Parenting | Review

Cat Supersilk Anti Noda Solusi Rumah Tetap Cantik Meski si Kecil Hobi Corat-Coret Dinding

By on July 2, 2019

Hi everyone! Assalamualaikum, Memasuki usia 1,5 tahun Nurani begitu aktif dan kreatif. Program penggedutan badannya ternyata beneran mampu menambah kemampuan motoriknya. Corat-coret tembok jadi hal yang susah dihindari lagi. Mau ngelarang itu sudah masanya, tapi kalo diterusin kan ya rumah penuh coretan benang ruwet. Sebenernya Nurani memang suka menulis sejak usia satu tahun. Kamu bisa baca di postingan ini dimana Nurani banyak tingkah saat diajak event dan bisa diam kalo dikasih pulpen dan kertas. Dan saat ini coretannya merambah ke dinding, bikin aku dag dig dug. Untungnya kemarin aku hadir di acara launching Cat Supersilk Anti Noda dari Avian Brands yang diklaim sebagai cat interior premium mencegah noda menempel di dinding.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Avians Brand merupakan perusahaan cat terkemuka di Indonesia yang sudah berdiri sejak 40 tahun yang lalu. Inovasi tak henti dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan kualitas produk yang baik. “Banyak cat tembok yang mengklaim dapat dibersihkan. Tapi sebenarnya yang dibutuhkan adalah cat tembok interior yang dengan sendirinya dapat menolak noda menempel di permukaan cat, sehingga mudah dibersihkan dalam sekali bilas langsung bersih”, penjelasan Angelica Tanisia Jozar sebagai Direktur Research, Development and Innovation Avian Brands.

Hadir juga Bunga Citra Lestari (BCL) sebagai Brand Ambassador Cat Supersilk Anto Noda. Tidak dipungkiri selain aktifitasnya di dunia entertaiment, BCL sendiri merupakan seorang istri dan ibu dari Noah yang sedang aktif eksplorasi lingkungan. BCL menceritakan tempat favoritnya berkegiatan di rumah adalah dapur karena dia suka memasak makanan yang kaya akan bumbu rempah.  Tak jarang dinding dapurnya menjadi kotor terkena noda cipratan makanan tersebut. Belum lagi Noah yang sering mengajak temannya bermain di rumah dan menggambar langsung di dinding. BCL menambahkan bahwa suaminya, Ashraf Sinclair bukannya melarang malah mengajak anaknya menggambar di dinding karena pada dasarnya Ashraf suka melukis. Oleh karena itu, BCL menyambut baik projek ini.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Perawatan Kulit Kering dan Sensitif si Kecil Pakai Aveeno Baby Gentle Moisturizing Daily Care Set

By on June 19, 2019

Hai everyone! Kulit si kecil Nurani memang sering bermasalah karena kering dan sensitif. Makanya aku tidak terlalu kaget kalo kulitnya jadi super kering, bersisik dan pecah-pecah setelah diajak umroh. Untungnya aku dapet kiriman paket Aveeno Baby untuk dicoba ke Nurani. Ada Aveeno Baby Daily Moisture Wash and Shampoo dan Aveeno Baby Daily Moisture Lotion yang merupakan Aveeno Baby Gentle Moisturizing Daily Care Set.

Mengenal Aveeno Baby

Aveeno merupakan brand toiletries yang mengembangkan produk perawatan kulit dari bahan alami untuk melembabkan dan menyehatkan kulit. Aveeno menjamin formula produknya teruji secara klinis dan dikemas sesuai standar terbaik. Aveeno Baby sendiri merupakan varian produk yang fokus pada perawatan kulit bayi dan anak-anak, dan merupakan salah satu dari group Johnson and Johnson sehingga tidak perlu diragukan kualitasnya untuk si kecil.

Manfaat Oats Bagi Kulit

Aveeno Baby diproduksi dengan memilih bahan baku utama Active Natural Oats, hal ini berdasarkan peneliatian bahwa oats memiliki banyak manfaat bagi kulit terutama yang memiliki kulit kering dan sensitif, seperti :

Continue Reading

Parenting

Keseruan Acara Dancow Saat Luncurkan Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia

By on April 11, 2019

Hai, masih ingat gak dengan gerakan hastag Iya Boleh yang sering muncul di sosial media beberapa yang waktu lalu? Atau buat yang sering nonton TV, mungkin sudah familiar dengan iklan yang sering menyebutkan “Iya Boleh”. Yup, gerakan ini digagas oleh brand susu yang sudah terkenal sejak aku masih kecil yaitu Dancow. Nah meski masih 2 bulan diluncurkan namun animonya sungguh luar biasanya, tercatat sudah ada 1 juta lebih orang tua yang mendukung gerakan Iya Boleh ini.

Pagi itu aku dan Nurani sangat bersemangat untuk menghadiri sebuah acara yang diadakan di Cilandak Town Square. Meski terbilang jauh dari rumah kami yang terletak di Cakung namun aku begitu antusias menuju kesana, karena apa? Aku ingin bergabung dengan para orang tua hebat yang berani dalam gerakan Iya Boleh dari Dancow, secara aku orangnya masih sering khawatir, jadi aku berharap semangat untuk membiarkan anak berkesplorasi itu tertular padaku.

Mengingat bahwa eksplorasi itu sangat penting bagi tumbuh kembang anak terutama di usia 1 tahun ke atas. Ketika anak mulai bisa berjalan dan memegang sesuatu yang membuatnya lebih ingin tahu. Namun Hal ini membuat beberapa orang tua, termasuk aku merasa khawatir, takut anak jadi sakit karena semua hal ingin disentuhnya walaupun itu kotor. Untuk itu Dancow ingin orang tua lebih membiarkannya dengan berkata Iya Boleh pada anak agar tumbuh kembangnya lebih optimal.

Continue Reading

Parenting

Menciptakan Momen Berharga Sekaligus Menstimulasi Motorik Anak

By on December 21, 2018

Assalamualaikum.

Sebagai orang tua yang sama-sama bekerja di luar rumah ada kalanya kami merasa bersalah, atau kadang sedih karena melewatkan berbagai momen tumbuh kembang anak untuk pertama kalinya.

 

Ketika aku kembali bekerja pasca cuti melahirkan, aku paham betul bahwa akan ada momen bersama anak yang akan terlewat. Tidak berbeda jauh dengan suami yang juga ingin selalu dekat dengan si kecil. Apalagi aku memiliki ego tersendiri agar anakku bisa dekat dari ayahnya. Mengingat kondisiku dulu yang sering merasa berbeda meski peran bunda tetap luar biasa dalam membesarkanku sendirian. Jadi sebisa mungkin aku dan suami menciptakan momen berharga setiap kami berkumpul bersama si kecil, Nurani.

Pertumbuhan anak sangat lah cepat, mengingat periode golden age atau masa-masa emas berada di usia 0-5 tahun, dimana kemampuan otak anak 80 persen berkembang pada masa itu. Orang tua sangat dibutuhkan perannya dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Perkembangan motorik anak menjadi salah satu yang butuh perhatian khusus bagi orangtua karena berhubungan dengan kemampuan anak mengendalikan gerak tubuhnya.

Continue Reading

Kesehatan | Parenting

Menuju Indonesia Sehat dengan Rajin ke Posyandu dan Perlindungan Imunisasi Tepat Waktu

By on September 28, 2018

Halo dear, Assalamualaikum.

Sebagai ibu aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak, apalagi aku termasuk orang yang diberikan waktu tunggu dari Allah hingga akhirnya bisa hamil dan melahirkan si kecil Nurani. Makanya aku berupaya agar dia bisa tumbuh dengan baik, sehat dan kuat. Apalagi ditengah maraknya kasus stunting dan beredarnya penyakit menular yang bisa mengganggu kesehatan anak. Makanya pas berat badan Nurani sempat stag gak naik-naik selama 2 bulan tuh sedih banget, udah aja 5,7 kg pas bulan ke 4 dan 5 baru naik dibulan ke 6 di angka 6 kg pas. Sedih rasanya mengingat kenaikan berat badan anak dibawah 1 tahun kan seharusnya lagi bagus-bagusnya. Sempat menyalahkan diri sendiri akibat menjadi ibu bekerja dan mulai berfikiran yang engga-engga apalagi pas lagi nonton iklan stunting di televisi.

Mengenal Apa itu Stunting

sumber ; http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Bagi sebagian orang mungkin tidak mengerti apa sebenarnya stunting itu, termasuk aku yang tahunya dipicu melalui iklan televisi. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Setelah dipelajari ternyata stunting bukan sekedar tinggi badan yang tidak sesuai, kerdil hanya menjadi salah satu akibat dari kurang gizi yang juga berakibat pada tidak berkembangnya kemampuan otak anak karena gagal tumbuh. Masalah ini menjadi ancaman masyarakat saat ini mengingat 29,6% anak di Indonesia mengalami stunting berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada 2017. Padahal Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki standar jumlah anak stunting suatu negara tidak lebih dari 20%. Di Indonesia hanya ada 2 dari 34 provinsi yang memiliki presentasi stunting dibawah WHO yaitu Yogyakarta 19,8% dan Bali 19,1%.

Menurutku, ini akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat atau tidak ada edukasi yang mumpuni untuk mencari tahu tentang tumbuh kembang anak. Karena kondisi tubuh anak yang pendek lebih sering dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik) kedua orangtuanya, sehingga masyarakat lebih banyak menerima keadaan tanpa berbuat apa-apa. Ya itu tadi karena mereka belum mengerti. Padahal genetik merupakan faktor penentu terkecil pada tumbuh kembang anak bila dibandingkan dari fator perilaku yang dalam hal ini pola asuh, lingkungan yang meliputi keadaan sosial, ekonomi, dan budaya, serta pelayanan kesehatan yang diterima. Jadi dengan kata lain, stunting itu bisa dicegah.

Continue Reading

Parenting | Pendidikan

Pentingnya Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

By on August 14, 2018

Assalamualaikum semua, apa kabar?

Aku merupakan ibu yang melahirkan generasi Z, generasi setelah milenial yang kehidupannya tidak dapat lepas dari teknologi digital terutama internet. Pasalnya untuk anak sekecil Nurani saja sudah paham ketika dia sedang dimbil foto atau video untuk dimasukkan sebagai “insta story” dengan gawai. Memang anak usia balita itu seperti kaset, semua hal dia rekam dengan baik dan mencobanya. Makanya saat dia melihat orang di sekelilingnya sering menyentuh dan memainkan gawai, hal itu membuatnya penasaran, sehingga ketika lengah dia bisa mengambilnya. Tapi bagi anak seusia Nurani yang masih 8 bulan sih belum terlalu paham ya kegunaan gawai itu untuk apa, paling dia pegang, diperhatikan dengan membolak-baliknya, dan yang sering dilakukan setelahnya yaitu melempar atau memukul-mukulkan gawai ke lantai atau tembok.

Lalu sebagai orang tua bekerja yang tak jarang membawa pekerjaan ke rumah, bahkan meja kerja suami berada di dalam kamar tidur, membuat Nurani sering melihat aktivitas orang tuanya bekerja menggunakan laptop. Sama halnya dengan gawai, ketika lengah dia bisa memencet tombol di laptop sambil berusaha berdiri. Dia merekam dengan baik apa yang kami lakukan, sampai membuka dan menutup laptop pun dia bisa. Oleh karena itu, sebagai orang tua, aku dan suami serta keluarga yang lain sangat sadar bahwa zaman telah berubah, teknologi begitu dekat dengan anak, kami tidak bisa melarang namun yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan dengan baik serta mengatur pola asuh yang sesuai untuknya. Toh nanti di masa depan dia akan menemui hal-hal yang lebih canggih lagi jadi kami perlu mempersiapkan hal itu.

Fenomena dan Tantangan Mendidik Anak di Era Kekinian

Kalau dulu anak bermain dengan leluasa di lapangan seperti petak umpet, masak-masakan, boneka dan aktifitas bermain fisik di luar rumah, namun saat ini sudah bukan zamannya. Dari statistik di atas ada sebagian anak yang sudah menghabiskan waktunya untuk menggunakan internet. Bagiku itu angka yang lumayan ya, mengingat zamanku dulu saat usia segitu kebetulan memang sudah memiliki handphone namun belum menggunakan internet, karena perlunya cuma untuk telfon minta jemput saat pulang sekolah.

Bisa dilihat saat ini banyak anak yang masih usia dini sudah memiliki smartphone sendiri. Hal ini pun memunculkan fenomena lain dimana anak yang dulu kalau ditanya cita-cita seringkali menjawab ingin menjadi dokter, guru, polisi dan lainnya, namun seiring bergesernya perilaku anak membuatnya memiliki minat yang berbeda, sesuai tokoh yang sering mereka lihat di dunia maya seperti youtuber atau vlogger, blogger, influencer, gamers bahkan kemarin sempat heboh Tik Toker.

Namun seiring banyaknya pengguna internet usia anak-anak tentu tantangan dalam mendidiknya pun berubah. Jika dulu anak susah belajar karena kebanyakan main layang-layang misalnya namun saat ini bisa jauh lebih sulit dari itu. Tantangan mendidik anak di era digital meliputi :

Continue Reading