Parenting

Solusi Menjaga Nutrisi si Kecil saat Traveling dengan Bawa Pure

By on October 4, 2019

Kapan sih waktu yang tepat membawa anak traveling ? Kalo aku sendiri sih sudah sering ajak si kecil bepergian, seperti pas mudik lebaran saat usianya 9 bulan dan yang paling jauh ya pas April lalu diajak umroh di usianya yg masih 15 bulan. Masya Allah Tabarokallah kalo diinget lagi gimana bisa survive saat umroh bersama si kecil terutama yang berhubungan dengan MPASI (Makanan Pendukung ASI). Mungkin akan lebih mudah kalau aku sudah menjadi Gen Bapur seperti saat ini.

Seperti diketahui kalau Umroh itu merupakan perjalanan ibadah yang jauh, berpindah-pindah dan lama. Aku sudah menyiapkan beberapa snack ringan dan bubur instan yang bisa dimakan si kecil. Untung pada saat itu aku masih full ASI jadi tidak terlalu sulit untuk memberinya susu. Tapi kan diusia 15 bulan, susu aja ga cukup. MPASI yang bernutrisi dibutuhkan si kecil untuk menunjang aktifitas yang sudah banyak.

Beruntung pada saat perjalanan 9 jam di pesawat Nurani mendapat 2 jar pure dari maskapai Saudia Airline. Saat itu juga aku kepikiran, kok ga bawa pure ya ? Kan praktis dan pasti suka soalnya gampang dimakan gak pake ngunyah lama. Nurani makan 1 jar pure pear dan 1 lagi aku simpan untuk dimakan nantinya.

Makanan si kecil saat traveling dan umroh tuh penting banget, karena aktifitas yang lebih banyak perlu asupan nutrisi yang lebih baik. Saat di Madinah aku masih bisa survive memberikan MPASI Nurani dengan snack dan makanan katering hotel. Namun saat di Mekkah aku lumayan struggling karena aktifitas beribadahnya lebih banyak. Waktu untuk mempersiapkan MPASi lebih sedikit, jadi agak ribet kalo mau menyeduk bubur instan dengan air zamzam hangat (ya air zamzam ada yang hangat loh). Langsung nyesel kenapa ga bawa pure aja, seperti yang dikasih maskapai itu. Lebih praktis bawa pure huhuhu.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Apa sih Air yang Cocok untuk Melarutkan Bubur atau Susu Formula si Kecil ?

By on September 27, 2019

Kalau dulu aku sering baca bagaimana cara menyiapkan ASIP (ASI Perah), sekarang aku belajar bagaimana cara memberikan susu formula (sufor) untuk si Kecil. Sebagai informasi aja kalau semenjak bulan puasa 2019 ini, Nurani resmi jadi anak ASI campur Sufor di usianya yang menginjak 17 bulan lebih. Alasannya karena aku berhenti pumping gara-gara ingin puasa setelah 2 tahun cuti dan menurutku serta DSA Nurani perlu asupan nutrisi tambahan dari Susu Formula karena berat badannya yang stag sejak usia 1 tahun.

Untuk cerita gimana akau booster berat badan Nurani dan pemilihan susu formula  yang direkomendasikan dokter sudah pernah aku sharing via instastory @keinarahardjo ya dan salah satunya memang Morinaga Chilkid. Kali ini aku lebih mau share tentang air yang cocok untuk melarutkan susu formula dan bubur untuk si kecil.

Karena aku orangnya pemalas, hehehe, awalnya aku pakai air galon biasa saja tanpa dimasak untuk membuat susu si kecil, dan dilarutkannya dikocok. Lalu aku ditegur dong sama tanteku kalau ngasih susu gak pake air anget. Akhirnya aku rebus air dulu tapi sampai anget doang,  lalu dicampur air biasa dan diaduk. Eh gak lama gantian nenekku komen, katanya kalau ngasih anak susu kudu pakai air yang direbus sampai mendidih biar gak kembung. Makin banyak komentar makin bikin pusing tentunya. (Ini masih keluarga belum netijen, mir!)

Continue Reading

Beauty Review

Review Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse

By on September 25, 2019

Assalamualaikum, Siapa sih yang gak penasaran dengan Wardah Colofit Velvet Matte Lip Mouse ? Aku termasuk orang  pertama yang udah kepo banget dan beli sebelum di review para beauty enthusiast di sosial media dan iklan komersilnya keluar di TV. Tapi karena ke sok sibukanku akhirnya aku baru bisa bikin review saat ini, itu pun pakai foto dengan latar belkang meja kantorku. huhuhu

Sekilas kalo melihat tampilan Wardah Colofit Velvet Matte Lip Mouse pasti kepikiran dengan dengan produk 3CE Velvet Lip Tint, soalnya dari kemasannya memang semirip itu. Dari semua produk makeup bibir keluaran Wardah baru ini yang memiliki aksen warna warni.

Walaupun si lip cream exclusive series juga kesannya warna warni karena kemasannya bening tapi kan menggunakan aksen ujung yang sama yaitu silver, berbeda dengan Wardah Colofit Velvet Matte Lip Mouse yang warna warni seutuhnya. Jadi gak dipungkiri sih kalo alasanku beli wardah colorfit ya gara-gara kemasan.

Aku mau tegasin kalo ini bukan endors ya, aku seniat itu beli 5 shade lisptik ini, harga di sociolla atau official store wardah sekitar 73.000. Aku beli saat belum hype sih sekitar 1 bulan lebih hampir 2 bulan. Lagipula kebetulan lipstikku udah pada habis. Meskipun endors aku tetap berusahan kasih review yang sejujurnya. Tapi karena ini aku beli sendiri jadi lebih plong untuk blak blakan bahasnya.

So let’s start the review of Wardah Lip Mousse

Continue Reading

Beauty Review

Erha21 TruWhite Activator Body Series, Solusi Untuk Mencerahkan Kulit Tubuh

By on August 28, 2019

Memiliki kulit yang sehat dan cerah tentu menjadi idaman setiap perempuan. Aku salah satunya. Sudah lama aku merasakan permasalahan kulit yang mudah kering dan mulai timbul noda hitam di tangan. Sebagai beauty enthusiast hal ini menjadi perhatian yang penting. Bagiku, punggung tangan sama pentingnya dengan wajah. Karena berguna untuk menunjukkan swatch lipstick atau texture skincare. Kalau ada dark spot, kan jadi kurang bagus saat di foto. Mau sampe kapan noda itu aku edit? So, aku harus mulai merawat kulit tubuhku lebih bukan cuma wajahku. Setelah hunting bodycare untuk mencerahkan kulit tubuh, finally aku mencoba Erha21 TruWhite Activator Body Series.

Penyebab kulit kering dan kusam pada kasusku bagi beberapa orang mungkin dinilai biasa saja, apalagi kalau dilihat dari instagram story kan lebih sering berada di dalam ruangan. Tapi tahu gak sih kalau berada di ruangan ber AC itu malah ampuh banget bikin kulit kering. Lalu, kantorku itu memiliki jendela kaca yang lebar tanpa tirai, so sinar matahari masuk sehingga kulit berpotensi terpapar sinar UV. Dan yang terakhir, kebiasaanku yang kemana-mana naik motor tanpa sarung tangan yang ampuh bikin kulit tanganku kusam, belang dan memiliki noda hitam seperti sekarang.

Continue Reading

Financial

7 Kebiaasan Sederhana Dalam Mengatur Keuangan

By on August 23, 2019

Hai, Assalamualaikum semua. Sudah gajian ? Invoice udah cair ? Udah mulai mengatur keuangan dong kalau gitu, hehehe

Postingan kali ini tuh terinspirasi dari tulisanku sendiri yang sudah pernah ku posting disini dan satu lagi di kumparan. Dimana kedua tulisanku tadi seolah-olah membuatku terlihat sok tahu banget dalam mengatur keuangan. Padahal ya aku juga masih belajar, masih buta dan orangnya cenderung bodo amat dengan yang namanya uang. Bagiku uang itu, kalau ada ya dipake, kalau ga ada ya dicari ! Simpel banget kan ?

Tapi tahu gak sih kalau dibalik semua rumus dan perhitungan dalam mengatur keuangan dan lain-lain, bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang mungkin bisa dilakukan hampir semua orang. Cuma satu syaratnya yaitu KONSISTEN. Well gampangnya, aku mau membahas gimana sih ngatur duit dengan mudah. Kebiasaan yang gimana sih biar keuangan kita tetap stabil tapi gak bikin pusing.

