Kesehatan | Parenting

Apa sih Air yang Cocok untuk Melarutkan Bubur atau Susu Formula si Kecil ?

By on September 27, 2019

Kalau dulu aku sering baca bagaimana cara menyiapkan ASIP (ASI Perah), sekarang aku belajar bagaimana cara memberikan susu formula (sufor) untuk si Kecil. Sebagai informasi aja kalau semenjak bulan puasa 2019 ini, Nurani resmi jadi anak ASI campur Sufor di usianya yang menginjak 17 bulan lebih. Alasannya karena aku berhenti pumping gara-gara ingin puasa setelah 2 tahun cuti dan menurutku serta DSA Nurani perlu asupan nutrisi tambahan dari Susu Formula karena berat badannya yang stag sejak usia 1 tahun.

Untuk cerita gimana akau booster berat badan Nurani dan pemilihan susu formula  yang direkomendasikan dokter sudah pernah aku sharing via instastory @keinarahardjo ya dan salah satunya memang Morinaga Chilkid. Kali ini aku lebih mau share tentang air yang cocok untuk melarutkan susu formula dan bubur untuk si kecil.

Karena aku orangnya pemalas, hehehe, awalnya aku pakai air galon biasa saja tanpa dimasak untuk membuat susu si kecil, dan dilarutkannya dikocok. Lalu aku ditegur dong sama tanteku kalau ngasih susu gak pake air anget. Akhirnya aku rebus air dulu tapi sampai anget doang,  lalu dicampur air biasa dan diaduk. Eh gak lama gantian nenekku komen, katanya kalau ngasih anak susu kudu pakai air yang direbus sampai mendidih biar gak kembung. Makin banyak komentar makin bikin pusing tentunya. (Ini masih keluarga belum netijen, mir!)

Continue Reading

Kesehatan | Pregnancy Story | Self Reflection

Late Post : Pengalaman Keguguran dan Menjalani Kuret

By on August 20, 2019

Hari itu mungkin tidak akan kulupakan sepanjang hidup, 10 November 2018, bukan sekedar hari Pahlawan yang nyatanya menelan korban di Surabaya lewat tragedi penonton jatuh dari jembatan kereta api ketika menonton parade di depan Balaikota, tapi itu juga menjadi hari berkabung bagiku.

Pagi itu, dengan semangat dan keceriaan aku berangkat menuju Rumah Sakit bersama suami dan Nurani untuk melakukan check bulanan kehamilanku yang kedua. Kami sengaja berangkat pagi-pagi selepas Subuh agar mendapat nomor antrian awal, mengingat jadwal praktek dokter Yuditiya di hari Sabtu sangat ramai.

Kami mendapat antrian nomor 6, sementara makin banyak pasangan yang datang untuk antri mendaftar. Kami menunggu sambil sarapan dengan bekal yang sudah dibawa dari rumah. Waktu itu Nurani hampir 1 tahun ketika aku hamil 10 minggu. Memang kehamilan ini tidak disangka, karena Nurani adalah hasil penantian kami 2 tahun pernikahan.

Ketika akhinya aku diperiksa untuk di USG, mulai ada yang aneh. Janin tidak terlihat menggunakan USG perut. Lalu dokter Yuditia Purwosunu mengganti dengan USG transvaginal, untuk melihat lebih jelas janin. Seharusnya di usia kandungan 10 minggu, janin sudah terlihat mengingat waktu hamil Nurani 9 minggu dulu, ukuran janinnya sudah memanjang dan waktu itu sempat dapet warning karena Nurani kejepit Kantong Kemih yang bengkak akibat ISK. Namun ini masih berbentuk bulat, posisinya ditengah-tengah seolah terombang ambing di tengah air ketuban.

