Self Reflection

Self Reflection : Bersyukur

By on August 5, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Alhamdulilllah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.

Aku ingin berceloteh ringan tentang indahnya hidup jika kita bersyukur atas segala yang telah kita dapatkan dan kita alami saat ini. Kenapa 2? karena bisa jadi yang kita dapatkan adalah sesuatu yang berwujud dan yang kita alami adalah sebuah peristiwa atau apapun kondisi yang terjadi dalam hidup ini.

Kehidupan itu seperti roda yang berlalu dari atas ke bawah dan seterusnya. Kehidupan juga tak ubahnya seperti pohon, yang semakin keatas semakin kencang pula angin yang menderanya. Seperti itulah kehidupan manusia, mungkin banyak analogi lain tentang kehidupan yang lebih pas untuk masing-masing individu. Salah satu godaannya adalah ambisi yang berlebihan.

Aku pernah menulis sesuatu tentang Ambisi Kehidupan . Nah terkadang ambisi yang berlebihan menyebabkan seseorang kurang bersyukur dengan segala keadaan yang diterimanya. Sampai-sampai banyak mengeluh seolah hidupnya tak mendapatkan apapun. Dia tidak menyadari bahwa udara yang dia hirup adalah nikmat yang luar biasa dalam hidup.

Bersyukur membuat hidup lebih tenang, banyak yang bisa dinikmati dari ke Redhaan Allah SWT. Bahkan Allah tak segan-segan akan menambahkan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Apapun yang terjadi, apapun yang kita dapatkan adalah yang terbaik dari Allah, karena usaha dan doa tidak akan membohongi hasil. Lagi pula setiap cobaan pasti ada hikmahnya dan Allah juga tidak akan mencoba umat-Nya diluar kemampuan umat itu sendiri.

So jalani hari dengan rasa beryukur agar hidup lebih tenang dan bahagia ^_^

Wassalam … #SelfReflection for me

Continue Reading

Self Reflection

Ocehanku Untuk Sesama Perempuan Pekerja Muda

By on August 4, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Sumber dari google
Sumber dari google

Kemarin sempet geregetan dengan seorang teman yang mengunggah status di hari minggu kalau dia harus bekerja alias lembur padahal di hari sebelumnya, Sabtu dia juga mengunggah status di facebook bahwa dia juga masuk kerja. Di hari minggu sore dia kembali menggunggah foto status dengan caption “wajah anak pabrik.. wajah lembur, senang-seneng-senep”

Oh My God,,,, Well temenku itu perempuan loh… dia kerja 7 hari dalam seminggu, Dan bukan hanya kali ini beberapa kali dia juga keja setiap hari tanpa jeda sama sekali…  prok prok prok hebat.. tapi dari captionnya dia sebenernya antara bahagia dan susah “senang-seneng-senep”… ya yailah seneng kan artinya gajinya nanti akan lebih besar tapi susah juga.. ya iyalah kerja 7 hari dalam seminggu tentu sangat menguras tenaga dan fikiran…

Bingung, miris, geregetan campur-campur lah yang aku rasain ngeliat dia segitunya dalam bekerja… Tujuannya apa? ingin mendapatkn gaji yang lebih banyak? kenapa ga memulai usaha kecil-kecilan sendiri disamping pekerjaan rutin? ingin naik jenjang karir? kenapa ga berorientasi bahwa ibu rumah tangga adalah karir sesungguhnya bagi perempuan syukur-syukur sembari menjadi pengusaha alias bekerja dari rumah.

Gegara ini aku langsung ke inget share dari group whatsapp dari temen tentan 7 alasan untuk pulang kantor tepat pada waktunya yang ternyata sumbernya dari hipwee.com berikut rinciannya

Pulang kantorlah tepat pada waktunya.

 

Meski teman kerja masih di kantor, pulang saja kalau memang sudah waktunya. Tak perlu tak enak hati karena itu hakmu pribadi

Sejatinya pulang kerja tepat pada waktunya adalah hak pribadi setiap pekerja. Kamu tak perlu sungkan pulang lebih dulu daripada teman kerjamu lainnya. Untuk terbiasa dengan pola kerja yang menyehatkan ini, kamu bisa membiasakannya sedini mungkin. Bahkan, kamu bisa memulainya dari hari pertama bekerja. Hilangkan rasa sungkan dan ragu, yakinilah bahwa hal ini yang akan membuatmu hidupmu memiliki porsi yang seimbang.

Kamu boleh mencintai pekerjaanmu, tapi ingat jangan jatuh cinta pada perusahaan tempatmu bekerja.

Love your job but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you.”

– Dr. APJ Abdul Kalam

Mencintai pekerjaan tentu sah-sah saja, karena dengan begitu beban pekerjaanmu justru makin terasa ringan. Mencintai apa yang kamu kerjakan juga membuatmu merasa lebih dapat menikmati hidup. Namun, tentu saja kamu harus mampu memilah antara cinta dengan pekerjaan dan cinta dengan perusahaan.

