Curhat

The Liebster Award : Meretas Persahabatan Melalui Jejaring Blog

By on May 27, 2014
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh….
Semangat Pagi, Kita Bisa, Luar Biasa….
Kali ini aku dapet amanah buat meneruskan estafet The Liebster Award sebenernya sih emang udah nungguin dari kemaren2, takut ga dapet giliran soalnya kan anggota baru sapa tau gak ada yang kenal hehehe…Untung dapetnya pas liburan jadi bisa langsung nulis, makasi ya mak Suma Atika atas colekannya 🙂
liebster-awardBy the way The Liebster Award itu adalah salah satu cara untuk mempererat tali silahturahmi para anggota blogger dengan mengirimkan postingan berantai yang berisi perkenalan diri dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh blogger sebelumnya. lalu setelah kita menulis The Liebster Award di blog pribadai maka gantian kita yang akan mencolek blogger lain untuk mempostingkan hal yang sama. Begitu sih…
Syarat untuk mengikuti The Liebster Award ini cukup mudah, yaitu :
1. Post tentang award ini di blog,
2. Ucapkan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan pada award ini dengan menyertakan backlink ke blognya,
3. Ceritakan 11 hal tentang diri sendiri,
4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan,
5. Pilih 11 blogger lain dan berikan mereka 11 pertanyaan bebas tentang apapun yang ingin diketahui dari mereka.
Oke langsung saja ya, karena syarat nomer 1 dan 2 udah di lengkapi, so lantuk ke no 3 yaitu Cerita singkat 11 hal tentang diriku :
1. Nama di akteku yang terbaru Mirna Puji Rahayu, tapi eh tapi dari SMA bunda ngasih nama Mirna Kei Rahardjo yang entah kenapa beliau ganti lagi jadi Keina Rahardjo, setiap buku atau paketan buat aku beliau nulisnya mesti ananda Keina Rahardjo aku dari kecil sering ganti nama gegara suka sakit2an 🙂 . Tapi panggil saja aku Mirna….
2. Aku lahir dan kecil di Surabaya, SMPdan SMA di Gresik dan sekarang kuliah di Jakarta
3. Aku seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Manajemen Informatika Politeknik Manufatur Astra yang sekarang sedang magang di PT United Tractors Tbk
4. Aku suka nulis, baca novel, masak, travelling menjelejahi alam terutama naik gunung tp paling anti ke pantai soalnya gak kuat panas hehe.
5. Paling takut sama hewan reptil terutama ular.
6. Paling gak bisa disuruh jahit.
7. Aku suka hujan soalnya adem dan tenang apalagi sambil minum coklat panas, rileks banget.
8. Aku suka warna biru seperti langit.
9. Paling suka bercerita dan punya temen banyak.
10. Punya impian untuk menikah muda dan menjadi ibu cerdas.
11. Sedang merintis usaha training bareng si Dia yaitu Let’s CAD. sebuah lembaga training center dan jasa gambar yang bergerak di bidang desain mesin, rumah, dan perhitungannya menggunakan software AutoCAD, Autodesk Inventor, dan Solidwork.
Sekarang lanjut untuk menjawab 11 pertanyaan dari mak Suma Atika
1. Apa yang membuat anda bangga menjadi seorang blogger?
Kebanggan menjadi blogger bagiku adalah ketika tulisan kita dibaca orang lain dan tulisan tersebut ternyata menginspirasi bahkan bermanfaat bagi pembaca.
2. Sejak kapan nge-blog?
Sejak kuliah yaitu 2011 tapi blog iniu baru ada tahun kemaren karena blog  yang lama rusak entah kenapa gak bisa posting jadi sekalian di delete aja.
3. Apa yang ada ingin raih dalam waktu dekat ini?
Pengen cepet wisuda dan bekerja
4. Pernah menang dalam lomba menulis? Lomba apa yang paling berkesan?