Dokter Yudit pun mencoba mendengarkan suara detak jantung bayi dengan mengeraskan audio dari mesin USG 4G nya. Namun detak jantung yang waktu aku periksa pertama kali di usia kandungan 5 minggu itu ada ternyata hilang di 10 minggu ini. Dokter Yudit pun mengatakan kalau usia janinnya jadi 6 minggu dan itu artinya janinnya sudah meninggal 1 minggu dari aku periksa. Janin tersebut tidak berkembang.  Aku sempat tidak percaya, bahkan seingatku, aku masih bisa tersenyum karena ku kira itu masih bisa ditolong. Aku pikir masih bisa diberi obat atau apa gitu untuk memperbaikinya. Namun ternyata aku dihadapkan dengan pilihan mau dikuret hari ini atau di lain hari atau mencari second opinion.

Namun suamiku mungkin pikirannya lebih bijak atau waras atau apa lah, lebih menerima mungkin. Dia ingin aku menjalani kuret hari itu juga. “Mau nunggu apa ?” gitu katanya. Dokter Yu pun tidak menyarankan menggunakan obat peluntur karena menurut dia, kondisi rahimku itu sangat baik. Dinding rahimnya sudah tebal, plasentanya bagus, pokoknya secara “wadah janin” itu “oke” dan tidak ada keluhan seperti keram perut atau flek, sehingga jika diberi obat takut tidak bersih. Apalagi aku punya pengalaman penggumpalan darah nifas pasca melahirkan Nurani, dimana nifasku sedikit yang ternyata tertahan di dalam rahim jadi harus diberi obat tambahan untuk membuat rahimku lebih bersih.

Menjalani Kuretase

Ceritanya, tulisan diatas udah ngendon lama. Sebagai bagian dari tulisanku tentang “Buah Hati Yang Pergi”. Cuma belum cukup kuat hatiku menulis panjang tentang hal ini. Namun memang punya niat ingin share tentang proses kuretase yang kualami. Kebetulan kemarin aku mendapat DM Instagram yang cukup panjang membahas proses kuretase itu gimana dan apa saja. So kali ini aku mau sharing pengalamanku menjalani kuret.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Perawatan Kulit Kering dan Sensitif si Kecil Pakai Aveeno Baby Gentle Moisturizing Daily Care Set

By on June 19, 2019

Hai everyone! Kulit si kecil Nurani memang sering bermasalah karena kering dan sensitif. Makanya aku tidak terlalu kaget kalo kulitnya jadi super kering, bersisik dan pecah-pecah setelah diajak umroh. Untungnya aku dapet kiriman paket Aveeno Baby untuk dicoba ke Nurani. Ada Aveeno Baby Daily Moisture Wash and Shampoo dan Aveeno Baby Daily Moisture Lotion yang merupakan Aveeno Baby Gentle Moisturizing Daily Care Set.

Mengenal Aveeno Baby

Aveeno merupakan brand toiletries yang mengembangkan produk perawatan kulit dari bahan alami untuk melembabkan dan menyehatkan kulit. Aveeno menjamin formula produknya teruji secara klinis dan dikemas sesuai standar terbaik. Aveeno Baby sendiri merupakan varian produk yang fokus pada perawatan kulit bayi dan anak-anak, dan merupakan salah satu dari group Johnson and Johnson sehingga tidak perlu diragukan kualitasnya untuk si kecil.

Manfaat Oats Bagi Kulit

Aveeno Baby diproduksi dengan memilih bahan baku utama Active Natural Oats, hal ini berdasarkan peneliatian bahwa oats memiliki banyak manfaat bagi kulit terutama yang memiliki kulit kering dan sensitif, seperti :

Continue Reading

Kesehatan | Kuliner

Konsumsi Greek Yogurt Tinggi Protein dari Heavenly Blush, Sukses Bikin Kenyang Lebih Lama

By on April 20, 2019

Sejak jadi ibu menyusui berat badanku susah sekali turun, bahkan belum pernah merasakan berat badan normal seperti sebelum hamil. Berat badanku stag di angka 61 yang masuk kategori overweight buat aku yang memiliki tinggi hanya 150 cm. Ini gara-gara aku susah nahan keinginan untuk ngemil. Padahal saat ini sudah tersedia greek yogurt tinggi protein dari Heavenly Blush yang bisa bikin kenyang lebih lama.