Jatuh cinta pada perusahaan tempatmu bekerja membuatmu mau melakukan apapun yang disodorkan oleh atasan. Kamu bersedia menggadaikan waktu berhargamu hanya demi menggeluti beban pekerjaan yang tak masuk akal. Bahkan, kamu juga menelan mentah-mentah kebijakan perusahaan yang sebenarnya merugikan. Ingat bahwa kamu tak harus memanjakan perusahaan meskipun kamu jatuh cinta pada pekerjaanmu. Karena kamu tak akan tahu sampai kapan perusahaan masih membutuhkan tenagamu.

Hidup jadi bermakna karena banyak unsur di dalamnya. Apakah hidupmu akan sama kayanya jika kamu terlalu tenggelam dalam pekerjaan?

Bekerja merupakan bagian dari kehidupan sebagai manusia dewasa. Namun, tentu saja selain bekerja kamu memiliki porsi kehidupan lainnya. Ada waktu untuk menyenangkan dirimu sendiri, waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarga, bercengkerama bersama kawan, hingga menghabiskan waktu bersama kekasih.

Jangan hanya karena menggilai pekerjaanmu yang sekarang kamu justru memangkas waktu untuk kehidupan pribadimu. Kebiasaan pulang terlambat hanya akan membuat kegiatanmu setelah jam kantor terasa tak bermakna. Hal ini karena tenagamu sudah tersedot habis di tempat kerja dan kamu hanya tinggal membawa rasa lelah saat pulang ke rumah.

Selama ini kamu tidak disekolahkan hanya untuk menjadi mesin. Kamu tetaplah manusia yang punya kehidupan di sela-sela kesibukan.

Setelah selesai menyelesaikan pendidikan, kamu memang wajib bekerja demi menyambung hidup. Selain itu, bekerja juga merupakan penanda bahwa kamu memang telah siap memasuki usia dewasa. Namun, kamu tentu harus mengingat bahwa kamu tak dibentuk sebagai robot untuk menjalani rutinitas harian. Jangan jadikan rutinitas bekerja sebagai jebakan yang akan membelenggumu dengan beban kerja yang tak ada habisnya. Di sela-sela kesibukan, kamu masih memiliki waktu berharga yang bisa digunakan untuk menikmati hidup.

Sekian puluh ribu orang terindikasi jadi jomblo karena bekerja >8 jam per hari. Kamu gak mau ‘kan masuk ke dalam golongan ini?

Durasi normal untuk bekerja selama satu hari adalah 8 jam. Selebihnya sisa waktu yang kamu miliki harus digunakan untuk menjalani kehidupan pribadi. Karena terjebak dengan kesibukan kantor lebih dari 8 jam perhari tanpa disadari akan memperlemah kehidupan sosialmu.

Tak hanya kemampuan bersosialisasi yang kemudian tumpul karena jarang bercengkerama bersama kawan, kehidupan asmaramu juga bisa terganggu. Apabila kamu sudah memiliki pasangan, tak jarang kalian akan sering bertengkar karena dia merasa diabaikan. Dan bagi kamu yang masih lajang hingga sekarang, kamu makin tak ada waktu untuk memperhatikan hubungan asmaramu. Bukankah kamu tak mau terjebak dalam pola hidup yang tak sehat ini?

Banyak orang pulang malam bukan karena rajin bekerja, namun tak bisa saja me-manage waktunya.

Perlu dijadikan catatan bahwa mereka yang selalu pulang terlambat dari tempat kerja tak selalu berarti rajin. Bisa saja, mereka hanya gagal mengatur waktunya demi menyelesaikan tugas yang dibebankan pada mereka. Saat harusnya fokus kerja, mereka terlalu banyak bercanda; ketika duduk di laptop, justru Facebookan sampai berjam-jam. Ini pun berimbas pada molornya jam pulang mereka dari kantor.

Tak ada orang yang perlu bangga jika harus menolak ajakan bertemu teman atau keluarga dengan alasan lembur atau pulang malam. Jika ini mencerminkan pribadi yang gagal dalam me-manage waktu, apa yang bisa dibanggakan?

Kamu bekerja keras demi mengulas senyum orangtua. Tapi senyum mereka akan memudar jika kamu sibuk di kantor saja.

Di usia muda ini kamu bekerja masih hanya untuk dirimu sendiri. Selain kebutuhanmu yang harus dipenuhi, kamu juga bekerja demi membanggakan orangtua. Menyisihkan sedikit uang untuk ayah dan ibu sebagai persembahan atas jerih payah mereka membesarkanmu.

Dengan bekerja, kamu juga mengukir senyum di paras orangtua. Karena inilah pembuktian kepada mereka bahwa kamu bisa berdiri di atas kaki sendiri. Namun, tahukah kamu, senyum mereka akan memudar ketika menyadari waktumu tersedot habis pada pekerjaan saja. Usia mereka sudah semakin senja dan waktu luangmu bersama mereka lebih berharga dari apapun juga.

Pekerja yang selalu pulang tepat waktu memiliki sifat yang efisien, memiliki kehidupan sosial yang seimbang, dan memiliki waktu yang berkualitas bersama keluarga. Kini, bersediakah kamu merapikan meja kerja dan beranjak pulang tepat pada waktunya?

Bagiku, Jangan pernah memaksakan diri daripada setengah hati, kita sekolah tingi bukan hanya untuk bekerja dan memperkaya diri, adakalanya ilmu yang kita peroleh diamalkan kepada orang lain atau lebih baik membuat sendiri lapangan pekerjaan yang berguna bagi orang lain. Apalagi untuk kita yang masih muda, hidup bukan hanya sekotak meja kerja. Lebih baik mengembangkan kualitas diri atau cukup isi hari liburmu dengan istirahat demi menjaga kesehatan.. Tanpamu perusahaan tak akan merugi adanya keluarga dan temanmu yang akan bersedih hati. Dan menjadi ibu cerdas dalam rumah tangga yang sakina mawadah warahma adalah sebaik baiknya profesi untukmu ukhti…

Dedicate to my friend… Ratria… I love you…

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading

Curhat | Self Reflection

Jengah Jenuh Jemu

By on June 12, 2015

Kehidupan ini berjalan begitu pesat

Ketika senin sampai jumat terasa cepat

Ketika semua orang tergesa-gesa

Berangkat kerja tergesa-gesa

Pulang kerja tergesa-gesa

Melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru dikejar waktu

Semua inginnya cepat mengejar dateline yang cekak

Dan pada satu titik manusia mengalami Triple J : Jengah Jenuh Jemu

Secara emosional orang akan merasakan hal tersebut

Mereka akan jengah terhadap segala tuntutan

Mereka akan jenuh terhadap segala yang dikerjakan

Mereka akan jemu terhadap segala permasalahan

 

Rehatlah kawan…

Mungkin fisikmu tak terlihat sakit..

Tapi belum tentu fikiran dan emosimu tak berpenyakit..

Jangan bebani urusan dunia hingga kau lalai berdoa..

Bagaimana kalau kita mencari ketenangan dari nikmatnya sholat…?

masterz

 

#Selftalk Dedicate for me

 

Continue Reading

Self Reflection

From UT to KMSI, Still Syar’i

By on September 18, 2014

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

Melanjutkan cerita Berakhirnya Tugas Akhirku maka aku ingin sedikit menceritakan proses aku bisa kerja ditempatku saat ini. Ya alhamdulillah aku diterima kerja di PT Komatsu Marketing and Support Indonesia alias (KMSI). Kalo ditanya ko bisa masuk sini? aku juga gak paham, kalo ditanya berapa lama proses masuk kerjanya? aku jawab cuma 3 hari, yup jumat sabtu minggu dan senin 25 Agustus 2014 langsung tanda tangan kontrak dan langsung kerja…. Yeah Everyone can plan but no one know what happen tomorrow…

Sebenarnya dari bulan juli pas setelah aku sidang demo aplikasi keesokan harinya aku ditelfon sebuah perusahaan IT Consultan untuk melanjutkan proses rekrutmen yaitu interview HRD. Saat ditelfon aku sedang berada di PTUT (tempatku magang) dalam rangka mengumpulkan hasil revisi aplikasi pasca sidang. Jadwal interview awal aku tolak karena aku sudah harus mudik ke surabaya dalam rangka Idhul Fitri so aku minta untuk dijadwalkan ulang. Namun sesampainya di rumah ternyata ada 6 kali panggilan tidak terjawab dan semuanya dari perushaan tersebut. Waduh aku bingung harus gimana? Aku pun mencoba untuk menelfon balik tapi sayangnya namanya juga jam pulang kantor dan kebetulan di bulan ramadhan, so orangnya sudah pulang…..

Aku sih pasrah, kalo memang rizky ga bakal kemana toh aku juga dikasih tau sama kaka kelas yang udah di perusahaan tersebut kalo beneran dipanggil ya bakal di telfon lagi… So besoknya tepatnya sehari sebelum mudik, sekitar jam 8 pagi aku di telfon kembali oleh perusahaan itu. Aku diharapkan bisa hadir di hari itu juga jam 11 di gedung ANZ Tower di Sudirman.. Antara seneng sama gregetan saat mengetahui hal itu… Masalahnya aku engga tau gedung itu ada dimana dan kalo kantornya daerah Sudirman kan pasti macet plus dresscode nya ga bisa sembarangan biar ga ‘saltum’…

Yasudahlah aku berangkat jam 9, pasrah bisa sampai jam 11 beneran atau engga… aku juga gak mau naik ojek soalnya duitnya udah mepet makanya pengen cepet2 mudik aja… So kalo emang rizky pasti Allah memudahkan jalan untuk menuju kesana… Dan ternyata busway yang kutumpangi dari halte Plumpang Pertamina sampai halte Karet hanya memakan waktu 1 setengah jam saja, so aku datang 30 menit sebelum perjanjian..

Proses interview pun berjalan biasa saja, bahkan tidak terlalu banyak pertanyaan malah aku lebih banyak mendengar penjelasan mengenai “kepegawaian” perusahaan tersebut, mulai dari budaya kerja, kontrak kerja, gaji dan tunjangan, dan lain-lainnya..Sebagai seorang fresh graduate aku meng”iya”kan segala macem penjelasan. Baru di akhir bahwa aku akan menjadi karyawan kontrak outsourcing alias dr perusahaan penyalur tenaga kerja yang aku tanyakan… aku ingin dikontrak langsung perusahaan itu tanpa lewat outsource tp kebijakan perusahaannya tidak memperbolehkan. .. Yauda aku pulang dengan perasaan lega namun ada kebimbangan..

Aku tetap mencoba melamar di tempat yang lain, karena aku juga tidak mau kalau outsource apalagi dengan job desk yang kurang ku suka, namun aku juga tidak melepas sebab aku juga belum mendapat tawaran pekerjaan dari yang lain. Ditengah libur lebaran aku juga sempat ditelfon perusahaan tsb meminta aku melengkapi data dan tanda tangan kontrak. Aku memberi janji bahwa aku akan ttd kontrak nanti tgl 25 Agustus 2015 setelah aku sidang TA. Banyak kejanggalan yang membuat aku semakin tidak yakin untuk bergabung di perusahaan tsb.

Lalu aku mencoba untuk tes di PT AKBN sebuah perushaan shock breaker. Kebetulan mereka membutuhkan IT Support untuk perempuan. Wah pas banget apalagi sebelah kamarku Mba Intan juga kerja disana dan katanya enak nyatanya dia betah 2 tahun ini menjadi programmer di perusahaan tersebut. So aku bertekad untuk masuk dan alhamdulillah lolos… Namun saat proses interview HRD permintaanku untuk diizinkan memakai rok tidak diperbolehkan.

Awalnya sih aku oke2 saja bekerja memakai celana namun lama kelamaan aku semakin bimbang… aku masa-masa pencarian jati diriku kemarin mengingatkan aku.. batin ini bergejolak… dalam hati aku berkata”Masa aku sudah berusaha memperbaiki diri hingga tahap ini, apakah aku harus mundur kembali lantaran pekerjaan?” User alias calon atasanku sudah pernah menyinggung, “Kalau ini memang prinsip kamu, yauda dari awal cut saja kamu cari yang lebih cocok yang tidak bertentangan dengan prinsip kamu?” pertanyaan itu semakin aku pikirkan. apalagi pernyataan aku tidak bisa memakai jilbab terlalu panjang juga menjadi pertentangan dalam diriku.

user / calon atasanku pernah menanyakan, “Memang harus pakai rok ya? kan pakai celana kalo gak ketat kan tidak apa2, toh syarat baju muslim kan tidak terawang dan ketat, nah seragam perusahaan ini dirancang dari Jepang untuk menjaga keamanan alias sefty first” Lalu aku menjawab “Iya pak, bagi wanita muslim syarat baju syar’i itu yang menutupi aurat, tidak ketat dan transparan, dan yang terakhir yaitu tidak menyerupai laki-laki… Nah ini lah yang membuatku ragu… oke lah seragam perusahaan memang panjang, tebal, dan tidak ketat tapi itu berbentuk celana panjang yang identik dengan baju laki-laki…” Aku pun juga memberi pertimbangan bahwa ada perusahaan yang sejenis, sama2 dr jepang tp memperbolehkan karyawati muslimnya untuk memakai rok, sebut saja ADM….

Saat proses2 tersebut kulalui,,,,, userku pun semakin menunjukkan sikap ingin menerimaku,,,, selang 1 hari dari interview itu… aku dipanggil PT KMSI untuk interview… Memang dulu aku pernah tes sebagai SMR departemen IT perusahaan ini namun aku gagal… entah tiba2 saja mereka menelfon untuk tes… temanku pun memberi info bahwa sedang dibutuhkan cepat staff marketing parts karena posisi ini akan ditiggalkan selama 4 bulan oleh seseorang yang akan cuti hamil…Waduh berarti aku akan bekerja sebagai pegai temporary… tapi tak apalah aku akan mencobanya,,,

Hari itu,, hari jumat pagi aku berangkat ke KMSI… karena tempatnya masih di kompleks perusahaan tempatku magang maka ID magangku pun yang kupakai saat ada di pos securrity.. Ternyata prosesnya adalah interview… Ada 3 kandidat yang mengikuti tes… aku menjadi orang terakhir yang di interview.. bisa dibilang semua interview berjalan cepat termasuk aku.. So aku pasrah aja… mau di terima ya syukur, kalau engga pun engga apa2… Eh selang 1 jam setelah aku interview, lagi-lagi ada 3 kali panggilan tidak terjawab di hapeku… Selalu seperti ini, ditelfon perusahaan saat aku sedang di jalan,,, so aku mencoba menlfon balik namun idak ada jawaban,,, mungkin sedang makan siang…. maka setelah makan siang aku menelfon balik, Dan alhamdulillah aku diterima….. Esoknya aku diminta Medical Check Up di RS Premier Jatinegara…

 Oh sebelum aku menelfon balik, aku sempat ikut kajian rutin di musholah AL Hayya AI HO…  Skali lagi Pertolongan ALlah sungguh dekat.. Al Fattah.. Allah Maha Pembuka… Allah membuka hatiku,,, menjawab kebimbangan antara gaji tinggi atau baju syar’i… maka sebagai hamba-Nya yang sangat kurang sempurna maka aku memilih untuk bergabung di KMSI,,, aku dikontrak selama 4 bulan per tanggal 25 agustus hingga 24 Desember 2014…. Disini aku bisa menjalankan sholat dhuha, memakai baju yang insya ALlah masih sesuai syariah, dan mendapatkan teman muslim yang banyak… Dan aku baru tersadar bahwa targetku untuk bekerja di tanggal 25 Agustus dihijabah oleh Allah.. aku yang rencananya hari itu akan ttd kontrak di IT Consultan, malah aku kontrak dan langsung bekerja di KMSI… Sungguh Allah Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui…

sampai saat ini aku menjalani hari-hari sebagai parts marketing officer,,,, Alhamdulillah pekerjaannya sesuai dengan passionku… yah memang background pendidikanku IT tapi jiwaku lebih ke bidang marketing, PR, dan jurnalistik… Maka Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan.… Yah aku sangat menikmati hari-hariku saat ini… banyak ilmu yang kudapat… Aku pasrahkan semuanya … perkara nanti 24 Desember 2014 akan diperpanjang atau tidak… Aku percaya, Allah telah mengaturnya… Aku hanya berusahaan memberikan performa terbaik saat ini…

So, ketika kamu menjadikan agamamu sebagai pertimbangan dalam segala hal, insya Allah… Tangan-tanga Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik untuk kita… Al Fattah… The Openner… Dia akan membuka jalan kemana kita akan melangkah… Dan selalu ingat, apa yang kamu cari di dunia? Tidak lain dan tidak bukan adalah kerindhaan Allah swt yang mampu memberi keberkahan dalam kehidupan kita… Aamiin Ya Rabb…

Okey maybe enough… semoga cerita ini bisa menjadi penyambung dalam jeda waktu saat-saat aku tidak menulis di blog ini… Ya segala hal yang baik datangnya dari Allah dan segala hal yang kurang dan salah datangnya dariku sendiri…

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

Ganbatte… Allhuma’ana… ^_^

Continue Reading

Give Away | Self Reflection

Hitam Putih Kegalauan Manusia

By on June 2, 2014

Assalamaualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

danbo_06
Koleksi Pribadi

Istilah “Galau” begitu booming di tahun 2010an ke atas. Entah siapa yang mencetuskan pertama kali, tiba-tiba banyak orang yang berkata “Aku galau”, “Galau banget rasanya malam ini”, dan lain sebagainya. Penggunaan kata galau menjadi sesuatu yang lumrah dipakai terutama dikalangan remaja. Padahal taukah, galau itu apa? Galau adalah sebuah perasaan yang mampu mengacaukan pikiran, seperti rasa gelisah, gusar, bimbang yang kemudian diluaskan sebagai perasaan kalut karena sebenarnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata kalut adalah kekacauan pikiran, kita tidak bisa lagi mengontrol pikiran kita dengan baik semua hanya berdasarkan emosi. Biasanya seseorang yang galau akan berubah menjadi kalut. Namun jarang orang memahami hal tersebut, galau lebih dipilih menjadi diksi daripada kalut. Makanya jarang ada orang yang mengatakan “Aku Kalut”.

Kapan Galau itu terjadi??

Tentunya saat kita dihadapkan pada sebuah permasalahan, semakin kita memikirkan permasalahan itu secara berlebihan dan terus menerus makan emosi kita pun menjadi labil, tidak tenang, ada perasaan tidak enak yang kemudian membuat kita bingung harus melakukan apa. Maka dari itu kebanyakan orang galau itu menghabiskan waktunya untuk merenung alias bengong. Jenis permasalahannya pun bermacam-macam, namun kali ini saya akan menyebutkan permasalahan yang sering dihadapi remaja galau diantaranya…

1. Masalah percintaan

Virus merah jambu memang benar-benar mampu membahagiakan namun juga dapat menyakitkan bahkan menghancurkan seseorang. Namanya juga virus hehe…. Suatu hubungan memang tidak dapat berjalan dengan sempurna, karena sulit untuk menyatukan 2 orang dengan sifat, kebiasaan dan pemikiran yang berbeda. Nah, ketika seorang remaja yang belum mampu mengontrol emosi dengan baik lalu menghadapi permasalahan pada hubungan yang dijalani dan dia tidak memahami hal tersebut, maka dengan mudah dia merasa galau… stress, frustasi, dan ngerasa bad mood.. Oleh karena itu tak jarang galau menjadi plesetan seperti dibawah ini

galau
Koleksi Pribadi

2. Masalah  sekolah/kuliah/kerja

Masa-masa sulit mungkin sering kali kita hadapi saat sekolah misalnya ketika mendapat nilai ujian yang jelek padahal sudah belajar, Nyesek rasanya ada nilai 6 padahal ekspetasi kita mendapat nilai 10. Nah kekecewaan seperti ini membuat seseorang mudah sekali galau.

Untuk seseorang yang kuliah, biasanya galau di tingkat akhir seperti saat penempatan magang atau KKN yang kebetulan saya sendiri juga merasakannya, penantian panjang untuk mendapatkan kepastian tempat magang sempat membuatku galau, apalagi saat tu aku menjadi mahasiswa terakhir yang mendapatkan tempat magang. Kisahnya bisa dibaca di “Aku Sabar Menunggu” dan “Hari Pertama dengan Alat Berat”.Saat kuliah juga biasanya dibuat galau dengan Tugas Akhir atau Skripsi, hal ini biasa terjadi ketika bahan untuk menulis rasanya telah habis padahal masih banyak data yang dirasa kurang namun bingung harus memulainya dari mana.

Nah saat kerja, biasanya yang sudah memasuki waktu untuk bekerja namun belum mendapat tempat yang cocok maka kita akan merasa galau. Hal lain yang biasa terjadi ketika kita mendaftar lalu menunggu masa-masa untuk menjalani tes selanjutnya hingga mendapat kepastian bahwa kita di terima diperusahaan tersebut, masa penantian itulah yang membuat kita gelisah alias galau . Lalu saat sudah diterima kerja, namun ternyata pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka kegalauan  yang berasal dar kebimbangan akan muncul kembali, apakah pekerjaan tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

3. Masalah hubungan dengan orang tua atau teman

Permasalahan ini kadang membuat seseorang galau tapi kadarnya tidak terlalu akut ketimbang nomer 1 dan 2. Permasalahan ini biasanya lebih kesalahfahaman yang berakibat perkelahian kecil dalam arti mungkin adu mulut. Namun harus di ingat, bahwa mulut adalah pisau, karena setiap perkataannya bisa menyayat hati manusia, makanya bisa menjadi permasalahan penyebab galau.

Bagaimana cara mengelola rasa galau???

1. Berserah diri pada Allah

Tidak ada hal yang paling menenangkan selain berserah diri kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Toh galau juga memiliki akronim yang baik seperti dibawah ini.

galo
Koleksi Pribadi

 Lalu kita pun harus menyadari bahwa firman Allah di surat Al Insyirah ayat 6 yang memiliki arti bahwa “Sesungguhnya setiap kesulitan itu ada kemudahan”. Setelah berserah diri yang kita lakukan adalah berdoa dan berprasangka baik.

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya : “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

انا عند حسنِ ظنِّ عبدي بي فليظنْ بِي ما يشاَء

Artinya:” Aku menuruti prasangka hambaku terhadapKu, maka silahkan untuk berprasangka sesuai apa yang dikehendaki.” (Ad-Darimi)

Adapun Surat yang kandungannya atau fadillah nya mampu menenangkan hati kita. Bisa dibilang ini Surat anti galau yang ada dalam Al Qur’an yaitu Surat Ar Rahman. Karena di dalamnya terdapat ayat yang diulang-ulang himgga 31 kali yang mampu membuat kita lebih ikhlas, bersyukur dan menenangkan hati. yaitu

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Artinya : “Maka Nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?” (Ar Rahman : 3, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77)

2. Curhat pada orang terdekat.

Seseorang yang memiliki masalah, baiknya jangan di pendam sendiri namun dibagi atau diceritakan kepada orang terdekat dan dipercaya seperti orang tua, saudara atau sahabat. Walaupun permasalahan itu tidak terselesaikan dengan cepat, setidaknya kita akan merasa lega karena sebagian beban permasalahan sudah kita keluarkan. Oleh karena itu, peran teman curhat sangat penting.

3. Melakukan hal-hal positif

Jika kita memiliki masalah, kita bisa mengalihkan fokus kita untuk melakukan hal yang lebih baik ketimbang merenung. Misalnya untuk melampiaskan rasa galau namun kita tidak berani menceritakan kepada orang lain, kita bisa menulisnya di blog atau buku diary yang lama kelamaan bisa kita rangkai menjadi sebuah cerita yang kemudian dicetak menjadi buku. Nah itu bisa menjadi prestasi  yang berawal dari sebuah rasa galau.

Jika kasusnya galau anak sekolah yang dapat nilai ujian jelek yang seperti contoh diatas, kita bisa menganggap permasalahan tersebut sebagai cambuk untuk lebih rajin belajar. Sama halnya untuk kasus skripsi, mungkin perlu refresing sebentar lalu kembali fokus menulis skripsi dengan pikiran yang tenang. Kedua permasalah tersebut akan membuahkan hasil yaitu prestasi berupa nilai yang baik bakan bisa menjadi yang terbaik.

4. Sabar

Nah kalo ini aku alami sendiri, ketika yang kucertakan bahwa aku harus menunggu dalam waktu yang cukup lama yaitu 2 bulan untuk memperoleh tempat magang sedangkan yang lain sudah hampir 4-6 minggu di tempat magang mereka, aku hanya bisa bersabar dengan tetap berdoa dan berusaha lagi. Namun toh usaha tetap diatur oleh kampus oleh karena itu yang kulakukan hanya bersabar. Sambil menuggu penempatan magang, aku mengisi hariku dengan menulis blog dan baca2 novel, walaupun tetap merasa galau namun dalam hatiku selalu ku tanamkan “Man Shabara Zafira”  yang artinya Barang siapa yang bersabar maka ia akan beruntung.

