Pendidikan

Tips Menulis Motivation Letter Untuk Menjadi Asisten Laboraturium

By on March 20, 2019

Assalamulaikum. Aku begitu terharu ketika tahu adik kesayangku dua-duanya bisa menjadi asisten laboraturium anatomi. Aku salut dengan tekad mereka untuk sungguh-sungguh menjadi mahasiswa kedokteran dengan baik. Makanya pas dimintain tolong koreksi  motivation letter menjadi asisten anatomi aku pun ikut bersemangat, senang bisa menjadi bagian dari pencapaian hidup mereka.

Menjadi seorang dokter mungkin masih menjadi impian bagi sebagian anak saat ini,  tapi kalau boleh dikoreksi mungkin lebih ke impian orang tua yang ingin menjadikan anaknya seorang dokter. Nah, jika  kamu pecinta drama Korea, mungkin tahu tentang drama yang berjudul Sky Castle, dimana para orang tua murid berlomba-lomba membuat anaknya menjadi dokter dengan menghalalkan segala cara. Alih-alih menjadi dokter yang baik, yang ada malah setelah diterima sebagai mahasiswa kedokteran, mereka kabur hingga terjadi peristiwa pembunuhan dan lainnya yang cukup mengerikan.

Karena apa ? karena motivasi menjadi dokter bukan dari dalam dirinya, melainkan paksaan orang tuanya. Padahal menjadi dokter perlu motivasi dari diri sendiri untuk mengabdi dan melayani pasien nantinya sepenuh hati.

Berbeda dengan kedua adikku yang begitu ingin menjadi dokter, mereka rela berjam-jam belajar, baca buku sampai mata panda tak terkira, mengikuti les, dan menunggu setahun setelah lulus SMA untuk tetap belajar dan diterima menjadi mahasiswa kedokteran. Mungkin sebenarnya tetap ada sentuhan orang tua yang secara tidak langsung mengarahkan mereka termasuk aku pada waktu itu untuk menjadi dokter. Tapi caranya yang begitu lembut sehingga tekad terbesar tetap pada anak kecuali aku hahaha… (Sorry dad, Sorry Mom ^_^) Aku bisa diarahkan mereka untuk kuliah di Jakarta aja udah bersyukur dan bahagia, kalo beneran disekolahin di kedokteran tapi ditengah jalan aku gak kuat yang ada malah bikin kecewa kan (eh jadi curhat).

Well, daripada panjang lebar langsung aja deh aku kasih tips atau lebih tepatnya poin penting yang harus disampaikan dalam sebuah motivation letter :

Continue Reading

Parenting | Pendidikan

Pentingnya Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

By on August 14, 2018

Assalamualaikum semua, apa kabar?

Aku merupakan ibu yang melahirkan generasi Z, generasi setelah milenial yang kehidupannya tidak dapat lepas dari teknologi digital terutama internet. Pasalnya untuk anak sekecil Nurani saja sudah paham ketika dia sedang dimbil foto atau video untuk dimasukkan sebagai “insta story” dengan gawai. Memang anak usia balita itu seperti kaset, semua hal dia rekam dengan baik dan mencobanya. Makanya saat dia melihat orang di sekelilingnya sering menyentuh dan memainkan gawai, hal itu membuatnya penasaran, sehingga ketika lengah dia bisa mengambilnya. Tapi bagi anak seusia Nurani yang masih 8 bulan sih belum terlalu paham ya kegunaan gawai itu untuk apa, paling dia pegang, diperhatikan dengan membolak-baliknya, dan yang sering dilakukan setelahnya yaitu melempar atau memukul-mukulkan gawai ke lantai atau tembok.

