Kesehatan | Kuliner

Yoforia Drink Fresh Yogurt Atasi Drama Pencernaanku

By on November 16, 2019

Mengalami gangguan pencernaan itu sungguh menyebalkan, selain menyiksa juga banyak drama. Dulu aku pernah dibawa orang tuaku ke “orang pintar” gara-gara perutku membesar. Mereka kira aku kena santet, padahal waktu itu aku belum buang air besar (BAB) sampai 7 hari lebih makanya perutku besar, wkwkwk. Memang dari kecil ada saja drama pencernaan yang kualami terutama susah BAB. Untungnya sekarang mulai membaik setelah aku rajin mengkonsumsi fresh yogurt. Bisa dibilang aku geek dengan yogurt. Oleh karena itu, aku suka mencari informasi seputar yogurt. Ternyata yogurt yang baik itu memiliki kandungan probiotik yang tetap hidup (live probiotics) hingga dikonsumsi.

Sehat Bersama Yoforia Fresh Yogurt

Mengenal Probiotik

Di dalam tubuh manusia terdapat ribuan bakteri. Tidak semua bakteri bersifat patogen yang menyebabkan penyakit, ada pula bakteri yang dapat menjaga kondisi tubuh atau biasa disebut probiotik. Menurut beberapa penilitian, probiotik berfungsi untuk menjaga sistem pencernaan terutama dalam melindungi kinerja usus. Selain itu, probiotik berperan dalam menyeimbangkan jumlah bakteri patogen dalam tubuh, sehingga bisa dibilang probiotik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Probiotik berasal dari makanan yang difermentasi, salah satunya adalah yogurt yang merupakan hasil fermentasi susu dengan kandungan bakteri baik berupa Lactobacillus dan Streptococcus. Namun pada proses pembuatan yogurt, ada tahapan yang bisa menyebabkan berkurangnya kandungan probiotik, karena mati akibat pemanasan. Untuk itu menjaga probiotik tetap hidup merupakan tantangan bagi pabrikan yogurt supaya tetap fresh hingga ke tangan konsumen.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Apa sih Air yang Cocok untuk Melarutkan Bubur atau Susu Formula si Kecil ?

By on September 27, 2019

Kalau dulu aku sering baca bagaimana cara menyiapkan ASIP (ASI Perah), sekarang aku belajar bagaimana cara memberikan susu formula (sufor) untuk si Kecil. Sebagai informasi aja kalau semenjak bulan puasa 2019 ini, Nurani resmi jadi anak ASI campur Sufor di usianya yang menginjak 17 bulan lebih. Alasannya karena aku berhenti pumping gara-gara ingin puasa setelah 2 tahun cuti dan menurutku serta DSA Nurani perlu asupan nutrisi tambahan dari Susu Formula karena berat badannya yang stag sejak usia 1 tahun.

Untuk cerita gimana akau booster berat badan Nurani dan pemilihan susu formula  yang direkomendasikan dokter sudah pernah aku sharing via instastory @keinarahardjo ya dan salah satunya memang Morinaga Chilkid. Kali ini aku lebih mau share tentang air yang cocok untuk melarutkan susu formula dan bubur untuk si kecil.

Karena aku orangnya pemalas, hehehe, awalnya aku pakai air galon biasa saja tanpa dimasak untuk membuat susu si kecil, dan dilarutkannya dikocok. Lalu aku ditegur dong sama tanteku kalau ngasih susu gak pake air anget. Akhirnya aku rebus air dulu tapi sampai anget doang,  lalu dicampur air biasa dan diaduk. Eh gak lama gantian nenekku komen, katanya kalau ngasih anak susu kudu pakai air yang direbus sampai mendidih biar gak kembung. Makin banyak komentar makin bikin pusing tentunya. (Ini masih keluarga belum netijen, mir!)

Continue Reading

Kesehatan | Pregnancy Story | Self Reflection

Late Post : Pengalaman Keguguran dan Menjalani Kuret

By on August 20, 2019

Hari itu mungkin tidak akan kulupakan sepanjang hidup, 10 November 2018, bukan sekedar hari Pahlawan yang nyatanya menelan korban di Surabaya lewat tragedi penonton jatuh dari jembatan kereta api ketika menonton parade di depan Balaikota, tapi itu juga menjadi hari berkabung bagiku.

Pagi itu, dengan semangat dan keceriaan aku berangkat menuju Rumah Sakit bersama suami dan Nurani untuk melakukan check bulanan kehamilanku yang kedua. Kami sengaja berangkat pagi-pagi selepas Subuh agar mendapat nomor antrian awal, mengingat jadwal praktek dokter Yuditiya di hari Sabtu sangat ramai.

