Review

Mengatasi Minggu Terberat dengan Mère Natural Essensial Oil

By on August 11, 2018

Assalamualaikum semua, apa kabar? semoga sehat ya .

Bingung mau cerita dari mana soalnya emang udah jarang banget update blog diantara sederet alasan males tapi memang kesibukan akhir-akhir ini tuh menyita waktu dan tenaga. Sampai akhirnya sekelurga pun babak belur rasanya, padahal sudah 1 bulan ini aku resmi memakai jasa asisten rumah tangga. Tapi Qadarullah kok ya ada aja kerjaan rumah, yup 3 minggu ini rumah direnovasi lebih tepatnya mengganti baja ringan dan cat ulang. Meski bukan rumah sendiri tapi toh kami tinggal disini dan demi kenyamanan sendiri jadilah mau aja direnovasi. Untungnya rumah ini terdiri dari 2 lantai jadi kami tetap bisa tinggal di lantai bawah.

Bulan ini Nurani memasuki usia 8 bulan, bener-bener waktu berjalan begitu cepat, dari bayi merah yang mungil sekarang udah jadi bocah yang alhamdulillah aktif diberbagai sisi. Selalu ada aja tingkah lucu sampai ajaib yang sering dilakukannya. Meski aktif dan ceria tak jarang Nurani juga suka moodie, rewel, apa yang dilakukan rasanya salah. Kalau marah, dia suka teriak lalu gigit gemes tangannya sendiri. Apalagi awal-awal renovasi kan berisik, terus seminggu ditinggal ayahnya dinas luar, udah deh malemnya ngalem sama ibunya, sampai puncaknya hari Jumat tepat 5 hari ayahnya pergi Nurani gak mau tidur malem. Kemana-mana maunya ikut digendong.

Aku pikir setelah ayahnya datang cranky Nurani akan hilang lah kok sama aja. Jadi pas weekend ayahnya datang dia mulai ceria jadi kuajak ke acara pertemuan kampung untuk pemilihan ketua RT yang baru. Di tengah acara Nurani ceria, main dengan kakek nenek tetangga dan bocah sepantarannya. Tapi pas pulang ke rumah lah kok rewel lagi, berbagai cara ngilangin kerewelannya tak kunjung berhasil, pijat, nenen, ganti baju dan lainnya. Rasanya luar biasa. Dan itu berlanjut di hari-hari berikutnya. Sampai akhirnya aku dapat kiriman Mère Natural Essensial Oil.

Continue Reading

Review

Faber-Castell Colour To Life : Mewujudkan Tokoh Khayalan Menjadi Kenyataan

By on August 7, 2018

Dari kecil aku tuh paling gak bisa kalau disuruh mewarnai apalagi menggambar. Bisa dibilang aku gak berbakat untuk melakukan hal tersebut. Masih ingat jelas waktu TK pernah ikut lomba mewarnai, tapi karena buntu ide dan nengok kanan kiri akhirnya aku mewarnai roda kereta api dengan warna coklat semua, sudah dipastikan dong ya aku kalah. Pelan tapi pasti kemampuanku dalam hal menggambar dan mewarnai ya gitu-gitu aja gak ada kemajuan.

Tapi aku tetap berusaha mengikuti cara mewarnai teman yang lain, apalagi dulu orangtuaku selalu mendukung dengan membelikan pensil warna dan crayon Faber Castell yang memang sudah terkenal paling bagus, ya walaupun harganya juga lumayan bagi kami waktu itu.  Soalnya, meski kemapuanku menggambar kurang tapi sebenarnya aku suka sekali dengan seni rupa, bunda lah yang selalu membantuku mengerjakan setiap karya. Ya walaupun kaku banget lah hasilnya kurang “nyeni” beda sama teman yang corat-coret aja keliatan artistik. Kalau dipikir sekarang, mungkin dari 8 kecerdasan majemuk ternyata kecerdasan visual – spacialku kurang, makanya mau gimana pun hasilnya gak masimal, toh keliatan juga sekarang udah gede jadinya apa, hehehe.

Continue Reading

Review

Purebaby Laundry Liquid : Sabun Cuci Baju Untuk Si Kulit Sensitif Nurani

By on June 7, 2018

Assalamualaikum, apa kabar ?

Kulit Nurani tuh sensitiiiiiiiiiiifffff banget, aku nulisnya panjang soalnya emang segitu sensitifnya kulit anakku. Gampang banget muncul ruam hingga bintik merah atau beruntusan di tubuhnya, terutama area wajah, leher, dada dan tangan. Kadang aku sampai gak ngerti gimana kok bisa begini. Masalahnya berdasarkan tes alergi, alhamdulillah sih Nurani gak ada alergi apa-apa, soalnya aku sama suami juga gak punya riwayat alergi. Aku makan udang, dia biasa aja, aku minum susu coklat, dia juga baik-baik aja. Tapi kalau udah dimandiin pakai sabun atau hobi “usek-usek” alias menggeliat gak jelas di sprei, bajunya, gorden dan lainnya merajalela. Udah deh muncul si merah-merah itu.

Sebenarnya aku bukan mommy rempong yang sangat pemilih dengan baby stuff, semenjak awal membeli perlengkapan bayi dulu sering tutup kuping sama sales sabun mandi dan sabun detergen bayi tentang pentingnya menjaga kulit bayi yang sensitif. Namun saat Nurani lahir lalu dimandikan dengan sabun mandi bayi yang sudah kubeli, ternyata gak cocok. Beruntusan merajalela terutama di area wajah. Sewaktu kontrol pertama, dokter sudah mengatakan kalau kulit Nurani masuk ke golongan sensitif. Dokter Yu juga ngomong gitu pas aku ajak Nurani kontrol pasca melahirkan. Untuk itu aku tidak diperkenankan menggunakan sabun mandi, toh kata dokter masih bayi belum terlalu banyak main-main kotor. Dokter pun memberikan resep pelembab untuk kulit sensitif ke Nurani.

Lalu dibulan-bulan berikutnya aku mulai gerah dengan keadaan yang ada, aku pengen Nurani juga pakai sabun mandi, soalnya tingkahnya sudah mualai banyak sehingga gampang berkeringat,  jadi kalau mandi tanpa sabun rasanya gimana gitu, seperti ada yang kurang. Makanya aku pun mencoba beberapa merek sabun. Nah sewaku belanja bulanan di AEON JGC, aku membeli sabun mandi Purebaby Wash, gak disangka-sangka eh cocok. Aku lihat beberapa hari perkembangannya alhamdulillah reaksinya baik-baik saja, 2 minggu berjalan dengan baik sampai aku pun tertarik juga dengan varian produk Purebaby lainnya yaitu Purebaby Laundry Liquid.

Continue Reading

Kesehatan | Review

Talkshow Infeksi Saluran Kemih pada Perempuan bersama Dr Oz Indonesia dan Prive Uricran

By on May 30, 2018

Assalamualaikum semua, sehat kan ?

Udah masuk pertengahan puasa nih, udah mulai kebayang-bayang gimana nanti rasanya mudik. Tahun lalu aku mudik dalam keadaan hamil. Lumayan capek ya apalagi aku juga sering anyang-anyangan. Sebenarnya udah gak kaget sih soalnya memang sedari awal kehamilan, dokter memvonisku terkena infeksi saluran kemih (ISK) jadi ya begitu sering anyang-anyangan yang bikin gak nyaman. Makin diperparah dengan rute mudikku dari Ujung Barat (Pandeglang) ke Ujung Timur (Probolinggo) yang bikin tenagaku terkuras ekstra.

Untuk itu tahun ini aku gak mau lagi dibuat gak nyaman dengan anyang-anyangan, aku sudah tutup buku dengan tragedi ISK selama kehamilan, perihal Nurani yang sempat kejepit saat didalam kandungan dan lain-lain akan menjadi pelajaran tersendiri untukku. Makanya pas ada acara talkshow tentang pencegahan infeksi saluran kemih pada perempuan dari Prive Uri-Cran yang dibawakan oleh salah satu host Dr Oz Indonesia yaitu dr. Boy Abidin, SPoG (K) aku sangat antusias mengikutinya.

Continue Reading

Parenting | Review

Perjalanan Menyusui Nurani Sebagai Ibu Pekerja

By on May 26, 2018

Assalamualaikum semua, hai hai apa kabar ?

Lama ya aku gak sharing tentang motherhood, dan gak kerasa juga Nurani sudah mau 6 bulan, duh aku jadi mulai kebayang gimana hebohnya memasuki waktu makan alias MPASI. Tapi sebelum itu, aku mau cerita dulu gimana perjalananku yang jatuh bangun, jungkir balik, dan terseok – seok ngumpulin ASI demi terwujudnya ASI Eksklusif 6 bulan. Sungguh perjuangan yang menurutku gak mudah, meski banyak omongan yang meragukanku, dengan percaya diri aku selalu jawab. Aku bisa kok !. Yup, afirmasi positif yang selalu aku bangun sejak melahirkan hingga sekarang sedikit banyak membantuku jauh dari stress yang mengakibatku makin terjatuh. Masalah (drama) datang pasca melahirkan itu pasti, tapi tergantung bagaimana cara kita menghadapi, termasuk kondisi dimana aku harus kejar-kejaran stok ASI seperti sekarang ini.

Sebagai ibu pekerja mau gak mau harus pisah sementara waktu dengan anak, meskipun program ASI Ekslusive untuk anak tetap harus berjalan. Jadi yang harus dilakukan adalah memompa ASI saat bekerja. Sebenernya bukan pas kerja juga sih, saat masih cuti melahirkan aku sudah memulai mompa ASI demi mengurangi rasa sakit saat PD penuh tapi bayi masih enak-enaknya tidur waktu itu. Duh kebanyang rasanya ada batu dalam PD waktu itu, perjuangan banget lah mompanya dari dikit-dikit sampai banyak dan akhirnya penuh 1 frezer sebelum masuk bekerja. Tapi drama menyusui Nurani tidak berhenti sampai disitu.

Continue Reading

Parenting | Review

Menyiapkan Nutrisi si Kecil dengan Philips Avent

By on February 18, 2018

Halo Assalamualaikum,

Sejak mengetahui kalau aku hamil, aku berusaha melakukan yang terbaik untuk calon buah hati. Rajin memeriksakan diri ke dokter, makan makanan yang sehat, dan rajin minum vitamin sesuai anjuran dokter. Dan setelah melahirkan, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu seiring keinginan untuk bisa segera mengASIhi. Meski cita-cita untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) saat melahirkan tidak bisa terlaksana namun aku tak patah semangat. Saat pertama kali bayi mungil, Nurani diantar suster ke ruang perawatan, rasanya hatiku langsung meleleh, apalagi saat belajar menyusui. Qodarulllah Nurani sangat pintar menghisap sehingga tak butuh waktu lama air susu pun keluar.

Namun ternyata drama setelah melahirkan itu lumayan menguras tenaga dan sedikit air mata. Termasuk drama menyusui seperti payudara bengkak yang solusinya ternyata dengan memompanya. Sebenarnya aku memang harus rajin memompa ASI sedari awal sebagai usaha pemenuhan nutrisi Nurani saat aku kerja nanti. Karena aku percaya bahwa ASI merupakan sumber nutrisi tebaik. Aku pun bertekad untuk bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan lanjut hingga 2 tahun. Hingga menjelang cuti berakhir alhamdulillah sudah tersedia 1 freezer penuh ASIP (Air Susu Ibu Perah).

Beruntungnya aku masih memiliki Eyang Uti dan Bunda yang mau membantu mengasuh Nurani saat aku bekerja. Memang sih, keluarga intiku ya tinggal mereka, jadi Nurani generasi ke 4 kalau dirunut dari eyang uyutnya. Nah masalahnya, mereka tidak terbiasa dengan memberikan ASI seperti zaman now yang bentuknya beku karena disimpan dalam frezeer. Lalu bagaimana dengan pemberian ASIP ke Nurani saat aku kerja?

Continue Reading