Kesehatan

Perlunya Memiliki Kebiasaan Minum Susu Tanpa Takut Sakit Perut dengan KIN Fresh Milk

By on October 5, 2018

Hai – Hai Assalamualaikum

“Mirna kok pagi-pagi langsung minum susu sih gak makan dulu, emang gak eneg  perutnya ? gak takut sakit perut ?” kata si Agnes, temen seperjuangan sewaktu ngekos jaman kuliah. Lah gimana je aku tuh dari kecil emang sukanya minum susu, sampai kadang gak kira-kira minumnya, pagi siang sore malem dan jadinya gak makan nasi, hehehe ini jangan ditiru sih. Bagiku minum susu pagi hari itu jauh lebih ringan ketimbang sarapan nasi, mungkin ini karena sedari kecil aku selalu dibelikan susu untuk sarapan soalnya di depan rumah Surabaya itu kalau pagi ada penjualan susu sapi segar yang dihangatkan, makanya tiap mau berangkat sekolah sudah nangkring duluan disana untuk minum susu terlebih dahulu.

Sampai besar pun akhirnya kebawa kalau sarapan maunya susu kadang ditambah roti atau gorengan tapi seringkali engga, pas banget punya suami yang kampungnya di Purwokerto dekat dengan peternakan sapi. Kalo kesana tiap hari beli susu sapi murni 1-2 liter per hari. Bahagiaku gak ketulungan kalau begitu. Lagipula dibalik nikmatnya susu itu terdapat khasiat yang luar biasa, yaitu :

  1. Mengandung nutrisi yang tinggi, hampir setiap kebutuhan gizi manusia dapat dipenuhi dengan meminum susu
  2. Kandungan vitamin A, B, D yang tinggi
  3. Kandungan protein yang tinggi.
  4. Kandungan zat besi dan tembaga
  5. Kandungan kalsium & fosfor yang tinggi untuk kekuatan tulang
  6. Kandungan magnesium untuk membuat tubuh selalu aktif dan tidak cepat lelah
  7. Kandungan seng untuk penyembuhan luka
  8. Meningkatkan kinerja otak
  9. Menetralisir racun
  10. Mengandung potassium yang untuk memperlancar dinding pembuluh darah. Sehingga tubuh terhindar dari penyakit jantung dan darah tinggi

Namun tidak semua orang kondisinya sepertiku yang bisa kapan saja minum susu, ada juga orang kayak Agnes yang kalau minum susu rasanya eneg dan tidak nyaman diperut, ada juga yang sampai diare dan alergi. Padahal manfaat dari nutrisi  susu kan banyak sayang kalau tidak dirasakan.

Pakar gizi, dr. Rizal Alaydrus, MSc. menjelaskan, “Gejala mual, kembung, dan/atau diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa, seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu.”

Susu sapi pada umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2 dengan rasio 40% dan 60%. Awalnya sapi di seluruh dunia hanya menghasilkan protein A2 saja, namun seiring berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik, saat ini semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.

Saat ini, susu A2 tengah mendapat perhatian dari dunia kesehatan karena potensinya dalam menjadikan susu sapi lebih baik dari segi nutrisi maupun dari segi toleransi oleh sistem pencernaan. Susu yang hanya mengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap. Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik.

Untungnya saat ini sudah ada KIN Fresh Milk, susu segar dari sapi A2 terobosan terbaru oleh PT ABC Kogen Dairy. Untuk menjamin kualitas susu yang dihasilkan, peternakan yang dikelola oleh PT ABC Kogen Dairy hanya memelihara jenis sapi A2, yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2 saja. Sebagai satu-satunya peternakan sapi terintegrasi yang menghasilkan susu dari sapi A2 secara eksklusif di Indonesia, seluruh sapi di peternakan KIN menjalani proses pemeriksaan ketat, dimulai dari kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA untuk memastikan susu yang dihasilkan tidak mengandung protein A1.

Susu sapi A2 jauh lebih baik kualitasnya daripada hanya A1, Kin Fresh Milk menjadi solusi bagi orang yang sering tidak nyaman saat mengkonsumsi susu sapi. Hadir dengan 3 varian rasa membuat Kin Fresh Milk semakin nikmat rasanya. Original, coklat dan kopi dapat dipilih di toko dan minimarket terdekat.

Continue Reading

Kesehatan | Self Reflection

Pristine 8+ Melengkapi Gaya Hidup Sehat & Seimbang Diantara Banyaknya Kesibukan

By on October 3, 2018

Assalamualaikum, apa kabar ?

Awal bulan lalu aku sempat kecewa banget sama diriku sendiri karena banyak target yang tidak tercapai, sedih dan jadinya menyalahkan diri sendiri yang pernah kuposting di sini. Ya gak bisa dipungkiri sih kalau aku mulai stress dengan beragam kesibukan yang ada, kerja, kerja, kerja, yang difikirkan how to get a lot of money soalnya memang banyak keperluan dan keinginan yang ingin segera kuwujudkan. Tapi apa yang terjadi ? ya aku capek sendiri. Bukannya produktif malah gak dapet apa-apa.

Sejak kejadian itu aku mulai merenung, aku kenapa ya, datang pagi-pagi ke kantor lalu mikir kenapa aku capek banget, kenapa aku sedih banget, kenapa dan kenapa lain muncul hingga aku sadar bahwa hidupku gak seimbang. Meski gaya hidup sehat terus aku jalani dengan berolah raga tapi nyatanya ada banyak hal yang belum sempat aku lakukan karena banyaknya pekerjaan sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

Work Life Balance

Sebagai seorang ibu bekerja tentu perlu Work Life Balance yang baik, apa itu Work Life Balance ? Kondisi dimana kita dapat seimbang dalam menjalani rutinitas di kantor dengan kehidupan pribadi atau keluarga. Sederhananya sebagai ibu bekerja aku bisa membagi waktu dengan baik dalam mengerjakan pekerjaan kantor, dan mencukupi kebutuhan pribadi seperti rekreasi dan berkumpul intensive dengan keluarga.

Sayangnya kondisiku akhir-akhir ini sedang berada di puncak kesibukan, peralihan tugas pekerjaan yang semakin bertambah, lalu merintis usaha yang aku lakukan secara online dan kesibukan sebagai blogger lepas yang nyatanya tidak mudah. Jadi pagi hingga malam aku disibukkan dengan pekerjaan, hanya ibadah dan pumping yang membuatku berhenti sejenak, menyelami diri sendiri. Selebihnya aku berinteraksi dengan rekan kerja serta laporan kantor, customer @avocadelecious, dan tentu agency atau brand yang bekerja sama dengan blog ini. Padahal sangat penting menjaga pola hidup seimbang ditengah tuntutan pekerjaan zaman sekarang.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Menuju Indonesia Sehat dengan Rajin ke Posyandu dan Perlindungan Imunisasi Tepat Waktu

By on September 28, 2018

Halo dear, Assalamualaikum.

Sebagai ibu aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak, apalagi aku termasuk orang yang diberikan waktu tunggu dari Allah hingga akhirnya bisa hamil dan melahirkan si kecil Nurani. Makanya aku berupaya agar dia bisa tumbuh dengan baik, sehat dan kuat. Apalagi ditengah maraknya kasus stunting dan beredarnya penyakit menular yang bisa mengganggu kesehatan anak. Makanya pas berat badan Nurani sempat stag gak naik-naik selama 2 bulan tuh sedih banget, udah aja 5,7 kg pas bulan ke 4 dan 5 baru naik dibulan ke 6 di angka 6 kg pas. Sedih rasanya mengingat kenaikan berat badan anak dibawah 1 tahun kan seharusnya lagi bagus-bagusnya. Sempat menyalahkan diri sendiri akibat menjadi ibu bekerja dan mulai berfikiran yang engga-engga apalagi pas lagi nonton iklan stunting di televisi.

Mengenal Apa itu Stunting

sumber ; http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Bagi sebagian orang mungkin tidak mengerti apa sebenarnya stunting itu, termasuk aku yang tahunya dipicu melalui iklan televisi. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Setelah dipelajari ternyata stunting bukan sekedar tinggi badan yang tidak sesuai, kerdil hanya menjadi salah satu akibat dari kurang gizi yang juga berakibat pada tidak berkembangnya kemampuan otak anak karena gagal tumbuh. Masalah ini menjadi ancaman masyarakat saat ini mengingat 29,6% anak di Indonesia mengalami stunting berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada 2017. Padahal Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki standar jumlah anak stunting suatu negara tidak lebih dari 20%. Di Indonesia hanya ada 2 dari 34 provinsi yang memiliki presentasi stunting dibawah WHO yaitu Yogyakarta 19,8% dan Bali 19,1%.

Menurutku, ini akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat atau tidak ada edukasi yang mumpuni untuk mencari tahu tentang tumbuh kembang anak. Karena kondisi tubuh anak yang pendek lebih sering dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik) kedua orangtuanya, sehingga masyarakat lebih banyak menerima keadaan tanpa berbuat apa-apa. Ya itu tadi karena mereka belum mengerti. Padahal genetik merupakan faktor penentu terkecil pada tumbuh kembang anak bila dibandingkan dari fator perilaku yang dalam hal ini pola asuh, lingkungan yang meliputi keadaan sosial, ekonomi, dan budaya, serta pelayanan kesehatan yang diterima. Jadi dengan kata lain, stunting itu bisa dicegah.

Continue Reading

Kesehatan

Ucapkan Selamat Tinggal pada Gangguan Pencernaan Anak dengan Interlac

By on June 9, 2018

Hai hai assalamualaikum, apa kabar?

Duh bulan Ramadhan cepet banget ya berlalunya, masih sehat dan kuat kan? Nah aku kemaren sempet kena sembelit, rasanya gak enak banget. Emang sih ini bukan kali pertama, udah sering sampai kalau diare malah bahagia soalnya perut jadi enteng walaupun mulesnya mampu bikin merem melek.

Beda halnya dengan Nurani, sebagai bayi 6 bulan lebih 3 minggu artinya udah makan dong, tapi sampai kemarin ditimbang di posyandu beratnya nambah 3 ons aja. Tetep harus bersyukur sih tapi gimana ya, hayati suka baper ngeliat baby bala bala yang endut. Habis gimana tiap habis makan tuh Nurani langsung setor a.k.a buang air besar. Mirip buanget sama ayahnya.

Kebetulan minggu lalu, aku datang ke acara imbex Mommy ‘n Me 2018 di JCC Senayan. Selain pameran perlengkapan bayi dengan diskon besar-besaran, ada juga talkshow dari brand yang mengikutinya. Sungguh menjadi kegiatan shopping yang berfaedah, soalnya dapet barang murah eh ilmunya juga. Salah satu yang mengadakan Talkshow adalah Interlac. Jujur aku kurang familiar dengan produknya, tapi karena temanya tentang mengatasi gangguan pencernaan bayi dan anak, aku jadi antusias mengikutinya.

Continue Reading

Kesehatan | Review

Talkshow Infeksi Saluran Kemih pada Perempuan bersama Dr Oz Indonesia dan Prive Uricran

By on May 30, 2018

Assalamualaikum semua, sehat kan ?

Udah masuk pertengahan puasa nih, udah mulai kebayang-bayang gimana nanti rasanya mudik. Tahun lalu aku mudik dalam keadaan hamil. Lumayan capek ya apalagi aku juga sering anyang-anyangan. Sebenarnya udah gak kaget sih soalnya memang sedari awal kehamilan, dokter memvonisku terkena infeksi saluran kemih (ISK) jadi ya begitu sering anyang-anyangan yang bikin gak nyaman. Makin diperparah dengan rute mudikku dari Ujung Barat (Pandeglang) ke Ujung Timur (Probolinggo) yang bikin tenagaku terkuras ekstra.

Untuk itu tahun ini aku gak mau lagi dibuat gak nyaman dengan anyang-anyangan, aku sudah tutup buku dengan tragedi ISK selama kehamilan, perihal Nurani yang sempat kejepit saat didalam kandungan dan lain-lain akan menjadi pelajaran tersendiri untukku. Makanya pas ada acara talkshow tentang pencegahan infeksi saluran kemih pada perempuan dari Prive Uri-Cran yang dibawakan oleh salah satu host Dr Oz Indonesia yaitu dr. Boy Abidin, SPoG (K) aku sangat antusias mengikutinya.

Continue Reading

Kesehatan | Kuliner

Lengkapi Gaya Hidup Sehatmu dengan Heavenly Blush Greek Yogurt dan Menangkan Trip ke Yunani

By on April 17, 2018

Assalamualaikum… Ohalo readers, apa kabar ?

Resolusi hidup sehat sudah terencana sejak awal tahun ini, soalnya kondisiku yang kini sudah menjadi ibu membuatku harus lebih bisa menjaga pola hidup yang lebih baik. Ya tahu lah segimana dramanya punya anak pertama, ya kayak begadang, makan apapun yang penting kenyang biar ASI lancar, gak sempet olah raga dengan alasan capek duluan, suka parno dengan mitos-mitos zaman old yang sering diutarakan eyang uti dan bunda dan hal lainnya yang bikin aku makin gak karuan.

Untuk itu aku bertekad untuk segera melaksanakan gaya hidup sehat yang gak cuma teori aja, soalnya ada Nurani yang butuh sosok ibu dengan kondisi prima untuk menemani tumbuh kembangnya. Tapi kebiasaan baik memang susah dimulai apalagi dipertahankan. Untuk itu perlu waktu setidaknya 21 hari untuk mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.

Gaya Hidup Sehat

Ngomongin healthy lifestyle sebenernya memang sudah marak digaungkan, apalagi di sosial media. Banyak bermunculan akun-akun Instagram yang memberikan tips bagaimana hidup yang sehat. Tak ketinggalan catering sehat bermunculan untuk mendukung gerakan tersebut. Tapi aku punya definisi sendiri sih tentang gaya hidup sehat, apa itu ?

Continue Reading