Curhat | Jalan-jalan

10 : Tempat Impianku

By on December 25, 2013

Postingan ini melanjutkan Emotional Flutter 30 Days Blogging Challenge.

Setiap orang tentunya memiliki suatu tempat yang sangat ingin ia kunjungi, baik itu dalam waktu dekat ataupun jangka panjang. Rata-rata dari mereka biasanya telah membuat rencana untuk bepergian ke tempat idaman dalam jangka waktu panjang memngingat biasanya tempat tersebut begitu spesial dalam hidupnya. Berikut ini tempat yang ingin aku kunjungi kelak. Ingat ya kunjungi atau tinggali untuk sementara.

1. Mekkah Madina

Siapa pun umat muslim di dunia ingin pergi ke tempat ini untuk menunaikan rukun islam yang ke 5, yaitu Haji. Menjalankan ibadah yang sangan spesial di rumah Allah ini merupakan impian terbesarku. Dimana tempat berkumpulnya umat untuk bermunajat kepada-Nya. Pengennya 5-7 tahun yang akan datang bisa kesana paling engga umroh bersama bunda dan eyang uti.

2. Belanda

Entah apa yang membuatku ingin sekali ke negara ini. Awalnya aku memang ingin sekali mendapat beasiswa ke Eropa, lalu aku mencari beasiswa Erasmus Mundus, kemudian aku mencari yang sesuai jurusanku yaitu Manajemen Informatika lalu ketemulah ini  Internasional Master in Management of IT (IMMIT) dan semakin kesini makin terobsesi untuk bisa kuliah di negara ini. TU Delft, TU Groningen dll… kampus-kampus keren yang sesuai jurusanku rasany bi9sa menjadi oemuas dahagaku yang ingin terus belajar

3. Cordoba – Spanyol

tempat ini ingin ku kunjungi mungkin karena terinspirasi cerita di novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Aku yang memang ingin sekali keliling eropa makin tertarik setelah mendapat cerita tentang peradaban Islam di benua Eropa yang diawali dari Cordoba Spanyol.

4. Gunung Semeru, Gunung Rinjani dan Pantai Gilitrawangan

Aku memang suka menjelajah terutama ke gunung. Sungguh sebuah perjalanan yang membuatku candu untuk ingin terus bisa menjejakkan kako di puncak-puncak gunung yang ijndah di negeri ini. Semeru dan Rinjani menjadi gunung yang sampai saat ini menjadi impianku untuk kesana. Pemandangan yang ditawarkan serta medan dan tinggi gunung yang cukup menantang membuatku penasaran untuk bisa melihat lebih dekat kedua gunung tersebut. lalu setelah mendaki gunung, mumpung satu lokasi dengan Rinjani yaitu di Lombok, aku ingin mampir ke Pantai Gilitrawangan. Sebuah pantai pasir putih yang bersih membuat orang jatuh cinta dengan kesunyian dan keindahnnya yang luar biasa. Semoga tahun depan atau 2 tahun lagi aku sudah bisa ke tiga  tempat ini. Aamiin ^^

Continue Reading

Curhat

Resolusi Kei di Tahun 2014

By on

2014 go

Wah, tinggal menghitung hari ni menjelang tahun baru 2014…

Tak lengkap rasanya jika tahun baru tidak ada resolusinya…

Kan

“The Planner is Winner”  Quote by Bayu Didi Kurniadi

So, this is my rosolution.

1. Hafal Juz 30

Anak Kecil Belajar Membaca Alquran

Gegara acara “Pasar Amal Akhir Tahun” kemarin yang menyelenggarakan lomba tahfidz, membuatku sedikit tergelitik untuk bisa melakukan hal yang sama, gak ada kata terlambat meskipun sebenernya aku kalah sama adek2 yang kemaren ikutan. Oleh karena itu semoga bisa istiqomah, dan juga bacaannya pun bisa lebih lancar. Keep Hamasah aja lah 🙂

2. Magang menyenangkan + sidang memuaskan = pengajar bahagia

muslimah

Tahun ini aku akan mengalami fase baru yaitu magang atau praktek kerja industri. kebetulan aku dan yoni mendapat tugas magang sebagai asisten pengajar di kampus. Semoga saja bisa berjalan dengan baik, dimudahkan setiap jalannya, tidak ada permasalahan yang berarti, serta mendapat nilai sidang tugas akhir dan magang yang memuaskan yaitu A, sehingga kami bisa menjadi pengajar tetap di kampus. seperti cita-citaku yang sebenarnya menjadi seorang pengajar alias dosen.

3. Menjadi wisudawati diploma 3

8

Merupakan sebuah hal yang paling aku tunggu selama 3 tahun ini, melihat bunda dan yangti tersenyum ketika namaku dipanggil untuk di pindahkan tali topi toga oleh presiden direktur astra internasional. kerja keras, kesabaran, doa, dan usaha lainnya selama merantau ini akhirnya terselesaikan. tuntutan IP sebagai penerima beasiswa pun dapat aku pertanggung jawabkan. Semoga semuanya lancar hingga ceremony itu terlaksana.

4. Lanjut Kuliah

kulia

Harapannya setelah aku nanti menjadi pengajar tetap maka aku bisa meluangkan waktu untuk melanjutkan kuliah ke jenjang sarjana sehingga aku bisa selangkah maju untuk merealisasikan mimpi terbesarku yaitu kuliah di negara 4 musim. Semoga dicukupkan rizky nya agar bisa melaksanakan niat baik ini.

5. Aktif Menulis

awnuli

Mungkin bukan hanya masalah seberapa banyak tulisan yang kubuat, tapi seberapa bermanfaat kah tulisanku? itu yang akan menjadi fokus utamaku. Bukan lagi hal-hal yang hanya meliputi kepentingan pribadi, namun juga kepentingan orang lain seperti  menulis mengenai ilmu komputer atau pemrograman yang sebenarnya bisa aku lakukan. Bisa juga ilmu lain yang bermanfaat. Kalaupun cerita, harapannya ada nilai kehidupan yang bisa diambil. Sehingga blog ini menjadi ladang amal untukku berbagi ilmu. Dan tentunya menjadi media penambah pertemanan melalui keikutsertaan GA atau kontes blog. 🙂

Yah begitulah resolusiku di tahun 2014, harapannya Allah selalu memudahkan setiap langkah untuk menggapai niat baik yang sudah aku tuliskan. Jika ada masa ketika aku tak sesuai dengan yang seharusnya aku lakukan, maka Allah pun semoga tak segan-segan mengingatkanku untuk kembali dengan cara-Nya yang paling indah… Aamiin..

Tulisan ini diikutet sertakan “Giveaway Resolusi 2014” , Semoga bermanfaat 🙂

Continue Reading

Curhat

Spion Keina 2013

By on

Kehidupan seseorang pasti menguras berbagai emosi yang ada, bahagia, kecewa, marah, sedih, puas, jengkel, dan lainnya. Ya karena kehidupan selalu mengalami pasang surut. Dan seperti roda yang kadang bisa di atas dan bisa juga di bawah. Setiap manusia tentunya mengalami hal tersebut. Tergantung bagaimana orang tersebut menghadapinya.

Aku pun demikian,
Tak terasa tiba-tiba sudah berada di penghujung Desember 2013. Tahun yang sempat membuat beberapa orang ragu karena ada angka “13”, ternyata justru menjadi tahun yang penuh akan pelajaran hidup, dan itu aku alami sendiri. Pengalaman spiritual, cinta, persahabatan, berbagi, menjelajah, dan lainnya. Tak pernah akan kulupa, meski tahun ini dibuka dengan hal yang tidak menyenangkan, di bulan2 awal aku sudah di hadapkan dengan yang namanya berpisah dan kehilangan. Hingga akhirnya aku belajar lebih mandiri dari itu semua.

Kemandirian itu lah mewujudkan tantangan baru dengan kesenangan menjelajahi alam, menikmati setiap jengkal langkah kaki menyusuri indahnya bumi pertiwi. Hal ini lah yang kemudian memunculkan ilmu baru mengenai kebersamaan, rasa pantang menyerah, dan tentunya teman baru. Belum lagi tantangan untuk tetap menegakkan sholat dengan apapun keadaannya menjadi pengalaman spiritual tersendiri.

Cinta, sebuah persoalan yang sempat mengganggu akibat perpisahan di awal tahun ternyata mampu meluluh lantakkan hatiku. Bukan hanya sekali namun 2 kali. Dan selama itu pun aku di uji dengan berbagai cobaan, baru kali ini aku bisa menangis sejadi-jadinya hanya karena cinta yang belum lama. Belum lagi dihadapkan dengan beberapa pilihan apakah harus mundur, maju, atau berbelok. Tapi yang jelas, jujur saja hal itu membuat aku jadi sedikit trauma.

Namun untunglah ada 3 kurcaci alias aku, agnes, dan galuh yang dari awal merantau sudah bersama, mengalami berbagai perubahan hidup dan spiritual bersama yang selalu menjadi tempat kembali dan mengadu. Tetep istiqomah ya man te man.. Dan aku juga memiliki teman2 hebat yang bisa saling mengisi, MI 2011, terutama temen2 project Tri Star yang keren abis, aar, vita, nayah, okky…you are the best team ever. Puas banget kerja bareng kalian, serius.

Arti indahnya berbagi pun aku alami seiring berubahanya pemikiranku tentang agamaku, bisa dibilang aku semakin jatuh cinta pada agamaku. Yah mungkin ini berkat teman2 3  kurcaci, AGI, dan Lazis YAA yang tidak pernah bosan mengingatkan untuk selalu melakukan kebaikan dan kebajikan. Bisa dibilang ingin menjadi “Agen muslim yang baik” hehe

Mungkin itu saja, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, bertambah ilmunya, dan bermanfaat bagi sesama…

Aamiin..

@The blue beloved house, Driyorejo-Gresik

 

Continue Reading

Islam

Musik Asik Bernama Marawis

By on December 20, 2013

Assalamualaikum Wr Wb

Selama 3 hari kemarin, aku bersama teman-teman Rohis Asy-Shabab ikut serta menjadi panitia di Pasar Amal Akhir Tahun yang diadakan Lazis Amaliyah Astra. Acara ini di isi dengan pembukaan bazar amal berupa paket-paket infaq, lomba untuk anak-anak setara SD/MI, dan pengobatan gratis. Di hari terakhir, acara di isi dengan lomba marawis. Acarnya cukup seru dan lucu karena anak-anak kecil yang menampilkan marawis. Dari situlah, aku mulai tertarik dan ingin berbagi informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan musik Marawis.

Marawis adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Kesenian marawis ini hampir identik dengan dengan kesenian Sufi karena setiap Syair yang dibawakan mengandung puji2an kepada Rasulullah beserta keluarga, para Wali dan Permohonan doa kepada Allah SWT.

Alat musik yang digunakan :

1. Kepak Marawis

9242278_orig

Merupakan gendang kecil berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm. Alat ini terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dilubangi dalat inilah yang menjadi ciri khas dari musik jenis ini, sehingga musik jenis ini pun disebut dengan Marawis.

2. Hajir Marawis

1pcs-MarawisMarwas-Hajir-polos-Rp.400.000

Merupakan sebuah Gendang yang berukuran diameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 cm,
Alat ini terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dilubangi sehingga berbentuk mirip sebuah tabung. Kedua bagian ujungnya ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai selaput /memberan. Adapun kulit binatang yang biasa digunakan adalah kulit kambing atau domba.

3. Dumbuk Pinggang

1-pcs-Dumbuk-pinggang-ukir-Rp.650.000

Dumbuk merupakan alat musik sejenis gendang yang berbentuk mirip dandang, Bagian tengah dan kedua ujungnya memliki diameter yang berbeda – beda, diameter terbesar pada ujung yang detutup dengan selaput/membrean dari mika, kemudian disusul bagian ujung yang terbuka, sedangkan pada bagian tengah memiliki diameter terkecil. adapun disebut dumbuk pinggang karena dalam penggunaannya alat ini diletakkan di pinggang.

4. Dumbuk Batu

1 pcs Dumbuk batu ukir Rp.800.000 (2)

Bentuk alat ini mirip dengan dumbuk pinggang, hanya saja mempunyai ukuran yang sedikit lebih besar. adapun disebut dumbuk batu karena konon pada awalnya terbuat dari batu.

5. Darbuka

SAM_1107

Bentuknya mirip dengan dumbuk pinggang maupun dumbuk batu, terbuat dari bahan aluminium.

Tim-tim marawis era saat ini lebih banyak menggunakan Darbuka (Caltiq) ketimbang dumbuk pinggang maupun dumbuk batu, khusunya pada acara-acara festival/lomba marawis karena suaranya lebih nyaring dan enak didengar.
6. Simbal dan Tamborin
simbal dan tamborin
Jadi seperangkat alat musik marawis kurang lebih seperti ini :
marawis komplit
Jenis Pukulan Pada Marawis
1. Zapin
Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
2. Sarah
Pukulan sarah bertalu-talu cocok dipakai untuk mengarak pengantin
3. Zahefah
zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat.
Berikut ini juara pertama lomba marawis di Pasar Amal Akhir Tahun

Continue Reading

Puisi

Terselip Ragu

By on

Dia kembali…

Menjadi seorang yang baru..

Lebih baik dari yang lalu..

Menjabat erat tanganku…

Mengajak mengkah bersama…

Dulu, aku sangat inginkan itu..

Tapi setelah kau lepas berulang kali…

Aku bimbang tuk bisa melangkah kembali…

Namun aku tetap jalani hari…

Mencoba menerima perubahan yang kau beri..

