Kesehatan | Kuliner

Konsumsi Greek Yogurt Tinggi Protein dari Heavenly Blush, Sukses Bikin Kenyang Lebih Lama

By on April 20, 2019

Sejak jadi ibu menyusui berat badanku susah sekali turun, bahkan belum pernah merasakan berat badan normal seperti sebelum hamil. Berat badanku stag di angka 61 yang masuk kategori overweight buat aku yang memiliki tinggi hanya 150 cm. Ini gara-gara aku susah nahan keinginan untuk ngemil. Padahal saat ini sudah tersedia greek yogurt tinggi protein dari Heavenly Blush yang bisa bikin kenyang lebih lama.

heavenly blush greek yogurt tinggi protein
Heavenly Blush Greek Yogurt

Sebagai ibu bekerja aktifitasku banyak berkutat di kantor. Sebenarnya resolusi hidup sehat sejak tahun lalu sudah terlaksana, namun perlahan tersedat pada aktifitas olahraga yang malas dilakukan. Ketika ruang olahraga dialih fungsikan sebagai ruang rapat, pilihan olahraga yang bisa dilakukan di kantor tinggal lari di jogging track yang disediakan. Padahal aktifitas ngemil tertinggiku juga saat di kantor. Dengan begitu asupan cemilan kudu diatur supaya tetap rendah lemak seperti greek yogurt tinggi protein yang lebih bermanfaat.

Sering Lapar di Jam Nanggung

Soalnya banyak jam nanggung yang sering ku manfaatkan untuk ngemil saat di kantor. Misalnya saja saat jam 10 pagi dimana kalau sarapannya kurang benar mulai terasa lapar. Lalu jam 4 atau 6 sore ketika lapar namun belum waktunya makan dan cenderung kalau makan sore malamnya akan lapar lagi. Sebagai ibu menyusui yang bekerja, tentu ada waktu tambahan akan merasa lapar, yaitu setelah pumping ASI. Coba angkat tangan bagi busui yang merasakan hal yang sama !!! L.O.L !!!

Untuk itu aku harus menjaga makanan yang dikonsumsi agar tetap bernutrisi namun tidak menambah berat badanku yang pada dasarnya mudah naik, hiks!. Solusinya tentu dengan memilih makan yang tinggi protein supaya kenyang lebih lama. Kok bisa ? Karena makanan yang mengandung protein akan dicerna dengan lambat dan stabil, sehingga membuatmu merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebih. Professor Richard Mattes dari Purdue University melakukan penelitian dimana orang-orang telah berpuasa diberikan makanan yang mengandung protein. Lalu saat dimonitor, mereka merasa lebih kenyang selama beberapa waktu.

Continue Reading

Kesehatan | Personal Style

Lactacyd Ajak Perempuan Indonesia Lebih Menginspirasi

By on April 4, 2019

Perempuan itu sering belok kanan tapi nyalain lampu sign kiri

Perempuan itu kalau anaknya nangis terus berarti gak becus jadi ibu

Perempuan itu a, b, c, dan d

Sering mendengar pernyataan diatas? Aku sih iya, sampai kadang pusing sendiri kalau harus ditanggepin. Apalagi kadang pernyataan seperti itu keluarnya dari perempuan juga. Sedih gak sih? Padahal perempuan itu bisa berdaya dengan menciptakan sebuah karya yang bisa menginspirasi perempuan lain untuk turut berprestasi. Bukan ikut mengolok yang lain. So, let’s share your power !!!

Lactacyd Share Your Power

Hai, Assalamualaikum

Masih dalam rangka memperingati Women International Day, PT Sanofi Indonesia melalui salah satu brand naungannya yaitu Lactacyd mengajak para perempuan Indonesia untuk saling menginspirasi satu dengan yang lain dalam bentuk apapun. Sebagai brand yang sangat dekat dengan perempuan, Lactacyd mengadakan event yang seru dan tentu penuh ilmu di lapangan parkir Carefour Lebak Bulus pada 30 Maret 2019 lalu.

Acara dimulai dengan senam zumba bersama lalu dilanjutkan dengan acara bebas namun bertabur hadiah dan hiburan. Pengunjung bisa main ke stand-stand lain yang bisa dicoba seperti hena, melukis sepatu, nail art dan lainnya. Selain itu ada foto booth berhadiah yang bagi yang upload di instagram. So happy and pinky !!!

Continue Reading

Kesehatan

Perlunya Memiliki Kebiasaan Minum Susu Tanpa Takut Sakit Perut dengan KIN Fresh Milk

By on October 5, 2018

Hai – Hai Assalamualaikum

“Mirna kok pagi-pagi langsung minum susu sih gak makan dulu, emang gak eneg  perutnya ? gak takut sakit perut ?” kata si Agnes, temen seperjuangan sewaktu ngekos jaman kuliah. Lah gimana je aku tuh dari kecil emang sukanya minum susu, sampai kadang gak kira-kira minumnya, pagi siang sore malem dan jadinya gak makan nasi, hehehe ini jangan ditiru sih. Bagiku minum susu pagi hari itu jauh lebih ringan ketimbang sarapan nasi, mungkin ini karena sedari kecil aku selalu dibelikan susu untuk sarapan soalnya di depan rumah Surabaya itu kalau pagi ada penjualan susu sapi segar yang dihangatkan, makanya tiap mau berangkat sekolah sudah nangkring duluan disana untuk minum susu terlebih dahulu.

Sampai besar pun akhirnya kebawa kalau sarapan maunya susu kadang ditambah roti atau gorengan tapi seringkali engga, pas banget punya suami yang kampungnya di Purwokerto dekat dengan peternakan sapi. Kalo kesana tiap hari beli susu sapi murni 1-2 liter per hari. Bahagiaku gak ketulungan kalau begitu. Lagipula dibalik nikmatnya susu itu terdapat khasiat yang luar biasa, yaitu :

  1. Mengandung nutrisi yang tinggi, hampir setiap kebutuhan gizi manusia dapat dipenuhi dengan meminum susu
  2. Kandungan vitamin A, B, D yang tinggi
  3. Kandungan protein yang tinggi.
  4. Kandungan zat besi dan tembaga
  5. Kandungan kalsium & fosfor yang tinggi untuk kekuatan tulang
  6. Kandungan magnesium untuk membuat tubuh selalu aktif dan tidak cepat lelah
  7. Kandungan seng untuk penyembuhan luka
  8. Meningkatkan kinerja otak
  9. Menetralisir racun
  10. Mengandung potassium yang untuk memperlancar dinding pembuluh darah. Sehingga tubuh terhindar dari penyakit jantung dan darah tinggi

Namun tidak semua orang kondisinya sepertiku yang bisa kapan saja minum susu, ada juga orang kayak Agnes yang kalau minum susu rasanya eneg dan tidak nyaman diperut, ada juga yang sampai diare dan alergi. Padahal manfaat dari nutrisi  susu kan banyak sayang kalau tidak dirasakan.

Pakar gizi, dr. Rizal Alaydrus, MSc. menjelaskan, “Gejala mual, kembung, dan/atau diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa, seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu.”

Susu sapi pada umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2 dengan rasio 40% dan 60%. Awalnya sapi di seluruh dunia hanya menghasilkan protein A2 saja, namun seiring berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik, saat ini semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.

Saat ini, susu A2 tengah mendapat perhatian dari dunia kesehatan karena potensinya dalam menjadikan susu sapi lebih baik dari segi nutrisi maupun dari segi toleransi oleh sistem pencernaan. Susu yang hanya mengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap. Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik.

Untungnya saat ini sudah ada KIN Fresh Milk, susu segar dari sapi A2 terobosan terbaru oleh PT ABC Kogen Dairy. Untuk menjamin kualitas susu yang dihasilkan, peternakan yang dikelola oleh PT ABC Kogen Dairy hanya memelihara jenis sapi A2, yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2 saja. Sebagai satu-satunya peternakan sapi terintegrasi yang menghasilkan susu dari sapi A2 secara eksklusif di Indonesia, seluruh sapi di peternakan KIN menjalani proses pemeriksaan ketat, dimulai dari kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA untuk memastikan susu yang dihasilkan tidak mengandung protein A1.

Susu sapi A2 jauh lebih baik kualitasnya daripada hanya A1, Kin Fresh Milk menjadi solusi bagi orang yang sering tidak nyaman saat mengkonsumsi susu sapi. Hadir dengan 3 varian rasa membuat Kin Fresh Milk semakin nikmat rasanya. Original, coklat dan kopi dapat dipilih di toko dan minimarket terdekat.

Continue Reading

Kesehatan | Self Reflection

Pristine 8+ Melengkapi Gaya Hidup Sehat & Seimbang Diantara Banyaknya Kesibukan

By on October 3, 2018

Assalamualaikum, apa kabar ?

Awal bulan lalu aku sempat kecewa banget sama diriku sendiri karena banyak target yang tidak tercapai, sedih dan jadinya menyalahkan diri sendiri yang pernah kuposting di sini. Ya gak bisa dipungkiri sih kalau aku mulai stress dengan beragam kesibukan yang ada, kerja, kerja, kerja, yang difikirkan how to get a lot of money soalnya memang banyak keperluan dan keinginan yang ingin segera kuwujudkan. Tapi apa yang terjadi ? ya aku capek sendiri. Bukannya produktif malah gak dapet apa-apa.

Sejak kejadian itu aku mulai merenung, aku kenapa ya, datang pagi-pagi ke kantor lalu mikir kenapa aku capek banget, kenapa aku sedih banget, kenapa dan kenapa lain muncul hingga aku sadar bahwa hidupku gak seimbang. Meski gaya hidup sehat terus aku jalani dengan berolah raga tapi nyatanya ada banyak hal yang belum sempat aku lakukan karena banyaknya pekerjaan sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

Work Life Balance

Sebagai seorang ibu bekerja tentu perlu Work Life Balance yang baik, apa itu Work Life Balance ? Kondisi dimana kita dapat seimbang dalam menjalani rutinitas di kantor dengan kehidupan pribadi atau keluarga. Sederhananya sebagai ibu bekerja aku bisa membagi waktu dengan baik dalam mengerjakan pekerjaan kantor, dan mencukupi kebutuhan pribadi seperti rekreasi dan berkumpul intensive dengan keluarga.

Sayangnya kondisiku akhir-akhir ini sedang berada di puncak kesibukan, peralihan tugas pekerjaan yang semakin bertambah, lalu merintis usaha yang aku lakukan secara online dan kesibukan sebagai blogger lepas yang nyatanya tidak mudah. Jadi pagi hingga malam aku disibukkan dengan pekerjaan, hanya ibadah dan pumping yang membuatku berhenti sejenak, menyelami diri sendiri. Selebihnya aku berinteraksi dengan rekan kerja serta laporan kantor, customer @avocadelecious, dan tentu agency atau brand yang bekerja sama dengan blog ini. Padahal sangat penting menjaga pola hidup seimbang ditengah tuntutan pekerjaan zaman sekarang.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Menuju Indonesia Sehat dengan Rajin ke Posyandu dan Perlindungan Imunisasi Tepat Waktu

By on September 28, 2018

Halo dear, Assalamualaikum.

Sebagai ibu aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak, apalagi aku termasuk orang yang diberikan waktu tunggu dari Allah hingga akhirnya bisa hamil dan melahirkan si kecil Nurani. Makanya aku berupaya agar dia bisa tumbuh dengan baik, sehat dan kuat. Apalagi ditengah maraknya kasus stunting dan beredarnya penyakit menular yang bisa mengganggu kesehatan anak. Makanya pas berat badan Nurani sempat stag gak naik-naik selama 2 bulan tuh sedih banget, udah aja 5,7 kg pas bulan ke 4 dan 5 baru naik dibulan ke 6 di angka 6 kg pas. Sedih rasanya mengingat kenaikan berat badan anak dibawah 1 tahun kan seharusnya lagi bagus-bagusnya. Sempat menyalahkan diri sendiri akibat menjadi ibu bekerja dan mulai berfikiran yang engga-engga apalagi pas lagi nonton iklan stunting di televisi.

Mengenal Apa itu Stunting

sumber ; http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Bagi sebagian orang mungkin tidak mengerti apa sebenarnya stunting itu, termasuk aku yang tahunya dipicu melalui iklan televisi. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Setelah dipelajari ternyata stunting bukan sekedar tinggi badan yang tidak sesuai, kerdil hanya menjadi salah satu akibat dari kurang gizi yang juga berakibat pada tidak berkembangnya kemampuan otak anak karena gagal tumbuh. Masalah ini menjadi ancaman masyarakat saat ini mengingat 29,6% anak di Indonesia mengalami stunting berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada 2017. Padahal Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki standar jumlah anak stunting suatu negara tidak lebih dari 20%. Di Indonesia hanya ada 2 dari 34 provinsi yang memiliki presentasi stunting dibawah WHO yaitu Yogyakarta 19,8% dan Bali 19,1%.

Menurutku, ini akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat atau tidak ada edukasi yang mumpuni untuk mencari tahu tentang tumbuh kembang anak. Karena kondisi tubuh anak yang pendek lebih sering dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik) kedua orangtuanya, sehingga masyarakat lebih banyak menerima keadaan tanpa berbuat apa-apa. Ya itu tadi karena mereka belum mengerti. Padahal genetik merupakan faktor penentu terkecil pada tumbuh kembang anak bila dibandingkan dari fator perilaku yang dalam hal ini pola asuh, lingkungan yang meliputi keadaan sosial, ekonomi, dan budaya, serta pelayanan kesehatan yang diterima. Jadi dengan kata lain, stunting itu bisa dicegah.

Continue Reading

Kesehatan

Ucapkan Selamat Tinggal pada Gangguan Pencernaan Anak dengan Interlac

By on June 9, 2018

Hai hai assalamualaikum, apa kabar?

Duh bulan Ramadhan cepet banget ya berlalunya, masih sehat dan kuat kan? Nah aku kemaren sempet kena sembelit, rasanya gak enak banget. Emang sih ini bukan kali pertama, udah sering sampai kalau diare malah bahagia soalnya perut jadi enteng walaupun mulesnya mampu bikin merem melek.

Beda halnya dengan Nurani, sebagai bayi 6 bulan lebih 3 minggu artinya udah makan dong, tapi sampai kemarin ditimbang di posyandu beratnya nambah 3 ons aja. Tetep harus bersyukur sih tapi gimana ya, hayati suka baper ngeliat baby bala bala yang endut. Habis gimana tiap habis makan tuh Nurani langsung setor a.k.a buang air besar. Mirip buanget sama ayahnya.

Kebetulan minggu lalu, aku datang ke acara imbex Mommy ‘n Me 2018 di JCC Senayan. Selain pameran perlengkapan bayi dengan diskon besar-besaran, ada juga talkshow dari brand yang mengikutinya. Sungguh menjadi kegiatan shopping yang berfaedah, soalnya dapet barang murah eh ilmunya juga. Salah satu yang mengadakan Talkshow adalah Interlac. Jujur aku kurang familiar dengan produknya, tapi karena temanya tentang mengatasi gangguan pencernaan bayi dan anak, aku jadi antusias mengikutinya.

Continue Reading