Curhat

7: Jika Aku Jadi Tukang Masak

By on December 5, 2013

“Hummm Yummy” sebuah kealimat pendek yang penuh makna bagi setiap orang yang doyan makan. Dan itu pula bisa jadi sebuah sanjungan bagi koki yang sudah membuat makanan tersebut.

Kegiatan masak memasak memang sangat mengasyikan, gak ada salahnya kita jadi Tukang Masak, sebabnya selain bisa bereksperimen dengan mengolah rasa dari berbagai bahan seperti sayuran, ikan, daging serta bumbu-bumbu seperti garam, lada, penyedan dan lainnya. Otomatis kita terlatih membuat perkiraan komposisi yang pas agar rasa masakan kita enak. Komposisi ini bisa diperhitungkan dengan perbandingan takaran, tapi kalau perempuan lebih mengandalkan “hati” saat memasak.

Ngomomg-ngomong, Tukang masak ni, Dirumh bersama 3 Diva alias aku, bunda, dan eyang uti memiliki bakat masing-masing yang berbeda.

1. Bunda itu orang yang pinter banget membuat olahan dissert dan camilan. Apa aja yang ada di kulkas, tiba-tiba jadi kue aja, tiba-tiba jadi camilan apa gitu, atau tiba-tiba jadi es buah yang enak banget rasanya. Ice Cream dan Kue Kering menjadi andalan masakan bunda. Coba beliau disuruh masak makanan berat, contohnya soto ceker gitu. Heum rasanya rada gimanaaaaa gitu hehehe… Inget banget bunda pas masak soto itu, aku gak doyan makan sama sekali dan akhirnya aku masak ulang ditambah-tambahin bumbu ala mirna sampe akhirnay enak dimakan serumah hehe ^_^
2. Yangti, beliau adalah orang yang pinter masak, makanan berat, maksudnya yang bisa dimakan sama nasi. Keahliannya cukup membuatku terkesima *lebay* soalnya dengan bumbu sederhana cuma bawang putih, garam, gula, bayem, dan gambas alis oyong. Beliau udah bisa membuat sayur bening yang enaaaaak bgt. Pas gitu kalau bikin racikan. Menu andalan yangti itu Soto daerah apapun, Ayam Balado, Rawon, Tom Yam, Bistik, Kwitiew, dan aneka lontong seperti Lontong Mie, Balap, Lodeh, dan Cap Go Meh. Leker banget deh… Tapi kalo yangti bikin kue….  Bisa dijamin rasanya ya gitulah… seringnya yangti bantuin bunda bikin kue…. Tapi beliau pandai bikin kue apem looooh…
3. Aku, heeemmm… aku tukang cicip – cicip masakan mereka dan berkomentar, ini kurang dikit apanya, ini kebanyakan apanya, ini masih mentah, ini kematengan, dll… Dandari cicip2 itu aku termasuk yang bisa direferensikan mana makanan enak ato engga hehe. Tapi jangan salah loh… gara2 ngelihat bunda sama yangti yang memiliki kemampuan masak tertentu, aku jadi belajar keduanya… Ya bukan bener-bener bisa masak sih tapi aku sedang belajar bikin makanan yang bisa membuat lidah bergoyang hehhe *hehehe*… Aku suka masak makanan yang simple-simple… Menu andalanku yang sudah dapet tanggapan enak dari orang lain… Aneka puding, mulai puding biasa, lapis, berisi, dan pake fla… Kue apem juga lagi belajar dari yang… Kue kering isi coklat yang akhirnya aku bisa dapet resep yang ter-enak karena selama 2 tahun ini bereksperiemn menciptakan resep kue kering isi coklat sendiri hehehe…. Kalo makanan berat, aku bisa masalk sayur asem, sayur bening, soto, semur, ayam kecap, dan rendang yang kemarin sempet aku masak pas Lebaran Haji… mungkin itu sih…

Dan kalau aku menjadi Tukang Masak, sepertinya akan sangat aku nikmati, karena pada dasarnya aku doyan makan dan komentar, otomatis aku juga harus bisa mencoba masak makanan yang aku makan doong… hehehe 🙂 mungkin itu dulu postingan buat menjawab Interaktif 1 : Jika Aku Menjadi Tukang Masak di Emotional Flutter 30 days Blogging Challenge… ^_^

Continue Reading

Essay | IT | Pendidikan

Ketika Pendidikan dan Teknologi Disatukan Melalui E-Learning

By on December 4, 2013
e-learning
Diambil dari google.com

Dunia pendidikan kian berubah sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Proses belajar mengajar di sekolah semakin beragam. Pendidik dituntut supaya lebih kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran agar murid dengan mudah dapat memahami dan menyerap materi tersebut dengan baik. Hal ini sangat diperlukan mengingat generasi saat ini memiliki kemampuan keingintahuan yang lebih besar serta pemikiran yang lebih kritis. Sehingga mereka suka bereksperimen hal-hal baru yang sebelumnya tidak ada. Tak jarang percobaan-percobaan tersebut melahirkan suatu bentuk penemuan baru. Dan untuk menunjang rasa penasaran yang mereka miliki, internet sebagai sumber informasi dan berbagi data menjadi tempat untuk menggali informasi yang mereka butuhkan.

Teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang begitu pesat. Perkembangan ini sebenarnya di tandai semenjak ada jaringan penghubung antar negara yaitu Internet. komputer bukan lagi hanya sebagai alat untuk bekerja, melainkan juga sebagai alat untuk komunikasi. Ketika sebuah komputer telah tersambung dengan internet maka batas antar negara, benua, dan bahkan perbedaan waktu bukan lagi halangan seseorang untuk berinteraksi dengan yang lain. Mereka dengan leluasa berkomunikasi, berbagi data, dan mencari informasi terbaru di luaran sana. Tentulah hal ini juga berpengaruh pada dunia pendidikan saat ini.

e-learning
Ilustrasi Interaksi E-Learning
diambil dari ictineflupelipc.blogspot.com

E-learning merupakan singkatan dari Electronic Learning dan menjadi  tools  yang menyatukan dunia pendidikan dan teknologi. Menurut Darin E. Hartley, “e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.” Bisa dikatakan bahwa proses belajar mengajar saat ini bisa dilakukan tanpa harus bertemu antara pendidik dan muridnya secara langsung. Mereka bisa berinteraksi melalui fasilitas yang dimiliki internet seperti web forum, milis, chatting atau menggunakan video call melalui skype dan aplikasi web lainnya. Dari interaksi tersebut jika ada tugas maka murid dapat mencari bahan-bahan yang diperlukan dengan mudah di internet.

Cara belajar jarak jauh ini menjadi lebih efektif dan efisien jika diterapkan di negara yang wilayahnya terpisah, seperti negara kita, Indonesia. Dengan adanya e-learning maka materi tetap bisa disampaikan menyeluruh, tidak ada lagi kasus kesenjangan pendidikan yang mampu mempengaruhi kemajuan suatu daerah, sehingga nantinya sistem ini dapat membantu proses pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di berbagai daerah.

Selain itu biaya pendidikan menjadi lebih hemat. Hal ini terlihat dari penyediaan modul yang selama ini membutuhkan biaya untuk percetakan bisa di ubah menjadi e-book, lalu keterbatasan ruangan yang selama ini diatasi dengan pembangunan gedung sekolah atau universitas tidak perlu lagi dilakukan. Kedua pengeluaran tersebut bisanya diambil dari anggaran pendidikan daerah dan negara yang rawan terjadinya korupsi. Untuk itu ketika e-learning mampu di wujudkan dengan baik maka dapat menekan pengeluaran anggaran pendidikan dan mencegah terjadinya korupsi di bidang pendidikan.

E-learning menjadi suatu bentuk perubahan yang baik dan bersinergi antara dunia pendidikan dan teknologi. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dalam mewujudkan sistem pendidikan tersebut. Dan faktor terpenting adalah penggunaan internet yang lebih positif, efektif, dan efisien karena digunakan sebagai fasilitas untuk belajar. Belajar menjadi suatu kegiatan yang tidak terasa karena ketika menjelajah internet dengan tujuan mencari materi pelajaran, kita juga terhibur dengan tampilan visual dari web-web penyedia materi tersebut. Tentunya pikiran kita semakin terbuka dan berkembang akibat dari luasnya dan banyaknya informasi yang didapat melalui e-learning yang notabene bisa berskala internasional.

Tulisan Ini Diikutsertakan dalam Kontes Blog Pendidikan

1474440_627292684000484_1967180256_n

Continue Reading

Curhat

6 : Hal Yang Paling Aku Takutin

By on

Kali ini aku mau menulis tentang hal yang paaaaling aku takutin, tentunya sebagai umat yang baik, aku takut kepada Allah. Dalam artian takut jika Allah murka, adzab, serta siksa-Nya sebagai akibat dari kelalaiku yang tidak menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, itu sih….

Terus yang ditakutin ada 1 lagi… kalo biasanya oranh-orang kan hantu… orang-orang kayak gitu mah berarti perlu dipertanyakan Tauhidnya… hehe, so apasih yang ditakutin mirna? Jawabannya adalah Binatang reptil terutama Ular… udah deh enggak usah nanya kenapanya… nulis udah merinding… hiii -_-

Continue Reading

Nikah Muda

Nikah muda : Apa Sih Yang Harus Dipersiapkan???

By on December 2, 2013

 

Assalamualaikum Warrahmatullah…

Menikah… Pernikahan… Sepertinya sudah menjadi topik pembahasan diantara temen-temen nih… Kadang kalau difikir kita masih terlalu muda untuk membicarakan suata hal sakral dan penuh akan komitmen itu. Tapi kada-akadang kalau ngelihat orang sekitar kita misalnya temen SMA dulu yang share foto pernikahan mereka atau temen pengajian yang bagi-bagi undangan nikahan, duh ada perasaan iri yang tiba-tiba muncul. Wih enak banget ya udah nikah, udah gak galau lagi soalnya sudah ada seseorang yang selalu mendampingi. Kayaknya bahagia banget menjadi pasangan muda. Sampai-sampai kakak kelas yang barusan nikah ngomong gini, ” Nikah itu enaknya 10%, tapi sisanya enaaaaaak bangeeet”, duh sebegitu bahagianya kah…

Sekarang mulai lah pembahasannya nikah, ga ngelihat dia cowok atau cewek pasti ada obrolan tentang itu. ga temen kuliah, kajian, dan teman yang lain juga bahsannya udah mengarah kesana. Apa ya emang aku sudah memasuki fase seperti ini yaah… tapi ya memang ditinggal seorang ayah sedari kecil membuatku butuh sosok laki-laki yang bisa di jadikan panutan alias imam dalam sebuah keluarga. Makanya aku memiliki niatan menikah muda untuk menyempurnakan ibadah dan pelengkap kasih sayang.

Tapi sebenernya ngomongin nikah muda, apakah sudah paham hakikatnya seperti apa? jangan sampai menikah muda tapi tidak bahagia atau menikah muda hanya untuk meng-halal-kan sesuatu yang dulu tidak diberbolehkan. Ya itulah hal-hal negatif jika kita hanya mengatas namakan nikah muda saja tanpa tau nilai-nilai dibaliknya. Nah sebenernya apa sih yang harus dipersiapkan untuk menikah muda agar tidak menjadi golongan yang seperti yang disebutin tadi….

1. Niat yang baik

tentunya segala sesuatu memang harus diawali dengan niat, maka niatkan nikah yang akan kamu jalani sebagai pelengkap ibadahmu, karena seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu yang dijalankan dalam pernikahan bernilai berkah (*tapi yang sesuai syariat ya). Seperti kita yang seorang perempuan bisa melayani suami dengan baik misalnya menyiapkan baju ketika akan berngkat kerja dan menyambutnya saat pulang kerja dengan baju yang bagus, penampilan yang canti dan wangi, serta makanan yang enak (*dikutip dari pembicaraan temen kajian AGI, Mba Nunik). Pastilah hal tersebut membawa suatu keberkahan bagi kita dan keluarga.

2. Ilmu

Kemarin waktu ada kajian pas open recruitment rohis kampus, aku ketemu sama kaka kelas yang sekarang kebetulan jadi dosen di kampus dan pengajar BBQ Rohis (Belajar Baca Qur’an). Dia mengatakan bahwa pernikahan dan rumah tanggaada ilmunya dan ilmunya cukup banyak yang harus dipelajari, gitu katanya. Ada hal-hal yang harus kita pelajari seperti adab-adab suami istri dalam rumah tangga, pernikahan yang baik menurut islam, kewajiban dan hak antara pasangan suami istri, mendidik anak yang sholeh dan sholeha, terus ada juga ilmu psikologi dan kesehatan, seperti bagaimana menghadapi perbedaan yang menyulut pertengkaran, bagaimana menghadapi mertua, dan penganana jika suami atau istri atau anak kita sakit. Tuh kan, apa kita sudah punya ilmunya? ya memang sih bisa nanti dipelajari bersama tapi jika kita sudah memiliki dasarnya bukan kah jauh lebih enak… gitu kata dia… dan Alhamdulillah yang ngasih tau ini kemarin sabtu (30/11) telah menjalani akad nikah.

