Jalan-jalan | Pendidikan | Review

Susah Baca Peta ? Sudah Bukan Zamannya !

October 4, 2017

Assalamualaikum. Apa kabar semua ?

Kalian pernah tahu tentang “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps”? Yup, itu merupakan judul sebuah buku karya Barbara Pease yang membahas perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan. Tapi kok yang dijadikan judul buku ini menyoroti tentang kemampuan perempuan yang susah baca peta ? Jangan-jangan salah satunya adalah aku, hahaha. Meski dari sekolah dasar udah diajarin gimana cara baca peta bahkan disuruh bikin gampar peta provinsi hingga negara dengan bergabagai simbol-simbolnya, nyatanya setelah tidak dipelajari lagi malah bingung. Bahkan kadang menjelaskan letak rumah dimana saja susah.

Untung sekarang zamannya sudah serba digital, smartphone merubah gaya hidup kita dengan fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan, termasuk kemampuan kita membaca peta. Melalui informasi geospasial yang ada dalam genggaman, sekarang mau kemana pun jadi gampang ! tinggal ketik tempat tujuan maka dengan mudah kita menemukan arahnya. Atau bingung menjelaskan posisi kita ada dimana ? ya tinggal share location yang memanfaatkan geotagging yang bisa mereferensikan tempat-tempat yang berada disekitar kita.

Memahami Informasi Geospasial

Eh, tapi kalian tahu kan Geospasial itu apa ? Istilah Geospasial memang belum begitu familiar, padahal sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Menurut Rancangan Undang-Undang RI tentang Informasi Geospasial dijelaskan bahwa Geospasial merupakan sifat keruangan yang menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi dengan posisi keberadaannya mengacu pada sistem koordinat nasional. Sedangkan informasi yang mencakup posisi dan sebaran suatu obyek yang ada di seluruh permukaan bumi ini disebut Informasi Geospasial. Intinya apa mir ? ya geospasial itu menjelaskan letak suatu obyek berdasarkan koordinat yang ada di bumi.

Memanfaatkan Informasi Geospasial Saat Travelling

Jadi keinget cerita jalan-jalan pertama kali bareng suami setelah menikah, kami memilih Malang sebagai destinasi honeymoon dengan tujuan pertama adalah pesisir pantai di daerah Malang Selatan yang pernah aku share juga di blog ini yaitu “Serunya Main Air di Pantai Bolenjlok” . Berbekal review dari beberapa blog mengenai pantai-pantai “tersebunyi” di sepanjang Malang Selatan serta survey lokasi menggunakan Google Maps via browser dan hasilnya kami bisa langsung ke 3 pantai sekaligus yang berdekatan yaitu Bolu-Bolu, Lenggak Sono dan Banyu Anjlok.

Kami menyewa mobil dari Malang beserta sopirnya, tapi lah kok sopirnya juga kurang paham letak pantai yang ingin kami tuju. Sempat mencoba mengingat-ingat saat sudah memasuki wilayah Malang Selatan, eh sopirnya ragu dan milih putar lagi daripada kebablasan. Aku pun akhirnya memanfaatkan Google Maps via aplikasi di handphone, untungnya sudah sempat survey jadi tahu mana pantai yang dijadikan kunjungan pertama yaitu Pantai Lenggak Sono di daerah Purwodadi Malang. Rute yang kami tempuh pun cukup terjal dan berliku apalagi pantai ini berada di balik perbukitan yang bisa dilihat melalui maps dengan pilihan satelit view. Tapi pemandangan sepanjang perjalanan yang hijau-hijau itu sedikit memberi rasa tenang meskipun agak was-was, hehehe.

Mengenal Badan Informasi Geospasial (BIG)

Nah, mengingat sepenting itu informasi geospasial dalam kehidupan terutama dalam menemukan dan memetakan lokasi tertentu maka pemerintah pun membentuk Badan Informasi Geospasial (BIG) yang bertujuan untuk memberikan data geospasial yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Badan BIG lahir untuk menggantikan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) yang disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 April 2011. Diambil dari website resminya, www.big.go.id. BIG menjadi tulang punggung dalam mewujudkan tujuan UU tentang Informasi Geospasial yang meliputi :

 – Menjamin ketersediaan akses terhadapan informasi geospasial yang dapat dipertanggung jawabkan

– Mewujudkan penyelenggaraan informasi geospasial yang berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif) melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinskronisasi

– Mendorong penggunaaan informasi geospasial dalam penyelenggaran pemerintahan dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pemanfaatan Informasi Geospasial Sebagai Gaya Hidup

Selain penting dipakai saat travelling biar enggak nyasar, informasi geospasial juga sangat membantu untuk menunjang aktifitas sehari-hari loh mulai dari hal sederhana yang sebenarnya sering kita jumpai namun tidak disadari. Nah apa sajakah itu ?

Terhindar dari Macet

Ketika kita memanfaatkan aplikasi maps di smartphone untuk memberikan petunjuk arah maka dengan cepat maps memberikan informasi jarak, rute, dan estimasi waktu sampai tujuan tersebut. Nah maps akan menampilakan perbedaan rute mana yang mengalami kemacetan dengan warna merah dan rute mana yang lancar dengan warna biru. Dengan begitu sebagai pengguna kita bisa memilih akan melalui jalur mana. Biasanya maps sudah merekomendasikan rute tercepat dilihat dari jarak tempuh dan kemacetan. Sungguh sangat bermanfaat kan informasi yang diberikan, apalagi bagi kita yang tinggal dikota besar macem Jakarta. Salah pilih rute ya sudahlah terima nasib kena macet yang gak berkesudahan.