Firstly, aku mau disclaimer dulu kalau aku bukan orang berlatar belakang finansial, aku hanya orang yang suka ngatur duit aja, karena aku tahu kalau duit emang perlu dicari dan diatur yang bener biar gak bikin hidup keblinger, hehehe.

Jadi, apa sih kebiasaan yang bisa dilakukan dalam mengatur keuangan ?

Continue Reading

Kesehatan | Pregnancy Story | Self Reflection

Late Post : Pengalaman Keguguran dan Menjalani Kuret

By on August 20, 2019

Hari itu mungkin tidak akan kulupakan sepanjang hidup, 10 November 2018, bukan sekedar hari Pahlawan yang nyatanya menelan korban di Surabaya lewat tragedi penonton jatuh dari jembatan kereta api ketika menonton parade di depan Balaikota, tapi itu juga menjadi hari berkabung bagiku.

Pagi itu, dengan semangat dan keceriaan aku berangkat menuju Rumah Sakit bersama suami dan Nurani untuk melakukan check bulanan kehamilanku yang kedua. Kami sengaja berangkat pagi-pagi selepas Subuh agar mendapat nomor antrian awal, mengingat jadwal praktek dokter Yuditiya di hari Sabtu sangat ramai.

Kami mendapat antrian nomor 6, sementara makin banyak pasangan yang datang untuk antri mendaftar. Kami menunggu sambil sarapan dengan bekal yang sudah dibawa dari rumah. Waktu itu Nurani hampir 1 tahun ketika aku hamil 10 minggu. Memang kehamilan ini tidak disangka, karena Nurani adalah hasil penantian kami 2 tahun pernikahan.

Ketika akhinya aku diperiksa untuk di USG, mulai ada yang aneh. Janin tidak terlihat menggunakan USG perut. Lalu dokter Yuditia Purwosunu mengganti dengan USG transvaginal, untuk melihat lebih jelas janin. Seharusnya di usia kandungan 10 minggu, janin sudah terlihat mengingat waktu hamil Nurani 9 minggu dulu, ukuran janinnya sudah memanjang dan waktu itu sempat dapet warning karena Nurani kejepit Kantong Kemih yang bengkak akibat ISK. Namun ini masih berbentuk bulat, posisinya ditengah-tengah seolah terombang ambing di tengah air ketuban.

Dokter Yudit pun mencoba mendengarkan suara detak jantung bayi dengan mengeraskan audio dari mesin USG 4G nya. Namun detak jantung yang waktu aku periksa pertama kali di usia kandungan 5 minggu itu ada ternyata hilang di 10 minggu ini. Dokter Yudit pun mengatakan kalau usia janinnya jadi 6 minggu dan itu artinya janinnya sudah meninggal 1 minggu dari aku periksa. Janin tersebut tidak berkembang.  Aku sempat tidak percaya, bahkan seingatku, aku masih bisa tersenyum karena ku kira itu masih bisa ditolong. Aku pikir masih bisa diberi obat atau apa gitu untuk memperbaikinya. Namun ternyata aku dihadapkan dengan pilihan mau dikuret hari ini atau di lain hari atau mencari second opinion.

Namun suamiku mungkin pikirannya lebih bijak atau waras atau apa lah, lebih menerima mungkin. Dia ingin aku menjalani kuret hari itu juga. “Mau nunggu apa ?” gitu katanya. Dokter Yu pun tidak menyarankan menggunakan obat peluntur karena menurut dia, kondisi rahimku itu sangat baik. Dinding rahimnya sudah tebal, plasentanya bagus, pokoknya secara “wadah janin” itu “oke” dan tidak ada keluhan seperti keram perut atau flek, sehingga jika diberi obat takut tidak bersih. Apalagi aku punya pengalaman penggumpalan darah nifas pasca melahirkan Nurani, dimana nifasku sedikit yang ternyata tertahan di dalam rahim jadi harus diberi obat tambahan untuk membuat rahimku lebih bersih.

Menjalani Kuretase

Ceritanya, tulisan diatas udah ngendon lama. Sebagai bagian dari tulisanku tentang “Buah Hati Yang Pergi”. Cuma belum cukup kuat hatiku menulis panjang tentang hal ini. Namun memang punya niat ingin share tentang proses kuretase yang kualami. Kebetulan kemarin aku mendapat DM Instagram yang cukup panjang membahas proses kuretase itu gimana dan apa saja. So kali ini aku mau sharing pengalamanku menjalani kuret.

Continue Reading