Pernah, yang paling berkesan justru saat aku ga menang 🙂 cuma dapet undangan sebagai observer aja yaitu pas lomba Writing Contes ICID 2013 yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Belanda) soalnya tulisan yang aku buat udah aku bikin draftnya cuma ga semept2 nulis gara2 masih ngerjain project akhir semester jadi disaat Project Managerku sibuk2nya testing, aku nulis naskah buat lomba dalam waktu sehari langsung besoknya aku kirim karena emang hari terakhir hehe… itu lomba nulis pakai bahasa inggris pertama buat aku…
5. Siapa penulis favorite anda dan apa alasannya?
Banyak, tapi paling suka sama bang A.Fuadi, kalau novel romen sih aku termasuk #GagasAddict
6. Siapakah orang paling inspiratif bagi anda? Yang menjadi motivasi anda?
Bunda, beliau adalah perempuan, ibu, dan teman hidup yang luar biasa, sumber inspirasi apa pun yang aku lakukan.
7. Tempat yang menyimpan banyak kenangan bagi anda? Kenapa?
Kosan Citra Insani, selama tinggal di Jakarta aku menetap di kosan ini. apapun kejadian ga enak aku tetep nyaman di sini. Tempat ini menjadi saksi bisu setiap perjuanganku 3 tahun menjadi seorang perantauan.
8. Lagu yang menjadi soundtrack hidup anda saat ini apa?
Laskar pelangi
9. Pegawai atau wirausaha, mana yang lebih baik? Alasannya?
Wirausaha, ingin bekerja namun tidak melalaikan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga nantinya karena waktunya bisa fleksibel.
10. Lebih baik mengarahkan anak menjadi apa yang orang tua inginkan (tentu saja demi kebaikan si anak juga), atau membiarkan dia meraih apa yang dia inginkan?
kalau kata bunda, mendidik anak itu seperti main layang-layang bebaskan dia untuk terbang namun arahkan dengan baik dan tarik jika ia akan terbang dibawa arus jahat. Itu sih, apapun pilihan anak baiknya kita dukung namun tetap dalam koridor yang positif.
11. Apa perbedaan setelah dan sebelum menjadi anggota KEB?
sebelum : ga punya temen blogging, bingung mau blog walking, tulisannya ga jelas (sekarang masih sih hehe)
sesudah : punya temen blogging banyak, gampang nyari info2 terntu soalnya referensi blog walkingnya banyak, jadi sering nulis hehe…
Huuua akhirnya sudah terjawab, so waktunya aku bikin 11 pertanyaan. Jawab pertanyaan dibawah ini (cielah kayak lagi ujian hehe 🙂 )
1.Lebih sering baca koran online atau blog? apa alasannya?
2. Apa saja sosial media yang kamu punya?
3. Apa alasan pertama kali bikin blog?
4. Topik apa yang paling banyak kamu tulis di blog?
5.  Ceritakan dengan singkat peristiwa yang paling membahagiakan dalam hidup?
6. Siapa orang yang paling berpengaruh dalam semua pencapaianmu saat ini?
7. Jika kamu menjadi seorang istri bupati, apa yang akan kamu lakukan?
8. Jika cerita kehidupanmu ditulis dalam buku, apa judul buku yang sesuai?
9. Apa yang kamu lakukan jika sedang sendirian di waktu luang?
10. Pilih mana antara keliling2 blanja atau jalan2 pagi?
11. Pilih 3 pantai di Indonesia yang  bisa dijadikan destinasi liburan menarik menurutmu? Alasannya?
Nah pertanyaan ini bakal dijawab oleh 11 blogger yang beruntung heheh :
1. Zaitun Hakimiah
2. Ega Dioni Putri
3.Arghalita
4. Vera Astanti
5. Shabrina WS
6. Illa Rizky Nidiana
7. Carolina Ratri
8. Tikabanget Gituh
9. Ana Ummu Fitry
10.Inda Furi Rahayu
11. Ipeh Elena
Oke cukup sekian, selamat menyambut tongkat estafet dariku emak2 🙂
Wassalam 🙂

Continue Reading

Review

Yuk ke Jakarta Book Fair 2014

By on May 26, 2014

Assalamaualaikum warrahmatullahi Wabarokatu…

Semangat Pagi, Kita Bisa, Luar Biasa….

Di akhir bulan mei ini ada event yang sangat amat menarik
buat pemburu buku murah, book lover, dan kalap buku sepertiku hehehe… Yupz apalagi kalau bukan, “Jakarta Book Fair 2014”. Jakbook dselenggarakan pada 23 Mei – 1 Juni 2014 bertempat di Istora Senayan. Pameran buku ini diselenggarakan oleh IKAPI DKI Jakarta, harapannya acara ini dapat dilaksanakan secara terus menerus untuk mendorong sinerginya semua pihak yang berkepentingan di bidang perbukuan Indonesia. Tema Jakbook tahun ini adalah “Meretas Jakarta Cerdas”.

Jakarta-Book-Fair-2014-Istora-Senayan
Gambar dari sini

Ikuti Juga Lomba Twitpic-nya yang bisa langsung dilihat di banner ini :

Jakarta-Book-Fair-2014-Istora-Senayan-Lomba-Twitpic
Gambar dari sini

Lalu jika kalian salah satu #GagasAddict, bisa dilihiat jadwal kegiatan yang ada dibuat oleh Gagas Media, Bukune dan Panda Media. Ada workshop, meet and great author, dan tentunya blanja buku murah di booth mereka 🙂

10313221_10152472066248980_3395631465200629572_n

So, buat kamu yang Kalap Buku, sempetin buat dateng ke event ini… Oke…

Info lebih lanjut bisa ke www.jakartabookfair.com dan @JakartaBookFair

Sumber info :

http://jadwalevent.web.id/jakarta-book-fair-2014-istora-senayan

Continue Reading

Curhat | Give Away

Sekali Lagi Aku Melepasnya

By on May 20, 2014

Entah aku harus memulai dari mana, maka aku biarkan saja jari jemariku ini mengetikkan kisahku, Ya masih tentang dia, dia yang selalu kurindukan hingga kini, rindu yang belum tersampaikan sampai saat ini. Kehilangan, jika kita kehilangan sesuatu, betapa sedihnya kita, apalagi kehilangan seorang yang disayang. Kita pasti tidak rela ditinggal pergi begitu saja. Itu pun berlaku padaku.

Kehilangan seseorang ketika masih kecil, tak merubah kehidupanku ketika masih kecil. Aku belum mengerti, seperti apa itu rasa kehilangan. Aku bermain layaknya anak seusiaku, hingga aku sadar bahwa aku berbeda dengan temanku yang lain. Ketika ada acara di sekolah, teman-temanku didampingi oleh ayah dan ibunya. Sedangkan aku selalu ditemani Eyang uti, kadang juga bunda kalau bunda engga kerja. Yah ayahku meninggal ketika umurku masih 6 bulan. Merasa kehilangan? Oh tentu tidak, aku biasa saja saat itu. Itupun aku tahu ketika aku duduk di bangku TK B. Sore itu seperti biasa bunda mengajakku ke makam, Mirna kecil saat itu yang polos engga tahu apa-apa nurut mengikuti perintah bunda untuk membersihkan, berdoa, dan menabur bunga di atas pusara, Lalu aku yang mulai bisa membaca mencoba untuk mengeja tulisan di salah satu nisan, disitu tertulis “Istono Pudji Rahardo 6 November 1993”, aku pun bertanya, “Bun, ko namanya kayak namaku ya? Memang siapa yang meninggal?” tanyaku saat itu. “Ini makam ayahmu nduk”, jawab bunda sambil mengelus kepalaku. Saat itu tetap biasa, aku cuma sadar bahwa aku tidak punya ayah, yang kupunya adalah bunda, eyang uti dan eyang kong serta om dan tante lainnya. Itulah keluargaku.

Tapi aku semakin beranjak remaja, bukan lagi Mirna kecil yang sukanya main tembak-tembakkan, petak umpet, dan permainan anak kecil biasanya. Aku makin mengerti, apa itu peran ayah, ya Ayah adalah kepala keluarga yang menyayangi, melindungi, dan bertanggung jawab atas sebuah keluarga. Peran bunda dalam membesarkanku sendiri memang luar biasa, bisa menjadi sosok yang tegar, kuat, dan tegas layaknya seorang ayah menurut teman-temanku yang terkadang mereka takuti sikap tersebut pada ayahnya sendiri, namun tetap saja, dia adalah seorang bunda yang memiliki sisi keibuan yang lembut dan menenangkan. Bunda juga bekerja untuk menghidupiku, walaupun masih mendapatkan bantuan dari eyang dan keluarga lainnya. sebenernya kalau bunda mau kerja dengan penghasilan yang lebih besar agar tidak merepotkan yang lain, bisa saja bunda menjadi wanita karir yang sibuk dengan pekerjaannya. Namun bunda memilih pekerjaan yang masih memiliki waktu luang agar bisa bertemu denganku, membantuku belajar, dan mengawasi pertumbuhanku. Tapi tetap saja, ada lubang kosong, dan lambat laun rasanya lubang itu semakin besar.

Ya, aku membutuhkan sosok seorang ayah. Bukan hanya untukku, melainkan untuk bunda juga. Artinya kami membutuhkan itu. Doa dan usaha dalam rangka mendapatkan seorang ayah terus kulakukan. Dan sosok itupun terlukiskan dalam seseorang yang tidak bisa kusebutkan, aku menginginkannya menjadi ayah dan suami bagi bunda. Dia baik dan perhatian padaku. Namun sepertinya itu berlaku padaku saja, nyatanya dia menikah dengan yang lain. Ketika itu akau masih kelas 1 SMP. Pengumuman pernikahan itu begitu mendadak, membuatku tak bisa membendung air mataku. Malam saat kutahu bahwa belia akan menikah esok paginya, sepanjang malam aku hanya menangis, rasanya aku kehilangan sosok ayah lagi… Sakit rasanya, baru kutahu apa itu arti dari sebuah kehilangan.

Hubunganku dengan beliau sempat renggang namun tetap baik, beliau masih menganggapku sebagai anak. Tapi pernikahannya tidak berlangsung lama, tapi saat itu aku sudah mulai mengikhlaskannya, jadi ketika ku tahu beliau sendiri, aku bersikap biasa saja. Namun kami menjadi dekat, semakin dekat seperti sediakala. Aku yang beranjak remaja memang butuh laki-laki yang bisa menasehati dan memanjakanku sesuai perannya sebagai seorang Ayah. Namun ternyata mungkin bunda tidak berjodoh dengan beliau. Ketika aku mengutarakan keinginanku agar dia menjadi ayah dan suami bunda, ternyata beliau sudah memiliki calon. Sekali lagi hatiku hancur, apalagi saat itu aku sudah dibangku kuliah… Aku begitu terpukul akan hal itu,   aku bertanya pada hatiku, apakah aku tidak bisa memiliki seorang ayah? apa aku tak bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah? atau aku seseorang yang tak layak? sempat aku menyalahkan Tuhan? Tapi untuk apa aku hanyut dalam kesedihan yang mendalam. Mungkin Tuhan tahu bahwa aku kuat, aku bisa, dan aku harus mandiri. Sosok ayah bisa kucari nantinya dari suamiku yang nantinya akan menjadi kepala keluargaku sendiri. Ya aku pun ikhlas melepasnya, beliau telah kuanggap seperti ayahku sendiri, sikapnya pun hingga kini… Mungkin ayah memang jodoh terakhir untuk bunda.

Saat ini, bukan lagi saatnya aku mencari sosok ayah, toh aku telah dewasa, meski belum sepenuhnya, tapi tentunya lebih memahami apa itu arti hidup dengan rasa syukur yang luar biasa… Bunda adalah bunda terhebat yang pernah kumiliki seumur hidup. Seorang yang membesarkan putrinya selama 20 tahun ini sendirian. Seorang yang berhasil memainkan peran ganda dalam hidupku. Sosok kuat, tegar namun jauh dilubuk hatinya tersimpan kelembutan. Ya aku telah mengikhlaskan semua. Aku pun bersyukur dengan kehidupanku saat ini, mungkin jika tidak seperti itu, aku akan tumbuh menjadi perempuan yang manja, namun dengan cara ini Tuhan mengajarkanku untuk hidup mandiri sejak dini. Allah lebih tahu yang terbaik bagi umat-Nya hingga Dia pun juga mengatur kapan saat indah pada waktunya 🙂 Alhamdulillah Ya Rabb…

Berikut puisi yang kubuat ketika aku sekali lagi harus melepasnya…

Juli 2011,

Ayah..

Jika engkau saat ini ada disampingku…
Aku ingin bergelayut manja padamu…
Mengecap manis bersama senyum indahmu..
Tapi itu hanyalah ilusiku yang tak akan bisa menjadi nyata…
Aku ingin sekali engkau hadir dalam kehidupanku..
Entah dengan cara apa atopun rupa yang berbeda..
Karena yang kubuhankan adalah kehangatan dan kasih sayangmu…
Ayah…
Aku menginginkan dia tuk jadi penggantimu…
Bukan bermaksud tuk menghilangkan posisimu dalam kehidupanku…
Hanya saja aku ingin dia menggantikan figurmu …
Aku menyayangi dia ayah seperti layaknya aku menyayangimu…
Tapi lidahku terlalu kelu tuk katakan padanya..
Hingga aku tahu dia tak bisa menjadi apa yang ku mau…
Meski terlambat tapi aku akhirnya mencoba tuk katakan…
Sulit rasanya mengatakan hal ini karena memang aku terlalu munafik…
Mungkin aku adalah manusia batu yang hatinya terlalu keras…
Tapi taukah jika batu itu begitu rapuh…
karena dengan sedikit hantaman saja telah luluh dan hancur…
Ayah…
Aku kehilangan sosoknya…
Sekali lagi…
Aku kehilangan ia dalam hidupku…
Aku cba menahan perih ini…
Tapi ketika aku mendengar ikrar suci dari mulutnya…
Air mata ini tiba-tiba luruh begitu saja…
Ayah…
Aku pergi ayah…
Aku tak kuat melihat semua yang tertera tepat di depan mataku…
Jiwa ini ternyata tak sekuat  itu…
Padahal sudah banyak tempaan tapi tetap saja…
Bisa luluh lantak tanpa sisa…
Ayah…
Mungkin ini perjalanan yang harus ku tempuh…
Sebagai  putrimu aku seharusnya bisa menjadi putri yang manis nan tegar..
Agar bisa menguatkan bunda yang tlah lama kau tinggal…
Ayah,,,
Mungkin kau di surga sedang menyiapkan istana indah yang nanti bakal kita diami bersama…
Aku bisa memelukmu erat karena kita tak akan terpisah lagi…
Aku kan terus berjuang di dunia yang fana ini ayah..
Hingga waktu yang telah ditentukan…
Kita akan dipertemukan oleh-Nya….
Rasanya hidup dengan rasa ikhlas dan syukur itu jauh lebih baik. Masih banyak kebahagiaan yang Allah beri untuk seluruh umat-Nya, jangan hanya karena satu hal membuat kita tidak rela dan men-kufuri setiap nikmat yang sebetulnya tak pernah berhenti mengalir dalam hidup kita. 🙂
Tulisan ini diikutsertakan GIVEAWAY TENTANG IKHLAS presented by mak Adeanita
QuotesCover-pic58

Continue Reading

Curhat | Pendidikan

2 Kunci Sukses Hadapi Ujian Nasional

By on

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarrakatuh…
Semangat Pagi… Kita Bisa, Luara Biasa!!!

Pagi tadi ada artikel yang begitu menggelitik otakku sehingga membuat tanganku rasanya gatal ingin menuangkan ide melalui tulisan, padahal kemaren sempat berfikir untuk hilang dari blog untuk sementara lantaran harus menulis Tugas Akhir, tapi artikel di kompas.com tadi pagi yang gak sengaja lewat diberanda facebook-ku membuatku ingin mengomentari. Judul artikelnya “Wow, Sebanyak 8.970 Siswa SMA dan SMK Gagal Lulus UN”, Astaghfirullah…. “Sabar ya adek-adek, tetep semangat dan pantang menyerah untuk mencari ilmu”

Yah, Ujian Nasional alias UN benar-benar menjad momok yang ditakuti oleh sebagian besar siswa, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MT, dan SMA/SMK/MA. Menurutku, hal ini makin diperparah dengan pemberitaan yang kadang justru terkesan menakut-nakuti dan menjelek-jelekkan sistem UN yang berlaku. Memang ada benarnya juga, namun itu juga berdampak kepada mental para siswa yang semakin gugup dan takut menjelang UN. Seharusnya media bisa mengemas berita dalam bentuk yang lebih positif dalam rangka memberi semangat kepada siswa dalam menghadapi UN, kalau toh bentuk tulisannya peringatan bahwa UN akan berjalan begini, begitu danhal-hal jelek lainnya, sebisa mungkin berita tersebut disampaikan secara lebih informatif, tidak lebay apalagi dengan prediksi yang buruk-buruk.

6 dan 3 tahun yang lalu, aku juga mengalami Ujian Nasional, dan tahukah pembaca sekalian, UN ditahun tersebut selalu menjadi kelinci percobaan. Contohnya, ketika 6 tahun yang lalu aku menghadapi UN SMP, saat itu mata pelajaran IPA untuk pertama kalinya menjadi mata pelajaran yang diujikan saat UN. Selanjutnya ketika 3 tahun lalu aku menghadapi UN SMA, saat itu untuk pertama kalinya soal UN SMA terdapat 5 jenis yaitu model A,B,C,D,E padahal di tahun sebelumnya cuma ada 4 yaitu sampe D. Tapi eh tapi, menurutku UN terlancarku adalah saat kelas 3 SMP. Well tahukan kalian kenapa? Yah saat itu UN belum menjadi momok yang waw banget, mungkin sebagian ada yang takut, namun lebih banyak yang positif dan semangat menghadapi UN, malah menurutku itu menjadi ajak unjuk gigi sekolah-sekolah, Dan berita-berita tentang kejadian tidak menyenangkan saat UN seperti kecurangan, beredarnya kunci jawaban dan kasus-kasus jarang diberitakan dibanding saat ini. Sehingga aku dan teman-teman atau mungkin siswa tingkat SMP se Indonesia pada saat itu lebih tenang menghadapi UN dibanding saat ini.

Lancarnya UN saat itu juga koordinasi yang baik antara Dinas Pendidikan ke Sekolah dan Sekolah ke muridnya. Dalam kasus ini, aku ingin menceritakan sekolahku sendiri Spendry. Seperti yang sudah aku tulis sebagai judul diatas, terdapat 2 kunci sukses menghadapi UN yang diterapkan oleh sekolahku pada saat itu, yaitu JUJUR dan PERCAYA DIRI. Yup penerapan kedua mental/rasa tersebut sebagai bekal menghadapi UN itu benar-benar masuk kedalam jiwaku. Orang tuaku pun berfikiran sama. Sebenarnya dulu di jaman bunda sama ayah sekolah UN juga sudah ada cuma beda nama aja, kalau dulu namanya Ebtanas yaitu merupakan akronim dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Walaupun ada yang mengatakan beda anatara UN dan Ebtanas, tapi keduanya sama-sama ujian yang diselenggarakan negara untuk siswa tingkat akhir di SMP dan SMA atau sederajat.

Dulu, penerapan JUJUR dan PERCAYA DIRI itu benar-benar dipakai, apalagi di jaman ayah bunda, gurunya itu bisa dibilang “killer” dan pelit nilai. Coba liat raport ayah bunda temen-temen dulu, apakah nilainya setinggi sekarang??? pasti engga, dulu guru itu ngasih nilai 6,7,8 itu udah bagus, terus sistem hukuman berdiri di depan, lari muterin sekolah, atau bahkan di pukul itu menjadi hal biasa, coba sekarang, engga ada kan?? Tapi bagaimana ilmu yang di dapat, apakah sama??? dulu buat dapetin nilai 8 aja itu susahnya bukan main kata bunda, harus belajar terus. Trus belum lagi masalah nyontek, dulu di sekolah bunda kalo ketahuan nyontek, guru gak segan-segan ngasih nilai nol(0) bahkan ples hukuman yang udah aku sebutin. So ilmu yang didapet menurutku beda, siswa jadi benar-benar berusaha mendapatkan nilai bagus dengan rajin belajar sehingga percaya diri dalam mengerjakan setiap soal tanpa menyontek.

Dan tau engga?? sistem beginian berlaku juga di jamanku ketika SD dan SMP, hukuman yang aku sebutin itu pernah aku alami sendiri dan sekolahku pun cukup ketat dalam hal contek-mencontek tapi sebenernya aku dulu juga gak tau loh, nyontek itu apa, entah aku terlalu lugu atau gimana, aku baru tau kalo nyontek itu artinya ngelihat jawaban teman pas ujian itu kalau gak salah pas SMP, jadi dari SD itu udah biasa ngerjain tugas dan ujian (atau biasa disebut ulangan) sendiri. Dan apa yang aku dapet?? aku jadi paham tentang pelajaran tersebut dan tertanam baik. Di SMP, walaupun aku sudah tau nyontek itu apa, tapi itu tidak bisa dilakukan, karena guru dan sekolahnya cukup ketat dalam ujian, nengok dikit langsung dikurangin nilainya, dicatet namanya, ya daripada malu mending ngerjain sendiri.

Sampe di UN juga, guru BK alias Bimbingan Konseling sering ngasih kata-kata motivasi, Kepala Sekolahku juga, Pak Bisri, You are the best Headmaster in my live Sir. Selalu memberikan petuah-petuah yang membangun, saat menjelang UN bukan hanya guru mata pelajaran yang terkait saja yang memberi bimbingan kepada kami, tapi Kepsek dan guru2 BK juga berperan penting untuk penguatan mental. Sebenarnya apa yang di ujikan itu kan merupakan hasil dari apa yang kita pelajari saat ini, kalo kata mereka, ini adalah perang melawan diri sendiri, Percaya Diri, mereka selalu menekankan bahwa kami sudah siap untuk menghadapi UN karena kami sudah mendapat pelajaran tambahan di sekolah serta doa bersama yang seminggu sekali dilakukan saat kelas 3. Jujur, mereka menekankan agar kami sebisa mungkin menjawab pertanyaan itu sendiri, dan sekolah juga bisa dikatakan bersih dari yang namanya praktik peredaran jawaban UN, pak bisri mengatakan “Jujurlah nak, nyontek itu berbohong, membohongi diri sendiri”,,, kata-kata itu selalu ku ingat, the best lah…. Hasilnya apa?? kami selaku muridnya benar-benar belajar, mengadakan diskusi di kelas bahkan sampe dirumah-rumah mebuat kelompok belajar. Dulu belum marak bimbingan belajar atau tempat les seperti saat ini, jadinya kami benar-benar belajar sendiri. Lalu saat kelulusan, alhamdulillah kami lulus 100% dan alhamdulillah juga aku menjadi peringkat ke 2 peraih nilai UN terbaik se kecamatan. Ilmunya pun terserap dengan baik, aku aja masih hafal gimana bentuk soal UN matematika saat itu, karena kami paham, dan menjalankan UN dengan JUJUR dan PERCAYA DIRI.

