2 saja bekerja memakai celana namun lama kelamaan aku semakin bimbang… aku masa-masa pencarian jati diriku kemarin mengingatkan aku.. batin ini bergejolak… dalam hati aku berkata”Masa aku sudah berusaha memperbaiki diri hingga tahap ini, apakah aku harus mundur kembali lantaran pekerjaan?” User alias calon atasanku sudah pernah menyinggung, “Kalau ini memang prinsip kamu, yauda dari awal cut saja kamu cari yang lebih cocok yang tidak bertentangan dengan prinsip kamu?” pertanyaan itu semakin aku pikirkan. apalagi pernyataan aku tidak bisa memakai jilbab terlalu panjang juga menjadi pertentangan dalam diriku.

user / calon atasanku pernah menanyakan, “Memang harus pakai rok ya? kan pakai celana kalo gak ketat kan tidak apa2, toh syarat baju muslim kan tidak terawang dan ketat, nah seragam perusahaan ini dirancang dari Jepang untuk menjaga keamanan alias sefty first” Lalu aku menjawab “Iya pak, bagi wanita muslim syarat baju syar’i itu yang menutupi aurat, tidak ketat dan transparan, dan yang terakhir yaitu tidak menyerupai laki-laki… Nah ini lah yang membuatku ragu… oke lah seragam perusahaan memang panjang, tebal, dan tidak ketat tapi itu berbentuk celana panjang yang identik dengan baju laki-laki…” Aku pun juga memberi pertimbangan bahwa ada perusahaan yang sejenis, sama2 dr jepang tp memperbolehkan karyawati muslimnya untuk memakai rok, sebut saja ADM….

Saat proses2 tersebut kulalui,,,,, userku pun semakin menunjukkan sikap ingin menerimaku,,,, selang 1 hari dari interview itu… aku dipanggil PT KMSI untuk interview… Memang dulu aku pernah tes sebagai SMR departemen IT perusahaan ini namun aku gagal… entah tiba2 saja mereka menelfon untuk tes… temanku pun memberi info bahwa sedang dibutuhkan cepat staff marketing parts karena posisi ini akan ditiggalkan selama 4 bulan oleh seseorang yang akan cuti hamil…Waduh berarti aku akan bekerja sebagai pegai temporary… tapi tak apalah aku akan mencobanya,,,

Hari itu,, hari jumat pagi aku berangkat ke KMSI… karena tempatnya masih di kompleks perusahaan tempatku magang maka ID magangku pun yang kupakai saat ada di pos securrity.. Ternyata prosesnya adalah interview… Ada 3 kandidat yang mengikuti tes… aku menjadi orang terakhir yang di interview.. bisa dibilang semua interview berjalan cepat termasuk aku.. So aku pasrah aja… mau di terima ya syukur, kalau engga pun engga apa2… Eh selang 1 jam setelah aku interview, lagi-lagi ada 3 kali panggilan tidak terjawab di hapeku… Selalu seperti ini, ditelfon perusahaan saat aku sedang di jalan,,, so aku mencoba menlfon balik namun idak ada jawaban,,, mungkin sedang makan siang…. maka setelah makan siang aku menelfon balik, Dan alhamdulillah aku diterima….. Esoknya aku diminta Medical Check Up di RS Premier Jatinegara…

 Oh sebelum aku menelfon balik, aku sempat ikut kajian rutin di musholah AL Hayya AI HO…  Skali lagi Pertolongan ALlah sungguh dekat.. Al Fattah.. Allah Maha Pembuka… Allah membuka hatiku,,, menjawab kebimbangan antara gaji tinggi atau baju syar’i… maka sebagai hamba-Nya yang sangat kurang sempurna maka aku memilih untuk bergabung di KMSI,,, aku dikontrak selama 4 bulan per tanggal 25 agustus hingga 24 Desember 2014…. Disini aku bisa menjalankan sholat dhuha, memakai baju yang insya ALlah masih sesuai syariah, dan mendapatkan teman muslim yang banyak… Dan aku baru tersadar bahwa targetku untuk bekerja di tanggal 25 Agustus dihijabah oleh Allah.. aku yang rencananya hari itu akan ttd kontrak di IT Consultan, malah aku kontrak dan langsung bekerja di KMSI… Sungguh Allah Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui…

sampai saat ini aku menjalani hari-hari sebagai parts marketing officer,,,, Alhamdulillah pekerjaannya sesuai dengan passionku… yah memang background pendidikanku IT tapi jiwaku lebih ke bidang marketing, PR, dan jurnalistik… Maka Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan.… Yah aku sangat menikmati hari-hariku saat ini… banyak ilmu yang kudapat… Aku pasrahkan semuanya … perkara nanti 24 Desember 2014 akan diperpanjang atau tidak… Aku percaya, Allah telah mengaturnya… Aku hanya berusahaan memberikan performa terbaik saat ini…

So, ketika kamu menjadikan agamamu sebagai pertimbangan dalam segala hal, insya Allah… Tangan-tanga Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik untuk kita… Al Fattah… The Openner… Dia akan membuka jalan kemana kita akan melangkah… Dan selalu ingat, apa yang kamu cari di dunia? Tidak lain dan tidak bukan adalah kerindhaan Allah swt yang mampu memberi keberkahan dalam kehidupan kita… Aamiin Ya Rabb…

Okey maybe enough… semoga cerita ini bisa menjadi penyambung dalam jeda waktu saat-saat aku tidak menulis di blog ini… Ya segala hal yang baik datangnya dari Allah dan segala hal yang kurang dan salah datangnya dariku sendiri…

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

Ganbatte… Allhuma’ana… ^_^

Continue Reading