Sambil mengamati dirimu yang kini di sisiku…

Tak bisa di pungkiri…

Tetap saja ada ragu yang menggelayut dalam kalbu..

 

Continue Reading

Give Away | Gunung

Libur Lebaran Asik Ke Wisata Gunung Kelud

By on December 17, 2013

Lebaran tahun ini (2013) aku pulang ke kampung halaman tercinta, Surabaya. Tapi pas H-2 lebaran aku sama papa dan mama mudik ke kota kelahiran mama, Kediri. Ada alasan yang membuatku memilih sholat Ied bareng mereka yaitu iming-iming liburan ke Wisata Gunung Kelud. Karena rencanaku sebenernya ingin naik gunung semeru mumpung libur lebaran bertepatan di bulan agustus, ingin rasanya bisa mengibarkan merah putih saat 17 agustus di Mahameru, tapi apa daya restu orang tua membuat rencana itu tak bisa aku realisasikan. Dan sebagai gantinya mereka mengajakku ke Wisata Gunung Kelud toh aku juga belum pernah kesana jadi tak apa lah kesepakatan itu aku terima.

Perjalanan dimulai sekitar jam 10 malam dari Surabaya menuju Kediri, arus kendaraan saat itu lumayan banyak, sepertinya banyak pemudik yang memang memilih perjalanan malam untuk menghindari kemacetan dan panasnya siang hari. Jadi kira-kira perjalanan memakan waktu 4 jam. Selama di Kediri, kami tinggal di rumah orang tua mama, tapi karena orang tua mama sudah meninggal dan sodara yang lain pada pulang ke rumah mertuanya sehingga cuma kami ber 3 yang ada dirumah. Lumayan sepi sih tapi seneng aja…

Hari pertama di sana, pagi-pagi aku, mama, dan papa pergi ke salah satu pasar terbesar di Kediri, Pasar Setono Betek, atau biasa orang menyebutnya Pasar “Mbetek“. Aku dan mama belanja kebutuhan makanan sedangkan papa mencari peralatan listrik untuk memperbaiki lampu dan kulkas yang ada di rumah. Pasarnya bisa dibilang lengkap, apapun ada dari mulai bahan makanan, baju, tas, sendal, perabotan plastik, dll. Kami belanja tahu, kecambah (tauge), cabe rawit, penyedap rasa, ayam jawa, dan kerupuk “upil” sebagai oleh-oleh nanti pas pulang ke Surabaya. Sehabis belanja, aku sama mama nonton tv sampe ketiduran, sedangkan papa sibuk memperbaiki lampu dan kulkas, kasian banget gak ada yang bantu heheh…

Sore harinya aku sama mama sibuk mempersiapkan buka puasa, dan tau gak menunya apa? Hanya Tahu Isi hehehe…. Yah memang sengaja masaknya cuma itu doang soalnya aku pengen jalan2 malem di kota Kediri sambil menikmati nasi pecel pincuk lesehan sebagai makanan khas kota ini. Dan benar sekali pecel di sekitaran jalan Doho ini memang sedaaap.. bumbu kacangnya beda sama bumbu pecel daerah lain. Cuma makan sayur, nasi, bumbu pecel ples peyek kacang aja rasanya nikmat banget. Apalagi sambil melihat lalu lalang kendaraan yang melintas. Wisata kuliner ala Mirna banget lah pokoknya…

Allahu Akbar Allahu Akbar..
Laillaha Ilallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillah Ilham…

Pagi itu semua umat muslim sedunia, khususnya Indonesia berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat Idhul Fitri pada 1 Swayal sebagai momentum kembali Suci, setelah 30 hari lamanya menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Aku pun demikian, sedari pagi setelah menunaikan sholat subuh, mama memaksaku sarapan walau hanya dengan tahu isi yang sudah di angetin dan teh. Setelahnya kami pun bersiap menggunakan baju yang sengaja sudah aku siapkan, sehingga kami bertiga memakai baju seragam. Kami sholat di Masjid Agung Kediri.

IMG-20130808-00157

Setelah sholat Ied, kami ke makam orang tua mama, lalu kembali ke rumah untuk sungkeman dan silahturahmi dengan tetangga. Di rumah tidak begitu lama karena setelah sarapan mie instan dan beres-berang barang bawaan. Kita sudah memulai acara jalan-jalan. Yeeee Hiippiii… disaat yang lain masih silahturahmi lebaran, kami bertiga malah liburan ke tempat wisata hehehe :). Tapi aku tidak langsung dibawa ke gunung Kelud tapi berhenti sebentar di sebuah bangunan besar berbentuk gerbang seperti Arc de Triomphe yang ada di Paris.