Lalu sebagai orang tua bekerja yang tak jarang membawa pekerjaan ke rumah, bahkan meja kerja suami berada di dalam kamar tidur, membuat Nurani sering melihat aktivitas orang tuanya bekerja menggunakan laptop. Sama halnya dengan gawai, ketika lengah dia bisa memencet tombol di laptop sambil berusaha berdiri. Dia merekam dengan baik apa yang kami lakukan, sampai membuka dan menutup laptop pun dia bisa. Oleh karena itu, sebagai orang tua, aku dan suami serta keluarga yang lain sangat sadar bahwa zaman telah berubah, teknologi begitu dekat dengan anak, kami tidak bisa melarang namun yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan dengan baik serta mengatur pola asuh yang sesuai untuknya. Toh nanti di masa depan dia akan menemui hal-hal yang lebih canggih lagi jadi kami perlu mempersiapkan hal itu.

Fenomena dan Tantangan Mendidik Anak di Era Kekinian

Kalau dulu anak bermain dengan leluasa di lapangan seperti petak umpet, masak-masakan, boneka dan aktifitas bermain fisik di luar rumah, namun saat ini sudah bukan zamannya. Dari statistik di atas ada sebagian anak yang sudah menghabiskan waktunya untuk menggunakan internet. Bagiku itu angka yang lumayan ya, mengingat zamanku dulu saat usia segitu kebetulan memang sudah memiliki handphone namun belum menggunakan internet, karena perlunya cuma untuk telfon minta jemput saat pulang sekolah.

Bisa dilihat saat ini banyak anak yang masih usia dini sudah memiliki smartphone sendiri. Hal ini pun memunculkan fenomena lain dimana anak yang dulu kalau ditanya cita-cita seringkali menjawab ingin menjadi dokter, guru, polisi dan lainnya, namun seiring bergesernya perilaku anak membuatnya memiliki minat yang berbeda, sesuai tokoh yang sering mereka lihat di dunia maya seperti youtuber atau vlogger, blogger, influencer, gamers bahkan kemarin sempat heboh Tik Toker.

Namun seiring banyaknya pengguna internet usia anak-anak tentu tantangan dalam mendidiknya pun berubah. Jika dulu anak susah belajar karena kebanyakan main layang-layang misalnya namun saat ini bisa jauh lebih sulit dari itu. Tantangan mendidik anak di era digital meliputi :

Continue Reading

Jalan-jalan | Pendidikan | Review

Susah Baca Peta ? Sudah Bukan Zamannya !

By on October 4, 2017

Assalamualaikum. Apa kabar semua ?

Kalian pernah tahu tentang “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps”? Yup, itu merupakan judul sebuah buku karya Barbara Pease yang membahas perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan. Tapi kok yang dijadikan judul buku ini menyoroti tentang kemampuan perempuan yang susah baca peta ? Jangan-jangan salah satunya adalah aku, hahaha. Meski dari sekolah dasar udah diajarin gimana cara baca peta bahkan disuruh bikin gampar peta provinsi hingga negara dengan bergabagai simbol-simbolnya, nyatanya setelah tidak dipelajari lagi malah bingung. Bahkan kadang menjelaskan letak rumah dimana saja susah.

Untung sekarang zamannya sudah serba digital, smartphone merubah gaya hidup kita dengan fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan, termasuk kemampuan kita membaca peta. Melalui informasi geospasial yang ada dalam genggaman, sekarang mau kemana pun jadi gampang ! tinggal ketik tempat tujuan maka dengan mudah kita menemukan arahnya. Atau bingung menjelaskan posisi kita ada dimana ? ya tinggal share location yang memanfaatkan geotagging yang bisa mereferensikan tempat-tempat yang berada disekitar kita.

Memahami Informasi Geospasial

Eh, tapi kalian tahu kan Geospasial itu apa ? Istilah Geospasial memang belum begitu familiar, padahal sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Menurut Rancangan Undang-Undang RI tentang Informasi Geospasial dijelaskan bahwa Geospasial merupakan sifat keruangan yang menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi dengan posisi keberadaannya mengacu pada sistem koordinat nasional. Sedangkan informasi yang mencakup posisi dan sebaran suatu obyek yang ada di seluruh permukaan bumi ini disebut Informasi Geospasial. Intinya apa mir ? ya geospasial itu menjelaskan letak suatu obyek berdasarkan koordinat yang ada di bumi.

Continue Reading

Give Away | IT | Pendidikan

Meraih Kemerdekaan Belajar di Era Digital Bersama Babastudio

By on August 29, 2017

Tujuh belas agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Mer.. De.. Ka..

Hai hai readers, Assalamualaikum.. MERDEKA !!!

Bertepatan di bulan Agustus ini semangat kemerdekaan banyak digaungkan seantero negeri. Walau kemarin sempat banyak tragedi tapi kita tetap bersatu kembali. Sayang kan perjuangan para pahlawan untuk mendapatkan kemerdekaan harus diisi dengan pertengkaran. Mending buat belajar supaya pintar, hehehe.

Memaknai kemerdekaan dengan belajar tentunya akan bermanfaat bagi Indonesia kedepan. Dinilai sebagai negara berkembang, artinya negara ini masih bisa lebih berkuasa lagi asalkan peningkatan sumber daya manusianya melalui pendidikan lebih diperbaiki. Beruntunglah teman-teman yang tinggal di kota, mau belajar apa aja mudah. Lah bagaimana dengan yang di pedesaan ? Mau kursus ini dan itu belum tersedia, syukur kalau masih ada buku bacaan untuk belajar, nah kalau tidak ada?

Tapi zaman sudah berubah, kemajuan teknologi terutama internet sangat membantu mendobrak keterbatasan seseorang yang memiliki keinginan untuk berkembang. Kita bisa belajar secara online. Jadi belajar bisa dimana saja dan kapan saja tanpa takut kekurangan bahan. Inilah yang disebut sebagai kemerdekaan belajar di era digital. Lagipula sudah banyak jasa penyedia kursus online yang mudah, lengkap, dan dengan harga terjangkau, seperti di Babastudio.com.

Continue Reading

Pendidikan

Menuntut Ilmu Seperti Huruf T

By on June 11, 2015

Assalamualaikum  Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Entah apa yang membuatku ingin menulis hal ini, karena saat saya menuliskan status di facebook dan mengupload gambar seperti ini, sepertinya banyak orang yang tidak mengerti maksudku

Mari Menggambar…

Mencari ilmu itu seperti huruf T… Kalau ga luas ya dalam.. Sebaiknya sih yang luas dan dalam tapi kan susah ya… Aku lebih memih mencari ilmu yang luas… Mencoa sesuatu yang baru untuk mengerti ini itu

Aku sudah belajar CAD, kapan kamu belajar ngoding ? 😛

11391701_1009146299103471_6067523462143465103_n

Yah, aku yang background sekolahnya Manajement Informatika alias orang IT eh njilalah dapet kerjaan jadi seorang Promotion lalu dipindah ke bagian Market Research untuk sebuah perusahaaan Alat Berat dari Jepang. It’s mean that… Aku harus belajar hal baru karena secara dasar pengetahuan aku belum mengerti tentang hal itu. Untungnya aku kepoan alias suka belajar yang baru, karena dengan begitu aku mendapat kesempatan untuk menambah ilmu yang banyak banget yang belum tentu aku pelajari jika tidak mendapat amanah seperti ini.

So far aku belajar otodidak, internet sangat amat aku andalkan utuk hal ini terutama untuk download ebook dan jurnal yang berkenaan dengan marketing research. Dan untungnya, MyBabe alias atasanku selalu support dengan semua kebutuhanku, termasuk training… Thanks a lot Sir..

Daaaan Let’s CAD, usaha training mechanical engineering design yang sedang dirintis oleh caim membuatku ikut terjun membatunya. Kalau awalnya aku hanya bagian marketing and promotion buat bikin leaflet, bikin web, dan promotion tools lainnya serta merchandise kebutuhan peserta training. Kali ini aku dituntut untuk mengerti apa itu CAD, karena kalau ada calon peserta training nanya-nanya masalaj teknis aku bisa menjawabnya. Jadi aku pun mulai belajar CAD dengan software Autodesk Inventor.

Nah kebayang kan dari basic programming ke promotion abis gitu ke marketing research lalu ini aku harus bisa engineering design. Tapi aku tetep semangat belajar semuanya biar tau ini itu… Toh gak ada ilmu yang gak bermanfaat kan, apalagi perempuan sebagai madarasah pertama bagi anak-anaknya kelak….

Well, balik ke analogi ku bahwa menuntut ilmu itu seperti huruf T.

huruf-t

Kenapa huruf T ? Apa maksudnya?

Oke akan ku jelaskan maksuku… Ya seperti bentuknya T memiliki 2 komponen mendatar dan tegak lurus yang saling bertemu.. Nah menuntut ilmu alangkah baiknya seluas mungkin seperti bagian mendatar pada huruf T… Sebagai manusia tentunya kita harus mempelajari berbagai hal, semakin luas pengetahuan kita akan semakin baik. Membuat kita mudah untuk berkomunikasi jika memiliki lawan bicara yang berbeda beda bahkan bisa membantu seseorang jika mengalami masalah walaupun kita bukan dibidang permasalahan tersebut, setidaknya kita bisa memberikan suggestion…. Lalu apa hanya seperti itu menuntut ilmu yang baik? Oh tidak. Kita juga harus bisa memiliki fokus bidang keilmuan yang harus kita pelajari secara dalam seperti bagian tegak lurus pada huruf T. Hal ini biasanya dilakukan oleh para ilmuan yang selalu tekun untuk melakukan penelitian. Belakangan ini yang terlihat benar-benar mengimplementasikan ilmunya melalui riset sehingga menghasilkan invoasi adalah para ahli Information Technology, bentuk handphone yang semakin futuristik dengan fitu-fitu yang semakin membantu dalam kehidupan sehari-hari.

So, Yuk menuntut ilmu seperti huruf T… semakin banyak ilmu yang kita pelajari akan semakin membantu kehidupan kita sehari-hari… semakin dalam ilmu yang kita pelajari akan membantu kehidupan orang – orang disekitar kita. Belajar terus menerus dan bersungguh – sungguh karena “Man Jadda wa Jadda” , siapa yang bersungguh – sungguh pasti akan beruntung. Dan Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Bahkan Allah sendiri lewat Al Qur’an meninggikan orang-orang yang berilmu dibanding orang-orang awam beberapa derajad.

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad. (Al Mujadilah: 11)

Cukup sekian penjelasanku tentang analogi huruf T dalam menuntut ilmu, semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading

Pendidikan

Impian Menjadi Dokter VS Dokter Gadungan

By on June 5, 2015

Assalamualaikum Warrahamatullahi Wabarrakatuh

bila-muslimah-menjadi-dokter-atau-perawat
gambar diambil dari sini

Akhir – akhir ini banyak pemberitaan tentang kasus Dokter Gadungan alias dokter tanpa memiliki ijazah kedokteran maupun dokter yang buka praktek tanpa izin. Ya ampun zaman apa ini?? Dokter itu taruhannya nyawa lha kalo salah ngasih tindakan atau obat bagaimana? #ngelusdada

Sebelum itu tepatnya 9 Mei 2015 pas ngeteh cantik di sore hari bareng orang tua eh adek yang awalnya adem ayem gak tau ngapain di kamar atas tetiba turun dengan terburu-buru. Setelah tenang barulah dia menceritakan kalo dia belum berhasil lolos di SNMPTN Undangan. Deg… dalam hati “Adekku udah belajar segitunya buat dapetin nilai bagus ko bisa ga diterima?”. Dia yang awalnya tegang langsung nangis. Dia memilih UNS jurusan FK dan Unpad jurusan FKG.. Aku tau banget adekku belajar mati-matian sampe harus diinget buat makan dan istirahat demi masuk jurusan yang dia cita-citakan “Kedokteran”

Well, aku dan orang tuaku akhirnya memberi motivasi padanya agar tidak gampang putus asa untuk terus memperbaiki diri lagi dengan belajar, berdoa dan meningkatkan rasa percaya diri. Yah kekurangan adekku adalah kurang percaya diri. Jujur ya, berdasarkan tingkat kerajinan belajar #apasih# alias pinter sebenernya pintar adekku, IQ nya aja bagusan dia ketimbang aku, cuma ya itu suka ragu dan gak percaya diri jadi suka gugup pas ujian… masih inget kan ya tulisanku yang “2 Kunci Sukses Hadapi UN”  disitu aku tulis bahwa JUJUR dan PERCAYA DIRI… Percaya atas kemampuan dan kerja keras yang sudah kita lakukan, penting banget kita miliki saat menghadapi ujian, tes dan apalah-apalah itu

Kembali ke perbincangan semula tentang dokter gadungan, yup maraknya kasus dokter gadungan yang terungkap membuat kita semakin was-was. Bermula dengan hebohnya pemberitaan tentang dokter kencantikan yang ternyata hanya lulusan SMA dengan korban sampe harus operasi yang lebih serius lagi. Disusul dengan terungkapanya dokter yang buka praktek di Depok yang ternyata sudah lama membuka klinik bukan hanya di Depok melainkan daerah jakarta dan sekitarnya.

Ada juga dokter gadungan dari Sampang Madura yang ternyata sudah praktek selama 15 tahun, artinya dia sudah menangani ratusan atau bahkan ribuan pasien. Padahal dia hanya lulusan perawat yang kemudian bekerja di RS daerah Malang, berbekal itulah dia berani membuka praktik mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi,  untungnya tidak ada korban dalam praktik ilegalnya. Tapi tetap saja, seseorang yang tidak memiliki background pendidikan kedokteran tentu secara pengetahuaan kurang, salah-salah bukannya menyembukan malah merenggut nyawa seseorang.

Nah aku ingin menyoroti kasus yang di Sampang. Kalau dilihat pasien yang ditangani sudah banyak artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang harus ditolong, maksudnya pasien di Indonesia banyak yang harus ditangani oleh dokter. Nah entah ini karena jumlah dokter dengan pasien tidak sepadan,  sehingga banyak pasien yang tak tertangani sehingga mereka lari ke klinik yang ternyata dikelola oleh dokter gadungan dan tanpa izin praktek atau alasan lainnya.

Namun Dari data http://bppsdmk.kemkes.go.id/infonakes/ inilah jumlah tenaga kesehatan di Indonesia

dokterSecara historical pertambahan tenaga kesehatan Indonesia tiap tahunnya 100.000 sehingga di tahun 2015 kurang lebih jumlah dokter di Indonesia ada 1.100.000 (satu juta seratus). Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia di tahun 2015 yang sudah mencapai 250.000.000 (dua ratus limah puluh juta) sumber dari http://www.indonesia-investments.com. Coba bayangkan apakah sepadan ??? kalau dilihat dari tenaga kesehatannya saja kurang, apalagi dokternya?

Artinya Indonesia membutuhkan banyak sekali tenaga kesehatan terutama dokter. Untuk itu seharusnya Universitas yang memiliki fakultas kedokteran membuka peluang sebanyak-banyaknya untuk putra putri bangsa menjadi mahasiswanya yang kemudian hari bisa lulus dan mengabdikan diri ke masyarakat. Segala macam tes dan prosudur terkait,memang harus tetap menjadi acuan penerimaan, namun untuk kuota, aku pribadi berharap bisa ditambah supaya orang – orang semacem adekku bisa masuk fakultas kedokteran dan menjadi Dokter yang berguna bagi masayarakat Indonesia dan sesuai impiannya.

tulisan ini dedicate for my beloved sister ^_^

Sukses ya Tafiana Khusnul Khatimah

Aku yakin kamu bisa lolos SMBPTN 2015

masuk di fakultas kedokteran sesuai dengan impianmu

Dan masih banyak peluang lainnya nanti seperti SIMAK UI dan tes gelombang selanjutnya

We always support you!!!

You can do the best!!

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu

Continue Reading