Expectations, Reality, and Dream

“Expectations can kill you, take a distance from the world, from your monkey mind, no attachment. Just be nothing..be zero… just pray, wait and give it all to the Almighty. Let God plays His scenario and keep our mind zero, because most of the time what make us suffer is our mind! “

I am a dreamer, and I put a lot of effort to achieve it. Usually I make several plans A, B, C, D, and then I feel safe and comfort. By the same time, consciously or not I also make some expectations, even create imagination in my mind what would happen with plan A, B, C, D, and what is the worst case.

But sometimes, life is not that simple. Plan A, doesn’t work. Plan B, C, D, and even the worst case that I have imagined don’t work either. All the plans are just collapse. I tried to make the best plans that I could, but at the end of the day, like or dislike, He knocked the gavel and chose the one. The fact that finally happened is even beyond the worst case that I’ve never think of. Can you imagine what does my heart feel? It’s broken and It’s painful my friend, really painful.

But, I read somewhere that “God is continually refining us, shaping us, molding us and taking us along a journey to WHO we were meant to be.” I definitely agree. Although it is painful, God knows the best. It’s one of His way to shape us. There are many lesson learned after the process of being shaped and molded, and the best one for me is this: expectations can kill you, take a distance from the world, from your monkey mind, no attachment. Just be nothing…be zero. Sometimes we even have to give up because there is nothing more we can do, just pray, wait and give it all to the Almighty. Let God plays His scenario and keep our mind zero, because most of the time what make us suffer is our mind!

It doesn’t mean that we don’t have to make some plans nor to have a dream. Dream can keep our life alive. Plans can help us going in the direction we want to achieve and avoid procrastination. One of my friend gave me a good advice:” You can make the best plans, but life can (and usually does) always come in between to make you adapt your plan. You can only make short-term plans, the medium-term is already more difficult, and for the longer term, you can only have aspirations. We have to be here and now, not in the past nor in the future.”

So, what we need is to make the best plans, but don’t get too attached to our plans and expectations, keep making a distance, keep living in the present time. Then, if our plans and expectations have ruined, of course it’s disappointing and hurtful, but keep in mind that it’s not the end of our live. The show must go on. It doesn’t mean that we have to say goodbye to our dream. The dream is still there, waving and smiling, it’s just a matter of time or a matter of changes because life is as a series of changes. We just need to adapt or create a new plan.

Don’t be fooled by the ruined plans, my friend. On the other hand, maybe we should be thankful as it means the process of shaping and molding is ongoing, our journey to who we were meant to be is nearing. Life must go on, keep smiling and stronger standing because the dream is still there, waiting us to be hug when the time to achieve has come.

*Rambling mumbling to myself as a result of a contemplation*

I’m really like this post so much because it’s like my feel now… and i get it from blog Mba Agnes Harjaningrum : http://agnes.ismailfahmi.org/wp/archives/1843/1843/

Continue Reading

Hitam Putih Ambisi Kehidupan

Kehidupan seseorang baiknya memiliki suatu tujuan agar dia dapat berjalan pada koridor yang telah di rencanakan. Tentunya dalam meraih tujuan hidup kita harus memiliki semangat agar terus mengupayakan tujuan tersebut tanpa lelah. Yah bisa dibilang “Biar raga ini lelah, namun jiwa ini pantang menyerah”. Nah ada juga yang disebut ambisi dalam meraih suatu tujuan hidup. Namun penggunaan kata ambisi biasanya identik dengan suatu hal yang negatif, padahal sebenarnya ada juga aspek positif ambisi.

“Hidup tanpa ambisi ibarat kapal berlayar tanpa tahu dimana pelabuhannya”. Jadi memiliki ambisi penting dalam hidup, dengan begitu seseorang akan fokus dalam melakukan setiap usahanya serta mampu menikmati setiap moment kehidupan. Sehingga tantangan hidup tidak menjadi penghalang tetapi menjadi sebuah tangga dan pintu kesuksessan.

Tetapi, jika sebuah ambisi itu tidak dikelola secara positif maka bisa menghancurkan dan membutakan mata hati. Seseorang akan cendrung lupa dan mengabaikan orang disekitarnya, bahkan dapat memicu sebuah permusuhan. Hal ini bisa terjadi karena seseorang yang terlalu fokus terhadap tujuannya sehingga memakasan diri dengan cara apapun untuk mendapatkannya termasuk dengan sebuah kecurangan. Ambisi dalam konteks ini menjadi virus penghancur kreatifitas dan kebersamaan.

Dimana ada tujuan akhir disitu harus ada ambisi positif dan kerinduan hati nurani. Sebagai manusia tentunya kita memiliki keinginan untuk lebih baik lagi, misalnya ingin naik jabatan dan mendapatkan gaji lebih banyak daripada saat ini maka yang harus dilakukan adalah bekerja sebaik mungkin dengan menunjukkan prestasi di tempat kerja tanpa menjatuhkan rekan kerja.

Selain dengan usaha, sebagai manusia beragama maka yang bisa kita lakukan adalah dengan meminta pada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi seorang muslim mungkin dengan memperbaiki yang wajib dan menmbah yang sunah seperti sholat tepat waktu dan bangun disepertiga malam untuk menjalankan sholat tahajut dan berdoa meminta untuk dilancarkan setiap usaha mencapai tujuan hidup yang baik.

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Selain itu selalu postive thinking, karena Tuhan juga mengabulkan sangkaan hamba-Nya. Seperti yang disampaikan berikut.

انا عند حسنِ ظنِّ عبدي بي فليظنْ بِي ما يشاَء

Artinya: Aku menuruti prasangka hambaku terhadapKu, maka silahkan untuk berprasangka sesuai apa yang dikehendaki. (Ad-Darimi)

Mark Twain katakan: “Jauhkan dirimu dari mereka yang membuatmu ciut dengan ambisimu. Orang yang berjiwa kecil akan selalu demikian, tetapi mereka yang berjiwa besar akan selalu membuatmu juga percaya bahwa andapun bisa menjadi besar”.

Bill Bradley katakan: “Ambisi adalah langkah awal kesuksesan”. Lain lagi yang dikatakan Yoshida Kenko. “Ambisi tidak pernah kenal kata akhir/selesai.

F. Hawes pernah meyakinkan para kaum mudah bahwa, ketika cita-citamu anda gantungkan setinggi langit, meski anda tidak bisa menggapi cita-cita itu, tetapi panah hati dan tenagamu akan terbang jauh dan setinggi itu”.

Continue Reading