DSC_1036

Setelah dilihat, bangunan ini memiliki relief yang konon menceritakan tentang sejarah Kota Kediri yang secara kasat mata hampir mirip seperti Arc de Triomphe. Tinggi bangunan ini sekitar 30 meter yang terdiri dari 6 lantai. Kita bisa memasuki bangunan ini karena sebenarnya terdapat museum kota lewat lapangan yang ada diseberangnya. Namun karena hari H lebaran, aku belum bisa masuk ke dalam bangunan Simpang Lima Gumul. Alhasil hanya bisa foto-foto di depannya.

DSC_1035

Selesai foto-foto, kami langsung kembali ke mobil dan langsung tancap gas menuju Wisata Gunung Kelud. Tak perlu waktu yang lama, hanya sekitar 45 menit dari Simpang Lima Gumul, kita sudah sampai di pintu masuk gunung Kelud. Tapi di tengah perjalanan menuju tempat wisata, kami harus berhenti akibat kehabisan bensin. Huuuu papa sih di ingetin buat ngisi bensin gak mau, kan jalannya naik turun belak belok pantes lah bikin boros. Untung ada tukang ojek yang mau nganterin beli bensin. Dan pemandangannya pun cukup bagus, sehingga aku sama mama malah ribut minta di foto hehe… narsis beut dah ah…

IMG-20130808-00166

Lalu sampailah kita di Wisata Gunung Kelud… Huah udaranya dingin banget berr… Dan tempatnya juga ga begitu rame jadi enak banget. Tempat parkir mobilnya seperti dermaga kayaknya, bentuknya bagus. Terus perlahan kita mulai jalan. Melewati terowongan yang lumayan gelap dan konon itu peninggalan Belanda. Dan sampailah di puncak gunung kelud. Sebenarnya dulu tempat ini berupa kawah, namun saat meletus di beberapa tahun lalu, kawah tersebut berubah bentuk menjadi gunung anakan. Bahkan tempat ini sempat di tutup beberapa tahun karena tanah atau lahar panasnya masih menganga. Namun saat ini sudah bisa dinikmati.

IMG-20130808-00194

Ada lagi tempat tertinggi di kawasan gunung ini yang dibangun sebagai tempat ibadah berupa kelenteng. Berhubung mama gak kuat, jadinya kita berjalan ke sisi sebelahnya dimana terdapat tebing yang bentuknya menurutku seperti kayu walaupun itu sebenernya batu.. hehe

IMG-20130808-00199

Setelah itu kami kembali ke terowongan lalu terdapat anak tangga turun menuju pemandian air panas. perjalanan menuju ke tempat itu cukup menguras tenaga padahal cuma turun, gak bayangin gimana nanti baliknya, kan tangga kembalinya berarti naik. Wuih lumayan olahraga *hehehe. Dan setelahnya kita bisa melihat pemandian itu, memang belum terlalu bagus karena masih dalam tahap pembangunan. Namun cukup menarik untuk mencoba merasakan airnya, kepulan asap yang keluar dari air seakan memanggil untuk mencobanya. Setelah aku menceburkan kaki, betapa terkejutnya ketika air menyentuh kulit kakiku, bukannya hangat tapi panas banget *huaaaa…  kayak kebakar rasanya. Udah deh gak mau nyelupin lagijadi mending foto-foto… *hihihi

IMG-20130808-00206

Tapi ternyata di bagian kolam yang sedang dibangun terdapat pertemuan mata air dingin dan panas sehingga suhu airnya tidak terlalu panas seperti yang kucoba sebelumnya.

IMG-20130808-00219

Nah, itulah tempat terakir aku, mama dan papa kunjungi di kawasan wisata gunung kelud. Setelah dari situ kita kembali ke parkiran tapi tidak dengan jalan kaki melainkan naik ojek yang memang ada di dekat pemandian tarifnya 15.000 per orang. Lumayan mahal sih tapi dari pada naik anak tangga, kasian mama yang udah capek, dan memang jalan yang dilalui terjal jadi setimpal lah dengan apa yang sudah dilakukan bang ojeknya heheh… Setelah di parkiran, kami sholat dan makan kemudian langsung pulang, bukan lagi kerumah tapi ke Surabaya. Yah liburan yang singkat namun sangat berkesan. Apalagi dilakukan di hari H lebaran dimana saat orang lain sibuk silahturahmi, tapi justru aku, mama, dan papa asik menikmati keindahan gunung kelud heheh…

Sekian ceritaku yang di ikutsertakan di Mini Kontes Blog Masroqib dengan tema  “Saat Liburan Bersama Ibu”..

Continue Reading