Kami mendapat antrian nomor 6, sementara makin banyak pasangan yang datang untuk antri mendaftar. Kami menunggu sambil sarapan dengan bekal yang sudah dibawa dari rumah. Waktu itu Nurani hampir 1 tahun ketika aku hamil 10 minggu. Memang kehamilan ini tidak disangka, karena Nurani adalah hasil penantian kami 2 tahun pernikahan.

Ketika akhinya aku diperiksa untuk di USG, mulai ada yang aneh. Janin tidak terlihat menggunakan USG perut. Lalu dokter Yuditia Purwosunu mengganti dengan USG transvaginal, untuk melihat lebih jelas janin. Seharusnya di usia kandungan 10 minggu, janin sudah terlihat mengingat waktu hamil Nurani 9 minggu dulu, ukuran janinnya sudah memanjang dan waktu itu sempat dapet warning karena Nurani kejepit Kantong Kemih yang bengkak akibat ISK. Namun ini masih berbentuk bulat, posisinya ditengah-tengah seolah terombang ambing di tengah air ketuban.

Dokter Yudit pun mencoba mendengarkan suara detak jantung bayi dengan mengeraskan audio dari mesin USG 4G nya. Namun detak jantung yang waktu aku periksa pertama kali di usia kandungan 5 minggu itu ada ternyata hilang di 10 minggu ini. Dokter Yudit pun mengatakan kalau usia janinnya jadi 6 minggu dan itu artinya janinnya sudah meninggal 1 minggu dari aku periksa. Janin tersebut tidak berkembang.  Aku sempat tidak percaya, bahkan seingatku, aku masih bisa tersenyum karena ku kira itu masih bisa ditolong. Aku pikir masih bisa diberi obat atau apa gitu untuk memperbaikinya. Namun ternyata aku dihadapkan dengan pilihan mau dikuret hari ini atau di lain hari atau mencari second opinion.

Namun suamiku mungkin pikirannya lebih bijak atau waras atau apa lah, lebih menerima mungkin. Dia ingin aku menjalani kuret hari itu juga. “Mau nunggu apa ?” gitu katanya. Dokter Yu pun tidak menyarankan menggunakan obat peluntur karena menurut dia, kondisi rahimku itu sangat baik. Dinding rahimnya sudah tebal, plasentanya bagus, pokoknya secara “wadah janin” itu “oke” dan tidak ada keluhan seperti keram perut atau flek, sehingga jika diberi obat takut tidak bersih. Apalagi aku punya pengalaman penggumpalan darah nifas pasca melahirkan Nurani, dimana nifasku sedikit yang ternyata tertahan di dalam rahim jadi harus diberi obat tambahan untuk membuat rahimku lebih bersih.

Menjalani Kuretase

Ceritanya, tulisan diatas udah ngendon lama. Sebagai bagian dari tulisanku tentang “Buah Hati Yang Pergi”. Cuma belum cukup kuat hatiku menulis panjang tentang hal ini. Namun memang punya niat ingin share tentang proses kuretase yang kualami. Kebetulan kemarin aku mendapat DM Instagram yang cukup panjang membahas proses kuretase itu gimana dan apa saja. So kali ini aku mau sharing pengalamanku menjalani kuret.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Perawatan Kulit Kering dan Sensitif si Kecil Pakai Aveeno Baby Gentle Moisturizing Daily Care Set

By on June 19, 2019

Hai everyone! Kulit si kecil Nurani memang sering bermasalah karena kering dan sensitif. Makanya aku tidak terlalu kaget kalo kulitnya jadi super kering, bersisik dan pecah-pecah setelah diajak umroh. Untungnya aku dapet kiriman paket Aveeno Baby untuk dicoba ke Nurani. Ada Aveeno Baby Daily Moisture Wash and Shampoo dan Aveeno Baby Daily Moisture Lotion yang merupakan Aveeno Baby Gentle Moisturizing Daily Care Set.

Mengenal Aveeno Baby

Aveeno merupakan brand toiletries yang mengembangkan produk perawatan kulit dari bahan alami untuk melembabkan dan menyehatkan kulit. Aveeno menjamin formula produknya teruji secara klinis dan dikemas sesuai standar terbaik. Aveeno Baby sendiri merupakan varian produk yang fokus pada perawatan kulit bayi dan anak-anak, dan merupakan salah satu dari group Johnson and Johnson sehingga tidak perlu diragukan kualitasnya untuk si kecil.

