Self Reflection

Write For Healing

March 22, 2018

 

Aku tahu gak semua bisa berjalan sesuai dengan keinginan termasuk menulis, bagiku menulis selain untuk berbagi juga sebagai self healing. Makanya aku merasa ada yang kurang, cepet marah, cepet kecewa, ya walaupun cepet juga bahagia. Rasanya up and down hatiku berubah lebih cepat. Soalnya aku melupakan 1 hal yang penting yaitu stress release.

Yup salah satu stress release ku selain berdoa, makan, dan curhat, ya ngoceh di blog ini. Sadar atau engga kalau setiap postingan blog ini selalu ada sisipan cerita tentang kehidupan pribadiku yang aku jalani saat ini. So, ketika sebulan ini hampir gak ada tulisan, cuma ada 1 doang yang sebenernya telat banget postingnya rasanya banyak banget tumpukan uneg-uneg di kepala yang tertahan entah kapan meledak. Biasanya sesuatu yang meledak-ledak itu jelek beda dengan melepaskan sesuatu secara perlahan.

Ah, rasanya pengen mengulang beberapa hari kemarin untuk memperbaiki hal-hal yang kurang baik. Yang jelas aku sedang dalam masa “baper” dan banyak pikiran. Cuma bingung mau melampiaskannya lewat apa. Biasanya curhat colongan di setiap postingan yang kali ini tidak aku lakukan. Gak mungkin juga aku curhat panjang lebar di blog ini, bisa-bisa orang gak happy lagi baca blog ini dan gak sesuai sama prinsip “Tralala” yang disematkan sebagai nama blog pribadiku ini.

Yup, when writing is healing, i must do it consistently

Cheer Up Mirna !!!!

Let's write your opinion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: