Review

Purebaby Laundry Liquid : Sabun Cuci Baju Untuk Si Kulit Sensitif Nurani

By on June 7, 2018

Assalamualaikum, apa kabar ?

Kulit Nurani tuh sensitiiiiiiiiiiifffff banget, aku nulisnya panjang soalnya emang segitu sensitifnya kulit anakku. Gampang banget muncul ruam hingga bintik merah atau beruntusan di tubuhnya, terutama area wajah, leher, dada dan tangan. Kadang aku sampai gak ngerti gimana kok bisa begini. Masalahnya berdasarkan tes alergi, alhamdulillah sih Nurani gak ada alergi apa-apa, soalnya aku sama suami juga gak punya riwayat alergi. Aku makan udang, dia biasa aja, aku minum susu coklat, dia juga baik-baik aja. Tapi kalau udah dimandiin pakai sabun atau hobi “usek-usek” alias menggeliat gak jelas di sprei, bajunya, gorden dan lainnya merajalela. Udah deh muncul si merah-merah itu.

Sebenarnya aku bukan mommy rempong yang sangat pemilih dengan baby stuff, semenjak awal membeli perlengkapan bayi dulu sering tutup kuping sama sales sabun mandi dan sabun detergen bayi tentang pentingnya menjaga kulit bayi yang sensitif. Namun saat Nurani lahir lalu dimandikan dengan sabun mandi bayi yang sudah kubeli, ternyata gak cocok. Beruntusan merajalela terutama di area wajah. Sewaktu kontrol pertama, dokter sudah mengatakan kalau kulit Nurani masuk ke golongan sensitif. Dokter Yu juga ngomong gitu pas aku ajak Nurani kontrol pasca melahirkan. Untuk itu aku tidak diperkenankan menggunakan sabun mandi, toh kata dokter masih bayi belum terlalu banyak main-main kotor. Dokter pun memberikan resep pelembab untuk kulit sensitif ke Nurani.

Lalu dibulan-bulan berikutnya aku mulai gerah dengan keadaan yang ada, aku pengen Nurani juga pakai sabun mandi, soalnya tingkahnya sudah mualai banyak sehingga gampang berkeringat,  jadi kalau mandi tanpa sabun rasanya gimana gitu, seperti ada yang kurang. Makanya aku pun mencoba beberapa merek sabun. Nah sewaku belanja bulanan di AEON JGC, aku tertarik dengan display produk Purebaby. Aku membeli sabun mandi Purebaby Wash, gak disangka-sangka eh cocok. Aku lihat beberapa hari perkembangannya alhamdulillah reaksinya baik-baik saja, 2 minggu berjalan dengan baik sampai aku pun tertarik juga dengan varian produk Purebaby lainnya yaitu Purebaby Laundry Liquid.

Continue Reading

Kesehatan | Review

Talkshow Infeksi Saluran Kemih pada Perempuan bersama Dr Oz Indonesia dan Prive Uricran

By on May 30, 2018

Assalamualaikum semua, sehat kan ?

Udah masuk pertengahan puasa nih, udah mulai kebayang-bayang gimana nanti rasanya mudik. Tahun lalu aku mudik dalam keadaan hamil. Lumayan capek ya apalagi aku juga sering anyang-anyangan. Sebenarnya udah gak kaget sih soalnya memang sedari awal kehamilan, dokter memvonisku terkena infeksi saluran kemih (ISK) jadi ya begitu sering anyang-anyangan yang bikin gak nyaman. Makin diperparah dengan rute mudikku dari Ujung Barat (Pandeglang) ke Ujung Timur (Probolinggo) yang bikin tenagaku terkuras ekstra.

Untuk itu tahun ini aku gak mau lagi dibuat gak nyaman dengan anyang-anyangan, aku sudah tutup buku dengan tragedi ISK selama kehamilan, perihal Nurani yang sempat kejepit saat didalam kandungan dan lain-lain akan menjadi pelajaran tersendiri untukku. Makanya pas ada acara talkshow tentang pencegahan infeksi saluran kemih pada perempuan dari Prive Uri-Cran yang dibawakan oleh salah satu host Dr Oz Indonesia yaitu dr. Boy Abidin, SPoG (K) aku sangat antusias mengikutinya.

Continue Reading

Parenting | Review

Perjalanan Menyusui Nurani Sebagai Ibu Pekerja

By on May 26, 2018

Assalamualaikum semua, hai hai apa kabar ?

Lama ya aku gak sharing tentang motherhood, dan gak kerasa juga Nurani sudah mau 6 bulan, duh aku jadi mulai kebayang gimana hebohnya memasuki waktu makan alias MPASI. Tapi sebelum itu, aku mau cerita dulu gimana perjalananku yang jatuh bangun, jungkir balik, dan terseok – seok ngumpulin ASI demi terwujudnya ASI Eksklusif 6 bulan. Sungguh perjuangan yang menurutku gak mudah, meski banyak omongan yang meragukanku, dengan percaya diri aku selalu jawab. Aku bisa kok !. Yup, afirmasi positif yang selalu aku bangun sejak melahirkan hingga sekarang sedikit banyak membantuku jauh dari stress yang mengakibatku makin terjatuh. Masalah (drama) datang pasca melahirkan itu pasti, tapi tergantung bagaimana cara kita menghadapi, termasuk kondisi dimana aku harus kejar-kejaran stok ASI seperti sekarang ini.

Sebagai ibu pekerja mau gak mau harus pisah sementara waktu dengan anak, meskipun program ASI Ekslusive untuk anak tetap harus berjalan. Jadi yang harus dilakukan adalah memompa ASI saat bekerja. Sebenernya bukan pas kerja juga sih, saat masih cuti melahirkan aku sudah memulai mompa ASI demi mengurangi rasa sakit saat PD penuh tapi bayi masih enak-enaknya tidur waktu itu. Duh kebanyang rasanya ada batu dalam PD waktu itu, perjuangan banget lah mompanya dari dikit-dikit sampai banyak dan akhirnya penuh 1 frezer sebelum masuk bekerja. Tapi drama menyusui Nurani tidak berhenti sampai disitu.

Continue Reading

Parenting | Review

Menyiapkan Nutrisi si Kecil dengan Philips Avent

By on February 18, 2018

Halo Assalamualaikum,

Sejak mengetahui kalau aku hamil, aku berusaha melakukan yang terbaik untuk calon buah hati. Rajin memeriksakan diri ke dokter, makan makanan yang sehat, dan rajin minum vitamin sesuai anjuran dokter. Dan setelah melahirkan, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu seiring keinginan untuk bisa segera mengASIhi. Meski cita-cita untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) saat melahirkan tidak bisa terlaksana namun aku tak patah semangat. Saat pertama kali bayi mungil, Nurani diantar suster ke ruang perawatan, rasanya hatiku langsung meleleh, apalagi saat belajar menyusui. Qodarulllah Nurani sangat pintar menghisap sehingga tak butuh waktu lama air susu pun keluar.

Namun ternyata drama setelah melahirkan itu lumayan menguras tenaga dan sedikit air mata. Termasuk drama menyusui seperti payudara bengkak yang solusinya ternyata dengan memompanya. Sebenarnya aku memang harus rajin memompa ASI sedari awal sebagai usaha pemenuhan nutrisi Nurani saat aku kerja nanti. Karena aku percaya bahwa ASI merupakan sumber nutrisi tebaik. Aku pun bertekad untuk bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan lanjut hingga 2 tahun. Hingga menjelang cuti berakhir alhamdulillah sudah tersedia 1 freezer penuh ASIP (Air Susu Ibu Perah).

Beruntungnya aku masih memiliki Eyang Uti dan Bunda yang mau membantu mengasuh Nurani saat aku bekerja. Memang sih, keluarga intiku ya tinggal mereka, jadi Nurani generasi ke 4 kalau dirunut dari eyang uyutnya. Nah masalahnya, mereka tidak terbiasa dengan memberikan ASI seperti zaman now yang bentuknya beku karena disimpan dalam frezeer. Lalu bagaimana dengan pemberian ASIP ke Nurani saat aku kerja?

Continue Reading

Personal Style | Review | Weekly Diary

Ketika Aku Lebih Bergairah Dalam Berkarya

By on February 17, 2018

Hi readers ! Assalamualaikum,

Akhir-akhir ini, aku sedang dalam mood yang semangat-semangatnya, tapi please don’t judge me sebagai ibu yang tidak sayang ke anaknya ya, soalnya ketika aku mulai berkarya lagi di kantor setelah cuti melahirkan, rasanya hidupku lebih bergairah dan berwarna. Secara dari malam aku sudah mulai berjibaku dengan mencuci botol dan menseteril semuanya, lalu menurunkan ASIP (Air Susu Ibu Perah) dari freezer untuk dicairkan perlahan di kulkas bawah, dan paginya mulai dengan aktivitas memasak, menuangkan ASIP cair ke botol, diteruskan bersiap ke kantor. Untungnya jarak rumah ke kantor cuma 15 menit, jadi aku bisa berangkat di last minute, huhuhu. So busy but I’m happy !

Sesampainya di kantor, aku terbiasa melihat weekly plan lalu mem-breakdown-nya satu per satu sebagai daily activity di hari itu, tak lupa aku highlight beberapa activity yang penting dengan warna yang terang biar semangat mengerjakannya. Bagiku warna orange adalah warna penyemangat, selain memang warnanya yang cerah, ada pesan yang terselip dalam benakku yaitu impianku yang ingin melanjutkan studi ke Belanda, yup “Negeri Van Oranje”, coba dilihat warna-warna nuffic neso, study in Holland dan lainnya menggunakan warna orange. Ah rasanya masih nyes kalau ingat impian itu. Semangat Mirna, one day pasti bisa !!!

Emang bener sih kalau warna yang sesuai karakter itu mampu memicu mood untuk lebih baik sehingga lebih produktif alias makin berkarya. Sudah banyak penelitian mengenai hal itu. Untungnya warna orange memang warna yang “aku” banget. Kok tahu Mir? Ya iya dong, soalnya aku baru aja kepoin blogger kece, Diana Rikasari yang habis posting “Small Things, Colorful Impact”, disitu dia kasih link tentang personality test mengenai warna apa yang sesuai dengan kita. Link tersebut mengarah ke www.knowyourcolor.id yang langsung aku coba dengan hasil yang sesuai warna penyemangatku, yup ORANGE.

Continue Reading

Pregnancy Story | Review

Kontrol Kehamilan & Melahirkan dengan Dokter Yuditiya Purwosunu

By on January 14, 2018

Assalamualaikum semua,,, Finally I’m come back to blogging…

Intermezzo : Mengurus Nurani sebenarnya tidak terlalu sulit karena aku sangat terbantu dengan kehadiran Eyang Uti dan Bunda serta Suami yang lumayan siaga meski jarang ikut begadang. Tapi nyatanya blog ini tak kunjung update setelah postingan “Cerita Melahirkan Nurani”. Disaat blogger lain bikin review 2017 dan resolusi di tahun 2018, aku mikir aja engga apalagi publish tulisan. Semua itu karena aku. M.A.L.E.S keasikan main instastory sambil pumping ato lainnya. Yang jelas tahun 2017 itu sungguh penuh berkah baik dalam kehidupan serta blog dan harapannya tahun 2018 akan lebih baik lagi, aamiin.

Di postingan kali ini aku ingin membuat sebuah tulisan yang membahas tentang obgyn yang menanganiku selama menjalani kehamilan dan membantuku saat melahirkan yaitu dokter Yudit. Soalnya banyak banget keyword yang mencari review tentang beliau sehingga nyasar di tulisanku “Akhirnya Aku Hamil Juga Part 2“. Selain itu, tulisan ini sebagai rasa terima kasih atas segala bantuannya selama ini. 3 kata yang mencerminkan beliau yang bisa disingkat menjadi CHC yaitu Charming, Helpful, and Calm. Nah berikut biografi tentang beliau.

Dr. dr. Yuditiya Purwosunu, Sp.OG-KFM, PhD

Dokter kelahiran Jakarta ini menempuh pendidikan sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1993 -1999 (1993 aku baru lahir, beliau udah jadi anak UI, ck) dan pada tahun 2004 beliau melanjutkan pendidikan sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama. Setelah menyelesaikan S3 di Universitas Indonesia, tidak membuat beliau berhenti sampai disitu, beliau melanjutkan pendidikan hingga ke negeri, Jepang dan London. Beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan baik di dalam maupun luar negeri.

Continue Reading