Dan akhirnya aku pun mendapat tempat magang, bukan main-main, di tempat yang pernah menjadi nomer 1 dalam doaku yaitu PT United Tractor Tbk sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dibidang alat berat dan pertambangan terbesar di Indonesia. Aku ditempatkan pada Divisi Corporate Information System (CIS) dan langsung mengerjakan project untuk kepentingan Board of Director (BOD). Dan Alhamdulillah sampai aku menulis ini semua berjalan dengan baik bahkan project ku pun resmi selesai hari ini padahal masa  magangku masah 1 bulan lagi. Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagiku. Walaupun project ini belum disidang sebagai Tugas Akhir di kampus setidaknya sudah di implementasi di perusahaan. Harapannya project Tugas Akhir ini juga akan mendapat nilai yang baik saat sidang sehingga bisa dinobatkan sebagai Tugas Akhir Terbaik… Aamiin..

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway “Ya Rabb Aku Galau” yang diselenggarakan oleh Aida MA.

ya rabb aku galau rev22-1-1
Cover Buku Ya Rabb AKu Galau

Continue Reading

Islam | Self Reflection

Islam Mencintai dan Melindungimu Dengan Hijab

By on March 31, 2014

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum Warrahamatullahi Wabarrakatu

Aduh rasanya deg-degan ketika harus menuliskan bagaimana aku mencintai agamaku, Islam. Mungkin tulisan ini lebih bersifat curhat tentang tahap-tahap ketika aku dibukakan hati oleh-Nya sehingga bisa yakin pada agamaku. Memang aku lahir sebagai seorang muslim namun pada prosesnya aku belum terlalu mengerti apa itu Islam hingga Allah memberi hidayah  padaku lewat perintah-Nya yaitu Hijab. Dan dari situlah proses kecintaanku pada Islam semakin bertambah tiap harinya.

agamaku
Koleksi Pribadi

Aku menggunakan hijab semenjak masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) atas dasar aturan dari sekolah tersebut. Sekolahku bukanlah sekolah muslim melainkan sekolah negeri yang terletak di sebuah Kabupaten yang kental akan agama Islam hingga jargonnya pun “Gresik Berhias Iman” dan “Gresik Kota Santri” , hal ini lantaran terdapat 2 tempat bersejarah islam di kabupaten ini yaitu Makam Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim. Sehingga nafas islam kental di seluruh penjuru kabupaten mulai dari sistem pemerintahan hingga ke sistem pendidikan yang mewajibkan siswanya untuk mengenakan baju serba panjang serta jilbab bagi perempuan muslim.

Jujur awalnya aku enggan sekolah disitu, aku lebh memilih sekolah di SMP negeri Surabaya toh aku juga keterima di sana, salah satu alasannya adalah aku tidak mau memakai kerudung. aku masih ingin bergaya sebagai seorang remaja pada umumnya. Aku merasa dengan berhijab maka kebebasanku akan terhambat, padahal saat itu adalah masa-masa dimana seorang perempuan mengalami perubahan menjadi remaja, andai kata lagi mau mekar-mekarnya. Dari sekolah dasar yang lebih bersifat anak-anak ke jenjang SMP. Namun lagi-lagi, Allah menyelamatkanku melalui restu orang tua dan keluarga lainnya agar aku masuk ke SMPN 1 Driyorejo Gresik. Mayoritas keluargaku melarangku sekolah di Surabaya dengan alasan jarak yang jauh, tidak ada kendaraan, dan karena aku perempuan jadi takut kalau nanti pulangnya sendirian terus diusilin orang, padahal tidak juga karena rumahku perbatasan diantara Gresik dan Surabaya sehingga tidak terlalu jauh, dan ada angkot juga walaupun harus jalan kaki lagi setelah turunnya tapi aku berani. Tapi apa mau dikata akhirnya aku masuk di SMPN 1 Driyorejo Gresik and than i must wear HIJAB.

Panas, gerah, susah gerak, dan perasaan engga enak lainnya lah yang membuatku terus-terusan melepas hijabku ketika ada kesempatan, contohnya pas aku ikut eskul olah raga seperti voli dan pencak silat. Padahal saat aku latihan pencak silat “Perisai Diri” di pusat kabupaten, aku tetap harus menggunakan hijab, karena saat kenaikan tingkat dan pertandingan, hampir semua pesilat perempuan yang muslim menggunakan hijab(tapi itu dulu, engga tau sekarang, semoga aja masih, Aamiin) . Bukan hanya masalah penampilan tapi sekolah ini juga memiliki satu mata pelajaran yang bernama “Pembiasaan”. Nah dalam pelajaran itu diterangkan bagaimana seorang muslim melakukan aktifitasnya sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Terdapat buku absensi aktivitas tersebut yang di kontrol tiap hari oleh orang tua dan guru piket yang kemudian setiap minggunya dicek ulang oleh guru mata pelajaran tersebut. Contohnya salam saat berangkat dan pulang sekolah (ttd orang tua) , sholat dhuha (ttd guru piket kalau di sekolah dan ttd ortu kalau dirumah), mengaji, sholat wajib berjamaah, bahkan mendengarkan khotbah sholat jumat. Sampe segitunya lah pokoknya.