3. Keuangan

Nah ini juga menjadi sebuah persiapan yang penting, tapi ini juga yang biasanya digunakan sebagai alasan untuk menunda pernikahan. Biasanya “Saya belum siap menikah karena belum sukses” tapi itu bisa ditepis dengan “Kenapa nikahnya yang ditunda? kok ga sukses nya aja yang dipercepat”. Nah loh, hayoo mau berkelit apa lagi?. Tapi tanpa adanya kesiapa secara finansial juga kita tidak bisa serta merta menikah terutama bagi yang laki-laki dimana memiliki peran sebagai kepala keluarga yang mampu mencukupi kebutuhan istrinya baik jasmani maupun rohani. Ya mungkin belum bisa membeli rumah, tapi setidaknya ada tempat yang layak digunakan sebagai berteduh berdua, walaupun itu kontrak atau apa, tapi setidaknya ada tanggung jawab yang sudah diperlihatkan. Makanya kalau bisa pesta pernikahan dibuat sederhana agar masih ada dana yang dialokasikan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya.

4. Restu Orang Tua

Ini merupakan faktor penentu, setelah kita mempersiapkan segala hal maka ini lah bagian terpenting karena resttu orang tua seprti restu Allah swt. jika belum diberi dengan berbagai alasan, cobalah berfikir ulang dengan alasan yang diberikan orang tua, mencoba introspeksi diri. Kemudian jika ternyata kita sudah bisa memberikan bukti atau pemahaman tentang alasan yang diberikan orang tua bahwa kita siap namun belum juga mendapat restu maka jalan terakhir adalah berdoa. Karena setelah kita ikhtiar maka berserah dirilah, Allah tau yang waktu yang terbaik untuk kita. Oh ya restu bukan hanya dari orang tua kita loh, tapi juga orang tua dari kedua belah pihak, biasanya yang agak riskan adalah ketika calon laki-laki meminta restu orang tua perempuan, pasti ditanya kesiapannya untuk menikahi anaknya. Dan sebaliknya ketika calon perempuan ke orang tua laki-laki, pasti dilihat gerak geriknya, tutur kata, perangainya, dll yang bisa menarik simpati dan faktor untuk  memberikan restu dari masing-masing orang tua.

Mungkin itu dulu kali ya yang bisa aku sampaikan tentang apa sih yang harus dipersiapkan jika kita ingin menikah muda. Soalnya kadang-kadang temen2 itu bahasnya mesti tentang pestanya bukan pernikahnnya, semisal nanti aku pakai baju apa ya? resepsinya dimana ya? undangannya gimana ya? yang ngisi kajiannya siapa ya? pake adat apa ya, tradisonal, nasional, atau gimana ya? makanannya apa ya?. Aduuuh gengs, ya engga apa2 sih tapi kalo aku sepertinya yang disipain 4 poin yang aku tulis di atas dulu aja deh baru mikirin pesta pernikahan impiannya hehehe. Dan yang jelas saat ini untukku, selesaikan kuliah dulu, bekerja, dan baru menikah hehe…

Semoga tulisan ini bermanfaat dan kurang lebihnya mohon maaf yaaaa… ^_^

Wassalamualaikum Warrahmatullah…..

Continue Reading

Curhat

5 : Tempat Tinggalnya Keina

By on

Assalamualaikum…

Aduuuh sepertinya aku terlelap dalam buaian weekend sampe lupa gak main-main di blog. Oke melanjutkan 30 days challenge, tantangan ke 5 tentang foto pas sendiri dan deskripsi tempat tinggal kita. So sebelum nulis ini aku sempeting cari2 dulu fotoku di rumah ato di kosan. Dan sayangnya foto dirumah itu sedikit sekali, kalopun ada pas kebaran kemarin itu pun di desa bukan dirumah yang sebenarnya. Oke deh dari pada panjang lebar, let’s see,,,

DSC_0365
Ketika ibukota dilanda banjir 2013

Selama kuliah di jakarta, aku tinggal di kos namanya Kos Putri Citra Insani daerah Sungai Bambu, Jakut… Tau gak tempatnya? Kosku termasuk yang paling dekat dengan kampus. Berada di daerah industri membuat tempat tinggalku saat ini memang merumakan pemukiman yang rumahnya banyak difungsikan sebagai kontrakan dan kos-kosan. Lingkungannya termasuk bersih-berih banget juga engga tapi kotor banget ya engga [ula… biasa aja sih… tapi kalo ditanya nyaman? engga deh hehehe *jujur* tapi mau gimana lagi, kosanku termasuk nyaman dan lumayan aman karena di dekat jalan besar, bisa dilihat sendiri jalan yang tergenang banjir diatas masih bisa dilewatin mobil. Selain itu kosku khusu cewek semua jadi agak lega gak takut hal aneh2 terjadi. Soalnya daeraha sini jaraaaang banget kosan yang isinya cewek semua. Adanya kalo gak cowok semua ya campur, ya Alhamdulillah aja.
Nah kebetulan foto diatas diambil di depan kos pas Jakarta kena banjir bandang di bulan Januari 2013 kemarin. biasanya sih kalaupun ujan gede paling jalannya doang yang banjir tapi kali ini sampai masuk kamar, jadi penghuninya pada keluar semua. termasuk aku yang mainan air, dan sehabis itu langsung gatel2 deh hahaha