heavenly blush greek yogurt tinggi protein
Heavenly Blush Greek Yogurt

Sebagai ibu bekerja aktifitasku banyak berkutat di kantor. Sebenarnya resolusi hidup sehat sejak tahun lalu sudah terlaksana, namun perlahan tersedat pada aktifitas olahraga yang malas dilakukan. Ketika ruang olahraga dialih fungsikan sebagai ruang rapat, pilihan olahraga yang bisa dilakukan di kantor tinggal lari di jogging track yang disediakan. Padahal aktifitas ngemil tertinggiku juga saat di kantor. Dengan begitu asupan cemilan kudu diatur supaya tetap rendah lemak seperti greek yogurt tinggi protein yang lebih bermanfaat.

Sering Lapar di Jam Nanggung

Soalnya banyak jam nanggung yang sering ku manfaatkan untuk ngemil saat di kantor. Misalnya saja saat jam 10 pagi dimana kalau sarapannya kurang benar mulai terasa lapar. Lalu jam 4 atau 6 sore ketika lapar namun belum waktunya makan dan cenderung kalau makan sore malamnya akan lapar lagi. Sebagai ibu menyusui yang bekerja, tentu ada waktu tambahan akan merasa lapar, yaitu setelah pumping ASI. Coba angkat tangan bagi busui yang merasakan hal yang sama !!! L.O.L !!!

Untuk itu aku harus menjaga makanan yang dikonsumsi agar tetap bernutrisi namun tidak menambah berat badanku yang pada dasarnya mudah naik, hiks!. Solusinya tentu dengan memilih makan yang tinggi protein supaya kenyang lebih lama. Kok bisa ? Karena makanan yang mengandung protein akan dicerna dengan lambat dan stabil, sehingga membuatmu merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebih. Professor Richard Mattes dari Purdue University melakukan penelitian dimana orang-orang telah berpuasa diberikan makanan yang mengandung protein. Lalu saat dimonitor, mereka merasa lebih kenyang selama beberapa waktu.

Continue Reading

Kesehatan | Personal Style

Lactacyd Ajak Perempuan Indonesia Lebih Menginspirasi

By on April 4, 2019

Perempuan itu sering belok kanan tapi nyalain lampu sign kiri

Perempuan itu kalau anaknya nangis terus berarti gak becus jadi ibu

Perempuan itu a, b, c, dan d

Sering mendengar pernyataan diatas? Aku sih iya, sampai kadang pusing sendiri kalau harus ditanggepin. Apalagi kadang pernyataan seperti itu keluarnya dari perempuan juga. Sedih gak sih? Padahal perempuan itu bisa berdaya dengan menciptakan sebuah karya yang bisa menginspirasi perempuan lain untuk turut berprestasi. Bukan ikut mengolok yang lain. So, let’s share your power !!!

Lactacyd Share Your Power

Hai, Assalamualaikum

Masih dalam rangka memperingati Women International Day, PT Sanofi Indonesia melalui salah satu brand naungannya yaitu Lactacyd mengajak para perempuan Indonesia untuk saling menginspirasi satu dengan yang lain dalam bentuk apapun. Sebagai brand yang sangat dekat dengan perempuan, Lactacyd mengadakan event yang seru dan tentu penuh ilmu di lapangan parkir Carefour Lebak Bulus pada 30 Maret 2019 lalu.

Acara dimulai dengan senam zumba bersama lalu dilanjutkan dengan acara bebas namun bertabur hadiah dan hiburan. Pengunjung bisa main ke stand-stand lain yang bisa dicoba seperti hena, melukis sepatu, nail art dan lainnya. Selain itu ada foto booth berhadiah yang bagi yang upload di instagram. So happy and pinky !!!

Continue Reading

Kesehatan

Perlunya Memiliki Kebiasaan Minum Susu Tanpa Takut Sakit Perut dengan KIN Fresh Milk

By on October 5, 2018

Hai – Hai Assalamualaikum

“Mirna kok pagi-pagi langsung minum susu sih gak makan dulu, emang gak eneg  perutnya ? gak takut sakit perut ?” kata si Agnes, temen seperjuangan sewaktu ngekos jaman kuliah. Lah gimana je aku tuh dari kecil emang sukanya minum susu, sampai kadang gak kira-kira minumnya, pagi siang sore malem dan jadinya gak makan nasi, hehehe ini jangan ditiru sih. Bagiku minum susu pagi hari itu jauh lebih ringan ketimbang sarapan nasi, mungkin ini karena sedari kecil aku selalu dibelikan susu untuk sarapan soalnya di depan rumah Surabaya itu kalau pagi ada penjualan susu sapi segar yang dihangatkan, makanya tiap mau berangkat sekolah sudah nangkring duluan disana untuk minum susu terlebih dahulu.

Sampai besar pun akhirnya kebawa kalau sarapan maunya susu kadang ditambah roti atau gorengan tapi seringkali engga, pas banget punya suami yang kampungnya di Purwokerto dekat dengan peternakan sapi. Kalo kesana tiap hari beli susu sapi murni 1-2 liter per hari. Bahagiaku gak ketulungan kalau begitu. Lagipula dibalik nikmatnya susu itu terdapat khasiat yang luar biasa, yaitu :

  1. Mengandung nutrisi yang tinggi, hampir setiap kebutuhan gizi manusia dapat dipenuhi dengan meminum susu
  2. Kandungan vitamin A, B, D yang tinggi
  3. Kandungan protein yang tinggi.
  4. Kandungan zat besi dan tembaga
  5. Kandungan kalsium & fosfor yang tinggi untuk kekuatan tulang
  6. Kandungan magnesium untuk membuat tubuh selalu aktif dan tidak cepat lelah
  7. Kandungan seng untuk penyembuhan luka
  8. Meningkatkan kinerja otak
  9. Menetralisir racun
  10. Mengandung potassium yang untuk memperlancar dinding pembuluh darah. Sehingga tubuh terhindar dari penyakit jantung dan darah tinggi

Namun tidak semua orang kondisinya sepertiku yang bisa kapan saja minum susu, ada juga orang kayak Agnes yang kalau minum susu rasanya eneg dan tidak nyaman diperut, ada juga yang sampai diare dan alergi. Padahal manfaat dari nutrisi  susu kan banyak sayang kalau tidak dirasakan.

Pakar gizi, dr. Rizal Alaydrus, MSc. menjelaskan, “Gejala mual, kembung, dan/atau diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa, seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu.”

Susu sapi pada umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2 dengan rasio 40% dan 60%. Awalnya sapi di seluruh dunia hanya menghasilkan protein A2 saja, namun seiring berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik, saat ini semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.

Saat ini, susu A2 tengah mendapat perhatian dari dunia kesehatan karena potensinya dalam menjadikan susu sapi lebih baik dari segi nutrisi maupun dari segi toleransi oleh sistem pencernaan. Susu yang hanya mengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap. Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik.

Untungnya saat ini sudah ada KIN Fresh Milk, susu segar dari sapi A2 terobosan terbaru oleh PT ABC Kogen Dairy. Untuk menjamin kualitas susu yang dihasilkan, peternakan yang dikelola oleh PT ABC Kogen Dairy hanya memelihara jenis sapi A2, yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2 saja. Sebagai satu-satunya peternakan sapi terintegrasi yang menghasilkan susu dari sapi A2 secara eksklusif di Indonesia, seluruh sapi di peternakan KIN menjalani proses pemeriksaan ketat, dimulai dari kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA untuk memastikan susu yang dihasilkan tidak mengandung protein A1.

Susu sapi A2 jauh lebih baik kualitasnya daripada hanya A1, Kin Fresh Milk menjadi solusi bagi orang yang sering tidak nyaman saat mengkonsumsi susu sapi. Hadir dengan 3 varian rasa membuat Kin Fresh Milk semakin nikmat rasanya. Original, coklat dan kopi dapat dipilih di toko dan minimarket terdekat.

Continue Reading