Lalu, gimana saat SMA mir??? Yah begitulah, saat UN SMA banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga. Menurutku penurunan moral siswa itu pas banget di jamanku, saat aku kelas 2 SMA video mesum seorang vokalis itu beredar. Huaaa astaghfirullah, Nah rusaknya moral ini juga berdampak ke model belajar. Jujur belajar saat SMA itu rada gak fokus apalagi saat UN, rasanya sulit untuk menerapkan JUJUR dan PERCAYA DIRI seperti saat SMP. Kabar – kabar jelek tentang UN udah banyak banget bertebaran, sehingga belum apa-apa udah takut duluan. Apalagi adanya jawaban yang beredar dimana-mana, yang dari guru lah, tempat bimbel lah, dari sekolah lain lah, isu-isu itu mengganggu, bukan hanya ditelinga tapi juga pikiran. kepercayaan diri itu rontok lah satu persatu, gimana tidak, murid yang bener-bener belajar demi mendapat nilai yang baik harus dikalahkan dengan murid yang mendapat bocoran jawaban. Gimana aku gak sebel… padahal itu masih try out loh ya, tapi udah seperti itu… belum lagi jargon dan kata-kata guru yang beredar, “UN itu tenang aja, pokoknya kalian belajar, tapi jangan lupa juga bantu teman”, hem pesennya kayak gt.. Yah bisa kalian artikan sendirilah. Meski aku tahu maksudnya itu baik, tapi itu bikin manja, rasanya aku pengen ngomong seperti itu.

Tapi apa boleh buat, aku sendiri juga takut, jadi nurut-nurut aja sama guru. So UN tahunku jawaban beredar dimana mana, dari berbagai sumber pula, pengawas juga… oalah yo yo… Lah kamu nyontek mir? liat jawaban juga mir?… Oke aku harus ngaku, Iya aku nyontek pas UN, tapi aku gak liat jawaban, aku hanya bertanya nomer-nomer yang engga bisa aku kerjakan… Alasan aku ga mau dikasih jawaban itu, yang pertama aku gak berani, dan yang kedua aku berfikir akan menjadi orang terbodoh jika selama 3 tahun ini nyatanya aku hanya memindahkan jawaban saat UN… Hasilnya??? Oke nilai UN ku gak terlalu bagus ketimbang teman-teman yang lain, tapi jelek-jelek banget sih engga standar lah… Tapi pas masuk tes kuliah… Nah loh… hayoooo pemegang nilai UN yang tinggi-tinggi itu harus keok dengan yang nilai UN nya standar. Ya iyalah kan mereka gak jujur, ilmu yang didapat hanya sehari bukan dipahami.

Coba ya kembali lagi ke jaman dulu, dimana rasa Jujur dan Percaya diri itu diterapkan seperti ketika aku SD dan SMP, pasti siswa bisa dengan tenang mengerjakan UN, dengan catatan bahwa sebelumnya ada tambahan pelajaran di sekolah yah sebagai bekal akademik selain bekal mentar tersebut. Terus media juga jangan gembar-gembor yang jelek-jelek terus tentang UN, bikin murid takut loh gak fokus jadinya. Sekolah-sekolah juga, cobalah bersikap “Bersih”, kalau dulu sekolahku bisa, kenapa sekarang enggak?

Yah memang harus ada perbaikan sistem UN yang baik kali ya, kalo katanya tahun ini solanya sulit banget kebangetan katanya pake standar Internasional, berarti guru-guru harus semangat untuk belajar lagi, sehingga yang di ajarkan ke murid pun sesuai dengan yang di ujikan. Kisi-kisi yang biasa diberi sebagai acuan belajar mempersiapkan UN juga disiapkan dengan baik. Tahun ini juga adekku UN SMP, dan alhamdulillah dia bisa mengerjakan dengan baik, padahal aku mencoba menenangkannya tapi kata Daddy “Kayak gak kenal adekmu aja, dia pengen nilai 10”, Semoga Allah mengabulkan keinginan dia, Semangat Tiara !!!! 🙂

Semangat juga untuk adek-adek yang lain, tetep semangat, jangan takut menghadapi ujian, tapi berusahalah dengan belajar dan berdoa. Ingat ya Jujur dan Percaya Diri 🙂 Oke… 🙂

Nah, sekian ceritaku tentang UN, jika ada pendapat yang salah mohon dimaafkan, aku menulis ini semata-mata hanya ingin berbagi pengalaman dan mengapresiasi usaha Kepala Sekolah ku SMP, semoga beliau dalam keadaan sehat walafiat saat ini dan semoga segala ilmu serta nasehat yang diberikan akan memberikan limpahan pahala untuknya, Aamiin…

Wassalamaualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu 🙂 🙂

Continue Reading

Curhat | Give Away

Dare To Dream Keina

By on May 6, 2014

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu….
Semangat Pagi, Kita Bisa Luar Biasa….

