Jalan-jalan

Berasa Beli 2 Tiket

By on July 23, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Mudik memang menjadi budaya masyarakat urban yang mencari nafkah di ibukota untuk kembali ke kampung halaman masing-masing saat musim Lebaran tiba. Karena berkumpul dengan keluarga di saat Hari Raya Idhul Fitri menjadi momen yang membahagikan dan dinantikan setahun sekali. Nah sebagai antau (anak rantau) aku pun juga melakukan hal yang sama, meskipun beberapa bulan terakhir aku sudah ditemani Eyang putri dari Surabaya untuk tinggal bersamaku di Jakarta. Tapi kembali ke kota kelahiran bagiku seperti mencari ketenangan, istirahat dan melepas penat.

Untuk itu aku pun menyiapkan tiket kereta api sebagai sarana transportasi mudik kali ini, biasanya sih juga kereta cuma selama merantau di jakarta baru kali ini aku pulang pergi menggunakan kereta eksekutif. Ikhlas gak ikhlas sih kayaknya karena harganya naik hampir 2 kali lipat untuk keberangkatan H-7 lebaran. Bukan hanya masalah harga namun juga ketersediaannya yang seakan-akan terbatas. Tiket mudik dijual secara online 90 hari sebelum keberangkatan. Semua orang berlomba – lomba untuk mendapatkan tiket yang paling murah, secara sekarang di kereta ekonomi pun sudah cukup nyaman dengan adanya AC.

So aku hunting tiket untuk eyang ku yang berangkat tgl 3 Juli dan aku yang rencanya berangkat tgl 14 Juli malam. Untuk yang tanggal 3 cukup mudah mendapatkannya karena belum memasuki musim libur lebaran. Untuk tiket kereta api argo anggrek malam jurusan JKT Gambir – SBY Pasar Turi dibandrol 360.000 rupiah. Sebenarnya bisa lebih murah lagi jika membeli langsung ke stasiun dengan membawa KTP eyang uti karena akan mendapat potongan lansia yang berumur diatas 60 tahun. Tapi ya karena alasan lebih praktis jadi aku membeli secara online di tiket.com

Untuk yang 14 Juli ternyata susah sekali mendapatkannya. Tiket yang ditunggu dari jam 00.00 ludes habis tak terkira dalam waktu 10 menit. WOW banget deh pokoknya. Tapi aku sih ga seberapa kaget karena tahun lalu juga mengalami hal yang sama namun alhamdulillah tahun lalu terselamatkan dengan tiket kereta api tambahan. Aku pun juga tidak sendiri dalam mencari tiket ini. Aku dibantu oleh temanku yang biasa membeli tiket online. Namun apadaya setelah begadang tetap saja tidak mendapatkan tiket untuk tanggal itu. Padahal harga tiket yang tersisa di terakhir kereta api argo anggrek malam jurusan JKT Gambir – SBY Pasar Turi  dibandrol 630.000 skali perjalanan.

Berdasarkan pengalaman, tiket kereta itu update jumlahnya 1 jam sekali. Mungkin ini dikarenakan limit waktu transfer yang diberikan hanya  1 jam. Jadi untuk penumpang yang sudah berhasil booking namun gagal transfer maka tiketnya dianggap cancel dan muncul sebagai tiket yang tersedia. perjam aku cek ketersediaannya, akhirnya sampai dikantor tetiba ada tiket untuk tgl 14 dengan harga 630.000 itu tapi pagi. Kemudian ya sudahlah kau berangkat pagi artinya harus hutang cuti 1 hari (fyi, sebelum jadi karyawan tetap tidak boleh cuti kecuali sakit). Langsunglah aku booking.

Tapi iseng-iseng aku mencari ketersediaan tiket untuk tanggal 13 Juli, eh ternyata ada tiket untuk 13 juli jam 21.30 … Kalau dipikir-pikir tanggal 14 kan mau ga mau pasti cuti. jadi ketimbang aku berangkat tanggal 14 pagi mending aku berangkat tanggal 13 malam, toh tetep harus cuti dan jam keberangkatan malam membuat aku tetap bisa kerja paginya. So aku langsung booking lah dan transfer untuk tiket tanggal 13.

Tapi, rejeki memang gak kemana ya… pas nyari tiket balik dari Surabaya ke Jakarta temenku ilham membantuku untuk mengurusi bookingnya. Namun skali lagi tanggal arus balik memang ramai dan cepat habis. Dia memberi  saran agar aku berangkat tanggal 20 saja dari surabaya agar tanggal 21 nya bisa istirahat sehingga tanggal 22 bisa langsung kerja dalam keadaan yang fresh tidak kecapean perjalanan. Aku pun meminta tolong untuk diuruskan saja semuanya. Nah dia memberi kabar yang membahagiakan…. tiket kereta api eksekutif gumarang yang harganya 465.000 rupiah menjadi 150.000 saja.  Alhamdulillah… Ilham menceritakan bahwa dia mencoba menggunakan kode voucher atau promo yang tiba-tiba masuk ke emailnya. pas dicoba ternyata benar tiket tersebut mendapat potongan… rejeki anak sholeha ^_^

Lalu berkahnya tidak hanya sampai disitu. Sewaktu aku naik kereta api argo anggrek malam jurusan JKT Gambir – SBY Pasar Turi itu sebelahku kosong. Aku tunggu hingga cirebon tetap saja tidak ada yang mendudukinya. Aku pakai tidur dan bangun di stasiun semarang karena takutnya dia akan naik dari stasiun ini, ternyata tidak juga. Ya sudah aku melanjutkan tidurku dengan menggunakan 2 bangku, 2 bantal tapi 1 selimut ko hehhehe… Keretanya bagus, selimut dan bantailnya wangi, space antar kursinya juga tidak terlalu dekat jadi enak untuk istirahat… Sangking enaknya kali yah sampe pada ngorok tidurnya… Untung aku tidak terlalu terganggu dengan hal itu karena terlanjur nyaman.

Lalu pulangnya juga… setelah hampir ketinggalan kereta karena baru naik 5 menit sebelum berangkat. Aku segera bergegas naik ke gerbong tanpa berfikir itu gerbongku atau tidak, yang penting aku sudah naik kereta karena memang kereta itu sudah siap berangkat. Huft rejeki banget Ya Allah… dan kejadian bangku kosong pun terulang kembali. Aku yang menunggu nunggu penumpang yang duduk di sebelahku akhirnya harus belapang dada atau malah bahagia yah hehhe menggunakan 2 bangku lagi sehingga aku kembali nyaman beristirahat selama perjalanan… Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah…

Sudah dapet potongan harga dan berasa beli 2 tiket pula… “Maka Nikmat Mana Lagi Yang Akan Kamu Dustakan?”

Wassalam..

Continue Reading

Jalan-jalan

Pengalaman Pertama Ikut Takbir Keliling

By on July 22, 2015

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar… suara takbir menggema di seluruh penjur negeri tanggal 16 Juli kemarin. Meskipun belum ada pengumumang hilal tentang jatuhnya 1 Syawal di tanggal berapa, namun sepertinya tahun ini seluruh masyarakat Indonesia terutama organisasi Islam banyak yang sepakat bahwa 1 Syawal jatuh tanggal 17 Juli 2015. Yah sebagai antau (anak rantau) aku pun pulang ke kota kelahiran tercinta, Surabaya untuk merayakan Idhul Fitri. Dan tahun ini untuk pertama kalinya aku merayakan malam takbiran di rumah Om ku yang ada di ds Petiken – Gresik, sebenernya dekat dengan rumahku yang ada di Perumnas Kota Baru Driyorejo namun suasana disini jauuuuuh berbeda *alay deh.

Biasanya tiap sore anak-anak maupun orang tua sibuk menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Namun khusus di hari terakhir puasa itu, bukannya menyiapkan hidangan buka puasa yang paling special, mereka malah sibuk menggunting, menempel, dan mewarnai seperti membuat prakarya di mushalah masing-masing. Hal ini lantaran malam harinya akan dilakukan lomba kirab takbir keliling antar mushalah. Bisa dibanyangkan bagaimana antusiasnya semua warga terutama Remus (Remaja Mushalah) dalam menyiapkan berbagai perlengkapan kirab.

Adzan maghrib pun tiba, semua anak bergembira karena puasa Ramadhan tlah selesai dilakukan dengan baik, apalagi perlengkapan pawai pun telah selesai disiapkan. Namun ada sedikit rasa was-was karena panitia mengumumkan bahwa pelaksanaan pawai menunggu keputusan sidang Isbat dalam menentukan tanggal 1 Syawal. Namun sekitar pukul 19.00 Bapak Lukman Hakim sebagai Menteri Agama mengumumkan bahwa 1 Syawal 1436 jatuh pada 17 Juli 2015. Dari situ panitia mengumumkan bahwa kirab takbir keliling akan dilaksanakan pada ba’da shalat isya’.

Kirab Takbir pun berjalan lancar dan meriah. Banyak kreasi yang ditampilkan dalam kirab kali ini. Mulai yang sederhana dengan membawa obor dan bedug yang didorong, hingga membuat masjid dari kertas semen dengan ukuran besar dan diarak menggunakan pickup. Dandanan peserta pun beragam ada yang menggunakan sorban hingga menjadi unta. Dan yang tak ketinggalan adalah deretan peserta sepeda hias dengan yang dimeriahkan oleh adik-adik kecil yang berusia sekitar 5-10 tahun.

Ternyata bukan hanya kirab takbir keliling namun ditengah perjalanan kami dihentikan panitia untuk dibagikan kupon. Kupon ini diundi di Masjid Nurul Huda yang merupakan finish dari takbir keliling kali ini. Satu per satu nomor undian dibacakan. Semua berharap mendapatkan hadiah yang disediakan Panitia. Alhamdulillah berkat swadaya jamaah mushalah sekitar dan donatur terkumpul beberapa hadiah yang mampu memeriahkan acara ini, mulai dari sembako, panci, setrika, sepeda, handphone, hingga kulkas atau lemari es sebagai hadiah utamanya.

Tak lupa gema takbir dan suara petasan yang menghasilkan pemandangan yang indah dilangit menghiasi acara tersebut. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagiku yang tidak pernah ikut dalam acara takbir keliling seperti ini. Rasa kekeluargaan pun sangat terasa, kemeriahan sederhana berbalut ibadah dan silahturahmi membuat acara ini benar-benar mengesankan bagiku, apalagi ini pengalaman pertamaku. Tapi sayang pada saat jalannya acara, handphoneku sedang mati jadi aku menggunakan handphone Paman untuk mengabadikan moment ini namun aku lupa belum memindahkannya ke handphone ku jadi aku tidak bisa memberikan ilustrasi kemeriahannya secara gambar di tulisan ini. Tapi insya Allah akan tergambar jelas di memoriku ^_^

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu

Continue Reading