 

DSC_1034
Lebaran di Gumul Kediri

Kalo ini foto di alun2 gumul atau simpang versi Kediri Jawa Timur. Tempat ini seperti L’arch de Triomphe di Paris, Perancis. Letaknyapun memiliki posisi yang serupa, yaitu merupakan persimpangan lima akses jalan ke wilayah Kediri. Arah selatan ke Wates/Gunung Kelud, Timur Ke Gurah, Utara ke pagu, Timur laut ke Pare, dan arat Barat ke Kota Kediri. Lebaran tahun ini aku sengaja mudik ke Kediri di rumah mama as my mother in law sama papa. Jadi Kita pagi sholat di Masjid Agung Kediri lalu sepulangnya kita jalan-jalan ke Gunung Kelud tapi mampir sebentar kesini. Bangunan ini sebenernya museum karena dibawah gapura sebenarnya ada bangunan yang dapat diakses melalui lorong bawah tanah yang ada di seberang jalan. Jadi sebenernya Gapura Gumul bangunan gede banget dengan kontur perbukitan. Jadi buat temen-temen yang belum pernah ke L’arch de Triomphe bisa kesini aja heheh… ^_^

 

 

Continue Reading

Curhat

Perbedaan Kita

By on November 29, 2013

Aku tak menyangkal jika setiap manusia memang dilahirkan berbeda. Jika kehidupan diibaratkan sebagai sebuah buku yang sampu depannya merupakan tanggal dimana kita lahir dan halaman terakhirnya diisi dengan tanggal dimana kita meninggal. Tentunya sebuah buku ada yang tebal, ada pula yang tipis dan ada yang menarik, ada pula yang membosankan”. Dari setiap sisi kehidupan tersebut tentunya mencetak karakter yang beraneka ragam sehingga tidak bisa kita bandingkan satu sama yang lain karena ada nilai yang terkandung dalam setiap kehidupan manusia.

Berbicara tentang kita, sebut saja aku dan dia. 2 manusia dengan 2 kepala yang berbeda sehingga menimbulkan pemikiran dan pemahaman yang tak sama. Seringkali perbedaan itu muncul dan membuat kita kelabakan menghadapinya. Bukannya mencoba meleburkan agar bisa saling memahami, kadang kita justru keukeh dengan argumen yang ada di kepala masing – masing, belum lagi bumbu emosi yang membuat hal kecil semakin menjadi-jadi.

Ada kalanya kita saling mengalah satu sama lain, meminta maaf atas kesalahan atau perbedaan tadi. Namun kita mungkin belum mendapat esensi dari kata maaf itu sendiri karena kekecewaan yang ada ternyata mencuatkan suatu rasa yang ingin menyalahkan balik. Selalu begitu, terutama kamu,  yang seringkali memutar balikkannya ke aku. lantas untuk apa kata maaf di ucapkan kalau ada rasa tidak terima dalam hatimu.

Lalu bagaimana dengan diriku sendiri yang juga merasakan adanya perbedaan ini. Kadang aku merasa munafik sebagai seorang manusia. Aku kadang tidak bisa mentolerir sikap ini itunya seseorang. Namun kalau sudah dihadapkan dengan dia, rasanya kata “maklum” dan mencoba menerima bagaikan seseorang yang plin plan dalam bersikap. Tak pernah bisa konsisten menghadapi dia, seseorang yang aku cinta. Karena ada cinta, maka dia terlihat dan mendapat suatu penilaian yang berbeda.

Tapi apakah akan selamanya merasakan perbedaan seperti ini? Aku tahu dan sadar bahwa kita seharusnya bisa saling memahami satu sama lain. Namun hanya berlandasakan cinta saja, rasanya tidak cukup untuk mengalahkan ego masing-masing. Ketidak puasan dan kekecewaan yang tertimbun di hati bisa saja menjadi suatu bom waktu yang akan meledak di waktu yang tak tentu.

Continue Reading