Mendapatkan Driver Ojek Online

Ayo ngaku, siapa disini yang belum ngerasain naik ojek online (OJOL) ? pasti kebanyakan sudah pernah dong ya. Nah, saat kita melakukan pesanan, maka aplikasi OJOL akan mencarikan driver yang terdekat dari posisi kita berada. Posisi kita bisa langsung terisi loh tanpa kita ketik terlebih dahulu karena smartphone memiliki fitur navigasi Global Position Service (GPS) yang bisa diaktifkan sehingga bisa autodetect oleh aplikasi OJOL. Tapi kalaupun kita memesankan untuk orang lain yang berada di lokasi yang berbeda maka driver pun bisa disesuaikan dengan lokasi yang diisi. Canggihnya lagi, di aplikasi OJOL sudah menampilkan berapa banyak driver yang ada disekitar kita sebelum kita melakukan pemesanan. Hal ini bisa dijadikan patokan untuk memutuskan akan menggunakan provider OJOL yang mana, tentunya provider yang banyak tersedia driver didekat kita supaya cepat.

Mudahnya Eksis di Social Media

Generasi millenials memang terkenal dengan generasi yang eksis berbagi di social media. Dikit-dikit foto lalu upload di Instagram, Facebook, dan teman-temannya itu. Belum lagi sekarang zamannya live dan story, dimana kita bisa share video pendek baik itu direkam terlebih dahulu ataupun secara langsung. Maka saat share foto maupun video tersebut, social media akan memberi rekomendasi informasi mengenai tempat diambilnya foto tersebut dan waktunya tanpa perlu kita isi secara manual.  Apalagi dulu sewaktu social media Path masih booming, dimana ada pilihan share location yang biasa dikenal “Check In”, lah kalau kita lagi ditempat yang super kece pasti kelihatan eksis banget dong ya.

Tapi ada yang perlu dicermati bahwa aktifitas seperti ini sedikit memiliki resiko karena orang jadi tahu keberadaan kita dengan mudah. Terutama jika kita melakukan foto bersama dengan keponakanan atau anak saat di sekolah maka itu jadi sasaran empuk bagi penculik untuk melakukan kejahatan. Untuk itu kita juga harus bijak dalam  memanfaatkan informasi geospasial yang ada. Jangan terlalu detail juga mendiskripsikan lokasi keberadaan kita.

Mendapatkan Referensi Tempat Hangout Kece

Lagi-lagi dengan memanfaatkan social media kita bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan tempat yang nyaman serta kece untuk hangout dengan memanfaatkan geotagging. Tinggal kita ketik lokasi yang ingin dicari dalam pencarian social media baik itu Facebook dan Instagram, maka dengan mudah kita mendapatkan foto-foto populer yang pernah diambil di lokasi tersebut. Sebenarnya ini ada hubungannya dengan poin sebelumnya dimana kita bisa share foto yang langsung berisi dimana lokasinya. Oleh karena itu kita bisa melihat lokasinya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengunjunginya. Selain itu kita juga bisa mendapat referensi spot dan gaya foto yang kece saat berada disana. Sungguh informasi geospasial memang berfaedah untuk kekinian, hehehe.

Jadi kalau sudah semudah ini mendapatkan informasi dan memanfaatkan informasi geospasial di era digital gak perlu lagi dong ngeluh nyasar dengan alasan gak bisa baca peta atau engga ada orang yang bisa ditanya. Sudah banyak inovasi yang membuat informasi geospasial makin mudah digunakan. Tapi tentunya harus bijak dalam penggunaannya, karena setiap kemajuan teknologi tentunya memiliki resiko tersendiri.

Gimana ? Mau jalan-jalan atau hangout kemana kita ? Tinggal searching doang bisa dapet informasi lokasi berserta referensi foto-foto yang bisa ditiru gayanya, hahaha #MirnaGakKreatif

Semoga bermanfaat ya !

Wassalamualaikum

 

 

 

 

    1. Nah iya betul jadi kalau mau bepergian bisa estimasi mau berangkat jam berapa soalnya dikasih tahu jaraknya…

    1. iya kadang baca google maps juga masih susah ya.. kudu belajar emang buat cewe-cewe macem kita hehehe.. kemampuan spasialnya kurang

  1. Emang terbantu banget dengan adanya Maps di smartphone. Mau kemana-mana pede aja, nggak takut nyasar. tapi bingung banget klo pas pakai Maps, batere tinggal dikit, udah gitu sinyal ilang-ilangan. Duuuhhh…

  2. Ngomongin peta jadi inget Atlas, bukunya sampe mrotoli plus lecek saking sering dibawa di tas. Tapi pernah sih sewaktu mudik pengen cari jalur lain yang engga macet, si Gps ini nyasarin jalurnya ke arah sawah-sawah yang entah kalo diterusin kemana daripada kesasar ujung-ujungnya nanya penduduk sekitar juga.

    1. wah kadang emang harus di logika sih soalnya si GPS kadang kurang update atau sebenernya jaraknya udah deket kalau lewat situ tapi rutenya rusak..

Let's write your opinion

%d bloggers like this: