Nikah Muda | Self Reflection

Usahaku Melewati Vaginismus

By on November 21, 2018

 

Bagiku, Vaginismus adalah sebuah perjalanan spiritual bukan sekedar polemik seksual.

Yup begitu aku pasrahkan semua ketakukan dan kekhawatiranku kepada Allah, akhirnya aku bisa melewatinya dengan baik. Sebenarnya aku pernah menulis cerita dan pengalamanku mengenai vaginismus di “Serba-serbi hubungan suami istri pasca setahun menikah”. Di judul memang tidak secara gamblang aku tulis tentang Vaginismus yang kualami karena rasanya malu, menulisnya pun jauh setelah aku bisa melewatinya, hal ini karena sedikitnya info yang aku dapat ketika aku menghadapinya, lalu setelah aku tulis di blog ini ternyata banyak email dan DM instagram yang masuk bercerita tentang pengalaman mereka yang sama, untuk itu akhirnya aku menulis ini. Aku berharap bisa berguna bagi pembaca yang sedang mengalaminya saat ini.

Bagiku, cinta yang halal sepasang suami istri itu ternyata tidak seperti kisah cinta yang ada di sinetron ataupun film romance yang kadang terlihat begitu manis, karena didalamnya ada komitmen besar, ada nilai ibadah yang akan diperoleh ketika kita dapat mencurahkan kasih sayang dengan benar kepada pasangan. Bukan main-main apalagi di zaman sekarang yang seolah pacaran itu bukan hal yang menakutkan, tapi bagi beberapa orang yang mungkin saat ini dianggap jadul akan berpegang tegus bahwa apa yang diberikannya pada pasangan halal adalah suatu hal yang sangat berharga.

Masa awal pernikahan nyatanya tidak semua pasangan dapat berjalan dengan lancar, karena pada masa itu semua hal yang mungkin saja waktu perkenalan ditutupi akan terbuka secara gamblang. Pelan tapi pasti semua “tirai” yang ada pada pasangan pun terbuka. Yang harus dilakukan adalah menguatkan diri, berkomunikasi dengan baik, dan tentu saja berdoa. Termasuk aku dan beberapa teman lain yang menghadapi Vaginismu, yaitu ketakutan atau merasa tidak nyaman ketika berhubungan badan. Padahal kalau ditanya, nikahnya terpaksa atau tidak, ya jawabannya tidak, kami menikah karena cinta. Tapi ternyata sulit juga.

Continue Reading

Self Reflection

Gamang

By on October 8, 2018

Resah hati kian membucah
Ketika yang dinanti tak jua terlihat
Hari demi hari kulalui
Hingga akhirnya meberanikan diri

Pasti selalu ada 2 kemungkinan
Iya dan Tidak
Jawabannya kali ini Iya

Lalu ku ingat masa lalu
Kekhawatiran langsung muncul
Meski terselip bahagia
Dan terus berusaha afirmasi positif

Senja akan menjadi jawaban
Iya dan tidak
baik dan buruk
Semoga ridha Tuhan ada pada jawaban itu

Continue Reading

Kesehatan | Self Reflection

Pristine 8+ Melengkapi Gaya Hidup Sehat & Seimbang Diantara Banyaknya Kesibukan

By on October 3, 2018

Assalamualaikum, apa kabar ?

Awal bulan lalu aku sempat kecewa banget sama diriku sendiri karena banyak target yang tidak tercapai, sedih dan jadinya menyalahkan diri sendiri yang pernah kuposting di sini. Ya gak bisa dipungkiri sih kalau aku mulai stress dengan beragam kesibukan yang ada, kerja, kerja, kerja, yang difikirkan how to get a lot of money soalnya memang banyak keperluan dan keinginan yang ingin segera kuwujudkan. Tapi apa yang terjadi ? ya aku capek sendiri. Bukannya produktif malah gak dapet apa-apa.

Sejak kejadian itu aku mulai merenung, aku kenapa ya, datang pagi-pagi ke kantor lalu mikir kenapa aku capek banget, kenapa aku sedih banget, kenapa dan kenapa lain muncul hingga aku sadar bahwa hidupku gak seimbang. Meski gaya hidup sehat terus aku jalani dengan berolah raga tapi nyatanya ada banyak hal yang belum sempat aku lakukan karena banyaknya pekerjaan sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

Work Life Balance

Sebagai seorang ibu bekerja tentu perlu Work Life Balance yang baik, apa itu Work Life Balance ? Kondisi dimana kita dapat seimbang dalam menjalani rutinitas di kantor dengan kehidupan pribadi atau keluarga. Sederhananya sebagai ibu bekerja aku bisa membagi waktu dengan baik dalam mengerjakan pekerjaan kantor, dan mencukupi kebutuhan pribadi seperti rekreasi dan berkumpul intensive dengan keluarga.

Sayangnya kondisiku akhir-akhir ini sedang berada di puncak kesibukan, peralihan tugas pekerjaan yang semakin bertambah, lalu merintis usaha yang aku lakukan secara online dan kesibukan sebagai blogger lepas yang nyatanya tidak mudah. Jadi pagi hingga malam aku disibukkan dengan pekerjaan, hanya ibadah dan pumping yang membuatku berhenti sejenak, menyelami diri sendiri. Selebihnya aku berinteraksi dengan rekan kerja serta laporan kantor, customer @avocadelecious, dan tentu agency atau brand yang bekerja sama dengan blog ini. Padahal sangat penting menjaga pola hidup seimbang ditengah tuntutan pekerjaan zaman sekarang.

Continue Reading

Curhat | Self Reflection

Hello September, I Hope Will be Better

By on September 7, 2018

Assalamualaikum, apa kabar?

Time flies so fast, perasaan baru kemaren deh tahun 2018 dimulai, eh taunya sudah bulan 9 aja, kalau sudah gini bentar lagi tahun baru lagi, Masya Allah. Sebenarnya bingung juga bulan ini akan seperti apa soalnya aku tidak punya plan khusus yang biasanya sudah terlihat di minggu-minggu akhir bulan sebelumnya. Mungkin ritme bulan ini akan berjalan lebih tenang sepertinya. Untuk itu aku hanya bisa menjalani apa adanya dan sebaik mungkin yang bisa kulakukan. Selebihnya, ku pasrahkan saja mau gimana soalnya aku merasa kemarin aku begitu ngoyo menjalani apapun sampai kadang stress dan sedih kalau gak kesampaian.

Sebenarnya tahun ini memang tahun yang sangat lumayan menguras air mata, karena banyak drama, dan banyak perubahan yang kualami sebagai manusia. Salah satu hal yang paling kentara adalah statusku yang sudah menjadi ibu. Gagap menjadi orang tua atau Post Partum Depression yang gak ketahuan. Ya emosi dan pikiranku gampang banget berubah naik turun, huhuhu.

Continue Reading

Curhat | Self Reflection

Overweight and Overbudget

By on July 7, 2018

Hai hai assalamualaikum…

Everythings gone be over beb haha.. Kalo lihat foto diatas, itu aku lagi buka puasa di Gyukaku, jujur aku syok pas tau difoto keliatan ginuk-ginuk banget yang dengan pedenya makan all you can eat di Japanese restaurant. Yup cerita receh kali ini tentang diriku yang sedang dihadapkan dengan ke-over-an. Overweight for my body and overbudget for my financial condition. Sebenernya bagaikan gunung berapi, semuanya belum sampai waspada sih cuma siaga satu, cuma it’s means aku kudu hati-hati dong ya, aku harus punya alarm pada diri sendiri supaya tidak kebablasan.

Ini tuh berawal dari mudik yang ceritanya belum ketulis sama sekali di blog ini. Pas mudik kemaren rasanya semua jadi over. Pasalnya pas mudik ke Surabaya aku sengaja gak masak biar gak perlu beberes rumah lagi yang nantinya akan ditinggal setahun karena semua penghuninya sudah tinggal di Jakarta saat ini. Jadi pertimbangannya biar praktis dan mikirnya beli makanan di Surabaya itu murah ples aku memang lebih suka jajan, secara aji mumpung gitu makan makanan yang jarang aku temui kalau di Jakarta.

Continue Reading

Self Reflection

Menjadi Lebih Produktif

By on June 26, 2018

Hai apa kabar ?

Taqobalallahu waminna waminkum,

Taqobal ya karim, Minal aidzin wal faidzin.

Mohon Maaf lahir dan batin.

Libur lebaran udah selesai nih, insya Allah nanti aku mau share cerita mudikku yang kali ini sudah menjadi ibu. Bener-bener deh tiap lebaran beberapa tahun ini selalu ada yang berubah kondisinya. Tahun sebelumnya pas hamil, tahun sebelumnya lagi pas sudah jadi istri, tahun sebelumnya lagi pas barengan nyiapin lamaran dan seterusnya. dari 2014 selalu ada yang baru pas Lebaran.

Nah sebenarnya yang pengen aku share di tulisan ini tuh cuma receh banget sih, cuma mau mengungkapkan betapa semangatku menyambut hari-hari kedepan untuk lebih banyak berkarya, alias lebih produktif dalam bekerja maupun menulis. Hal ini disebabkan, aku akhirnya pakai ART (Asisten Rumah Tangga). Jadi disaat teman-teman lain lagi galau atau patah hati lantaran ada ARTnya yang gak balik pas habis lebaran ini. Alhamdulillah wa syukurillah aku malah baru memakai jasa ART.

Banyak pertimbangan dan perhitungan saat memutuskan akhirnya pakai ART, soalnya aku dan suami ples keluarga itu gak pernah memakai jasa ART. Semuanya dikerjakan sendiri, tapi ini sudah keteteran banget terutama urusan rumah tangga makanya aku butuh bantuan. Yang awalnya mau laundry aja karena yang paling banyak menyita tenaga dan mencolok dilihat itu tumpukan baju kotor yang menggunung tapi kami juga butuh yang beberes, aku dan suami yang biasanya bahu membahu bersihin rumah akhirnya kewalahan juga. Toh dapur ples Nurani masih kami kendalikan sendiri hehehe.

Continue Reading