bete
Emosi bete saat itu, gambar dari sini

BETE, awalnya seperti itu, aku seakan TERPAKSA melakukan itu semua. Selain fokus ke mata pelajaran pada umumnya seperti matematika, bahasa inggris, IPA, IPS, aku juga harus disibukkan untuk melakukan aktifitas-aktiftas yang harus dilaporkan tiap minggunya. Tapi toh aku tidak sendiri, ada 600an siswa lain yang melakukan hal yang sama. Sehingga lama-kelamaan aku juga menikmatinya. Aku pun sudah malu menggalkan jilbabku. Rasanya ada rasa keteduhan dalam hatiku. Tapi kebiasaan itu ternyata hanya bertahan hingga aku masuk SMA, sewaktu SMA kelas 1 semester pertama aku menggalkan jilbabku (lagi). Alasannya aneh dan aku juga kurang tau dulu itu kenapa, mungkin lagi-lagi setan menggodaku lewat penampilan. Aku ingin orang lain melihat rambutku terurai, tanganku dll walaupun waktu itu aku memakai rok renda panjang macem rok SD tapi versi panjang. Lalu namanya juga ababil (ABG Labil) . Selang beberapa bulan aku sewaktu bulan ramadhan, aku memakai jilbab (lagi). Tau gak kenapa??? Gegara buku panduan ramadhan yang biasa kita dapet pas puasa di sekolah dulu. Disitu kan ada tentang syariat dan lain sebagainya. Disitulah aku mulai memperbaiki diri melalui JILBAB walaupun belum istiqomah tapi proses sudah dimulai.

Hijab menjadi pelindung bagi perempuan dari yang bukan haknya atau muhrim. Hijab dapat menjadi identitas muslimah dan akan menjaga dirinya dari keburukan, baik dari dirinya sendiri maupun dari luar. Islam begitu peduli pada kemuliaan dan keselamatan seorang perempuan, sehingga membuatku jatuh cinta. Perintah Allah ini pun tertuang di Al-Qur’an yaitu :

Qullilmu’minaati yaghdhudhna min abshaarihinna wa yahpadzna puruujahunna walaa yubdiina ziinatahunna illaa maa dzhara minhaa walyadhribna bikhumurihinna ‘alaa juyuubihinna walaa yubdiina ziinatahunna illaa libu’uulatihinna …”

Artinya : Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)

Islam pun tidak hanya memberikan perintah untuk menggunakan hijab, namun juga memberi tahu cara menggunakannya yang benar, sesuai syariat. Catatan penting dalam poin ini adalah penggunaan khimar yang merupakan bagian dari syari’at penggunaan jilbab sebagaimana terdapat dalam surat An Nuur ayat 31 Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dadanya.”Khumur merupakan jamak dari kata khimar yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menutupi bagian kepala. Dalam hadits dari Sa’id bin Jubair mengenai ayat dalam surat Al Ahzab di atas, ia berkata,“Yakni agar mereka melabuhkan jilbabnya. Sedangkan yang namanya jilbab adalah qina’ (kerudung) di atas khimar. Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, Seorang wanita dalam mengerjakan shalat harus mengenakan tiga pakaian: baju, jilbab dan khimar.”(HR. Ibnu Sa’ad, isnadnya shahih berdasarkan syarat Muslim).

Deskripsi mudahnya ada dalam buku “Yuk Berhijab !” yang ditulis oleh uztad Felix dan Mba Benefico sebagai ilustrator. Kebetulan aku juga dateng pas launchinngnya berbarengan dengan launching bergo dan gamis Alila edisi lebaran terbaru waktu itu di gedung indosat jakarta (*eh curcol lagi 🙂 ). Kurang lebih gambaran hijab yang syar’i adalah sebagai berikut.

hijab syar'i
Hijab Syar’i sumbernya dari sini

Maka jelas sekali bahwa anjuran tersebut semata-mata untuk melindungi sekaligus cara kita bertaqwa kepada Allah sebagai seorang perempuan muslimah yang baik. Coba bayangkan kalau tidak ada perintah ini? Perempuan muslim akan mengenakan pakaian seenaknya, bisa jadi pakaian minim yang akan mengundang syahwat lawan jenisnya, yang kemudian akan membahayakan kehormatannya. Dari perintah ini juga dapat memudahkan kita untuk menunjukkan identitas sebagai perempuan muslim, jadi jangan salahkan siapa-siapa ketika ada lelaki yang kamu suka  meminangmu namun ternyata lelaki itu non muslim. Bisa jadi laki-laki itu tidak mengetahui kamu seorang perempuan muslim karena tidak menggunakan hijab. Nah sebegitu sayangnya Islam pada perempuan melalui perintahn – Nye menggunakan hijab. Dan itulah yang membuatku semakin cinta pada agama ini.

Hijab is not a choice, or even a mode of style. it’s a must. Cause it’s the way Islam protect you, girls ! Barakallah

“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway I Love Islam” by Listeninda & Monilando’s

i love islam2

Referensi :

Continue Reading