Manfaat Oats Bagi Kulit

Aveeno Baby diproduksi dengan memilih bahan baku utama Active Natural Oats, hal ini berdasarkan peneliatian bahwa oats memiliki banyak manfaat bagi kulit terutama yang memiliki kulit kering dan sensitif, seperti :

Continue Reading

Kesehatan | Kuliner

Konsumsi Greek Yogurt Tinggi Protein dari Heavenly Blush, Sukses Bikin Kenyang Lebih Lama

By on April 20, 2019

Sejak jadi ibu menyusui berat badanku susah sekali turun, bahkan belum pernah merasakan berat badan normal seperti sebelum hamil. Berat badanku stag di angka 61 yang masuk kategori overweight buat aku yang memiliki tinggi hanya 150 cm. Ini gara-gara aku susah nahan keinginan untuk ngemil. Padahal saat ini sudah tersedia greek yogurt tinggi protein dari Heavenly Blush yang bisa bikin kenyang lebih lama.

heavenly blush greek yogurt tinggi protein
Heavenly Blush Greek Yogurt

Sebagai ibu bekerja aktifitasku banyak berkutat di kantor. Sebenarnya resolusi hidup sehat sejak tahun lalu sudah terlaksana, namun perlahan tersedat pada aktifitas olahraga yang malas dilakukan. Ketika ruang olahraga dialih fungsikan sebagai ruang rapat, pilihan olahraga yang bisa dilakukan di kantor tinggal lari di jogging track yang disediakan. Padahal aktifitas ngemil tertinggiku juga saat di kantor. Dengan begitu asupan cemilan kudu diatur supaya tetap rendah lemak seperti greek yogurt tinggi protein yang lebih bermanfaat.

Sering Lapar di Jam Nanggung

Soalnya banyak jam nanggung yang sering ku manfaatkan untuk ngemil saat di kantor. Misalnya saja saat jam 10 pagi dimana kalau sarapannya kurang benar mulai terasa lapar. Lalu jam 4 atau 6 sore ketika lapar namun belum waktunya makan dan cenderung kalau makan sore malamnya akan lapar lagi. Sebagai ibu menyusui yang bekerja, tentu ada waktu tambahan akan merasa lapar, yaitu setelah pumping ASI. Coba angkat tangan bagi busui yang merasakan hal yang sama !!! L.O.L !!!

Untuk itu aku harus menjaga makanan yang dikonsumsi agar tetap bernutrisi namun tidak menambah berat badanku yang pada dasarnya mudah naik, hiks!. Solusinya tentu dengan memilih makan yang tinggi protein supaya kenyang lebih lama. Kok bisa ? Karena makanan yang mengandung protein akan dicerna dengan lambat dan stabil, sehingga membuatmu merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebih. Professor Richard Mattes dari Purdue University melakukan penelitian dimana orang-orang telah berpuasa diberikan makanan yang mengandung protein. Lalu saat dimonitor, mereka merasa lebih kenyang selama beberapa waktu.

Continue Reading

Kesehatan | Personal Style

Lactacyd Ajak Perempuan Indonesia Lebih Menginspirasi

By on April 4, 2019

Perempuan itu sering belok kanan tapi nyalain lampu sign kiri

Perempuan itu kalau anaknya nangis terus berarti gak becus jadi ibu

Perempuan itu a, b, c, dan d

Sering mendengar pernyataan diatas? Aku sih iya, sampai kadang pusing sendiri kalau harus ditanggepin. Apalagi kadang pernyataan seperti itu keluarnya dari perempuan juga. Sedih gak sih? Padahal perempuan itu bisa berdaya dengan menciptakan sebuah karya yang bisa menginspirasi perempuan lain untuk turut berprestasi. Bukan ikut mengolok yang lain. So, let’s share your power !!!

Lactacyd Share Your Power

Hai, Assalamualaikum

Masih dalam rangka memperingati Women International Day, PT Sanofi Indonesia melalui salah satu brand naungannya yaitu Lactacyd mengajak para perempuan Indonesia untuk saling menginspirasi satu dengan yang lain dalam bentuk apapun. Sebagai brand yang sangat dekat dengan perempuan, Lactacyd mengadakan event yang seru dan tentu penuh ilmu di lapangan parkir Carefour Lebak Bulus pada 30 Maret 2019 lalu.

Acara dimulai dengan senam zumba bersama lalu dilanjutkan dengan acara bebas namun bertabur hadiah dan hiburan. Pengunjung bisa main ke stand-stand lain yang bisa dicoba seperti hena, melukis sepatu, nail art dan lainnya. Selain itu ada foto booth berhadiah yang bagi yang upload di instagram. So happy and pinky !!!

Continue Reading