Mimpi, impian, cita-cita, keinginan Keina, sepertinya sering sekali aku tulis. Kebetulan aku adalah orang yang percaya tentang “Semestakung” alias Semesta Mendukung, maksudnya ketika kita sering menceritakan atau menyebutkan impian kita, baik kita melalui tulisan maupun secara lisan ke orang lain, maka bumi dan langit akan mendengarkannya, mereka bersatu padu mengerahkan segala daya dan upaya untuk mendukung impian tersebut. Ya meskipun rada berlebihan tapi aku percaya itu, ya kita harus “Believe” karena segala sesuatunya butuh kepercayaan. Tapi tentunya “Seberapa indahnya mimpi jika hanya menjadi mimpi”. So kita juga harus berusaha untuk merubah impian itu menjadi kenyataan. Jika sebelum – sebelumnya aku selalu menceritakan tentang impian terbesarku yaitu :


“Menjadi ibu cerdas bagi anak dan suami sekaligus seorang direktur sebuah publising house buku dan majalah skala nasional sehingga mampu memberangkatkan orang tua naik haji. Tak pernah lelah untuk menuntut ilmu terutama di negara 4 musim sehingga mampu menjawab tantangan di negara minoritas agamaku.
Selain itu memiliki usaha kuliner yang mampu menghasilkan keuntungan yang banyak sehingga mampu mensejahterakan karyawan dan orang sekitar, serta dapat digunakan untuk membeli 5 mobil mewah dengan 7 mobil perpustakaan keliling, dan 5 rumah mewah dengan 5 rumah zakat, tafiz, dan belajar cerdas beragama.”

Dan masih banyak impian atau keinginan kecil – kecil yang kutuangkan di beberapa postingan seperti di Usaha Impian Keina dan Tempat Impian Keina. Yah bisa mungkin keinginanku antara satu dengan yang lain tidak jauh beda dan saling mendukung. Semunya sudah kutuliskan. Tapi jika itu semua terwujud maka, kebahagiaan dunia yang akan kudapat. Padahal aku tahu bahwa hidup di dunia itu sementara. Dan kesenangan yang kita rasakan itu hanya sesaat. Semua yang kita miliki saat ini hanyalah titipan dari Sang Pencipta.الله . So aku juga memiliki keinginan ketika aku sudah berada dalam dimensi yang berbeda, saat duniaku tak sama lagi dengan yang ku rasakan saat ini, saat kita sebagai manusia akan dikumpulkan dan diminta pertanggung jawaban dari Yang Maha Kuasa. Lalu kita akan mendapatkan hasil untuk kemudian di golongkan sebagai manusia golongan kanan (baca:orang baik) atau golongan kiri (baca:orang kurang baik). Maka aku berharap bisa berada di golongan kanan dan menjadi Bidadari Surga.

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan”. (QS. Ar Rahman 56-58)

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik jelita”. (QS. Ar Rahman 70)

”Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan.” (Q.S. Al-Waqi’ah: 22 – 23)

Subhannallah perempuan mana yang tidak memiliki impian seperti itu ? Semua perempuan di dunia ini pasti memimpikan untuk menjadi Bidadari Surga, saat kehidupan manusia menjadi kekal dan abadi bukan lagi sementara seperti di dunia saat ini. Mungkin ini adalah impian besar yang butuh usaha yang benar-benar berat untuk mendapatkannya, terutama untuk diriku sendiri, sebagai hamba yang masih sangat jauh dikatakan baik. Tapi tentunya seberat apapun usahanya, aku harus melakukannya, berusaha memperbaiki iman dan takwa, memperbaiki diri hingga menjadi hamba yang baik dan semakin baik setiap harinya. Menjadi hamba yang bermanfaat seperti yang ku utarakan di impian terbesarku diatas. Hingga waktu untuk penentuan itu tiba, Semoga saja impianku, yang bisa jadi impian kalian semua ini bisa menjadi kenyataan. Aamiin Aamiin Ya Rabbal Alamin…. Terus semangat untuk berusaha menjadi Bidadari Surga 🙂 “I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS”

jazakumullah khairan katsira

Wassalamua’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu…

Tulisan ini diikutsertakan di giveaway Dare To Dream di http://windamaki.wordpress.com/2014/04/28/giveaway-dare-to-dream.

 

Continue Reading